Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Menerima Andre Sebagai Teman


__ADS_3

Aisyah membuang nafas kasar, "Itu masalahnya, dari waktu Farel pulang sampai sekarang aku belum mempunyai waktu yang pas untuk mengatakan kebenaran itu, dan tadi pagi aku sebenarnya udah mau katakan, bahkan udah aku bawakan bukti yang ada di handphone aku tapi_" ucap Aisyah terhenti, ia malu karena terbuai dengan perkataan Farel ia sampai lupa mau membuktikan kebenaran Ririn.


"Hehe... aku lupa waktu Farel mengatakan ingin mengajakku ke suatu tempat, ia mengatakan hal-hal romantis yang buat aku lupa, sampai akhirnya Farel menghilang di gang depan rumah, setelah itu aku baru sadar mau tunjukin sesuatu padanya." Aisyah menghela nafas perlahan. Ia telah melewatkan kesempatan emas itu.


"Terus sampai kapan, lo mau nantinya lo bertengkar sama Farel hanya gara-gara Si ulat keket itu. Hati-hati lo Aisyah, sekarang jamannya pelakor beraksi." Vika ikut mencemaskan hubungan rumah tangga Aisyah dan Farel, sayang jika hubungan mereka yang baru seumur jagung, harus kandas gara-gara ulat keked. "Nanti selepas dari kuliah, katanya Farel bakalan jemput gue, habis itu ngajakin gue ke suatu tempat, tapi gue sendiri belum tahu kemana tujuan kami." Aisyah memberikan harapan pada kedua sahabatnya, hubungannya dengan Farel tak akan mudah di putuskan semudah membalikkan telapak tangan.


"Kali ini lo harus gunain kesempatan ini dengan sangat baik, bukan kita mai ikut campur urusan pribadi lo Aisyah, tapi kita hanya nggak mau dalam hubungan lo ada pelakor." Vika mengingatkan.


"Ya sudah sepertinya kelas kita akan dimulai ayo kita masuk." Aisyah berjalan mendahului mereka untuk masuk ke ruang kelas.


"Wah gantengnya, seandainya dia jadi pasangan gue gimana? kalian setuju nggak?" mata Vika tak berkedip melihat Dosen Vino yang akan mengajar untuk kelas hari ini.


"Lo beneran suka sama tuh Dosen, Vik?" Aisyah mulai mengintrogasi sahabatnya, Vika.


"Ya iyalah, secara ganteng iya, pinter iya, keluarganya juga baik, apalagi yang kurang, semuanya sempurna." Vika mengatakan dengan bangga, telah menyukai seorang Dosen bernama Vino.


"Ya gini nih, kalau orang sedang jatuh cinta bawaannya pengen lihat terus, sampai lupa segalanya. Kalau lo emang suka sama tuh Dosen, gue saranin, lo sering-sering aja interaksi sama tuh Dosen. Apalagi dia sekarang kan tinggal di kost keluarga lo, Vika." Aisyah memberikan saran dan dukungan untuk Vika mengejar cinta sejatinya.


"Kalian benar sekali, gue harus perjuangin cinta gue, gue nggak mau jadi jomblo selamanya." Mendengar masukan dari sahabatnya, Vika bersemangat untuk mendapatkan cinta Dosen Vino.

__ADS_1


Percakapan mereka itu dengan menggunakan alat kertas dan bolpoint. Mereka menulis kemudian mengoper percakapan diantara mereka bertiga. Sampai jam kelas selesai mereka masih melakukannya, dan itu tanpa diketahui oleh Dosen Vino yang mengajar hari ini.


Tepat pukul sebelas siang, jam kuliah selesai. Para mahasiswa keluar meninggalkan area kampus. Begitupun dengan Vika, Vita dan Aisyah.


"Lo mau langsung pulang, lo nggak mau temani gue gitu disini, sampai suami gue yang tampan jemput gue. Masak gue harus nunggu sendirian, kan nggak asik." secara tidak langsung, Aisyah meminta untuk di temani sampai ada yang menjemputnya.


"Iya deh kita temenin, sampai Pak suami lo yang ganteng itu jemput lo." Vika dan Vita akhirnya mau menemani Aisyah.


"Hai, kalian sedang nunggu siapa disini," suara itu mengagetkan, Aisyah, suara yang pernah Aisyah ingin dengar setiap saat itu mengagetkannya, ini ketiga kalinya, Aisyah bertemu dengan Andre setelah Aisyah menikah.


"Kamu playboy cap kadal, ngapain kamu disini, jangan pikir lo bakalan bisa deketin Aisyah lagi, Aisyah itu udah punya suami yang super semuanya, dibanding sama lo yang playboy, ya beda jauh." Vika berkata tanpa henti, karena kesal melihat playboy yang pernah Aisyah jadikan pacar, berusaha kembali untuk mendekatinya. Aisyah membawa kedua sahabatnya untuk sedikit menjauh dari Andre, ia tak mau Andre mendengar pembicaraan mereka.


"Terus lo Terima dengan mudah gitu, lagian ngapain Farel Terima permintaan Andre kayak nggak ada teman lain selain si playboy kadal ini." kali ini Vita yang ikut memotong pembicaraan Aisyah. Kedua sahabatnya Aisyah sangat tidak setuju dengan hubungan Andre dan Aisyah, meskipun sudah memperingatkan, Aisyah tetap menerima cinta Andre, tentunya dengan segala rayuan manis yang dikeluarkan oleh Andre. Hingga hati Aisyah pun luluh dengan begitu mudah. Tapi sebagai sahabat mereka tetap memperingatkan, terus dan terus sampai pad akhirnya Aisyah di jodohkan dengan Bodyguard Papanya sendiri. Dengan perjodohan itu Kedua sahabatnya sudah tidak terlalu khawatir mengenai kehidupan Aisyah kedepannya, apalagi mereka tahu Farel orangnya lebih biak dari Andre.


"Ya gue nggak punya pilihan lain selain Terima dia jadi teman. lagian apa salahnya memberi kesempatan kedua pada seseorang yang pernah melakukan kesalahan, aku rasa itu nggak salah, Vika, Vita." Aisyah merasa keputusan yang ia ambil tidak sepenuhnya salah.


𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯,𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘬𝘪𝘵𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘋𝘢𝘮𝘢𝘪, 𝘓𝘢𝘨𝘪𝘱𝘶𝘭𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩.


"Oke, kita lihat saja, perkataan siapa yang benar, aku harap keputusan kalian menerima Andre sebagai teman, tak membuat hubungan kalian rengang, dan aku berharap prasangka ku ini salah. Sekarang kita temui si Andre playboy kadal itu." Vika menarik Aisyah kembali ke tempat tadi mereka hendak menunggu Farel. Di Sana Andre masih menunggu untuk bisa berbicara pada Aisyah.

__ADS_1


"Kalian bicara apa, kenapa sampai menjauh gitu." tanya Andre, sok dekat seperti di antara mereka tak pernah ada masalah apapun.


"Itu bukan urusan lo, to the poin aja, lo samperin kita mau apa?" Vika bertanya dengan nada sedikit tinggi.


"Tenanglah, aku samperin kalian hanya untuk minta Maaf kok, nggak ada yang lain. kitakan masih satu kampus ya meskipun beda jurusan, pasti akan bertemu juga kan, aku tahu hubunganku dengan Aisyah sudah menjadi debu, yang tak mungkin bisa kembali. aku hanya ingin bisa berteman dengan kalian, ya sebagai teman yang baik." Andre berpikir untuk bisa mendapatkan kepercayaan Aisyah, maka ia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan kedua sahabatnya yang tak menyukainya dari awal.


"Teman baik, lo pikir kita percaya, dari awal kan kita nggak pernah percaya sama lo, sekarang pun tak akan pernah percaya pada playboy cap kadal kayak lo." Vika masih menolak permintaan Andre.


"Aku pikir apa salahnya, menerima pertemanan Andre, selama ia tak berulah aku rasa tak masalah." lain dengan Vika, Vita setelah memikirkan dengan baik-baik ia juga mulai mengiyakan permintaan Andre.


Setelah mendapat desakan dari kedua sahabatnya yang lebih membela Andre daripada dirinya, Vika akhirnya mau menerima permintaan Andre.


"Gue Terima lo jadi temen kita, tapi jangan lo pikir kita bakalan mau bicara banyak sama lo, kita hanya teman biasa nggak lebih, terutama pertemanan lo sama Aisyah." Vika memberikan penegasan mengenai pertemanan yang mereka jalani.


"Ya, gue tahu. Gue bisa berteman dengan kalian itu udah cukup, paling tidak hubungan kita baik-baik saja. ya sudah gue pulang duluan ya, bye, Aisyah, Vika, vita." Andre meninggalkan mereka yang masih binggung dengan Sikap Andre, mereka pikir Andre akan berulah tapi nyatanya tidak, ia benar hanya ingin berteman saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya ke karya teman aku👇👇👇👇👇

__ADS_1



__ADS_2