Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 64 Di Kantor


__ADS_3

Setelah saling minta maaf Ali langsung mengajak istrinya untuk ikut ke kantor, awalanya istrinya menolak untuk ikut, tapi ia juga tidak tau tiba-tiba istrinya ingin ikut ke kantor.


Ali dengan senang hati mengiyakan ucapan dari istrinya, ia memang ingin mengajak istrinya ke kantor agar istrinya nanti bisa datang ke kantor sendiri jika ia sibuk di kantor.


Ali tidak ingin hanya karena masalah kantor nanti istrinya memiliki pikiran yang macam-macam, ia sudah kenal betul sipat istrinya yang selalu cemburu tanpa sebab.


Ali tau kalau istrinya cemburu artinya istrinya sangat mencintainya dan tidak mau kehilangannya, tapi ia tidak ingin hati istrinya terluka cuma karena hal yang belum jelas adanya.


Ali dan istrinya sudah ada di kantor, banyak karyawan dan karyawati yang tidak menyangka saat artis pendatang baru sekaligus filmnya sudah tayang di berbagai media itu adalah cucu dari Morgan Abraham.


Awalnya mereka hanya bisik-bisik tidak jelas saat Ali berjalan mengikuti Diana asisten pribadi dari Morgan Abraham.


Namun setelah Ali mengenalkan diri sebagai CEO baru mereka sangat terkejut, dan mereka tidak heran kenapa Ali langsung menjadi pemeran utama di Alfero Grup, ternyata Ali adalah pemilik sah dari Alfero Grup sendiri.


Setelah selsai pengenalan CEO baru Ali langsung pergi ke ruangannya bersama Kakek dan istrinya, setelah itu juga karyawan mulai membicarakan tentang Ali dan Kinanti.


"Aku pikir yang bakalan jadi CEO baru itu Reyhan, tidak taunya ternyata Pak Morgan masih memiliki cucu lelaki selain Reyhan, dan lebih tidak menyangkanya lagi cucunya itu Ali, lelaki yang pernah mengundurkan diri dari pekerjannya sebagai pengacara termuda."


"Hebat iya Ali, walau pun tidak di inginkan oleh Ayahnya, tapi ternyata Ali pemilik resmi Alfero Grup dan Afartement Alfero, lalu sekarang di angkat menjadi CEO di Alfero Isabel Grup."


Mereka semua mengetahui identitas Ali karena banyak manejer yang keberatan kalau Ali langsung menjadi CEO baru tanpa belajar terlebih dahulu, apa lagi usia Ali masih 22 tahun, tentu saja membuat banyak yang ke beratan.


Lalu Morgan membuka identitas Ali yang sudah mengurus Alfero Grup dan Apartement Alfero dari usia yang masih terbilang muda, bahkan Morgan juga membuka identitas Ali yang pernah bekerja sebagai pengacara.


Tentu saja banyak karyawan dan karyawati yang terkejut, ternyata Ali adalah putra dari Anisa Putri Alfero atau Kanaya Putri, mereka tidak heran kenapa Ali selalu memakai peci dan mantan seorang dewan santri, karena mereka semua sangat mengenal Anisa yang memegang teguh tentang ajaran agama.

__ADS_1


"Benar, beruntung banget iya yang menjadi Kinanti, tidak heran kenapa setiap video yang viral tentang Kinanti langsung hilang dalam sekejap, ternyata suaminya sultan, jelas tidak akan bisa membuat citra Kinanti jelek."


"Tapi sebenarnya tentang foto-foto awal menikah itu benar atau tidak iya sampai-sampai Aska membatalkan pernikahan?"


"Menurutku mungkin tidak benar, kalau benar adanya mana mungkin Pak Morgan menyetujui pernikahan cucunya dengan wanita yang sudah tidur tanpa status pernikahan."


"Lagian dunia modeling itu banyak yang licik, apa lagi Kinanti dari awal selalu menduduki peringkat nomer satu di Wijaya Grup, tentu saja banyak yang ingin menjatuhkan Kinanti."


"Tapi apa Kinanti benar mencintai Ali atau Kinanti hanya menganggap Ali pelarian?"


"Menurutku Kinanti itu cinta mati sama Ali, terlihat jelas dari sorot matanya dan penampilan Kinanti juga berubah 100%."


"Cinta dan pelarian itu berbeda, apa lagi mereka selalu terlihat mesra saat tertangkap kamera, pernikahan mereka itu benar-benar murni bukan di dasari karena tujuan."


"Aku iri sama Kinanti, coba kirim satu saja lelaki seperti Ali, tidak apa-apa tidak kaya seperti Ali, yang penting cerdas, tampan dan saleh."


Itu lah gosipan dari para karyawati setelah pengenalan CEO baru, bahkan masih banyak gosipan-gosipan lainnya tentang Ali dan Kinanti.


Morgan sedang ngobrol-ngobrol ringan bersama cucu dan cucu menantunya, sesekali ia tersenyum saat cucunya menceritakan tentang permasalahan tadi siang.


"Iya bagus Jamila, orang seperti mereka jangan kasih ampun, tampar saja sepuasnya, Kakek dukung kalau kamu melawan mereka, yang terpenting bukan kamu yang mencari masalah duluan."


Kinanti hanya tersenyum lebar, ia tidak menyangka kalau kepribadan suaminya dan Morgan sangat berbeda jauh, tidak seperti suaminya yang selalu memilih damai.


"Kakek memang yang terbaik, mengerti perasaan Kinanti."

__ADS_1


Kinanti berbicara sambil mengacungkan dua jempolnya dan itu mampu membuat Morgan tertawa lepas, ia merasa cucu menantunya mengingatakan Anisa saat kecil, terlihat wajah polosnya yang seperti senang saat mendapat pembelaan.


"Kakek, ngajarin Jamila tidak benar, heran kenapa Bunda memiliki Ayah aneh seperti Kakek!"


Ali tidak suka saat melihat Kakeknya terlalu memanjakan istrinya, ia tidak mau kalau istrinya nanti melakukan hal yang semena-mena, melawan memang boleh, tapi bukan berarti dengan kekerasan juga.


"Apa bedanya dengan kamu cucu badel yang menyuruh Romi untuk memutuskan kerja sama dengan Arseta Grup? Bukan'kah ini karena masalah istrimu?"


Ali hanya diam sambil mendengus kesal saat mendengar pertanyaan dari Kakeknya, ia memang sengaja tidak mengatakan tentang memberhentikan kerja sama pada istrinya, dan ia yakin kalau istrinya tadi tidak sadar saat ia mengatakan peringatan pada Lisa.


Morgan hanya tersenyum lebar saat melihat cucunya hanya diam sambil mendengus kesal.


"Kakek suka cara kamu membela istrimu, tapi istrimu juga harus tau kalau kamu itu membela istrimu dengan cara halus bukan cara kasar, agar istrimu tidak salah paham dan agar istrimu tau kalau kamu selalu berusaha menjaga hati istrimu agar hati istrimu tidak di lukai oleh orang lain."


Kinanti tidak menyangka kalau suaminya ternyata membelanya, ia baru ingat tentang ucapan suaminya yang mengancam Lisa dan mengatakan menghentikan kerja sama dengan perusahaan Lisa membuat ia tersenyum lebar, ia tidak menyangka kalau suaminya melawan orang yang telah menghinanya dengan cara halus.


"Jadi Mas memberhentikan kerja sama dengan orang tua Lisa untuk membela Jamila?"


Kinanti bertanya dengan raut wajah bahagia dan mata berbinar.


"Iya Jamila, tapi Mas tidak suka kalau Jamila melakukan kekerasan, Mas juga sakit hati saat Jamila di hina, tapi Mas sebisa mungkin agar tidak menggunakan kekerasan. Mas adalah kepala keluarga, tentu Mas harus menjadi contoh untuk istri dan anak-anak Mas kelak, jadi Mas minta Jamila berhenti main tangan, Mas tidak akan mengajari tentang kekerasan pada Jamila dan tidak suka kalau Jamila bertindak gegabah, paham?"


Ali berbicara sambil tersenyum pada istrinya, tidak ada seorang suami yang tidak sakit hati saat istrinya di hina, tapi ia sama sekali tidak mau membalas mereka dengan cara kasar, apa lagi ia tau kalau istrinya itu wanita yang bar-bar, wanita yang tidak takut dalam siapa pun dan berani melakukan kekerasan, jadi ia sebisa mungkin untuk tidak melakukan itu.


"Terima kasih Mas. Mas memang malaikat tanpa sayap."

__ADS_1


Kinanti berbicara sambil memeluk suaminya dan langsung di balas oleh suaminya. Morgan tersenyum lebar ia merasa bahagia melihat rumah tangga cucunya yang terlihat romantis dan ia berharap kalau rumah tangga cucunya seperti rumah tangganya hingga tua tetap romantis.


__ADS_2