
Setelah pulang dari apartement Kenan langsung memukul putra pertamanya bertubi-tubi karena ia kesal dengan putra pertama, tapi lebih kesal lagi saat tau kalau Ayah di data putra ke duanya bukan namanya melainkan nama lelaki lain.
Kenan benar-benar sangat kecewa saat tua Anisa telah mengganti data putra ke duanya, dan seolah-olah menujukan kalau Anisa tidak sudi menjadikan ia Ayah dari Ali.
Walau pun Kenan suka marah-marah dan selalu bersikap keras pada putra ke duanya, tapi saat tau data putra ke duanya di ubah, ia sangat sakit hati.
Tadi juga Kenan sudah menyuruh asisten pribadinya untuk mencari tau siapa Morgan dalam hidup putra ke duanya, tapi asisten rumah tangganya tidak menemukan apa pun tentang data Ali Kesuma, bahkan di data sekolah pun tidak ada yang namanya Ali Kesuma.
Namun ada dua data di setiap sekolah tempat putra ke duanya bersekolah, yaitu Ali Alfero dan Ali Mahendra, dari ke dua data itu mengatakan kalau Ayahnya adalah Morgan, hanya saja yang satu Morgan saja dan yang satu lagi Morgan Abraham, ia merasa memang benar kalau ucapan putra ke duanya kalau ia tidak akan bisa menemukan data putra ke duanya.
"Sial! Ternyata Anisa pergi dengan mengubah semua identitas putraku!!!"
Kenan berbicara sambil membanting semua barang yang ada di ruang tamu.
Bruk... Bruk... Bruk...
"Kenapa Papa marah-marah?! Kenapa Papa memukul putra kita?!
Lusi benar-benar bingung pada suaminya karena pulang-pulang suaminya marah-marah tidak jelas.
"Ini semua karena kamu bodoh! Kamu yang menyuruh aku untuk menikahi Anisa dan kamu juga yang menyuruh untuk membuka pernikahan kita di depan Anisa. Kamu juga yang menyuruh aku mengatakan kalau aku tidak pernah mencintai Anisa berikut putraku sendiri, lalu aku dengan bodohnya mengiyakan semua ucapan kamu karena aku juga tidak ingin menyakiti wanita baik seperti Anisa lebih dalam lagi!"
Kenan menghela napas kasar saat mengingat masa lalunya.
"Saat aku ragu menceraikan Anisa, kamu memalsukan tanda tanganku hingga Anisa benar-benar pergi! Apa kamu sudah puas Lusi?! Karena putraku mengubah semua identitasnya yang seharusnya menjadi Ayahnya itu aku, tapi di data putraku Ayahnya adalah Morgan! Entah siapa Morgan yang jelas ini semua karena kamu bodoh!'
Mulut Lusi menganga tidak percaya saat mendengar ucapan dari suaminya yang mengatai ia bodoh, selama ia menikah dengan Kenan, suaminya itu selalu berbicara lemah lebut, tapi kali ini suaminya begitu sangat emosi.
"Seandainya saja aku tidak menikahimu, perusahaanku tidak akan bangkrut saat itu, ini semua karena Ayah sialanmu yang membawa semua uang perusahaan!"
Kenan mengusap wajahnya dengan kasar, marah, kecewa, dan sedih, semuanya bercampur jadi satu.
__ADS_1
"Kenapa mengungkit masa lalu lagi Mas?!"
Lusi tidak memanggil kata Papa lagi karena saat ia mendengar suaminya memanggil aku, itu suaminya sedang berbicara sangat serius.
"Kalau bukan karena masa lalu putraku tidak akan membenciku!"
"Ini masalah Ali lagi? Apa yang di katakan anak pelakor itu sampai-sampai Mas memarahiku?!"
Plak...!
Sebuah tamparan keras itu langsung mengenai pipi istrinya, Kenan sangat marah saat mendengar istrinya mengatai mantan istrinya pelakor.
"Anisa wanita baik-baik, jadi jaga bicaramu Lusi! Selama ini aku bodoh karena cinta hingga membuang wanita baik seperti Anisa!
Lusi langsung memegangi pipi yang bekas di tampar oleh suaminya, suaminya bukan hanya marah, tapi suaminya juga menampar ia hanya karena Anisa dan Ali.
"Kamu bilang Anisa wanita baik? Apa masih pantas Anisa di sebut baik setelah menelantarkan putranya di pesantren?!"
"Kalau Papa mau memukul, pukul saja Aska Pa, tapi jangan pernah Papa berpikir untuk memukul Mama!"
Setelah mengatakan itu Aska langsung menghempaskan tangan Papanya dengan sangat kasar, matanya sudah memerah saat melihat pipi MaManya di pukul oleh Papanya.
Selama ini Aska tidak pernah melihat Papanya sangat marah seperti sekarang, Papanya memang suka sekali memarahinya, tapi Papanya belum pernah bermain tangan seperti sekarang.
"Berani sekali kamu menahan tangan Papa!"
Bugk...!
Kenan memukul putra pertamanya hingga putra pertamanya tersungkur ke lantai. Emosi yang Kenan tahan hingga 15 tahun lamanya akhirnya meledak juga, setelah perkara putra ke duanya yang mengubah identitasnya.
Awalnya Kenan selalu bisa mengontrol emosinya, tapi kali ini ia tidak bisa mengontrol emosinya.
__ADS_1
"Aska!"
Lusi berteriak sambil berjongkok untuk melihat keadaan putranya, wajah putranya sudah lembam karena dapat pukulan bertubi-tubi, tapi sekarang harus mendapat pukulan lagi dari suaminya.
Lusi langsung memeluk putranya sambil menangis tersedu-sedu, suami yang selalu baik dan lemah lembut kini berubah karena masalah data putra ke duanya yang di ganti.
"Seharusnya kamu marah pada Anisa Mas, bukan pada kami!"
"Kamu bilang aku harus marah pada Anisa?! Bukan'kah kamu yang lebih dulu membuat masalah bukan Anisa?! Bahkan hingga bercerai Anisa tidak membuat masalah sedikut pun, tapi kamu menyuruh aku memarahi Anisa, dasar wanita gila!"
"Cukup Pa! Papa menghianati Mama karena wanita yang berpura-pura alim seperti Tante Anisa!"
Aska sama sekali tidak tau permasalahan masa lalu orang tuanya, yang jelas ia hanya tau kalau Anisa adalah pelakor, itu yang selalu Mamanya ucapkan padanya, jadi ia tidak tau menau.
"Kamu bilang cukup?! Kamu tau apa tentang masa lalu orang tua kamu?! Kamu tidak tau apa-apa tentang itu jadi cukup tutup mulutmu! Jangan sampai Papa merobek mulutmu karena kamu telah menghina Anisa!"
Setelah mengatakan itu Kenan langsung pergi meninggalkan rumah, di ruang tamu tinggal ada Lusi dan putranya.
Aska melepaskan pelukannya, ia menatap Mamanya dengan perasaan bingung.
"Ma, sebenarnya permasalahan Mama dan Tante Anisa itu apa? Kenapa Papa sangat marah pada kita?"
"Bukan'kah Mama sudah bilang kalau Anisa itu pelakor, lalu apa lagi yang ingin kamu tau Aska?!"
Aska menghela napas kasar saat mendengar Mamanya membentaknya, ia yakin kalau ada sesuatu yang Mamanya sebunyikan.
"Aska tidak tau masalah apa yang Mama sembunyikan dari Aska, yang jelas Aska tau kalau Mama menyembunyikan sesuatu dari Aska. Ma, Aska sudah dewasa, Aska bukan anak-anak lagi, jadi Aska tau kalau Mama menyimpan rahasia, sebesar apa pun rahasia yang Mama simpan Aska tidak akan marah, tapi jika Mama menyimpan rahasia tentang pemitnahan Tante Anisa, jujur saja sepertinya Aska tidak bisa memaafkan Mama."
Setelah mengatakan itu Aska langsung pergi ke kamarnya tanpa mempedulikan Mamanya yang masih menangis.
Sekarang di ruang tamu tinggal ada Lusi, ia masih menangis tersedu-sedu dan sekarang ia mulai cemas, kalau sampai putranya tau ia yang mempitnah Anisa sebagai pelakor, ia yakin kalau putranya akan sangat kecewa karena awal pernikahan itu ia sendiri dalangnya.
__ADS_1
Semua itu Lusi lakukan karena orang tua suaminya yang selalu mamarahinya, setelah kejadian di mana Papa ia membawa kabur semua uang perusahaan hingga ia bertekad menyuruh suaminya untuk menikahi Anisa, ia tidak mau terus di marahi oleh ke dua orang tua dari suaminya karena masalah Papanya.