Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 33 Alfero Isabel


__ADS_3

Malu itu lah yang Kenan rasakan saat putra ke duanya seolah-olah seperti sedang mengejeknya, satu hal yang ia lupakan dari putra ke duanya yaitu kepintarannya yang seperti Anisa. Tidak ada terlewatkan dari bicara tegas kalau tidak suka, jika suka maka akan menghormatinya dengan lemah lembut.


Putranya sama persis seperti Anisa, apa lagi Anisa sukses di berbagai bidang tanpa bantuan siapa pun dan sekarang putra ke duanya mundur dari pengacara, lalu langsung menjadi artis pemeran utama.


Bahkan film itu sudah di tonton oleh miliyaran orang, memang putra ke duanya benar-benar luar biasa, tidak seperti putra pertamanya yang sedikit-dikit hanya mengandalkannya.


Kenan langsung bertanya pada putra pertamanya tanpa menggubris ucapan putra ke duanya.


"Apa yang kamu lakukan di sini Aska?!"


"Aska hanya ingin mengambil hak Aska kembali Pa."


"Jangan lupa kalau kamu itu hanya mantan calon suami istri saya! Apa anda sudah benar-benar tidak waras?!"


Ali berbicara sambil menatap tajam ke arah Kakaknya, enak sekali Kakanya datang-datang bilng mau mengambil haknya, jelas-jelas Kakanya sendiri yang membatalkan pernikahan, tapi di sini seperti ia yang salah.


"Kinanti itu milikku dan sampai kapan pun hanya milikku!"


"Milik kamu?! Aku bukan barang yang seenaknya kamu ambil dan kamu buang, lalu kamu ambil lagi sesuka hati kamu! Walau pun di dunia ini hanya ada satu lelaki yaitu hanya kamu, aku tidak akan mau bersama kamu lagi!"


Kinanti sangat marah saat Aska mengatakan kalau ia hanya milik Aska, jelas-jelas Aska sudah membuangnya seperti sampah, tapi sekarang Aska datang ingin mengambil ia untuk menjadikan istrinya.

__ADS_1


"Kamu dengar sendiri Aska, kalau istri saya tidak sudi denganmu, lagian siapa yang mau sama kamu layaknya seperti sampah!"


Ali tidak bermaksud mengatai Kakanya sebagai sampah, sebenci apa pun ia terhadap Kakanya, ia masih benci di batas wajar, ia hanya memainkan perannya kalau ia sangat membenci keluarga Kesuma.


"Jangan senang dulu suatu saat Kinanti akan memilihku karena kamu hanya benalu di keluarga Kesuma! Apa lagi kalau Kinanti mau menikah denganku, Kinanti akan menjadi nyonya kesuma!"


"Bangga itu memiliki harta sendiri, bukan bangga hasil nama orang tua, sangat memalukan! Seharunya kamu itu belajar dewasa, apa lagi usiamu itu sudah sangat cukup dewasa, jadi seharunya kamu belajar mandiri karena wanita baik tidak akan mau kalau biaya hidupnya di tanggung oleh mertua bukan oleh suami."


Aska menghela napas kasar, semakin hari kesombongan Ali semkin menjadi-jadi.


"Papa juga tidak akan mengijinkan kalau kamu menikahi Kinanti, ingat Aska. Kinanti itu bukan wanita baik-baik, Kinanti sudah pernah tidur dengan lelaki tanpa ikatan pernikahan, yang ada akan menjadi aib keluarga!"


Ali langsung mengepalkan ke dua tangannya saat mendengar Ayahnya merendahkan istrinya, ia ingin sekali memukul mulut Ayahnya kalau saja Ayahnya bukan lelaki tua, mungkin ia sudah memukul Ayahnya dengan pukulan bertubi-tubi


"Sombong sekali kamu Ali! Memang kamu siapa bisa membuat perusahaan Ayah bangkrut?! Kamu baru saja menjadi artis baru sudah sombong! Ayah ingin lihat sampai di mana karir sialanmu itu sampai membuat kamu merasa di atas awan!"


Ali langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan dari Ayahnya dan seolah-olah ucapan Ayahnya sangat lucu.


"Jangan lupa kalau saya putra dari Anisa Putri, mau cara baik atau cara buruk saya bisa membuat Kesuma Grup hancur hanya dalam sekejap, semua data Kesuma Grup saya sudah memilikinya, kalau saya memberkan hal itu pada internet, perusahaan anda akan lenyap, atau anda ingin saya meminta Alfero Isabel untuk memberhentikan dana pada perusahaan anda agar anda bangkrut? Ke dua cara itu cukup ampuh bukan? Satu hal lagi yang harus saya ingatkan, jangan panggil diri anda Ayah di depan saya karena Ayah saya sudah meninggal 15 tahun yang lalu, itu lah yang ada di data keluarga saya."


Perusahaan Alfero Isabel adalah perusahan terbesar nomer dua di Asia, perusahaan itu perusahaan Nenek dari Ali, yang akan di serahkan pada Ali tepat di usia Ali 25 tahun, untuk sementara Ali masih mempelajari saja agar ia pantas menyandang status sebagai CEO dari Alfero Isabel Grup.

__ADS_1


Alfero Isabel adalah kebalikan dari Isabel Alfero, Nenek dari Ali yang memiliki suami Morgan Abraham.


Kalau soal data memang benar adanya kalau Anisa diam-diam mengganti nama Ayah dari Ali menjadi Morgan Abraham. Morgan Abraham adalah Ayah dari Anisa yang tidak sudi kalau cucunya menggunakan nama Kenan, jadi mereka berdua sepakat untuk mengganti identitas Ali.


Mereka berdua tidak mau kalau Ali berkaitan lagi dengan keluarga Kesuma, tapi saat Ali di biyayai oleh Kenan, ia tetap mengambil uang dari Ayahnya, karena Ali selalu berpikir Kesuma Grup di dirikan oleh Bundanya, itu artinya uang yang Ayahnya berikan adalah milik Bundanya bukan hasil jerih payah Ayahnya.


Kenan tercengang saat mendengar ucapan dari ke duanya, kalau misalnya menghentikan kerja sama ia sama sekali tidak percaya dengan putra ke duanya, tapi kalau masalah data perusahaan ia percaya kalau putra ke duanya bisa membobol akses keamanan yang di buat oleh perusahaan.


Bukan tanpa alasan kenapa Kenan bisa percaya pada putra ke duanya, karena saat usia putra ke duanya 7 tahun dan saat ia masih bersama Anisa, putra ke duanya bisa membobol akses keamanan perusahaan terbesar nomer 10 di Asia, apa lagi ia hanya perusahaan kecil, jelas ia percaya kalau putra ke duanya bisa membobol akses keamanan perusahaan.


"Dasar anak tidak berguna! Bagai mana bisa kamu mengancam Ayahmu sendiri?! Ayah sudah membiyayaimu hingga kamu sampai sarjana, tapi sekarang kamu ingin membalasnya dengan menghancurkan perusahaan Ayah!"


Kinanti melebarkan ke dua matanya saat mendengar ucapan Kenan yang sangat marah, itu berarti memang benar adanya kalau suaminya bisa membobol akses perusahaan dari Kenan.


"Sungguh luar biasa suamiku, di ciptakan menjadi lelaki tampan dan kepintaran yang sangat sempurna." batin Kinanti


Ali langsung merogoh dompetnya yang ada di saku celana, ia mengambil KTP, lalu menutup nama belakangnya, nama belakang Bundanya dan nama belakang Kakeknya, ia hanya menujukan nama depannya saja.


"Anda bisa melihatnya kalau saya bukan putra dari anda, tapi putra dari Morgan!"


Setelah memperlihatkan KTPnya pada Ayahnya, Ali langsung memasukan KTPnya ke dalam saku celana. Kenan mematung sesaat saat melihat nama Morgan yang ada di KTP putra ke duanya.

__ADS_1


"Jangan berpikir kalau nama Ayah di KTP saya Morgan Abraham, karena nama Ayah di KTP saya hanya Morgan! Jangan mencari tau identitas saya karena akan percuma."


Kenan yang mendengar ucapan dari putra ke duanya, ia yakin kalau Morgan bukan orang sembarangan.


__ADS_2