
Setelah kejadian penangkapan Lisa kemarin hari ini Ali dan istrinya datang ke pesantren Gus Yana, walau pun ia sangat lelah dengan kejadian kemarin sore karena ke dua orang tua Lisa datang untuk meminta membebaskan Lisa.
Bahkan Ali sempat adu mulut dengan ke dua orang tua Lisa lantaran ke dua orang tua Lisa bukan hanya memohon, tapi juga menghin Ali yang hanya sebagai anak dari seorang pelakor.
Ke dua orang tua Lisa tau dari cerita Aska kalau Ali adalah putra dari pelakor saat Aska membatalkan pernikahan, dan itu membuat Ali sangat marah saat ada orang lain yang mengatai Bundanya sebagai pelakor.
Tidak ada seorang anak yang rela Bundanya di hina oleh orang lain, apa lagi Bundanya tidak tau apa-apa, Bundanya tidak tau kalau di jadikan istri ke dua, jelas membuat ia lebih marah lagi saat ada yang berani menghina Bundanya.
Ali baru saja memulai mengisi acara sebagai pembukaan, banyak para santri yang kagum saat mendengar Ali berceramah untuk pembukaan, mereka semua tidak heran kenapa Ali selalu mendapatkan undangan dari berbagai acara di pesantren atau pun di pernikahan dan pengajian bapak-bapak saat masih menjabat menjadi dewan santri.
Ning Alisah semakin mengagumi Ali yang tidak melupakan agama walau pun sudah menikah selama 2 bulan dengan Kinanti, bahkan ia bisa melihat Kinanti yang berubah menjadi lebih baik lagi dengan balutan gamis dan hijab panjang hingga mata tangan.
"Hebat Kang Ali bisa membimbing istrinya dengan sangat baik, tidak heran kalau aku sampai sekarang masih mencintai Kang Ali, karena Kang Ali memang pantas di acungi jempol." batin Ning Alisah
"Jangan kesem-kesem sama Kang Ali Alisah, ingat sudah beristri."
Umi dari Gus Yana mencoba mengingatkan Ning Alisah yang sesekali tersenyum saat mendengar suara dari Ali.
"Kalau memeliki dua istri juga tidak apa-apa kali Umi, Ali saja sok jual mahal."
Ning Sarah memang tidak menyukai sifat Ali yang sangat tidak menghargai perasaan Ning Alisah.
Bahkan Ning Alisah hingga sakit setengah bulan karena Ali menolak lamarannya untuk ke dua kalinya dan itu menjadi alasan utama membuat Ning Sarah tidak kenyukai Ali.
"Bahkan Umi sangat salut pada Ali nak Sarah, Ali bisa setia memiliki satu istri saja, dengan arti kalau Ali memang tidak mementingkan rasa napsunya, coba nak Sarah pikirkan, kalau Ali menikahi dua istri, Umi yakin Ali belum tentu bisa mencintai ke dua istrinya sama besarnya, karena rasa cinta itu tidak bisa kita bohongi dan tidak bisa kita bagi, tapi kalau masalah adil Umi yakin Ali bisa. Namun Ali memegang teguh pendiriannya yang tidak ingin menyakiti wanita, bukan'kah lelaki seperti itu yang kita inginkan sebagai suami? Lelaki yang bisa menjaga kesetiaannya? Sarah, kalau kamu di posisi Kinanti, Umi yakin walau pun kamu rela mengijinkan suamimu menikah lagi, tapi hati kamu tersakiti dan secara tidak langsung suami kamu menyakiti hatimu."
__ADS_1
Ning Sarah hanya menghela napas berat saat mendengar ucapan panjang dari Umi Gus Yana, dan ia baru menyadarinya kalau ia memang salah menilai Ali karena ternyata Ali memang lelaki yang sangat hebat.
Ali mampu setia dengan satu istri, sedangkan lelaki lain belum tentu bisa setia, apa lagi Ning Alisah sudah menyodorkan diri secara cuma-cuma, tapi Ali tetap menolak Ning Alisah dan tidak memanfaatkan cinta dari Ning Alisah.
"Ucapan Umi memang ada benarnya, Ali memang lelaki hebat yang bisa setia dengan satu wanita saja."
"Bagus kalau kalau nak Sarah sudah menyadarinya, Ali itu sama seperti suami Umi yang tidak mau berpoligami, walau pun Umi sudah menawarkan diri untuk menyuruhnya berpoligami, karena seorang istri yang mengijinkan suaminya menikah lagi, jaminannya surga kalau ikhlas, tapi kata suami Umi bilang, mungkin sekarang kamu mengijinkan dan ikhlas, tapi lambat laun kamu tidak mungkin selalu ikhlas, dan harapan kamu yang ingin masuk surga tidak mungkin terwujud karena kamu mulai memiliki rasa cemburu."
Ning Alisah dan Ning Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum. Awalnya Ning Alisah memiliki rasa iri pada Kinanti, tapi setelah mendengar ucapan dari Umi Gus Yana, ia sekarang paham kalau cintanya memang tidak perlu memiliki, ia juga akan berusaha mengikhlaskan Ali dan menghapus cintanya untuk Ali.
"Kalian itu ya jadinya Umi menggibah."
Ning Alisah dan Ning Sarah hanya tersenyum lebar saat mereka juga baru menyadari kalau baru saja ngomongin orang.
"Ayo Ali dan Kinanti, kita ke dalam."
"Iya Gus."
Mereka bertiga langsung pergi ke rumah Gus Yana, lalu langsung ngobrol-ngobrol ringan sambil meminum teh.
"Gus, saya minta maaf untuk yang kemarin."
"Tidak apa-apa Li, mungkin Bunda kamu memang bukan jodoh saya, kamu sampai minta maaf lagi, saya sama sekali tidak menyalahkan siapa pun, karena jodoh hanya rahasia Allah."
"Tapi saya tetap tidak enak Gus, dan terima kasih sudah memakluminya."
__ADS_1
Saat Ali dan Gus Yana ngobrol-ngobrol ringan, sedangkan Kinanti sedang ngobrol-ngobrol dengan putri dari Gus Yana. Ali dan Gus Yana sesekali melihat mereka berdua yang langsung akrab sambil tersenyum lebar.
"Cepat sekali akrab iya putri Gus dengan istri saya?"
"Iya, biasanya Salwa susah sekali beradaptasi dengan orang baru, tapi dengan Anisa dan Kinanti mudah sekali beradaptasi, mereka langsung ngobrol-ngobrol seperti sudah sangat akrab saja."
Ali hanya menganggup pelan sambil tersenyum lebar.
"Bagai mana dengan Kinanti, apa dia sudah hamil?"
"Belum tau Gus, do'akan saja supaya istri saya cepat hamil."
Ali memang tidak tau, tapi hingga hari ini istrinya memang masih saja belum datang bulan.
"Amin ya rabbalalamin, semoga saja istri kamu segera di berikan rezeki oleh Allah, agar kalian berdua tidak kesepian, saya juga semenjak kehadir Salwa sangat berwarna."
Bagi Gus Yana putrinya adalah harta berharga yang telah di tinggalkan istrinya, ia selalu melakukan yang terbaik untuk putrinya, tapi ia tidak pernah membeda-bedakan orang yang salah, mau santrinya atau putrinya jika melanggar peraturan pesantren ia tetap menghukum seperti yang sudah di tetapkan dalam pesantren.
Ali tersenyum lebar saat melihat istrinya yang terus berceloteh dengan Salwa, ia baru sadar kalau istrinya memang menyukai anak-anak.
"Kamu baru saja selsai syuting Cinta Dalam Perjodohan, apa kamu mau membuat film baru?"
"Tidak Gus, istri saya sudah tau kalau saya pemilik Alfero Grup, jadi saya dan istri saya tidak syuting lagi, saya hanya ingin menjadi yang terbaik untuk keluarga saya, apa lagi sekarang saya harus memegang Alfero Isabel Grup, nanti bisa-bisa saya tidak memiliki waktu bersama istri saya."
Gus Yana memang sudah tau identitas Ali, tapi di seluruh pesantren Gus Yana atau pesantren tenpat Ali menimba ilmu, hanya Gus Yana orang satu-satunya yang tau identitas Ali karena saat itu Gus Yana pernah membeli satu unit Apartement Alfero.
__ADS_1