Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Perayaan Ulang Tahun berjalan lancar


__ADS_3

"Ya sudah kalau emang nggak mau kasih tahu, Kita juga nggak maksa kok. Tapi kalau ada apa-apa jangan minta bantuan kita ya." ancam Vita berharap Aisyah mau memberitahunya.


"Kenap kalian jadi ngancam, kan nggak seru kalau kalian sampai tahu. Sudahlah pokoknya aku nggak bakal kasih tahu kalian hadiah ku apa!" Aisyah pergi meninggalkan sahabatnya di dapur. Tinggallah mereka berdua, dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Yah dianya pergi, menurut lo hadiahnya apa?" tanya Vika.


"Gue nggak tahu ah, lebih baik kita pulang siap-siap terus kita kesini lagi, ayo pamit dulu sama Aisyah."


"Aisyah di dalam kamar senyum-senyum sendiri mengingat hadiah yang akan di berikan Aisyah ke farel. Semoga kamu menyukainya Farel hal itu akan melengkapi hubungan baru kita ini.


ckleekkk...


Vika, Vita masuk dan menghampiri Aisyah yang sempat merajuk.


"Aisyah kita pulang dulu ya sudah sore, nanti kita balik kesini sebelum acara dimulai kok." Vika dan Vita berpamitan.


"Oke, nanti jangan telat ya."


"Iya, pasti kitakan selalu tepati janji!!"


***


Fandi sendiri sudah kehabisan ide untuk menyibukkan Farel, Farel selalu mengatakan ia ingin pulang untuk bisa beristirahat di rumah.


"Kita pulang, semuanya sudah kamu beli, kan. Sekarang saya mau istirahat." Farel ia mulai kesal.


"Emm, ta-tapi saya masih mau membeli beberapa barang, Pak Farel." alasan Fandi, ia sendiri juga binggung apa lagi yang akan ia beli semuanya sudah Fandi beli meskipun tak begitu membutuhkannya.


"Tidak ada tapi-tapian, sudah hampir seharian kamu mengajak saya berputar-putar di mall ini. Sekarang kita pulang, titik." Farel pergi menuju mobilnya di parkiran meningalkan Fandi yang masih berpikir.


Akhirnya Fandi sudah pasrah, menyerah, entah apa yang terjadi jika Farel tiba-tiba pulang saat persiapan masih belum selesai dilakukan.


Ia memilih mengikuti Farel dari belakang daripada harus berdebat dengan Farel lagi.


Sampai di rumah, Farel dan Fandi tidak menemukan siapapun, Baik Aisyah ataupun Kedua sahabatnya. Sedangkan Bik Sumi sudah pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul Lima sore.


"Dimana mereka, Aisyah ... , sepertinya mereka pergi. Yasudah lah aku istirahat saja, mungkin mereka sedang pergi bersama." Farel menuju kamarnya memilih mengistirahatkan dirinya yang terasa remuk karena ulah Fandi. Farel merasa Fandi hanya mengerjai nya.


Fandi sendiri juga merasa capek, mengajak Farel berkeliling hari ini. Setelah sampai rumah Ia menuju vila yang memang berdekatan dengan rumah utama. Vila itu yang selama ini dijadikan tempat tinggal Farel dan para bodyguard yang lain sebelum Farel menikahi Aisyah.

__ADS_1


Rencana pesta ulang tahun Farel diadakan di rumah tepat pukul tujuh malam.


"Aisyah, kamu dimana?" Farel mulai mencari Aisyah. Ia menemukannya di balkon sedang menikmati matahari sore yang mulai menghilang di arah barat.


"Oh ... ternyata kamu disini. Sedang apa kamu disini?" tanya Farel sambil memeluknya dari arah belakang membuat Aisyah terkejut, tapi saat mendengar suaranya ia tahu jika itu Farel.


"Tidak ada, aku hanya sedang menikmati pemandangan sore. lihatlah matahari itu sangat indah." ucap Aisyah sambil menunjuk matahari tersebut.


"Matahari itu memang sangat cantik, tapi lebih cantik kamu, Aisyah. I love You." bisik Farel masih tetap memeluk Aisyah, Ia rindu meskipun hanya berpisah hitungan jam.


"I love You Too, Farel." mereka Masih tetap memandang matahari.


Sehabis sholat magrib teman-teman Aisyah sudah datang ke rumah Aisyah. Mereka membantu mengurus penata untuk katering dan makanan ringan di meja.


Aisyah sudah berdandan cantik malam ini hanya untuk Farel.


Farel sendiri sedang pergi keluar untuk membeli apa yang diinginkan Aisyah, ia berangkat sudah dari sebelum magrib, namun belum juga pulang karena masih belum menemukan apa yang diinginkan Istrinya itu. Aisyah meminta dibelikan buah rambutan yang memang belum musimnya. Sengaja Aisyah meminta hal yang cukup sulit tujuannya agar Farel tak lekas pulang sebelum persiapan selesai.


Hingga pukul setengah tujuh Aisyah belum melihat Suaminya itu pulang. Kecemasan tiba-tiba datang menghampirinya.


"Dimana Farel, seharusnya jika tidak ada, maka ia bisa langsung pulang. Sekarang dimana Farel berada." Aisyah cemas berharap suaminya baik-baik saja.


***


"Yes... itu ada, akan ku beli semuanya jika perlu." ucap Farel, ia kemudian menghampiri toko buah tersebut dan benar-benar memborong nya.


Farel sudah mendapatkan apa yang di inginkan Aisyah, Ia segera melajukan mobilnya untuk pulang. Tak sabar ingin memberikan buah itu untuk Aisyah. Bagi Farel keinginan Aisyah adalah perintah baginya. Semua itu ia lakukan dengan hati yang tulus dan keikhlasan.


***


"Farel kamu dimana, kenapa belum pulang juga. Apa iya Farel benar mencarinya sampai dapat?" Aisyah terlihat khawatir.


Waktu tinggal hitungan menit, namun Farel belum juga menapakkan barang hidungnya. Membuat semua orang yang hadir juga merasa bingung, tapi Aisyah dan sahabatnya bisa membuat mereka tenang.


Hingga tiba di menit terakhir, Farel akhirnya tiba di rumah namun Ia bingung kenapa rumahnya terlihat sepi.


lampu rumah mang sengaja dimatikan agar hiasan pesta yang telah terpasang tidak terlihat.


Dalam hitungan tiga...dua...satu... , Pintu terbuka Farel terkejut melihat banyak orang sudah berkumpul di dalam rumahnya sedang mengadakan pesta.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, suamiku." Aisyah berada di barisan paling depan untuk mengucapkannya. Diikuti kedua sahabatnya dan juga karyawan kantor.


"Selamat ulang tahun pak Farel." Fandi ikut memberi kan selamat untuk sahabatnya itu.


"Kamu juga terlibat?" tanya Farel seketika menatap Mata Fandi.


"He ... he ... , ya Maaf Pak." Fandi jadi salah tingkah.


Aisyah yang melihat mereka memilih mengalihkan pembicaraan, bagaimanapun semua itu ide dari Aisyah sendiri.


"Sudah, jangan bertengkar sekarang kita potong kuenya saja. Semua tamu sudah menunggumu dari tadi.


Aisyah menggandeng tangan Farel untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 26 tahun.


Acara yang di siapkan Aisyah untuk Farel berjalan sesuai apa yang diinginkannya. Semua karyawan yang hadir mendoakan Bosnya dan juga Aisyah, termasuk Ririn yang juga hadir. Ririn sangat berambisi untuk mendapatkan Farel. Baginya memiliki Farel adalah tujuan hidupnya sekarang.


"Selamat ya Pak Farel, semoga kalian langgeng." do'a yang diucapkan Ririn di depan Farel, tapi di dalam hatinya ia berdo'a semoga hubungan Farel dan Aisyah hancur berantakan.


"Terimakasih kalian telah menghadiri acara saya. Semoga dengan bertambahnya umur saya ini saya bisa menjadi pemimpin yang baik untuk Kusuma Grup dan menjadi suami yang baik untuk istri saya." Farel memberi sambutan.


Semua bertepuk tangan menyambut sambutan Farel. Acara berlangsung hingga pukul sembilan malam. Semua tamu undangan sudah pulang.


"Terimakasih, kalian sudah membantuku membuat acara ini berjalan lancar."


"Kami juga senang bisa membantumu Aisyah, semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek." do'a kedua sahabat Aisyah.


"Kita pulang dulu ya, sudah malam, kita nggak mau ganggu waktu kalian berdua." Vika menggoda Aisyah.


"Kalian hati-hati di jalan, sekali lagi terimakasih ya."


Hari ini bik Sumi juga hadir dalam acara Farel. Ia juga ikut membantu membereskan semuanya setelah para tamu undangan pulang.


"Huh ... , akhirnya selesai juga pekerjaan ini." Aisyah lega telah selesai membersihkan rumah. "Non, saya pamit dulu ya, sudah malam." bik Sumi hendak pulang.


"Bik sumi, sebelum bibik pulang ini ada sedikit rejeki untuk bibik, Aisyah ucapkan terimakasih ya bik sudah membantu Aisyah."


Dengan senang hati bik sumi menerima pemberian majikannya itu.


"Terimakasih Non. Kapanpun Non butuh bantuan bibik siap membantu, bibik pulang dulu." bik sumi berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2