
Menurut Erik tidak mungkin kalau Kalisa memulai lebih dulu, apa lagi Kalisa sangat terkenal baik dan ramah, ia sudah mengenal Kalisa bukan setahun dua tahun, jadi tidak mungkin kalau Kalisa mulai lebih dulu.
"Lalu yang menampar dan menyiram jus pada istri saya siapa? Kalisa atau kamu Erik?"
Ali bertanya sambil menatap tajam pada Erik, dan tatapan itu mampu membuat Erik menelan ludahnya dengan kasar. Ali memang terkenal baik dan sopan, tapi kalau sudah menyangkut istrinya di sakiti ia sangat tidak suka.
"Mungkin Kalisa, aku tidak merasa menyakiti istrimu, tadi aku hanya menggenggam tangannya."
"Jadi menurut kamu apa Kalisa masih pantas di bilang wanita baik-baik setelah Kalisa melakukan kekerasan pada istri saya?!"
"Ali aku bisa jelasin."
Kalisa berbicara dengan raut wajah sedih, ia pikir permasalahannya tidak akan panjang, ternyata permasalahannya menjadi panjang, kalau sudah begini ia tidak bisa mendekati Ali.
Lisa tersenyum lebar karena sekali tepuk ia mendapatkan dua lalat, ia tidak akan terlihat jelek di depan Ali karena memiliki orang untuk di salahkan pada masalahnya bersama Kinanti.
"Tidak perlu penjelasan dari kamu dan tidak perlu penjelasan dari istri saya, di seluruh tempat juga ada cctv termasuk di tas istri saya juga ada penyadap suara yang langsung terhubung dengan ponsel saya, jadi saya tidak akan pernah mendengarkan penjelasan dari siapa pun, dan kamu Erik ini kesempatan terakhir untuk kamu, jika sekali lagi kamu mencari masalah dengan istri saya, bisa di pastikan nasib kamu akan berahir seperti empat wanita yang membuli istri saya di kamar mandi."
Lagi-lagi Erik menelan ludahnya dengan kasar, ia tidak menyangka kalau Ali akan mengancamnya, ia masih sangat ingat saat empat wanita itu di pecat oleh Pak Samsul karena membela Kinanti.
Erik memang tidak tau Ali memiliki kedudukan apa di Alfero Grup, tapi yang jelas ia yakin kalau Ali bukan orang biasa, walau pun ia tau kalau Ali adalah putra yang tidak di inginkan oleh Kenan karena Erik sahabat dari Aska.
Ali langsung memutar cctv dari laptopnya karena ia tadi membawa laptop ke ruangan itu. Erik dan Kalisa menghela napas berat saat ia melihat video yang di putar oleh Ali, mereka melihat awal pertengkaran yang di mulai oleh Lisa.
__ADS_1
Lagi-lagi Lisa tidak percaya kalau Ali sangat teliti dalam hal apa pun, tapi ia juga ingat bagai mana pun juga Ali pernah menjadi pengacara, tentu saja setiap tindakan Ali akan sangat teliti.
Namun Lisa sangat menyesal karena permasalahannya menjadi sangat panjang, ia merasa kalau Ali itu sangat berlebihan, Kinanti hanya di tampar, tapi permasalahan itu sampai panjang hingga mereka melihat awal pertengkaran mereka.
Ali langsung melihat ke arah Lisa dan Kalisa sekilas, lalu ia langsung melihat ke arah Erik yang dari tadi tidak mengeluarkan suara.
"Menurutmu Kalisa orang seperti apa? Bukan'kah kamu bilang Kalisa bukan orang seperti itu, tapi kenapa di Cctv istri saya di hina habis-habisan oleh Kalisa?!"
Ali bertanya dengan mata yang memerah, menandakan kalau ia sangat marah setelah melihat Cctv, ia sebagai suami jelas tidak terima saat ada yang menghina istrinya habis-habisan, entah siapa dalang yang menjebak istrinya hingga sampai sekarang ia belum menemukan pelakunya.
Erik yang di tanya oleh Kalisa, ia menghela napas kasar, ia tidak menyangka kalau Kalisa ternyata orang seperti itu, apa lagi selama Kalisa menjadi artis, Kalisa belum pernah mencari masalah dengan teman seprofesinya.
"Aku tidak tau kalau kejadiannya akan mejadi seperti ini, tapi istrimu juga salah karena telah menampar Kalisa duluan, dan yang kita ucapkan memang benar kalau istrimu murahan karena foto-foto itu tidak mungkin beredar kalau istrimu tidak melakukannya. Apa lagi saat istrimu gagal menikah dengan Aska, tapi kenapa istrimu menerimamu sebagai suaminya kalau istrimu bukan wanita murahan, lalu istrimu wanita seperti apa?"
Ali menghela napas kasar, ke dua tangannya terkepal kuat dengan hati yang terus beristighfar, ia mencoba berusaha meradam amarahnya walau pun sulit, apa lagi kalau sudah menyangkut orang-orang yang di sayangi.
"Istri saya bukan wanita murahan seperti yang kalian ucapkan, istri saya masih suci saat saya sentuh, itu membuktikan kalau istri saya bukan seperti wanita yang kalian ucapkan, dan suatu saat orang yang menjebak istri saya akan menerima akibatnya! Kalau masalah menerima saya itu karena saya jodoh Kinanti, nama saya yang di tulis di Lauhul mahfudz untuk Kinanti bukan Kak Aska!"
Sebenarnya Ali tidak ingin membuka masalah ranjang pada orang lain, tapi hinaan mereka membuat ia mengatakan itu walau pun bahasanya tidak prontal, namun tetap saja itu akan menjadi aib keluarga jika ia mengatakan pada orang lain.
Lisa menghela napas panjang saat melihat wajah marah dari Ali yang menurut ia sangat mempesona saat marah, ia tidak menyangka kalau Ali selalu bersikap dewasa membuat ia semakin iri pada Kinanti.
"Apa yang di lihat dari wanita tua itu oleh Ali? Kenapa Ali selalu saja memanjakan Kinanti?" batin Lisa
__ADS_1
Kalisa tidak percaya kalau Kinanti masih suci, lalu kenapa foto-foto itu beradar luas dan belum ada konfirmasi dari ke dua belah pihak.
"Lisa, Kalisa dan kamu Erik, ini untuk terakhir kalinya saya peringatkan, jangan mencari masalah dengan istri saya, atau karir kalian akan hancur dalam sekejab!"
Sebenarnya Ali ingin sekali memecat mereka bertiga, tapi Kalisa dan Erik adalah artis senior, ia tau mereka sangat sulit untuk sampai ke posisi itu, jadi ia akan memberikan kesempatan sekali lagi untuk mereka.
"Lisa, bukan'kah saya sudah memperingatkanmu saat itu jangan pernah mencari masalah dengan istri saya, bukan hanya karir kamu yang hancur, seluruh keluargamu juga ikut menanggungnya, tapi kamu menganggap ancamanku seperti angin lalu!"
Ali langsung merogoh saku celananya, ia langsung mengambil ponselnya, lalu langsung menelpon asisten pribadinya, setelah di angkat ia langsung berbicara lebih dulu.
"Asalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam Pak."
"Berhentikan kerja sama bersama Arseta Grup, dan minta ganti rugi pada mereka sesuai yang sudah tertulis di kontrak kerja sama."
"Baik Pak."
Lisa tidak percaya saat mendengar ucapan dari Ali yang tidak main-main, ia tidak tau siapa Ali, yang jelas ia akan tau identitas Ali setelah tau siapa yang menghentikan kontrak kerja sama dengan Arseta Grup.
Lagi-lagi Erik menelan ludahnya dengan kasar, sudah ia duga kalau Ali bukan orang biasa, dan sekarang dugaannya benar kalau Ali bukan orang biasa.
Romi tidak ingin bertanya apa masalahnya, tapi ia tau kalau Ali sedang marah dan bisa ia pastikan kalau permasalahan itu karena masalah Kinanti lagi.
__ADS_1