
Romi sudah tau semenjak Kinanti dan Aska gagal menikah Kinanti dan Lisa sering sekali bertengkar.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Setelah memutuskan sambungan telponnya, Ali langsung memasukan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.
"Ali, sebenarnya kamu siapa? Tolong maafkan aku."
Lisa minta maaf dengan wajah menyesal dan lebih menyesal lagi ia tidak bisa mendekati Ali.
"Anggap saja itu sebagai pelajaran, dan kamu tidak perlu kuatir kamu masih bisa bekerja di Alfero Grup, tapi kalau kamu mencari masalah sekali lagi dengan istri saya akan saya pastikan kalau kamu di pecat dari sini!"
Mereka semua yang sedang menonton perdebatan itu membuat mereka bertanya-tanya siapa Ali sebenarnya, apa lagi mereka semua tau kalau Ali putra ke dua dari Kenan saat akan menikah, tapi mereka semua merasa kalau Ali memiliki perusahaan di atas Kesuma Grup.
"Mas."
Kinanti berjalan bersama Riana menghampiri suaminya, ia tau kalau suaminya sangat marah, saat mendengar suara dari suaminya.
Ali langsung melihat ke arah istrinya sambil tersenyum lebar, walau pun ia sedang marah, tapi ia tetap tersenyum saat melihat istrinya.
"Mas sudah, Jamila tidak apa-apa."
Bukan Kinanti tidak dendam, tapi ia kasihan saat melihat suaminya marah-marah karena membelanya, apa lagi ia tau kalau suaminya sangat ta'at agama, ia yakin kalau suaminya pasti sulit agar menahan emosinya.
"Iya memang kamu wanita kuat ko."
Ali sangat mengenal istrinya kalau istrinya wanita kuat dan berani, dan ia juga tau kelemahan istrinya jika ia sudah marah pasti istrinya menangis.
"Mas mau Jamila dan mereka bertiga saling minta maaf."
"Bukan Jamila yang mulai Mas, bagai mana bisa Mas menyuruh Jamila untuk minta maaf? Kenapa tidak di pecat saja mereka?"
Kinanti bertanya dengan raut wajah kecewa, rasa kasihan tadi hilang seketika saat mendengar permintaan dari suaminya. Mereka semua melihat ke arah Kinanti saat mendengar pertanyaan dari Kinanti.
__ADS_1
Ali menghela napas berat saat mendengar pertanyaan dari istrinya, ia mengelus kepala istrinya yang masih tertutup hijab, lalu mengecup kening istrinya cukup lama.
"Tenangkan dirimu Jamila, jangan menyikapi masalah dengan emosi. Bukan hanya Mas yang tidak suka dengan sikap Jamila, tapi Allah juga tidak suka pada orang yang memiliki dendam."
Ali tetap menasehati istrinya dengan baik, walau pun ia sendiri juga tidak terima saat istrinya di hina, bahkan ia juga memiliki dendam hingga menghentikan kerja sama dengan Arseta Grup.
Namun Ali tidak ingin istrinya salah langkah, istrinya masih banyak butuh bimbingan dari ia, untuk itu ia menasehati istrinya.
Kinanti menghela napas kasar, ia tidak tau kenapa suaminya selalu saja bersikap baik pada orang lain, walau pun ia tau kalau suaminya tetap membelanya, tapi tetap saja jawaban dari suaminya membuat ia kesal sendiri.
Kinanti merasa percuma walau pun memiliki suami kaya, tapi ia tidak bisa membalas orang-orang yang menghinanya dengan penderitaan.
"Mas itu ngeselin banget, bukannya membela Jamila!"
Kinanti berbicara dengan wajah marah karena kesal dengan suaminya.
"Lagian juga punya kedudukan apa suamimu sampai-sampai kamu ingin memecat artis senior? Jangan lupa kamu artis pendatang baru!"
Yang berbicara adalah artis yang menonton adegan pertengkaran mereka dari awal. Kinanti hanya diam, ia sama sekali tidak menanggapi pertanyaan dari sesama artis yang bernama Kelara, ia ingin tau jawaban apa yang akan di katakan suaminya pada Kelara.
"Artis pendatang baru atau artis senior, yang mencari masalah dengan istri saya siap-siap saja karena karir kalian ada di tangan saya!!"
Bunyi getar telpon membuat Ali menghentikan pembicaraannya, ia langsung mengambil ponselnya lalu langsung mengangkat telpon dari Kakeknya.
"Assalamualaikum Kek."
"Wa'alaikumsalam, cucu bandel kemana saja?! Sekitar 30 menit lagi pengenalan sebagai CEO baru, baru mau kenalan saja sudah tidak datang!"
Ali hanya tersenyum meringis saat mendengar omelan dari Kakeknya, ia yakin kalau wajah Kakeknya sudah memerah karena emosi, ia tau kalau Kakeknya paling tidak suka pada orang yang tidak disiplin.
"Iya sebentar lagi Kek, Jamila sedang ada masalah dengan teman seprofesinya."
"Pecat saja orang yang membuat masalah pada cucu menantu Kakek! Jangan di buat ribet dan jangan memandang kata kasihan, ingat istri itu perhiasan dunia!"
Ali menghela napas kasar saat Kakeknya membela istrinya, bukan membela memberi masukan ke jalan yang benar, tapi Kakeknya menyuruh istrinya memiliki dendam.
__ADS_1
"Terserah Kakek, Ali tutup dulu telponnya. Assalamualaikum!"
Ali lebih memilih mengakgiri sambungan telponnya, ia tidak mau lama-lama berdebat dengan Kakeknya yang tidak bisa memberi nasehat yang benar.
"Wa'alaikumsalam!"
Setelah memutuskan sambungan telponnya Ali langsung memasukan lagi telponnya ke dalam saku celananya.
"Gini Kalisa, Lisa, dan Erik, saya ingin kamu minta maaf pada istri saya, termasuk istri saya juga akan minta maaf pada kalian, tapi saya tidak mau kalau kejadian ini terulang lagi. Apa lagi sampai main tangan, mungkin bukan hanya karir kalian yang akan hancur, saya juga akan menuntut kalian ke pengadilan, bukan saya sangat memajakan istri saya, tapi yang memulai di cctv bukan istri saya."
"Tidak ada sejarahnya Kalisa minta maaf, apa lagi pada artis pendatang baru."
Sasa berbicara sambil tersenyum mengejek pada Kalisa, ia memang tidak suka pada Kalisa yang terlihat alim, tapi Kalisa selalu merasa berkuasa dan Kalisa selalu menindas pendatang baru yang langsung populer, Kalisa selalu tidak suka dengan hal itu.
"Sa, tolong diam, saya masih banyak kesibukan, tapi saya harus segera menyelsaikan masalah ini."
"Iya Maaf Ali, itu memang pakta."
Erik menghela napas berat saat mendengar Sasa menyudutkan Kalisa, apa ia tidak tau banyak tentang Kalisa walau pun sesama artis senior dan selalu bermain di film yang sama.
Ali langsung melihat jam tangannya, ia menghela napas berat saat melihat waktunya yang semakin mepet.
"Erik, silahkan kamu minta maaf lebih dulu di mulai dari lelaki."
Erik menghela napas panjang karena ia ikut membela Kalisa hingga ia mendapatkan imbasnya, apa lagi ia juga tidak tau siapa Ali, yang jelas ia merasa kalau Ali sangat berkuasa di Alfero Grup.
Terlebih Erik tau kalau Reyhan dan Jamilah saja tidak terlihat angkuh seperti Ali saat ada masalah, tapi ia juga tau banyak orang yang tidak ingin mencari masalah dengan Reyhan dan Jamilah, karena mereka tau kalau Reyhan dan Jamilah adalah keponakan dari Alfero Grup, jadi hanya beberapa orang saja yang mencari masalah pada Reyhan dan Jamilah.
"Iya aku minta maaf Kin, aku sangat salah, aku tidak tau apa-apa, tapi sudah ikut campur dengan urusan Kalian."
"Aku tidak mau memaafkan kamu! Mulut kamu itu seperti cabai!"
Setelah mengatakan itu Kinanti menghela napas kasar, enak sekali Erik minta maaf dengan mudah setelah mulutnya itu menghina ia habis-habisan.
Ali beristighfar sambil mengelus dada saat mendengar bentakan dari istrinya, ia harus memiliki ekstra sabar saat menghadapi istrinya yang selalu saja bersikap kanak-kanakan.
__ADS_1
"Jamila, tidak boleh seperti itu, sekarang Jamila maafkan Erik dan minta maaf juga, tolong Jamila mengerti Mas sedikit saja."
"Jamila tidak mau memaafkan mereka!"