Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Mengakhiri Persahabatan


__ADS_3

Perkataan itu sungguh menyakitkan hati Ririn, Farel yang yang tak pernah menghinanya, bahkan hanya mengungkapkan kebaikan mengenai dirinya sekarang dengan jelas telah menyatakan perkataan yang menyakitkan hati.


"Lalu mau kamu apa sekarang, setelah mengetahui semuanya, toh itu sudah menjadi masa lalu, sekarang kalian sudah berbahagia, bukan!" Ririn menampilkan tawanya yang hambar.


"Aku tak habis pikir, sahabat yang selama ini aku kira sangat mendukungku telah menghianati aku dengan menjadikan cinta sebagai alasan. Kamu telah menghancurkan kepercayaanku kepadamu Rin, habis sudah hingga tak bersisa sekarang, yang ada hanyalah kekecewaan, aku menyayangimu sebagai seorang sahabat tapi kamu justru menyakitiku dengan perbuatanmu, tahukah kamu aku mencintai Aisyah sebelum kami menikah dan aku nggak akan rela, jika ada satupun orang yang membuatnya menangis." amarah Farel mulai berkurang, menjelaskan apa yang di rasa, namun tatap mata kekecewaan masih dilayangkan pada Ririn.


"Jawablah pertanyaan ku dengan jujur, Rin, apa masih ada yang kamu tutupi dariku, jika ada katakanlah, sebelum aku mengetahuinya sendiri dan aku akan memutuskan hubungan persahabatan ini untuk selamanya." Farel beralih menatap Ririn yang mulia gugup, takut jika Farel akan benar-benar meninggalkannya, tapi di lain sisi ia juga takut akan ancaman Andre yang akan menghabisinya jika ia membuka mulut.


Cukup lama Farel menatap, namun yang di tatap tak juga bersuara, justru menunjukkan rasa gugup, dari itu Farel dapat menyimpulkan jika memang bena masih ada rahasia yang di sembunyikan oleh Ririn darinya. "Katakanlah, aku tahu ada yang kamu sembunyikan." dengan tatapan tajam Farel mengertak Ririn untuk bicara.


Ririn yang tak pernah melihat sisi Farel yang baginya cukup menyeramkan menjadi ketakutan. lebih menakutkan dari ancaman Andre kepadanya.


"I-iya aku akan katakan, menarik nafas dalam dan mengeluarkan perlahan untuk mengurangi rasa takutnya, Aku... aku bekerja sama dengan Andre, mantan kekasih dari istrimu untuk mendapatkan keinginan kami." Ririn akhirnya menyerah dengan semua yang telah membuat hidupnya lebih berwarna, ia telah mengakui jika dia bersalah.


Mendengar pengakuan Ririn, Farel sangat terkejut, Andre yang pernah datang meminta maaf dan meminta hubungan pertemanan dengan Aisyah ternyata Andre memilik rencana lain di balik hubungan pertemanan.


"Kamu bekerja sama dengan Andre, mantan dari Aisyah, sejak kapan kamu melakukannya Rin, aku tak menyangka kamu sepicik itu." Farel membuang muka rasanya ia ingin sekali melampiaskan kemarahannya, tapi yang di depannya saat ini adalah seorang wanita yang juga pernah menjadi sahabat dekatnya. Jika tidak, bisa di pastikan Farel akan menghajarnya habis-habisan.

__ADS_1


"Maafkan Aku Farel, aku tahu kesalahanku banyak, bahkan tak mungkin bisa kamu maafkan, berikan aku kesempatan untuk berubah, aku janji akan menjauhimu dan Aisyah." Ririn jatuh ke tanah dan menagkupkan kedua tangannya untuk meminta maaf pada Farel. Air mata tak henti-hentinya jatuh membasahi pipinya menandakan jika ia sangat menyesali perkataannya.


"Kali ini aku tak bisa memaafkanmu, Rin apa yang kamu lakukan sudah keterlaluan, kamu bukan hanya melakukan satu kesalahan namun tiga kesalahan sekaligus. Mulai hari ini kamu bukan lagi sahabatku, diantara kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun, aku harus melakukan itu untuk menjaga hubunganku dengan Aisyah. jika aku tetap menganggapmu sebagai sahabat bukan tak mungkin kamu akan mengulangi kesalahan yang sama dimasa mendatang." Farel menegaskan apa yang menjadi keputusannya, inilah yang terbaik. Dalam hubungan pria dan wanita tak ada kata murni sahabat pasti dari salah satu sisi akan timbul rasa yang melebihi dari sahabat.


Ririn berdiri dari tempatnya, "Tapi kamu sudah berjanji akan memaafkan kesalahanku, Farel, kamu harus tepati janji itu. Aku menagihnya malam ini!" Ririn harus mengunakan kata-kata Farel untuk bisa mendapatkan maaf darinya.


Farel tertawa mendengar perkataan Ririn, sungguh ia tak menyangka, memiliki sahabat yang pandai memainkan kata-kata.


"Kamu ingin memeras ku mengunakan janjiku, begitu kah,...Ririn... Ririn, kamu tak ingat jik aku hanya akan memaafkan satu kesalahanmu, tapi apa justru kamu sendiri yang telah mengugurkan janji itu, dengan melakukan kesalahan tiga kali. tak ada gunanya kamu menanyakan itu sekarang." Farel masih menunjukkan tawanya yang terkena mengejek.


Ririn menggelengkan kepala tanda ia tak mau itu terjadi, "Kamu tak bisa melakukan ini padaku Farel, tidak bisa!" Ririn menangis menyesali perbuatannya.


Setelah melakukan apa yang seharusnya ia lakukan kemarin, Farel meninggalkan Ririn di taman sendirian.


***


Farel telah sampai di rumah, ia disambut hangat oleh Aisyah yang mencium tangan suaminya, Mengajaknya masuk, dan menyuguhkan minuman kepada Farel, bisa dilihat dari raut wajah Farel jika pertemuan itu membawa sedikit luka di hatinya. Menyembuhkan luka yang dibuat oleh orang terdekat tidaklah mudah. Aisyah ingin sekali menanyakan apa yang terjadi, tapi melihat dari wajah Farel yang berantakan, ia memilih mengurunkan niatnya.

__ADS_1


"Aku sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak kemarin, aku harap setelah ini tak ada lagi yang menganggu hubungan kita, ya sayang. Sungguh aku ingin kehidupan rumah tangga kita tenang dan nyaman." Farel membawa Aisyah dalam dekapannya.


Saat berada disamping Aisyah, farel merasa ada kedamaian. Keduanya larut dalam dekapan kehangatan. Hingga tanpa sadar Aisyah sudah tertidur dalam dekapan Farel.


Farel yang menyadari tak ada pergerakan dari istrinya, mengerti jika Aisyah sudah tertidur di pelukannya. Dengan perlahan Farel mengubah posisi mengendong Aisyah untuk memindahkannya di tempat tidur.


Perlakuan Farel sangat lembut, hingga tak membangunkan Aisyah yang tertidur, sekarang mereka sudah berada di kamar.


Farel menidurkan Aisyah dengan pelan, setelah itu ia pergi mandi untuk menyegarkan badan. Sepuluh menit berlalu, Farel keluar dengan keadaan segar, Farel yang belum sempat makan merasa sangat lapar, ia turun untuk mencari penganjal perut, dan benar saja jika Aisyah sudah menyiapkan makanan di meja makan.


Melihat beberapa makanan kesukaannya di atas meja ia merasa sangat beruntung memiliki Aisyah sebagai istri, meskipun ia tumbuh dalam asuhan ayah tanpa seorang ibu, tapi tak ada kata manja dalam diri Aisyah, ia dapat mengerjakan pekerjaan rumah. Selain itu, tentunya ia pandai mengenyangkan mata dan perut suaminya.


Setelah dirasa kenyang Farel menyusul istrinya dalam pembaringan menuju alam mimpi.


Tidur dengan memeluk istri, Farel memberikan kehangatan di setiap dekaapannya. Memberikan kecupan di kening Aisyah beberapa kali. Farel menunjukkan bahwa ia sangat mencintai Aisyah, apapun akan ia korbankan demi Aisyah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya temanku ya... ☺☺☺



__ADS_2