Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 46 Wanita bercadar


__ADS_3

Setelah selsai ngobrol-ngobrol Kini waktunya Morgan dan istrinya memberikan kejutan pada Cucunya. Ali sudah memejamkan mata walau pun awalnya menolak, tapi pada akhirnya ia menurut juga, ia sudah berdiri sambil memejamkan mata.


Detak jantung Kinanti mendadak berhenti saat melihat wanita bercadar berjalan pelan ke arah suaminya.


"Apa jangan-jangan Kakek dan Nenek akan menjodohkan Mas Ali dengan wanita itu?" batin Kinati


Kinanti langsung berpikir buruk saat melihat wanita yang memakai hijab dan cadar, ia takut kalau suaminya akan di jodohkan dengan wanita lain.


Tangan kanan Kinanti langsung menggenggam tangan suaminya dengan sangat erat untuk menyalurkan rasa takutnya pada suaminya yang masih memejamkan mata.


Ali yang di genggam tangannya oleh istrinya, ia merasakan tangan istrinya sangat dingin, ia yakin kalau kejutan yang di berikan oleh Kakek dan Neneknya bukan sebarang kejutan.


Ali merasa ada sesaorang yang sedang berjalan ke arahnya, aroma parfumnya sangat hapal dalam indra penciumannya hingga senyumannya terukir di bibir tipisnya dan beberapa tetes air matanya jatuh.


Akhirnya Ali mendapatkan kado terindah di dalam hidupnya, yaitu dengan mengirimkan wanita yang sangat ia rindukan selama ini.


"Akhirnya datang juga, Ali selalu berdo'a dalam sujud Ali agar di pertemukan kembali dengan wanita yang sangat berharga di dalam hidup Ali, ternyata tepat di usia Ali 22 tahun, Ali di pertemukan kembali."


Ucapan suaminya mampu membuat air mata Kinanti menetes saat tau kalau suaminya selalu berdo'a untuk wanita di hadapannya, apa lagi suaminya masih memejamkan mata, tapi suaminya tau siapa yang datang, bahkan beberapa tetes air mata suaminya juga jatuh.


Setelah melihat wajah suaminya, kini Kinanti langsung melihat ke arah wanita bercadar, tadi mata wanita itu sangat berbinar, terlihat jelas kalau wanita itu sangat bahagia, tapi sekarang mata wanita itu sudah memerah seperti akan menangis.


"Apa jangan-jangan ini adalah akhir dari rumah tanggaku, kenapa Mas Ali dan wanita itu sama-sama memiliki kesedihan? Tapi kata Mas Ali aku adalah wanita ke dua yang Mas Ali cintai selain Bunda." batin Kinanti


Bukan hanya rasa takut yang di miliki oleh Kinanti, tapi ia juga memiliki rasa bingung. Namun beberapa saat Kinanti menepis perasaan buruknya sambil beristihgfar, ia ingat ucapan dari suaminya kalau ia tidak boleh seudzon terlebih dahulu.

__ADS_1


Ali paham kalau genggaman istrinya itu memiliki rasa takut, ia yakin kalau istrinya berpikir Kakek dan Neneknya akan menjodohan ia dengan wanita yang ada di hadapannya.


Ali membalas genggaman tangan istrinya dan mengusap lembut tangan istrinya, agar istrinya tidak berpikir macam-macam.


"Apa mata Ali sudah boleh di buka Nek? Ali sudah tau siapa yang datang, Ali ingin segera memeluknya."


Morgan dan istrinya tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan dari cucunya, ternyata naluri ibu dan anak itu memang sama, walau pun cucunya memejamkan mata, tapi cucunya sudah bisa menebak siapa yang ada di hadapannya.


Jelas-jelas putrinya dan cucunya tidak bertemu hingga 15 tahun lamanya, tapi cucunya sudah tau siapa wanita yang ada di hadapannya.


"Iya nak, kamu boleh membukannya."


Ali yang mendengar suara dari Neneknya, ia langsung membuka matanya sambil tersenyum lebar saat melihat wanita muslimah yang memakai cadar.


Ali langsung melepaskan genggaman tangannya dari istrinya, ia langsung maju ke arah wanita itu, ia langsung mencium tangannya, lalu langsung memeluk wanita itu dengan erat.


Kinanti melebarkan matanya saat suaminya memanggil Bunda pada wanita bercadar di depannya. Anisa langsung membalas pelukan dari putranya.


"Maafkan Bunda nak, Bunda tidak bisa menjadi Bunda yang baik untukmu, sebenarnya Bunda malu untuk menemuimu, tapi rasa rindu Bunda sudah sangat menggebu-gebu."


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Ali menatap mata Bundanya dengan rasa rindu yang mendalam, ada juga rasa kecewa pada Bundanya, karena Bundanya baru kembali sekarang.


"Kenapa Bunda dulu meninggalkan Ali? Apa karena dulu Ali tidak bisa menjadi anak yang baik? Apa Bunda tidak berpikir kalau Ali sangat merindukan Bunda? Apa Bunda tau kalau Ali belajar mati-matian agar menjadi lelaki yang baik seperti yang Bunda ingin'kan? Ali selalu berusaha belajar agama agar Ali segera bertemu dengan Bunda hingga Ali mulai terbiasa sampai Ali menyadang gelar ketua dewan santri."


Ali menghela napas sesaat sebelum ia melanjutkan lagi pembicaraannya.

__ADS_1


"Saat di sekolah Ali juga berusaha menjadi anak yang pintar hingga Ali berhasil menyandang gelar jurusan hukum, setelah itu Ali juga bekerja sebagai pengacara. Apa semua itu tidak cukup di mata Bunda hingga Bunda tidak pernah menemui Ali?"


Unek-unek yang selama ini Ali tahan akhirnya keluar juga bersamaan dengan air mata yang mengalir deras. Air mata Anisa juga mengalir deras saat mendapat banyak pertanyaan dari putranya, hingga ia memutuskan untuk membuka cadarnya.


Anisa tau kalau perbuatannya itu tidak pantas di maafkan oleh putranya, karena ia memang bukan Bunda yang baik.


"Wajah Bunda kenapa? Kenapa wajah Bunda berbeda?"


Ali mengusap air matanya dengan perasaan bingung saat melihat wajah Bundanya sangat berbeda.


"Lebih baik kita ngobrol sambil duduk Anisa."


Isabel menyuruh mereka untuk duduk karena ia juga sudah capek terus berdiri. Anisa menganggukan kepalanya, ia menuntun putranya untuk duduk.


Sedangkan Isabel mengenggam tangan cucu menantunya untuk duduk, ia tidak mau kalau cucu menantunya nanti merasa di abaikan oleh keluarganya.


Setelah duduk Anisa menceritakan kenapa ia menghilang selama ini dari kehidupan putranya.


"Saat Bunda ingin meninggalkan Jakarta 1 minggu setelah mengantar kamu ke pesantren, Bunda mengalami kecelakaan mobil. Bukan hanya kom'a saat itu, tapi wajah Bunda juga tidak berbentuk karena pecahan kaca mobil. 2 bulan Bunda baru sadar dari kom'a, tapi Bunda mengalami hilang ingatan sampai 3 tahun lamanya, setelah sembuh dari kecelakaan itu Bunda juga memutuskan untuk mengoprasi wajah. Bukan hanya orang lain yang takut melihat Bunda, tapi Bunda sendiri juga takut untuk menatap wajah Bunda dari cermin karena wajah Bunda sangat mengerikan."


Anisa menghela napas berat saat mengingat kejadian di masa lalu, karena cinta ia harus kehilangan segalanya, dari ia tidak bisa mendidik langsung putranya, lalu wajahnya harus berubah karena kecelakaan.


Anisa tau kalau semuanya sudah takdir, tapi perkara yang membuat hidupnya jungkir balik karena Kenan, lelaki yang selalu memperlakukannya dengan baik.


Namun semua yang Kenan lakukan ternyata penuh dengan kepalsuan, Anisa tidak apa-apa jika hanya ia yang tidak di inginkan oleh Kenan, tapi saat Kenan mengatakan tidak pernah menyayangi putranya, bahkan benih dari Kenan sendiri membuat hatinya sangat hancur.

__ADS_1


"Sebelum ingatan Bunda kembali, Mama dan Papa mengganti identitas Bunda, mungkin mereka hanya ingin kamu tidak tau kondisi Bunda seperti apa, selama 3 tahun Bunda hidup tanpa arah hingga ingatan Bunda kembali, tapi saat Bunda mengikutimu dari jauh, Bunda melihat kamu tersenyum bahagia bersama teman-temanmu, begitu pun saat di pesantren hingga Bunda berpikir mungkin kamu tidak membutuhkan Bunda lagi di kehidupanmu , itu kenapa Bunda tidak pernah menemuimu."


__ADS_2