Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Hadirnya orang lain


__ADS_3

Aisyah mengeser tombol hijau dan mulai mendengarkan dengan saksama.


"Hallo mas, ada apa?"


"Hari ini kamu sibuk nggak, aku mau ajak kamu makan siang bareng, itupun kalau kamu lagi nggak sibuk?" Suara Farel terdengar dari seberang telfon.


"Emm... ya sudah aku mau, kita ketemuan di mana?" Aisyah tak mungkin menolak keinginan suaminya, meskipun ia sendiri saat ini sudah makan bersama dengan kedua sahabatnya.


"Oke, aku hanya ingin memberitahu itu, kita ketemu di Caffe deket butik kamu saja, aku akan langsung kesana." Farel sudah bergegas meninggalkan kantor Kusuma Grup dan masih berbicara dengan Aisyah melalui telfon.


"Baiklah, kau tunggu disini, kebetulan ini ada sahabatku yang mampir ke buruk aku juga, mas langsung kesini aja aku tunggu."


"Oke..."


Tak butuh waktu lama Farel telah sampai di Caffe yang di maksudkan, Farel berjalan masuk menemui sangat istri yang sudah menunggu di dalam.


"Hai kalian masih disini!" ucap Farel yang mengandung kalimat sindiran, Farel sebenarnya ingin makan berdua hanya dengan Aisyah, Farel pikir kedua sahabat istrinya itu sudah pergi ketika mendengar ia akan makan berdua dengan Aisyah, tapi nyatanya tidak, mereka masih setia bersama Aisyah.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪? Farel berucap dalam hati.


"Duduklah mas, kenapa masih berdiri." Aisyah masih belum menyadari apa yang sedang terjadi.


"Kalau tidak disini mau dimana lagi, kita kan masih kangen sama sahabat kita Aisyah, masa nggak boleh kita ketemuan sama sahabat sendiri." jawab Vika polos.


Vita yang melihat tatapan tajam dari Farel cukup mengerti apa maksud Farel bertanya seperti itu kepada mereka. " Udah kita pergi aja yuk, bukannya kita masih harus mengantar pesanan milik mamaku, kamu kan sudah janji bakalan bantuin aku hari ini." Vita mengalihkan pembicaraan, ia ingin memberitahukan kepada Vika untuk menghentikan omong kosongnya dan mengajaknya untuk segera meninggalkan pasangan tersebut untuk menghabiskan makan siang bersama.


Vika yang tak pernah berkata begitu hanya mengarungi kepalanya yang tak gatal, namun setelah melihat tatapan tajam Farel Vika baru mengerti arah pembahasan sesungguhnya.


"Iya... iya, kita pergi sekarang, kalian bisa menghabiskan waktu berdua. Lain kali kita kumpul bareng ya Aisyah, hanya kita bertiga!!"

__ADS_1


Merek akhirnya pergi meninggalkan Aisyah dan Farel berdua, kebetulan Caffe tersebut juga tidak terlalu banyak pengunjung, sehingga suasana cukup tenang untuk mereka berdua.


"Mas sengaja ya, usir mereka aku tahu lo..." Aisyah menatap Farel intens.


"Hemm... sorry, aku cuma mau makan berdua sama bidadari surgaku saja, apa salahnya, lagipula kalian kan sudah dari tadi kumpulnya, ya kan!" Farel tak mau membuat Aisyah marah yang akhirnya akan merusak makan siang indah mereka.


"Lagipula melihat meja ni penuh dengan makanan, pasti kamu sudah makan dengan mereka bertiga kan, tapi tak apa, aku tak akan maksa kamu makan cukup temani aku makan saja di sini."


Aisyah kini bisa bernafas dengan lega, Akhirnya Aisyah tak akan memaksakan makanan masuk pada perutnya yang sudah membuncit terisi oleh makanan.


"Beneran, aku hanya temani makan?" tanya Aisyah memastikan apa yang ia dengar.


Farel menganggukkan kepala mantap.


Kini Aisyah hanya duduk santai sambil memandang sang suami tampannya yang sedang makan dengan lahapnya.


"Kenapa memandangnya seperti itu, ntar aku makan loh kalau seperti itu terus kamunya."


"Tuh kan, lihat kamu begitu selera makan aku jadi beralih ingin makan kamu!"


"Sudah mas, jangan bicara terus, sekarang cepat habiskan makanannya setelah itu kembali ke kantor, ini sudah hampir habis makan siangnya, nanti kau telat gimana, masa bos nggak disiplin." omel Aisyah pada Farel, sebenarnya Aisyah masih ingin menghabiskan waktu dengan Farel, namun hari masih siang pekerjaan pun masih menunggu untuk di kerjakan. Saat ini kedua pasangan itu sudah memiliki kesibukan masing-masing hingga waktu untuk mereka berduaan sebagai pengantin baru pun hanya pada saat malam hari.


"Mas pergi dulu ya, ingat jaga mata serta hati kamu untuk mas seorang!" bukan tak mungkin dengan menjadi wanita karir Aisyah akan dekat dengan siapapun, sebagai bentuk memperluas wawasan Aisyah di tuntut untuk bisa bersosialisasi pada semua orang naik kalangan atas maupun bawah. cukup banyak juga yang menyukai sosok Aisyah sebagai desainer muda.


Selepas Farel pergi, Aisyah ingin kembali ke buruk miliknya yang hanya berjarak beberapa petak toko, hingga hanya berjalan kaki saja sudah sampai pada bituk miliknya.


Gubbraak...


Aisyah yang hampir saja terhuyung jatuh di selamatkan oleh seorang pria tampan seusianya.

__ADS_1


Pandanga mereka beradu untuk sesaat, "Maaf..." Aisyah mengakhiri pandangan yang tak seharusnya itu.


"Seharusnya aku yang meminta maaf, bukan kamu, lagipula aku yang menabrak jadi aku yang meminta maaf."


"Tak apa, tapi lain kali tolong jangan di ulangi, siapapun bisa celaka karena itu."


"Iya... "


Aisyah langsung saja pergi meninggalkan pemuda itu tanpa menoleh kebelakang, Aisyah ingat bahwa statusnya sekarang adalah seorang istri bukan lagi lajang.


"Cantik..." gumam pemuda tampan tersebut.


Pemuda itu pun kembali meneruskan perjalanannya yang hendak menemui sangat oma tercinta yang sedang menunggu di dalam Caffe tempat sebelumnya Aisyah dengan Farel makan.


"Alex, cucu oma..." seorang nenek tua menyambut kedatangan sangat cucu tercintanya yang baru saja tiba dari kegiatan belajarnya di luar negri.


"Oma..." pemuda itu berlari menghampiri oma tercintanya.


Pemuda itu bernama Alex Dirgantara, putra dari pembisnis besar Diego Dirgantara dan Vanny Dirgantara perusahaan mereka bergerak di bidang properti.


Saling berpelukan melepas rindu pada orang terkasih, "Kamu sudah besar sekarang, apa kamu di sana melupakan oma mu yang cantik ini?" pertanyaan candaan oma lontarkan pada Alex.


"Tentu tidak oma, aku sangat merindukan oma ku yang cantik ini." seketika senyum bercampur keriput mewarnai wajah Bella, yang disebut Oma oleh pemuda bernama Alex.


Oma Bella yang melihat cucu kesayangannya datang sendiri mulai mencari ke arah belakang Alex, oma berharap Alex akan datang dengan seorang gadis yang akan menjadi kekasihnya namun nyatanya ia datang sendiri.


"Apa kamu datang sendiri, apa tidak ada satu wanita pun yang tertarik dengan wajah tampan cucuku ini?" oma bella bertanya-tanya. Oma sudah sangat ingin memiliki seorang cucu yang akan menambah kebahagiaan di masa tuanya ini.


"Mana ada wanita yang tidak tertarik dengan wajah tampan ku ini Oma, Oma tenaga saja sepertinya dalam waktu dekat aku akan membawa seorang gadis pada keluarga kita." senyuman terbit menghiasi wajah tampan Alex.

__ADS_1


"Sungguh, kali ini jangan hanya bicara oma butuh bukti!!" oma menekankan setiap perkataannya, tentunya dengan harapan yang tinggi.


"Iya..." Alex mengangguk mantap.


__ADS_2