Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 24 berkunjung


__ADS_3

Sudah 1 hari di mana kejadian Kinanti saling jambak bersama Lisa. Pagi ini Ali mengajak istrinya ke panti asuhan, tempat ia menyumbangkan berbagai varian, dari bahan makanan, baju, celana, peralatan sekolah, dan uang yang sudah ia tekuni semenjak usianya 17 tahun.


Ali setiap bulan akan datang ke panti asuhan, bahkan bukan hanya itu saja ia juga membiyayai sekolah anak-anak panti.


Kinanti sudah siap dengan kemeja yang di masukan ke dalam celana kulot, lalu hijab panjang sampai pergelangan tangan. Tadi yang memakaikan hijab suaminya karena ia belum tau bagai mana caranya memakai hijab.


"Masa Allah istri Mas sangat cantik saat memakai hijab.


Ali berbicara sambil tersenyum lebar hingga menampilkan lesung pipinya. Saat melihat senyuman dari suaminya Kinanti sangat bahagia, apa lagi sampai menampilkan lesung pipinya yang menampilkan kesan sangat tampan.


"Aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi untuk mendapatkan hati Mas Ali, aku tau Mas Ali belum bisa mencintaiku, apa lagi mengingat Mas Ali tidak pernah meminta haknya." batin Kinanti


Kinanti merasa menyesal karena mengatakan belum siap saat baru menikah hingga sekarang suaminya tidak meminta haknya.


"Ayo Jamila, semuanya sudah siap di depan."


"Iya Mas."


Ali memang sudah membeli semuanya kemarin, jadi hari ini tinggal mengantarkan ke panti asuhan. Pagi ini Ali mengendarai mobil milik istrinya karena memang belum ia coba dari kemarin.


Setelah Ali melajukan mobilnya di belakangnya ada 4 mobil yang mengikuti Ali, dari mobil bahan makanan dan lain-lainnya yang sudah di pesan oleh Ali.


Kinanti sesekali melihat ke arah suaminya yang hanya fokus menyetir, terlihat sangat tampan saat memakai kemeja biru yang senada dengan kemejanya, tapi satu hal yang tidak pernah ketinggalan dari suaminya yaitu peci. Suaminya selalu memakai peci kamana pun pergi selain di kamar.


"Mas memang sudah sering ke panti?"


"Iya sering, karena bagi Mas panti itu tempat yang sangat nyaman untuk Mas kunjungi."


Setelah sampai panti asuhan mereka langsung di sambut oleh anak-anak panti. Mereka semua memang sudah tau tanggal dan jam berapa saat Ali datang, karena Ali selalu datang pukul 10.00WIB seperti biasanya.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Mereka semua menjawab serempak, anak panti lelaki itu langsung bersalaman pada Ali secara bergantian, sedangkan dengan anak panti perempuan Ali menghindari kontak pisik. Ibu panti yang bernama Lia itu menyapa Ali sambil menungkupkan di dada.


"Apa kabar nak Ali."


"Alhamdulilah baik bu, kalau ibu sendiri bagai mana kabarnya?"


Ali juga menjawab sambil menungkupkan tangannya di dada.

__ADS_1


"Alhamdulillah ibu juga baik nak, oh ini istrinya iya, ternya lebih cantik dari yang ibu lihat di majalah dan televisi."


"Terima kasih bu."


Kinanti langsung mencium tangan bu Lia. Sedangkan orang surahan Ali sedang sibuk membawa barang-barang masuk.


"Ayo masuk nak Ali, nak Kinanti."


"Iya bu."


Setelah masuk mereka langsung mengobrol-ngobrol seputar anak-anak panti. Anak-anak panti di sana juga memuji kecantikan Kinanti dan Kinanti memang sangat cocok bersama Ali.


Apa lagi melihat penampilan Kinanti yang memakai hijab, membuat Kinanti terlihat lebih cantik dan anggun. Setelah selsai ngobrol-ngobrol Ali langsung membagikan amplop dan baju satu persatu pada mereka yang memang sudah tau ukuran setiap anak di sana.


Sedangkan Kinanti hanya berdiri di samping suaminya sambil tersenyum lebar saat melihat anak kecil yang menurut ia menggemaskan, tidak heran kalau suaminya mengatakan tempat yang paling nyaman di kunjungi adalah tempat panti asuhan.


Setelah selsai membagikan Ali juga bercerita tentang seputar agama pada anak-anak panti hingga 1 jam lamanya. Setelah dari panti Ali bersama istrinya akan pergi ke orang tua istrinya yang memang sudah di rencanakan semalam.


"Mas Jamila senang melihat mereka."


"Alhamdulilah kalau Jamila senang melihatnya, kita mampir dulu ke trans mart untuk membeli sesuatu."


"Iya Mas."


Bahkan Kinanti mendengar mereka yang mengatakan Ali tidak cocok bersama Kinanti yang terlihat lemah lembut, sedangkan Kinanti sudah tercoreng jelek di depan umum.


Apa lagi masalah video kemarin yang sempat beredar beberapa saat lalu di hapus oleh Pak Jaki orang suruhan Ali. Setelah di rasa cukup sekarang mereka sudah ada di mobil untuk menuju ke orang tua Kinanti.


Sepanjang perjalanan Kinanti hanya menatap wajah suaminya yang hanya fokus ke arah kemudi. Setelah perjalanan cukup lama mereka sampai ke rumah orang tua Kinanti. Ali langsung membawa barang-barang yang di belinya tadi.


"Assalamualaikum!"


Ali mengucap salam cukup keras sebelum masuk ke rumah itu.


"Wa'alaikumsalam."


Mirna tersenyum lebar saat melihat putri dan menantunya. Ali langsung membawa barang-barangnya ke meja dapur agar di susun oleh asisten rumah tangga.


Kinanti langsung memeluk erat Bundanya , ia memang sangat merindukan Bundanya.


"Kinanti sangat merindukan Bunda."

__ADS_1


"Iya Bunda juga sangat merindukan kamu nak."


Mereka langsung melepaskan pelukannya sambil tersenyum lebar.


"Silahkan duduk nak Ali."


"Iya Bunda, bagai mana kabar Bunda dan Ayah?"


Ali langsung duduk di sofa yang berseberangan dengan ibu mertuanya. Sedangkan Kinanti sedang bergelayut manja di tangan Bundanya layaknya anak keci, walau pun memiliki adik, tapi ia memang seperti anak kecil kalau sudah tidak bertemu Bundanya berhari-hari.


"Alhamdulilah Bunda dan Ayah sehat nak, hanya saja tadi pagi Ayah sempat emosi karena kedatangan tamu tidak di undang."


"Memangnya siapa Bunda?"


"Aska datang meminta Ayah dan Bunda untuk menikahi Kinanti."


Ali sangat terkejut saat mendengar jawaban dari ibu mertuanya, jelas-jelas pernikahannya juga baru 4 hari, tapi Kakanya sudah datang kemari. Ali langsung melihat ke arah istrinya yang sama sekali tidak terkejut, dan tidak juga berkomentar tentang Kakanya.


"Lalu Ayah dan Bunda jawab apa?"


"Ayah dan Bunda menjawab kalau Kinanti sudah menikah. Bunda dan Ayah tidak akan ikut campur rumah tangga kalian, biar kalian sendiri yang menyikapi masalah ini seperti apa."


Mirna langsung melihat ke arah putrinya, ia tersenyum saat baru menyadari putrinya memakai hijab.


Menurut Mirna tidak salah saat itu ia dan suaminya menyetuji Ali untuk menikahi putrinya, baru 4 hari saja Ali mampu merubah penampilan putrinya.


Mirna berharap suatu saat Ali mampu merubah sifat putrinya yang sangat jauh dari agama. Ali melihat ke arah istrinya lagi yang masih tidak menggubris masalah kakaknya.


"Jamila, menurutmu tentang Kak Aska bagai mana?"


"Maksud Mas?"


Kinanti bertanya sambil melihat ke arah suaminya.


"Lalu bagai mana dengan Jamila?"


Ali yakin kalau istrinya masih mencintai Kakaknya, kalau istrinya masih mencintai Kakaknya dan Kakaknya mau kembali bersama istrinya, ia siap melepaskan istrinya.


Walau pun Ali yakin kalau Kinanti adalah jodohnya saat belum menikah, tapi ia tidak mau pernikahannya di dasari keterpaksaan.


"Jamila tidak ingin kembali dengan Aska, bagi Jamilah Aska hanya Kakak ipar, tidak lebih dari itu. Jamila hanya ingin memiliki suami hanya Mas."

__ADS_1


"Alhamdulilah kalau begitu."


Ali tersenyum lebar saat mendengar jawaban dari istrinya.


__ADS_2