Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 36 Berandai-andai


__ADS_3

Kinanti tidak bisa berkata-kata saat tau suaminya memiliki nama Alfero, itu artinya Reyhan Alfero dan Jamilah Alfero adalah sepupu dari suaminya. Ali langsung mengecup kening istrinya saat melihat reaksi dari istrinya.


"Maafkan Mas Jamila, Mas sudah membohongi Jamila hampir 1 bulan ini, Mas adalah pemilik seluruh Apartement ini termasuk Alfero Grup, itu kenapa Mas bisa dengan mudah masuk ke dunia peran."


Kinanti sangat terkejut dengan pengakuan dari suaminya, walau pun ia sudah melihat KTP dari suaminya, tapi ada rasa tidak percaya saat tau ternyata suaminya pemilik Alfero Grup, tidak heran ia menjadi pemeran utama walau pun artis baru.


Apa lagi Kinanti sudah di pecat dari Wijaya Grup karena scandal foto-foto, namun ada juga rasa bahagia saat tau kalau suaminya memiliki marga Alfero, bukan bahagia karena suaminya kaya, tapi karena ia tau kalau Jamilah adalah adik sepupu dari suaminya.


Setidaknya walau pun netizen mencocokan suaminya bersama Jamilah, ia tidak takut di tinggal suaminya karena mereka sepupu.


"Maafkan Mas, kamu boleh marah pada Mas, tapi tolong jangan pernah meminta berpisah karena Mas telah membohongimu. Mas hanya ingin mendidik Jamila untuk lebih baik lagi, dan Mas ingin Jamila mencintai kekurangan Mas juga, bukan karena harta Mas. Mas tau kalau Mas salah menilai Jamila. Jamila bukan wanita yang gila harta, tapi saat itu Mas belum mengenal kepribadianmu, sekali lagi Mas minta maaf."


Walau pun Ali sudah mengenal istrinya di masa lalu, tapi sifat sesaorang itu jelas bisa kapan saja berubah.


"Itu artinya Jamilah adik sepupu Mas?"


Bukannya menjawab permintaan maaf dari suaminya, tapi Kinanti bertanya hal yang lain.


"Iya Jamila, dia adik sepupu Mas. Apa Jamila tidak marah pada Mas?"


"Tidak, bahkan Jamila sangat bahagia, bukan karena Mas kaya, tapi karena ternyata Jamilah adik sepupu Mas, setidaknya walau pun netizen mencocokan Mas dan Jamilah, Mas tidak akan tergoda oleh bujuk rayu netizen karena Jamilah adalah adik sepupu Mas."


Ali tersenyum saat mendengar pikiran unik dari istrinya, ia pikir perihal netizen itu istrinya sudah lupa, tapi ternyata istrinya masih mengingat hal itu.


Ali langsumg menarik istrinya dalam pelukannya, ia bernapas lega saat mendengar jawaban dari istrinya.


"Pantas saja Mas bisa memecat cecunguk yang sudah mencari gara-gara sama Jamila."


Kinanti membalas pelukan dari suaminya sambil mengatai orang lain cecunguk.


"Mereka itu manusia Jamila, bukan cecunguk."


"Itu pakta kalau mereka itu cecunguk."


Ali menghela napas berat saat mendengar istrinya yang tidak mau mengalah.

__ADS_1


"Pantas saja Mas bisa membelikan mobil sport untuk Jamila, jadi kesannya Jamila di buang oleh emas dan di ambil oleh berlian. Hahaha...!"


Setelah mengatakan itu tawa Kinanti pecah, ia sangat bahagia, bahkan lebih bahagia lagi ternyata ucapannya benar adanya kalau Lisa akan selalu di bawahnya, buktinya ia sekarang memiliki suami pemilik Alfero Grup.


"Jadi Lisa di bawah Jamila lagi deh Mas walau pun misalnya Aska bersama Lisa."


Ali hanya mengusap-usap kepala istrinya sambil mendengar ocehan dari istrinya.


"Jadi Morgan itu Kakek Mas?"


"Iya Jamila, hari minggu depan kita akan ke sana karena Kakek ingin kita kesana."


Kinanti sangat terkejut saat mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menatap lekat mata suaminya.


"Bagai mana kalau mereka tidak setuju dengan pernikahan kita Mas? Bagai mana kalau mereka mempermasalahkan soal kasta? Atau mempermasalahkan foto-foto tidur Jamila? Jamila takut ini terjadi Mas?"


"Keluarga Mas tidak akan mempermasalahkan itu, sudah mas bilang kalau Bunda mengatakan menikahi lah wanita yang kamu cintai, walau pun wanita itu seorang pelacur, yang jelas asalkan wanita itu mau di bimbing oleh kamu."


"Tapi itu hanya Bunda bukan keluarga yang lainnya Mas."


Kinanti sangat kuatir, kalau keluarga suaminya mengatakan tidak di restui karena berbeda kasta, ia akan berpisah dengan suaminya, tapi kalau misalnya keluarga suaminya menyuruh suaminya memilih harta atau istri seperti di novel-lovel yang ia baca, ia harus bagai mana.


"Baik Mas."


Walau pun Kinanti masih sedikit cemas, tapi ia tetap mempercayai ucapan dari suaminya kalau keluarga suaminya itu tidak akan mengatakan hal yang ia takutkan.


"Mas masih sibuk?"


"Iya, kalau Jamila sudah ngantuk, Jamila tidur duluan saja, Mas masih harus menyelsaikan dokumen ini, besok pagi akan di ambil oleh asisten Mas untuk meeting."


Kinanti menghela napas kasar karena ia malam ini tidak mendapatkan ciuman, biasanya saat akan tidur ia dan suaminya selalu berciuman dulu baru tidur.


Ali mengelus kepala istrinya sambil tersenyum lebar, ia tau kalau istrinya sedang menahan sesuatu.


"Sini Mas sayang dulu biar Jamila tidur nyenyak."

__ADS_1


Kinanti menganggukan kepalanya, dengan senang hati ia memajukan wajahnya untuk mendapatkan ciuman dari suaminya.


Ali langsung mulai mencium bibir istrinya, bibir bawah istrinya ia gigit pelan, lalu lidahnya langsung bermain di rongga mulut istrinya.


Kinanti juga membalas ciuman dari suaminya, entah sampai kapan ia akan terus menyandang status perawan, karena sampai sekarang suaminya masih tidak meminta haknya.


Sedangkan Kinanti sendiri selalu menjungjung tinggi rasa gengsi karena tidak ingin di ejek oleh suaminya. Apa lagi saat itu Kinanti sudah di ejek oleh suaminya dengan kata jadi kamu sudah mencintai lelaki kecil seperti saya, kata-kata itu masih saja terdengar dalam ingatannya hingga ia memilih untuk menahan gairahnya dari pada nanti di ejek.


Setelah sekitar 12 menit Ali dan istrinya menghentikan ciumannya karena kehabisan napas, tapi kali ini yang kehabisan napas lebih dulu adalah istrinya, sedangkan ia masih biasa saja.


"Mas sudah nambah ilmunya."


Ali berbicara sambil mengusap bibir tipis istrinya.


"Ilmu apa Mas?"


Kinanti bertanya dengan tatapan bingung saat melihat wajah suaminya yang terlihat bangga dan senang.


"Jamila lebih dulu kehabisan napas dari pada Mas."


Kinanti langsung memukul pelan dada suaminya sambil tersenyum malu.


"Mas itu pintar, tentu saja lama-lama lebih pintar Mas dari pada Jamila."


Ali hanya tersenyum lebar, ia langsung mengecup kening istrinya sekilas.


"Sudah Jamila tidur duluan, Mas akan bekerja lagi."


"Iya Mas."


Kinanti langsung mencium ke dua pipi suaminya, lalu ia langsung turun dari pangkuan suaminya, ia langsung berjalan ke arah ranjang lagi.


Setelah membaringkan tubuhnya, Kinanti menatap suaminya yang sedang menatap berkas dan jari-jarinya bermain di laptop dengan wajah serius.


"Aduh Kinanti mimpi apa kamu dulu sampai bisa di nikahi lelaki seperti Mas Ali, tau Mas Ali sebagai pengacara saja aku sudah cinta pada Mas Ali. Mas Ali masih terlalu muda, tapi sudah memiliki tanggung jawab yang besar, pasti sangat sulit untuk mengelolah segalanya sendiri." batin Kinant

__ADS_1


Lalu Kinanti mengelus perut ratanya sendiri sambil berandai-andai.


"Andai dulu saat malam pertama aku tidak mengatakan belum siap, mungkin di sini sudah hadir buah cinta kita sekarang, andai dulu aku tidak meragukan Mas Ali, aku tidak akan memiliki status istri, tapi masih perawan." batin Kinanti


__ADS_2