
"Ya kami setuju untuk membangun panti Asuhan tersebut," ucap
para warga serentak. "Terimakasih untuk tawaran pekerjaannya Pak Farel." pak Rt sangat senang warganya bisa mendapatkan lapangan pekerjaan meskipun menjadi kuli bangunan tak apa asal halal.
Setelah mendapat persetujuan dan tinjauan telah selesai Farel dan Aisyah pulang ke rumah.
"Hari ini sangat melelahkan, namun juga sangat menyenangkan. Aisyah tersenyum. Terimakasih untuk kebahagiaan yang kamu berikan hari ini." Aisyah tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas nikmat yang di dapat dari yang maha kuasa melalui Farel suaminya.
"Kenapa harus selalu berterimakasih, itu memeng sudah tugasku, membuatmu selalu bahagia sesuai janjiku pada Papamu." Farel tak menyukai jika Aisyah selalu mengatakan terimakasih kepadanya, seakan itu hanyalah bantuan bukan kewajiban dari Farel.
"Tak apa, mungkin karena aku belum terbiasa saja. Jika kamu tidak suka, aku tak akan mengatakannya." Aisyah membuang pandangan keluar jendela, melihat keramaian jalanan yang di penuhi kendaraan karena memang sudah menjelang malam.
Tak terasa Mereka sudah sampai di depan rumah, kesibukan berada di luar rumah yang melelahkan membuat Farel dan Aisyah memilih untuk membersihkan diri kemudian beristirahat.
***
Andre sedang berada di taman dengan temannya, Dika. Mereka biasa selalu nongkrong dekat taman, tempatnya asik, juga banyak cewek cantik lalu lalang. Siapa tahu bisa mereka jadikan pacar. Semenjak Andre putus dari Aisyah Ia memiliki ambisi untuk menghancurkan hidup Aisyah, kecurangan yang Aisyah lakukan dengan menikah tanpa sepengetahuan Andre, membuat Andre ingin menghancurkan rumah tangga yang baru seumur jagung itu, dengan cara merebut Aisyah kembali dari Farel, suaminya. Dan Andre Akan mulai melancarkan Aksinya itu melalui Ririn.
Beberapa hari ini orang suruhan Andre telah memberi informasi bahwa Wanita yang Andre tabrak kemarin adalah sekertaris Farel suami dari Aisyah.
Andre kemudian menghubungi Ririn untuk meminta maaf atas kejadian tempo lalu, senyum licik terlihat di wajahnya.
𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘮𝘢. Andre tersenyum licik, pikirannya sudah dipenuhi dengan rencana untuk menghancurkan kebahagiaan Farel dan Aisyah.
"Hai, sudah lama menunggu?" Ririn yang baru saja datang menyapa Andre dengan temanya Dika.
"Tidak, kami juga baru sampai, duduklah jangan sungkan-sungkan. Aku mau minta Maaf untuk yang sempat menabrak kamu kamu waktu itu. sekalian Aku akan tepati janji buat traktir makan kamu malam ini. Kebetulan disini ada restoran terdekat yang masakannya juga tak kalah enak dengan bintang lima." Andre sedikit berbasa-basi sebelum masuk ke intinya.
__ADS_1
"Really ..." tanya Ririn, Ia sendiri juga butuh hiburan agar tak selalu memikirkan pujaan hatinya yang sekarang menjadi suami pemilik Kusuma Grup tempat ia bekerja.
"Duduklah bergabung dengan kami. Kenalkan ini Dika sahabatku. Oh ya...Kamu bisa memesan apapun, sebanyak mungkin, kalau perlu kamu bawa pulang." lelucon Andre disertai senyum khasnya. Andre mencoba membujuk Ririn dengan kata-kata manisnya.
Makanan pesanan mereka telah datang dengan berbagai macam hidangan.
"Terimakasih untuk semua ini, kamu sebenarnya tak perlu repot-repot melakukan semua ini, aku sudah memaafkan mu." Ririn merasa tak enak hatim
"Tidak merepotkan, membeli makanan seperti ini itu sudah menjadi kebiasaan kami." Kali ini dika yang bersuara, jujur ia juga tertarik dengan gadis yang duduk di samping Andre itu, namun ketika temannya Andre bercerita jika ia akan mengunakan Ririn sebagai pelancar usahanya untuk memisahkan Aisyah dan Farel, Dika mengurunkan niatnya. Ia tak mau ikut dalam permasalahan Andre dan Aisyah.
"Yasudah terserah kamu saja." Ririn akhirnya menerima keinginan Andre.
"Aku ingin bicara penting," dahi Ririn berkerut tanda ia bingung apa yang mau Andre bicarakan. "Apa kamu mau bekerja sama denganku untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jawab saja Iya atau tidak, tawaran ini tidak datang dua kali, Ririn." Andre langsung to the poin, Andre memberikan pilihan pada Ririn.
"Apa maksudmu, kerjasama apa." Ririn masih terlihat bingung, ia masih belum mengerti arah pembicaraan Andre, berulang kali Ririn mencoba mencerna setiap kata yang Andre bicarakan.
"Darimana kamu tahu semua itu." tanya Ririn yang mulai mengerti akan arah pembicaraan Andre.
"Mudah bagiku mencari tahu tentang dirimu, sekarang yang aku mau kamu menerima kerja sama ini." Andre masih menawarkan kesepakatan dengan Ririn, bagaimanpun caranya Ia harus bisa membuat Ririn memihak kepadanya.
Ririn sendiri masih terlihat bingung antara menerima atau menolak. Jika Ia menerima Ia memiliki kesempatan untuk bersama dengan Farel, mengingat hubungan Farel dan Aisyah masih belum ada cinta di antara mereka namun jika Ia menerima kesepakatan ini, kemudian suatu saat Farel mengetahuinya itu akan membuat Farel lebih menjauhinya.
"Jangan dipikirkan akibatnya yang terpenting adalah keuntungan kita masing-masing, Bagaimana,kamu setuju?" Andre berharap tawarannya disetujui. Cukup lama Ririn berpikir yang akhirnya ia menyetujui apa yang di rencanakan Andre.
"Baiklah, aku setuju, tapi ingat jangan pernah katakan jika kamu mendapat bantuanku untuk memisahkan mereka berdua, setuju?" Ririn memberikan persyaratan.
"Oke, kita deal."
__ADS_1
Mereka saling bertukar informasi mengenai Farel dan Aisyah dan akan menjalankan rencana mereka di waktu yang tepat dengan penuh pertimbangan.
***
Seperti biasa Farel bangun lebih awal dibandingkan dengan Aisyah, saat membuka wajah pertama yang Ia lihat adalah Istrinya, Aisyah. Wajah yang sangat teduh dipandang membuat Farel tak mau melewatkan kesempatan itu.
"Betapa bahagianya Aku bisa menjadi pasangan hidupmu, semoga hubungan kita bisa lebih baik dan terimakasih, karena telah memberiku kesempatan untuk membuktikan kelayakan ku untukmu." ucap Farel sambil menatap Istrinya yang masih tertidur.
Tiba-tiba mata Aisyah terbuka, Itu membuat Farel terkejut hingga salah tingkah di depan Aisyah.
"Kamu tak perlu berterimakasih, itu memang pantas kamu dapatkan. Semua yang berlalu biarlah berlalu, kita buka lembaran baru dengan kebahagiaan." Aisyah berharap kebahagiaan yang ia dapatkan bukan kesedihan,
"Semoga kamu menjadi satu-satunya Istriku Aisyah. Aku akan berusaha memberikanmu yang terbaik dan akan berusaha menjadi suami yang terbaik untukmu." entah kekuatan dari mana, Farel dengan mudah mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya. detik berikutnya Farel memeluk Aisyah.
"Farel, lepaskan, aku mau mandi setelah itu Kita sholat berjamaah, oke." Aisyah mencoba melepaskan pelukan Farel yang cukup erat ia rasakan.
Farel akhirnya melepaskan pelukannya kepada Aisyah, kemudian mengambil Air wudhu sambil menunggu Aisyah.
Aisyah pun melakukan Aktivitasnya di kamar mandi setelah itu melakukan kewajibannya kepada sang Ilahi.
Farel membaca bacaan surat pendek dengan sangat merdu. Setiap ayat mampu menenangkan hati Aisyah sebagai makmumnya.
"Apakah kamu mau lanjut tidur Aisyah?" tanya Farel setelah melakukan kewajibannya.
"Tidak, aku akan masak untukmu hari ini, hitung-hitung aku belajar menjadi Ibu rumah tangga." Aisyah mengatakannya dengan kemantapan hati.
"Aku akan mendukungmu untuk setiap apa yang kamu lakukan. Jangan pernah kamu berpikir bahwa kamu sendiri, oke ...." Farel mencoba memberikan dukungan pada Aisyah.
__ADS_1