Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 82 Patan


__ADS_3

Ali dan istrinya masih di ruangannya dan masih mengobrolkan tentang Lisa yang melakukan kejahatan begitu besar menurut mereka berdua, tapi tiba-tiba saja pintu ruangan itu di ketuk.


Tok-tok.


Ali yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruh orang itu untuk masuk.


"Masuk!"


Pak Samsul langsung masuk ke ruangan Ali.


"Mas, Pak Romi dan Mas Patan ada di sini."


"Iya sudah suruh mereka masum!"


"Baik Mas."


Pak Samsul langsung melihat ke arah pintu yang memang di sana ada Romi dan Patan.


"Ayo kalian masuk."


Romi dan Patan menganggukan kepala, mereka berdua masuk mengikuti Pak Samsul yang jalan lebih dulu.


"Silahkan duduk."


Ali berbicara sambil bersidakep dada. Mereka bertiga langsung duduk di sofa yang bersebrangan dengan Ali dan istrinya.

__ADS_1


Namun saat melihat wajah Ali, wajah Patan mendadak pucat, tidak heran kenapa ia bisa ketahuan kalau ikut dalam rencana Lisa, ia sudah kenal siapa Ali, Ali bukan hanya sebagai pengacara di masa lalu, tapi juga Ali adalah seorang CEO baru tempat ia bekerja di Alfero Isabel Grup.


"Saya tidak ingin basa-basi lagi, katakan apa alasan kamu menjebak istri saya?!"


"Maaf Pak CEO, saya hanya di suruh Lisa untuk menjebak Kinanti saat itu agar karir Kinanti hancur, termasuk agar pernikahan Kinanti gagal. Alasan pertama Lisa ingin karir Kinanti hancur karena menurut Lisa, Kinanti adalah wanita yang menghambat karirnya. Alasan ke dua selama ini Lisa mencintai Aska, bahkan Lisa pernah mengungkapkan cintanya pada Aska, tapi Aska menolak Lisa sampai Lisa pernah menawarkan diri untuk menjadi selingkuhan Aska, tapi Aska menolak permintaan Lisa mentah-mentah dan mengatakan kalau Lisa wanita gila karena ingin menjadi selingkuhan dari pacar sahabatnya sendiri."


Patan diam sesaat sebelum ia melanjutkan kembali pembicaraannya.


"Itu kejadiannya 1 minggu sebelum saya membantu Lisa menjebak Kinanti. Kinanti, saya minta maaf karena telah mendukung orang yang salah, tapi saya sebagai sahabat hanya bisa mendukung Lisa dan ingin Lisa bahagia bersama lelaki yang Lisa cintai, tapi setelah kamu gagal menikah dengan Aska, saya mulai menyelidiki tentang Lisa, ternyata Lisa tidak begitu mencintai Aska, karena hingga sekarang Lisa tidak pernah berjuang untuk mendapatkan Aska."


Kinanti menghela napas kasar saat mendengar penjelasan dari Patan, ia tidak menyangka kalau Lisa pernah mencintai Aska, lebih tidak menyangka lagi saat mengingat Lisa mendekati suaminya saat itu.


"Iya karena target Lisa bukan Aska lagi melainkan suamiku, dia kemarin-kemarin dengan sengaja mencari perhatian dari suamiku, untungnya suamiku itu tidak tergoda dengan Lisa."


Yang Kinanti ucapan memang benar saat itu Lisa dengan sengaja merayu suaminya dengan menggunakan berpura-pura sendoknya jatuh dan semacamnya untuk menujukan belahan dadanya pada suaminya, tapi bersyukur karena suaminya sama sekali tidak tergoda dan cuek tanpa mempedulikan Lisa.


"Patan, saya mau kamu bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan pada istri saya. Saya mau kamu mengonfirmasi ke media kalau kamu memang tidak pernah menyentuh istri saya, melainkan kamu hanya menjebak istri saya."


"Apa Pak CEO tidak akan memecat saya? Memang saya tidak pantas untuk meminta Pak CEO agar tidak memecat saya karena saya telah menyebabkan karir istri Bapak hancur, tapi saya sangat membutuhkan pekerjaan ini Pak, tolong maafkan saya, saya mau menuruti apa kata Bapak dengan minta maaf di publik."


Ali menghela napas kasar saat mendengar permintaan dari Patan.


"Saya tidak suka kalau kamu minta maaf pada istri saya dengan tidak ikhlas, dan mengharapkan imbalannya, masih bersyukur kalau kamu itu tidak saya tuntut ke jalur hukum, kalau saya tuntut ke jalur hukum, mungkin kamu akan mendekam di penjara Patan!"


Ali menatap tajam pada Patan yang menurut ia Patan itu terlalu kurang ajar, ia tau kalau Patan orang susah, tapi apa pantas kalau Patan minta maaf sambil meminta imbalan.

__ADS_1


Patan menghela napas pelan dan sangat pelan saat mendengar kemarahan Ali dan melihat raut wajah Ali yang menurut ia sangat menyeramkan, ia tidak menyangka kalau tatapan Ali membuat ia menjadi semakin takut, andaikan saja ia masih bisa di putar kembali, ia tidak ingin membuat masalah dengan Kinanti, dan mungkin juga Kinanti tetap akan menikah dengan Aska, bukan dengan lelaki yang memiliki banyak kedudukan.


"Dari awal saya memang merasa bersalah Pak CEO, tapi saya tidak berani untuk minta maaf dan mengakuinya kalau saya salah karena saya takut ketahuan kalau Lisa adalah orang yang sudah merencanakan kejahatan itu, sekali lagi saya minta maaf Pak CEO, dan Kinanti, tolong jangan tuntut saya ke jalur hukum, kalau saya di tuntut ke jalur hukum, bagai mana dengan adik-adik saya, pasti mereka akan putus sekolah."


"Patan, seharusnya sebelum bertindak kamu berpikir dua kali, dan seharusnya kamu berpikir ada resiko yang harus kamu tanggung, tapi sepertinya kamu terlalu fokus dengan sahabat, hingga kamu tidak pernah memikirkan resikonya. Ingat kamu itu tulang punggung keluarga, seharusnya kamu harus bertindak dengan hati-hati karena kalau kamu sampai dapat masalah, bagai mana dengan nasib ibu dan adik-adik kamu?"


Patan hanya diam saat di tanya oleh Ali, ia memang salah karena tidak pernah berpikir tentang resiko yang harus ia tanggung, apa lagi ucapan dari Ali memang benar kalau ia adalah tulang punggung keluarga, ia masih memiliki banyak tanggungan dan seharusnya ia lebih memikirkan keluarga dari pada sahabat.


"Maafkan saya Ali, Kinanti."


Hanya kata itu yang terucap dari mulut Patan, ia merasa sangat menyesal telah melakukan kejahatan.


"Maaf tidak akan mengubah segalanya Patan, dan maaf tidak bisa memutar masa lalu, jadi saya harap kalau kamu tidak bertindak sembarangan lagi dan belajar mengambil hikmahnya dari kejadian ini, karena tidak semua orang yang akan berlapang dada setelah kamu melakukan kejahatan, tapi kalau saya jelas kalau saya dan istri saya akan memaafkanmu, dengan syarat kalau kamu harus mengonfirmasi di depan publik kalau kamu yang menjebak istri saya."


Ali menghela napas sesaat sebelum ia melanjutkan kembali pembicaraannya.


"Saya juga tidak akan memecat kamu, tapi tolong jangan ulangi lagi."


"Iya pasti saya tidak akan mengulanginya lagi Pak CEO, terima kasih banyak."


Patan tidak menyangka kalau Ali memiliki sifat yang sangat baik, bukan hanya memaafkannya saja, tapi ia juga tidak di pecat, ia tidak masalah kalau harus mengakui kejahatannya di publik, yang terpenting ia tidak kehilangan apa pun, ia hanya akan kehilangan para teman kerjanya karena kejahatan yang ia perbuat.


"Mas ko di maafkan dan tidak di pecat pula!"


Kinanti berbicara dengan raut wajah tidak suka.

__ADS_1


"Tidak semua masalah harus di selsaikan dengan pemecatan Jamila, kasihan adik-adilnya nanti yang ada bisa putus sekolah, yang terpenting nama Jamila harus bersih seperti semula, Jamila paham?"


"Iya Mas, Jamila sangat paham."


__ADS_2