Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 63 Saling minta maaf tidak tulus


__ADS_3

Kinanti sangat kesal saat mendengar permintaan dari suaminya, untuk apa suaminya memiliki segalanya kalau masalah seperti itu saja menyuruh ia saling memaafkan, apa lagi menurut ia ucapan mereka itu tidak pantas di maafkan.


"Setiap orang pasti memiliki kesalahan Jamila, ayo maafkan Erik, dan Jamila juga harus minta maaf pada Erik karena Jamila sudah menyiram Erik pakai sambal, itu bahaya kalau masuk ke dadanya rasanya perih."


Ali berusaha membujuk istrinya walau pun ia sudah tidak memiliki banyak waktu karena perdebatan itu.


Erik yang melihat kelakuan Kinanti ia merasa jijik dan risih, apa lagi usia Kinanti lebih tua dari Ali, tapi Kinanti bersikap kanak-kanakan. Erik merasa kalau Kinanti tidak bercermin dengan usianya sendiri, usia Kinanti sudah cocok memiliki anak, tapi Kinanti masih saja bersikap konyol.


Andai saja Kinanti itu istrinya, ia sudah mengomeli Kinanti habis-habisan saat Kinanti bersikap seperti anak kecil, tapi tidak dengan Ali, Ali begitu sabar menghadapi sikap kanak-kanakan istrinya, sedangkan ia yang melihat adegan itu saja sudah sangat kesal.


Kinanti menghela napas berat saat mendengar ucapan dari suaminya lagi, ia akui kalau ia memang salah, tapi saat menyiram sambal pada Erik ia tidak senangaja, itu karena Erik yang menghalangi ia untuk menyiram sambal pada Kalisa.


"Iya sudah Jamila maafkan Erik. Erik, aku juga minta maaf."


Ali tersenyum lebar saat mendengar ucapan dari istrinya, ia tau kalau istrinya masih terpaksa dalam hal minta maaf, tapi ia tidak akan berbicara masalah itu, ia membiarkan istrinya terbiasa dalam sikapnya.


"Iya tidak apa-apa Kin."


Erik berbicara sambil tersyum lebar yang di paksakan, walau pun ia sudah sangat kesal saat melihat sikap kanak-kanakan dari Kinanti.


"Sekarang giliranmu Kalisa."


Kalisa menghela napas berat, ia belum pernah minta maaf pada artis junior, bagai mana bisa ia minta maaf pada artis junior membuat ia penasaran memiliki kedudukan apa Ali di Alfero Grup, ia yakin kalau Ali bukan sekedar artis di Alfero Grup, karena melihat Ali sangat berani.


Beberapa menit Kalisa hanya diam saat mendengar ucapan dari Ali, ia yang selalu menjujung tinggi martabatnya, tapi di suruh minta maaf pada artis pendatang baru.


"Aku minta maaf Kin karena telah menghinamu."

__ADS_1


Setelah beberapa menit akhirnya Kalisa minta maaf juga pada Kinanti, bukan ia takut dengan kedudukan Ali yang belum ia ketahui, ia sama sekali tidak peduli dengan kedudukan Ali, tapi ia minta maaf pada Kinanti karena ia tidak mau kalau Ali sampai menganggap ia wanita jahat.


Sekarang saja Kalisa tidak bisa mendekati Ali, apa lagi kalau ia tidak minta maaf, bisa jadi Ali akan membencinya, ia tidak mau itu terjadi, ia akan berjuang untuk mendapatkan Ali.


Kalisa memang tidak peduli kalau Ali sudah menikah, cintanya masih sama besarnya pada Ali, mau pun dulu saat Ali masuk sebagai pengacara atau sekarang saat Ali sudah memiliki status suami orang, yang jelas ia hanya ingin memiliki Ali.


Setelah mendengar permintaan maaf dari Kalisa, tawa semua orang pecah, tidak termasuk Ali, Kinanti dan Erik, mereka hanya diam.


Mereka baru pertama kali melihat Kalisa minta maaf pada teman seprofesinya, biasanya Kalisa selalu saja melakukan hal yang semena-mena.


Kalisa yang mendengar tawa dari mereka, ia menghela napas berat, ia tau kalau mereka sedang mengejeknya karena ini pertama kalinya ia minta maaf pada sesaorang, apa lagi Kinanti artis pendatang baru hingga ia merasa harga dirinya seperti sedang di ijak-injak.


"Ayo Jamila maafin Kalisa juga, tidak baik memiliki dendam."


"Tidak mau!!! Mas itu selalu saja baik, Jamila tidak suka!!!"


Ali menghela napas berat saat mendengar teriakan dari istrinya, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya, tangan kananya ia tempelkan di ubun-ubun istrinya, ia langsung membaca do'a untuk meredamkan amarah istrinya.


"Tenangkan dirimu Jamila, seharusnya Jamila senang saat di hina oleh orang lain, yang penting kita tidak menghina mereka, karena kita akan mendapatkan pahala, jika kita menerima hinaan itu dengan berlapang dada."


Kinanti menghela napas berat, ia mencoba mengatur napasnya sambil beristighfar di dalam hatinya saat mendengar nasehat dari suaminya, ia memang tidak bisa menjadi orang baik saat orang itu sudah menghinanya habis-habisan.


"Mas tau kalau Jamila memang sakit hati, tapi memiliki dendam itu akan lebih sakit hati lagi Jamila, dan perlu Jamila ingat, seharunya kita sebagai manusia, mencoba untuk membuat hati kita tetap bersih, karena kelak setiap perbuatan akan di pertanggung jawabkan, walau pun kecil seperti kutu, tetap setiap perbuatan akan di pertanggung jawabkan."


"Apa mereka semua akan mendapatkan karma?"


Kinanti bertanya dengan wajah biasa saja, ia sudah bisa meredam amarahnya, ia tidak tau do'a apa yang di bacakan oleh suaminya, tapi mampu membuat hatinya jauh lebih baik.

__ADS_1


Ali tersenyum lebar, ia mengecup kening istrinya sekilas saat mendengar suara istrinya yang sudah bisa meradamkan amarahnya.


"Bukan karma dalam islam Jamila, tapi kifarat, kalau karma hanya perbuatan jahat saja yang mendapatkannya, tapi kalau kifarat, mau perbuatan jahat dan baik yang kita lakukan akan di balas oleh Allah, kalau Jamila memaafkan orang-orang yang punya salah pada kita dengan ikhlas, Jamila akan mendapatkan pahala."


Kinanti hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"Iya aku maafin kamu Kalisa, dan aku juga minta maaf karena sudah nampar kamu."


Ucapan memaafkan dan minta maaf tidak ikhlas itu akhirnya keluar juga dari mulut Kinanti.


"Iya tidak apa-apa, aku juga tadi nampar kamu."


"Nah, sekarang kamu Lisa, minta maaf pada istri saya."


Lisa menghela napas kasar, ia tidak menyangka kalau ia akan selalu di bawah Kinanti, ia sudah menyingkirkan Kinanti dari dunia modeling dan menggagalkan pernikahan, tapi sekarang Kinanti tetap saja di atasnya.


Namun pada akhirnya Lisa memurtuskan untuk minta maaf pada Kinanti, tapi bukan berarti ia minta maaf dari hati, ia hanya minta maaf dari mulut, karena sampai kapan pun ia akan tetap membenci Kinanti dan ingin melihat kehidupan Kinanti hancur sehancur-hancurnya.


"Iya aku minta maaf Kinanti, karena selalu mencari masalah denganmu."


"Iya tidak apa-apa, aku juga minta maaf."


"Iya aku sudah maafin kamu."


Ali langsung merangkul pinggang istrinya sambil melihat ke arah Lisa sekilas lalu menunduk.


"Ini adalah peringatan terakhir untuk kamu, masih bersyukur saya hanya memberhentikan kerja sama, tapi kalau kamu mengulanginya lagi, akan aku pastikan tidak akan ada infestor yang mau bekerja sama dengan perusahaan orang tuamu, termasuk karirmu akan saya masukan ke daftar hitam di seluruh perusahaan agar tidak ada yang menerima kamu untuk bekerja."

__ADS_1


Lisa menghela napas berat, ia ingin segera tau siapa Ali sebenarnya, kenapa Ali sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.


Bukan hanya Lisa, tapi semua orang juga di buat terkejut dengan ucapan Ali yang terkesan mengancam Lisa, mereka juga ikut penasaran siapa sebenrnya Ali. Namun mereka semua tidak ada yang berani bertanya pada Ali siapa Ali sebenarnya,


__ADS_2