
Lisa masih diam membisu, saat di tanya oleh Kinanti, ia juga sekarang merasa sangat malu karena sudah ketahuan oleh Kinanti.
"Kamu melakukan itu semua agar bisa di atas saya?! Namun sayangnya kamu tidak akan bisa! Kamu hanya wanita yang tidak tau diri! Selama ini saya selalu menganggap kamu sahabat terbaik saya, tapi kamu tega menghancurkan karir saya dan membatalkan pernikahan saya!"
Kinanti berbicara sambil berdiri dan menatap tajam pada Lisa, ia sangat membenci Lisa setelah tau kalau Lisa yang menjebaknya.
Lisa juga langsung ikut berdiri, rasa takutnya hilang seketika saat melihat kemarahan Kinanti.
"Dari awal aku memang membenci kamu Kinanti, kamu dari dulu selalu di nomer satukan, saat masa sekolah hingga masa kuliah kamu selalu memiliki peringkat di atasku, bahkan kamu bisa menjadi model! Sedangkan aku hanya bekerja sebagai kariyawan, karena Papa menyuruhku untuk belajar mandiri, lalu kamu mengajak aku untuk menjadi model juga, saat aku menjadi model aku selalu ingin sekali saja di atas kamu, tapi tidak bisa hingga aku semakin membenci kamu!"
Lisa berhenti sebentar untuk mengambil napas yang sudah memburu karena emosi.
"Aku benci karena aku menjadi model hingga aku menjadi model papan atas hanya karena kamu, kamu banyak pans yang sangat mengagumimu, sedangkan aku sama sekali tidak banyak pans seperti kamu hingga aku merasa kalau aku hanya bisa berdiri di belakangmu. Kinanti, aku juga ingin berdiri karena diriku sendiri, bukan karena kamu terus, tapi lagi-lagi tidak bisa, hingga aku bertekad untuk mengancurkan karirmu, belum sempat aku menghancurkan karirmu, kamu sudah memberikan undangan pernikahan dengan Aska, lelaki yang aku cintai. Aku benar-benar patah hati saat semua yang ingin aku dapatkan selalu saja kamu yang bisa memilikinya, jadi tidak salah bukan kalau aku sampai menghancurkan karirmu dan pernikahanmu?"
Lisa bertanya dengan senyum mengejek pada Kinanti.
"Kalau memang kamu mencintai Aska, lalu kenapa kamu tidak mengejar cintanya Aska? Kenapa kamu ingin merayu suami saya?!"
"Karena sepertinya aku tidak benar-benar mencintai Aska."
Lagi-lagi Lisa masih menampilkan senyuman mengejeknya, ia tidak ingin menujukan kalau ia memang sedang kesulitan.
"Kamu itu wanita gila Lisa! Ingat aku tidak akan tinggal diam, aku akan menuntut kamu Lisa! Sudah cukup selama ini aku di hina habis-habisan oleh semua orang, dan saya ingin melihat kamu di hina dan di kucilkan oleh semua orang, jadi tersenyumlah sepuas kamu sebelum kamu di masukan ke dalam jeruji besi!"
__ADS_1
Kinanti berbicara sambil bersidakep dada dan tidak lupa ia memberikan senyum mengejek.
Lisa sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Kinanti, ia tidak menyangka kalau masalahnya akan menjadi rumit, ia pikir Kinanti hanya akan memarahinya, tapi beberapa saat kemudian ia tersenyum lebar.
Lisa yakin kalau Ali tidak akan menuntut ia ke jalur hukum, Ali adalah lelaki ta'at agama, ia yakin Ali tidak akan membiarkan Kinanti memiliki dendam.
Patan yang melihat reaksi Lisa ia mengerutkan keningnya, bukannya Lisa takut saat Kinanti mengatakan akan menuntutnya, tapi Lisa menujukan senyuman pada Kinanti, seolah-olah Lisa sedang mengejek Kinanti.
Patan baru tau wujud wajah asli dari Lisa sekarang, biasanya Lisa selalu menujukan perilaku lemah lembut, tapi kini ia bisa melihat kalau Lisa adalah wanita yang sangat berbahaya.
Bukan hanya Patan saja yang merasa heran, tapi Pak Samsul juga baru tau kalau sifat Lisa seperti itu, ia pikir Lisa wanita baik-baik, tapi sekarang ia bisa melihat kalau Lisa adalah wanita yang sangat jahat.
Lisa tega menjebak sahabatnya sendiri hanya karena ingin mengalahkan sahabatnya, Pak Samsul menyesal telah berburuk sangka pada Kinanti, ia pikir gosip itu benar adanya, tapi ternyata gosip itu hanya sebuah kebohongan belaka, dan lebih parahnya yang menjebak Kinanti adalah sahabatnya sendiri.
"Saya sudah sangat tua, tapi saya baru tau ada wanita jahat seperti kamu Lisa, kamu tega menjebak sahabatmu sendiri hanya karena ingin mengalahkan sahabatmu, wanita macam apa kamu? Apa kamu itu iblis hingga tega menusuk sahabatmu dari belakang? Kamu tega menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan sahabatmu, wanita tidak tau diri, sudah di bantu berkarir, tapi tega merusak karir sahabatmu!"
Jika masalah para artisnya sudah di luar batas, ia hanya akan memecat mereka, tapi kali ini ia sangat geram pada Lisa yang menujukan sifat angkuhnya.
"Pak Samsul terlalu banyak makan garam hingga tidak tau hal lain."
Romi berbicara sambil tersenyum lebar, ia hanya becanda pada Pak Samsul.
"Lebih baik banyak makan garam, tapi tidak membuat darah tinggi atau penyakitan, dari pada menemukan wanita modelan Lisa yang membuat darah tinggi tanpa memakan garam dan sakit badan karena sakit hati."
__ADS_1
Rasanya Lisa ingin sekali menyumpal mulut Pak Samsul dan Romi, ia sangat kesal saat mendengar ucapan dari mereka yang seperti menyudutkannya.
"Jangankan Pak Samsul yang tidak mengenal sifat Lisa bagai mana, saya saja tertipu dengan sikap Lisa yang sangat baik dan ramah, tapi nyatanya Lisa seperti ulat bulu!"
Menurut Patan memang Lisa seperti ulat bulu yang menyerang orang senaknya saja dan seolah-olah Lisa tidak pernah takut dengan apa pun.
"Patan, kenapa kamu jadi ikut memojokan aku?! Kamu itu sahabatku Patan!"
"Kamu bilang sahabat? Sahabat macam apa? Bukan'kah kamu hanya memanfaatkan persahabatan kita untuk menjebak Kinanti? Kalau kamu tidak memanfaatkanku kamu akan mengejar Aska seperti yang kamu katakan, tapi kamu tidak mengejar Aska, kamu hanya ingin menghancurkan karir Kinanti, jujur saja aku sangat kecewa sama kamu Lisa!"
Patan tidak ingin bersahabat dengan Lisa lagi, ia tidak mau mendapatkan masalah, ia sekarang sangat bersyukur karena memiliki masalah dengan Ali yang masih mengerti perasaan adik-adiknya, kalau tidak ia mungkin sudah di penjara dan nasib adik-adiknya tidak tau harus bagai mana.
"Dasar kurang ajar kamu Patan! Aku adalah sahabat kamu dari kecil dan aku yang membantu kamu saat kesulitan, tapi kamu mengatakan itu ke aku?!"
Lisa berbicara sambil menatap marah pada Patan.
"Kalau kamu pernah meminjamkan uang dan merasa tidak ikhlas, kamu boleh tidak perlu meminjamkan padaku Lis, bukan'kah yang menjaga kamu selama ini aku? Aku selalu ada saat kamu kesusahan, aku yang selalu menolong kamu saat kamu di bully dan saat kamu akan di culik termasuk saat kamu akan di jabret, tapi kamu menolongku sekali saja kamu perhitungan. Aku sangat menyesal karena pernah menjadi sahabat kamu!"
Patan juga tidak kalah marah, tapi ia lebih besar rasa kecewanya terhadap Lisa dari pada rasa marahnya.
"Cuih! Katanya Patan itu sahabatmu, ko kamu perhitungan? Apa masih bisa di bilang sahabat saat kamu yang sekali saja menolongnya sudah di perhitungkan? Dasar wanita murahan dan tidak tau diri! Lisa, aku ingin membuka aib tentang kamu yang tidur dengan Pak Rendra!"
Lisa langsung menatap tajam pada Kinanti saat mendengar ucapan dari Kinanti.
__ADS_1
"Dasar wanita jallang!!!"
Lisa berteriak marah pada Lisa.