Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 66 Lisa


__ADS_3

Malam harinya lelaki yang memiliki nama lengkap Rian Arseta itu marah-marah lantaran karena Alfero Isabel Grup menghentikan kerja samanya dan ia mendapatkan denda tidak main-main 7 triliun, sesuai yang terdaptar dalam kontrak jika ia yang membuat masalah maka ia mendapatkan denda.


Lebih tidak menyangka lagi saat tau yang membuat masalah adalah putrinya pada Kinanti, dan itu membuat Rian bingung siapa sebenarnya Kinanti, entah kenapa Kinanti bisa memnghentikan kerja samanya, jelas-jelas orang tua Kinanti hanya memiliki toko bunga.


Lalu kalau itu ada kaitannya dengan suami dari Kinanti Rian merasa tidak mungkin karena yang ia tau kalau Ali hanya anak yang tidak pernah di inginkan oleh Kenan.


"Putri bodohmu itu kenapa selalu saja membuat masalah?! Dari menggagalkan pernikahan Kinanti bersama Aska, dan sekarang putrimu masih saja membuat masalah dengan Kinanti hingga perusahaanku ikut menanggungnya!"


Laura istri dari Rian itu menghembuskan napas kasar, ia tidak tau apa-apa tentang putrinya, tapi ia yang selalu mendapatkan imbasnya oleh suaminya setiap kali memiliki masalah kantor.


"Jangan lupa Lisa juga putri Papa, lagi pula kenapa Papa harus memarahi Mama? Bukan'kah yang membuat masalah itu Lisa?"


"Iya karena kamu yang selalu memanjakan putrimu, putrimu tidak kamu biarkan hidup mandiri, kamu selalu saja mendukung apa yang di lakukan olehnya, mau itu benar atau pun salah!"


Rian meremas rambutnya dengan kasar, dari pagi hingga malam putrinya masih saja belum pulang, entah pergi kemana ia tidak biasanya putrinya itu tidak pulang dari pergi kerja hingga sekarang.


"Mulai dari sekarang kamu jangan mendukung Lisa untuk membuat kejahatan kalau tidak ingin hidup kita semkin sengsara, bersyukur perusahaan Alfero Isabel Grup tidak memasukan perusahaan kita ke daftar hitam, kalau sampai Alfero Isabel Grup memasukan kita ke daftar hitam, sudah di pastikan perusahaan kita bangkrut."


"Iya Pa, Mama mengerti."


Belum juga Rian berbicara lagi putrinya baru saja datang dengan wajah yang lumayan berantakan dan mulut bau alkhol.


"Dari mana saja kamu Lisa?!"


Rian bertanya dengan mata menatap tajam pada putrinya saat tau putrinya meminum alkohol, ia tau putrinya meminum alkohol untuk menghindari perdebatan dengannya karena putrinya sering sekali melakukan hal itu setiap kali memiliki permasalahan di dalam rumah karena pagi harinya ia tidak pernah mempermasalahkan kejadian itu dan membuat ia merasa kalau putrinya semakin kurang ajar.


"Kamu itu masih waras atau tidak Lisa?! Setiap mendapat masalah kamu selalu saja mabuk-mabukan, bisa tidak jangan membuat masalah?! Apa kamu ingin perusahaan Papa bangkrut karena kamu?! Berhenti membuat masalah, kamu sudah dewasa, seharusnya kamu belajar dari masa lalu untuk lebih baik lagi!"


"Papa itu cuma bisanya marah-marah saja, sejak kapan Lisa selalu membuat masalah?!"

__ADS_1


Lisa bertanya dengan raut wajah marah, selama ini ia sering sekali bertengkar dengan Papanya lantaran tidak sejalan dengan pikirannya.


"Dari kamu mefitnah Kinanti dengan foto-foto sialan itu, agar merusak karir dan menggagalkan pernikahan Kinanti, lalu sekarang kamu juga bertengkar dengan Kinanti, Papa tidak tau Kinanti atau suaminya yang memiliki kedudukan di Alfero Isabel Grup yang jelas perusahaan Papa tidak akan berjalan baik-baik saja setelah ini, bersyukur Alfero Isabel tidak memasukan perusahaan Papa ke daftar hitam, kalau di masukan sudah di pastikan perusahaan kita bangkrut hanya hitungan jam, kamu tau itu bodoh?!"


Lisa menampar pipinya sendiri saat nama Alfero Isabel Grup yang di sebut oleh Papanya.


Plak...!


"Aw...! Sakit ternyata."


Sementara Rian dan istrinya mengerutkan keningnya saat melihat putrinya menampar pipinya sendiri dan berteriak sendiri.


"Kamu masih waras?"


Jonatan bertanya dengan raut wajah bingung saat adik sepupunya menampar pipinya sendiri karena ia juga baru pulang dari pekerjannya, ia bekerja di Abraham Grup.


"Adik sepupumu semakin hari semakin tidak waras!"


"Papa yang tidak waras karena terus saja memarahi putri kita!"


Rian hanya mendengus kesal, saat mendengar ucapan dari istrinya.


"Papa tadi bilang kalau yang membatalkan kerja sama itu Alfero Isabel Grup?"


"Iya bodoh! Sekarang kamu puas karena bisa di pastikan perusahaan kita bangkrut!"


"Memangnya Ali memiliki kedudukan apa di Alfero Isabel Grup? Kenapa Ali bisa mengancam dengan ancaman sebesar ini?"


"Kamu mencari masalah dengan Ali Alfero?!"

__ADS_1


Jonatan bertanya dengan raut wajah marah pada adik sepupunya.


"Maksud Kak Jo apa?"


"Iya kamu membuat masalah dengan Ali Alfero suami dari Kinanti?"


"Ja-jadi Ali itu memiliki marga Alfero?"


Lisa bertanya dengan wajah terkejut, bukan hanya itu ke dua orang tua Lisa juga terkejut saat tau kalau Ali memiliki marga Alfero.


"Kamu itu bodoh atau apa? Kamu tau kalau Ali itu putra dari Anisa Putri Alfero, yang selama ini identitas ke duanya selalu di tutupi dari publik, bahkan Ali adalah cucu yang di percayakan oleh Pak Morgan untuk mengurus perusahaan Alfero Isabel Grup, Ali juga pemilik sah Alfero Grup dan Apartement Alfero."


Lisa menghebuskan napas berat saat tau kalau Ali ternyata pemilik Alfero Grup, tidak heran kenapa Ali begitu mudah menjadi pemeran.


"Kamu kalau mau cari masalah itu yang di bawah kita Lisa, kalau sudah begini yang pusing itu ke dua orang tuamu, mereka tidak tau apa-apa menjadi ikut menanggungnya karena ulah kamu!"


Lisa hanya diam, pikirannya mengingat ucapan dari Kinanti kalau ia akan selalu di bawah Kinanti, ia tidak menyangka kalau Kinanti di nikahi oleh lelaki yang sempurna dengan segalanya, ia menjadi menyesal karena telah menggagalkan pernikahan Kinanti dengan Aska, kalau saja ia tidak menggagalkan pernikahan dengan Aska mungkin ia tidak akan mendapatkan masalah sebesar ini.


Belum lagi Lisa juga menyesal karena Kinanti di nikahi lelaki seperti Ali, dulu saja saat tau Ali hanya sebagai pengacara ia sangat iri pada Kinanti karena melihat cara Ali yang memperlakukan Kinanti dengan cara berbeda, apa lagi sekarang saat tau identitas Ali yang sebenarnya membuat rasa irinya semakin besar.


"Kenapa Kinanti selalu saja memiliki keberuntungan, dan aku lagi-lagi harus kalah dengan Kianti! Sial sekali nasibku ini!" batin Lisa


"Kenapa Kak Jo baru bilang sekarang kalau Ali itu memiliki marga Alfero?"


"Iya mana aku tau kalau kamu mau mencari masalah dengan Kinanti lagi, aku pikir setelah menggagalkan pernikahan kamu akan mengejar-ngejar Aska karena yang aku tau kamu mencintai Aska, tapi ternyata kamu masih saja mencari masalah dengan Kinanti."


"Papa tidak mau tau besok kamu minta maaf pada Ali dan Kinanti, lalu kamu minta pada mereka agar kerja samanya tidak di berhentikan!"


"Kenapa harus Lisa Pa? Lisa tidak mau mempermalukan diri Lisa sendiri di depan mereka!"

__ADS_1


"Kamu yang membuat ulah jadi kamu juga yang harus bertanggung jawab! Papa tidak mau tau pakonnya kamu harus minta maaf pada mereka, kalau sampai kamu gagal, semua pasilitas kamu akan Papa sita termasuk uang gajih kamu Papa ambil untuk membereskan masalah perusahaan!"


Setelah mengatakan itu Rian langsung pergi ke kamar, ia sudah tidak ingin berdebat dengan putrinya yang menurutnya putri bodoh.


__ADS_2