Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 67 Masak soup


__ADS_3

Sudah 1 Minggu Ali dan istrinya di rumah orang tua istrinya, dan kemarin pagi toko bunganya sudah terjual, ia juga sudah mengatakan pada ke dua mertuanya akan mentranfer uang bulanan pada mertuanya. Kemarin sore Ali dan istrinya sudah pulang ke apartement.


Sekarang istrinya sedang memasak soup ikan, sedangkan Ali hanya memeluk istrinya dari belakang dengan kepala yang ia letakan di leher istrinya, senyumannya dari semalam tidak pernah pudar saat istrinya juga ingin ikut sholat tahajud, ia sangat bahagia saat istrinya mau sholat tahajud tanpa di suruh, bahkan saat subuh pun istrinya tidak ia bangunkan lagi, karena saat ia sampai ranjang istrinya sudah tersenyum lebar ke arahnya.


"Mas, ko tidak biasanya manja gini, dari pagi Mas selalu memeluk Jamila, jangan bilang kalau Mas minta nambah jatah?"


Kinanti bertanya sambil memasukan sayuran ke dalam panci yang sudah ada ikan.


"Sebarangan banget Jamila, sejak kapan Mas minta nambah jatah?"


Ali bertanya sambil melihat wajah istrinya dari samping yang sedang fokus pada soup.


"Iya memang Mas tidak pernah minta nambah dari pertama kita making love Jamila terus yang minta nambah, tapi milik Mas juga berdiri kalau Jamila minta nambah, tidak pernah tidak berdiri, itu artinya Mas juga minta nambah."


Bi Yanti yang sedang mencuci piring hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat ke dua pasangan muda yang membahas masalah ranjang tanpa tau malu.


"Itu artinya normal Jamila, memangnya Jamila mau milik Mas tidur?"


"Jangan dong Mas, mana boleh, entar Jamila tidak bisa merintih nikmat."


Ali hanya menggelangkan kepalanya, ia mengecup pipi istrinya sekilas sambil tersenyum lebar.


"Terima kasih Jamila."


"Terima kasih untuk apa Mas?"


Kinanti bertanya sambil membalikan tubuhnya untuk menatap mata suaminya.


"Terima kasih karena sudah mencintai Mas, dan terima kasih sudah mau berubah demi Mas, terima kasih sudah menjadi wanita dewasa saat Mas kecil, iya walau pun sekarang Jamila terkesan lebih manja dari pada dulu, Mas hanya minta satu hal, tetep genggam iman Jamila, apa pun yang terjadi nanti, yang jelas Jamila harus ingat dua hal semakin kita beriman, ujian kita semakin besar, tapi Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hambanya, dan ke dua setiap ujian Jamila harus percaya kalau Allah akan membalas ujian itu dengan kebahagiaan."

__ADS_1


"Jamila ingat Mas, semoga Jamila akan selalu memegang teguh iman Jamila, Mas tidak perlu berterima kasih, justru Jamila yang harus berterima kasih. Mas bukan hanya mencintai Jamila, tapi Mas juga menyayangi ke dua orang tua Jamila dan adik Jamila, jujur saja Jamila tersentuh dengan perlakuan Mas hingga Jamila mau berubah agar lebih baik lagi karena Allah itu sangat baik, memberikan Mas untuk Jamila tanpa kekurangan sedikit pun, Mas benar-benar di ciptakan sangat sempurna. Terkadang Jamila tidak menyangka kalau lelaki yang bisa membuat Jamila berubah itu Mas, lelaki yang dulu kabur dari pesantren, ada rasa bangga dan terharu setiap tindakan yang Mas ambil dan selalu membuat Jamila merasa kalau Jamila adalah wanita yang paling beruntung bisa di nikahi lelaki seperti Mas."


Air mata Kinanti langsung menetes, ia memang belum berterima kasih pada suaminya saat suaminya menganggap ke dua orang tuanya menjadi orang tua suaminya sendiri, dan akan menanggung kebutuhan ke dua orang tuanya termasuk adiknya.


"Jangan menangis dong Jamila, ko jadi kesannya Mas yang jahat sudah membuat istri Mas menangis."


Ali berbicara sambil menghapus air mata istrinya.


"Setiap air mata yang menetes di pipi Jamila, hanya ada air mata kebahagian Mas. Mas memang suami terbaik, walau pun berkali-kali Jamila selalu bersikap kanak-kanakan, tapi Mas selalu sabar menghadapi Jamila."


"Mas itu seorang suami Jamila, jelas Mas harus lebih sabar lagi, karena seorang wanita itu bagi Mas sangat berharga, apa lagi yang Mas berikan hanya bisa rasa sabar, sedangkan nanti Jamila akan memberikan kebahagiaan yang luar biasa pada Mas, semoga cepat jadi kecebong iya Jamila."


Ali berbicara sambil mengelus perut rata istrinya, sudah 2 minggu ia melakukan hubungan suami istri dan berharap kalau istrinya itu segera hamil, ia sudah tidak sabar menunggu kehamilan istrinya.


"Amin, Jamila juga sudah tidak sabar Mas, semoga saja Allah segera memberikan kita kepercayaan untuk segera memiliki momongan."


Kinanti memang ingin segera hamil, apa lagi saat melihat suaminya bermain dengan anak dari Tantenya 3 hari yang lalu yang baru saja berusia 10 bulan membuat ia ingin segera memiliki momongan.


Kinanti langsung memeluk suaminya dengan sangat erat sambil sesekali air matanya jatuh dan suaminya juga membalas pelukannya.


Bi Yanti langsung pergi dari dapur setelah selsai mencuci piring sambil tersenyum lebar saat melihat keromantisan Ali dan istrinya yang membuat ia merasa bahagia.


Apa lagi saat melihat perubahan Kinanti yang semakin hari semakin lebih baik lagi membuat Bi Yanti selalu berharap rumah tangga Ali dan Kinanti selalu langgeng.


Bi Yanti juga melihat ke duanya saling mencintai dengan tulus tidak seperti Anisa dan Kenan dulu, ia bisa melihat kalau Anisa sangat tulus mencintai Kenan, tapi tidak dengan Kenan hingga pakta mengejutkan tetungkap kalau Kenan memang sudah memiliki istri sebelum menikahi Anisa.


Kinanti langsung melepaskan pelukannya, ia langsung mematikan kompornya karena soupnya memang sudah matang.


"Biar Mas saja yang nuang soupnya Jamila."

__ADS_1


"Iya Mas."


Ali langsung maju, ia langsung menuangkan soup di mangkuk.


"harum banget Jamila."


"Iya tapi rasanya tidak tau, apa lagi ini baru pertama kali Jamila masak soup, semoga masih bisa di nikmati."


"Masakan Jamila memang sangat enak, iya kalau awal-awal memang enak tidak seperti sudah biasa seperti sekarang-sekarang."


Mereka berdua langsung duduk di meja makan. Ali langsung mengambil soup untuk ia dan istrinya di mangkuk yang sama.


"Kita makan bersama saja iya Jamila?"


"Iya Mas."


Ali langsung membaca do'a makan, setelah selsai ia langsung menyuapi diri sendiri untuk mencicipi masakan istrinya.


"Enak ko Jamila."


Setelah mengatakan itu Ali langsung menyuapi istrinya, walau pun ini pertama kali istrinya masak soup, tapi memang menurut ia masakan istrinya sangat enak.


Kinanti tersenyum lebar, menurut ia juga masakan kali ini memang enak, tidak seperti masakan-masakan biasanya yang kadang kurang garam.


"Mas, kita sekarang mau kerja apa tidak? Kalau tidak kerja film Cinta Dalam Perjodohan kapan selsai? Banyak para netizen yang bilang kalau film kita itu tidak jelas karena sering sekali tidak tayang."


"Kalau Mas tergantung Jamila, kalau mau berangkat syuting setelah sarap juga boleh, lebih cepat selsai lebih baik biar Jamila hanya fokus mengurus Mas."


"Iya Mas."

__ADS_1


Kinanti menjawab ucapan dari suaminya sambil tersenyum lebar pada suaminya, sebenarnya ia merasa bersalah pada suaminya karena tidak patuh dengan ucapan suaminya yang menyuruh ia untuk tidak belerja, ia kekeh ingin bekerja hingga ia harus merasa bersalah karena ternyata suaminya itu orang kaya, suaminya tidak membutuhkan uang, tapi mebutuhkan kasih sayang.


__ADS_2