
Sebenarnya Kinanti ingin melihat Patan menderita karena telah membuatnya menderita selama ini, tapi ia tidak bisa menolak ucapan dari suaminya, ia juga tidak mau kalau ke dua adik dari Patan putus sekolah hingga ia menemukan solusi untuk membuat Patan mendekam di penjara.
"Kenapa Mas tidak membiyayai adik-adiknya Patan dan ibunya saja Mas, lalu Patan tetap di penjara, rasanya tidak adil kalau Patan lepas dari tanggung jawab, selama ini Jamila sudah sangat menderita karena masalah itu, tapi setelah menemukan pelakunya Mas melepaskan pelakunya begitu saja? Jujur saja Jamila sangat kecewa sama Mas, kalau Mas tidak mau membiyayai mereka biar Jamila yang membiyayai mereka, Jamila akan memberikan uang bulanan sesuai seperti gajih Patan."
Ali menghela napas berat saat mendengar ucapan panjang dari istrinya, ia pikir saat mengatakan pada istrinya itu tidak akan memperpanjang masalahnya, tapi ternyata istrinya masih ingin memperpanjang masalahnya.
"Jamila, dendam itu tidak baik."
Ali berbicara sambil mengelus kepala istrinya yang tertutup hijab.
"Jamila tidak dendam Mas, Jamila hanya ingin mendapatkan keadilan. Selama ini Jamila sudah sangat menderita, tapi yang sudah membuat Jamila menderita bebas gitu saja, itu sangat tidak adil Mas!"
Pak Samsul yang mendengar ucapan dari Kinanti ia sangat setuju kalau Patan di tuntut ke jalur hukum, karena selama ini ia juga percaya kalau gosip itu benar, dan membuat pikirannya berpikir jelek, bukan hanya ia semua orang juga sudah berpikir jelek tentang Kinanti dan Kinanti juga sampai di pecat dari pekerjaannya, jadi tidak salah kalau Kinanti ingin menuntut Patan ke jalur hukum.
Romi menghela napas berat, ia sedikit tidak mengerti kenapa Ali mencintai Kinanti yang menurutnya tidak pernah mendengarkan ucapan dari Ali sedikit pun, belum lagi sifat bar-barnya yang menurutnya tidak cocok bersama Ali, lelaki yang sangat alim dan tidak pernah memiliki dendam pada orang lain.
Apa lagi menurut Romi Ali itu sudah berkali-kali bahkan tiap hari menasehati Kinanti, tapi tidak ada pelajaran yang masuk di otak Kinanti.
"Apa Jamila tidak kasihan dengan adik-adik Patan kalau sampai Patan masuk ke penjara? Mas yakin kalau adik-adik Patan akan di ejek oleh teman-temannya dan itu akan mempengaruhi perkembangan mereka, mereka berdua akan tertekan karena masalah itu. Jamila, menurut Mas cukup Patan mengakui saja pada media kalau Patan yang menjebak Jamila. Mas tidak membela Patan, Mas juga marah karena jebakan itu banyak orang yang menghina Jamila, tapi Mas tidak mau membuat adik-adik Patan menjadi stres karena masalah ini."
Patan yang mendengar ucapan dari Ali, ia sangat merasa bersalah, saat ia sudah melakukan kejahatan yang sangat besar, tapi Ali masih memikirkan adik-adiknya, sedangkan ia sendiri tidak memikirkan resiko apa yang akan ia dapatkan, yang ia pikirkan saat itu hanya membantu Lisa saja.
"Kenapa Jamila harus memikirkan adik-adik Patan kalau Patan sendiri tidak memikirkan perasaan adik-adiknya saat akan bertindak?! Bahkan Patan tidak memikirkan resikonya karena Patan hanya memikirkan perasaan Lisa, wanita jallang tidak tau di untung! Rasanya Jamila ingin sekali membuka aib Lisa kalau Lisa sudah pernah tidur dengan lelaki!"
__ADS_1
Awasalnya Patan akan marah saat mendengar ucapan dari Kinanti kalau Lisa wanita jallang, tapi saat Kinanti ingin membuka aib Lisa, itu artinya Kinanti memang memiliki bukti kalau Lisa sudah pernah tidur dengan lelaki.
Patan benar-benar tidak menyangka kalau Lisa ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki, apa lagi selama ini ia merasa sangat mengenal sifat Lisa dengan baik, tapi ternyata ia memang belum mengenal baik sifat Lisa, dulu Lisa mengatakan mencintai Aska, tapi nyatanya Lisa memang tidak mencintai Aska, melainkan Lisa hanya ingin berdiri paling depan dari Kinanti.
Apa lagi tadi Kinanti mengatakan kalau Lisa telah merayu Ali, itu artinya Lisa memang hanya ingin di depan Kinanti bukan mencintai Aska, membuat Patan tidak menyangka kalau wajah baik yang selalu Lisa tunjukan padanya itu bukan wajah aslinya, melainkan topeng untuk menutupi kejahatannya.
"Kalau masalah Lisa, jelas Mas akan membawa Lisa ke jalur hukum Jamila, Patan hanya membantu Lisa, tapi Lisa yang merencanakan ini semua, menurut Mas Lisa memang sudah tidak bisa kita beri toleransi karena Lisa berkali-kali menyakitimu."
Walau pun Lisa seorang wanita, Ali tidak akan mau ke jalur damai lagi dengan Lisa, selama ini ia sudah memberikan toleransi berkali-kali, apa lagi ia sudah bertekad jika menemukan dalangnya, ia tidak akan menerima jalur damai.
"Mas tidak bohong sama Jamila'kan? Jamila ingin Lisa merasakan apa yang telah Jamila rasakan, Jamila ingin Lisa merasakan di kucilkan oleh semua orang seperti semua orang mengucilkan Jamila."
"Iya Jamila, Mas sangat serius, Pak Samsul tolong telpon Lisa untuk datang ke ruangan saya."
Pak Samsul langsung menelpon nomer Lisa, setelah di angkat ia berbicara lebih dulu.
"Lisa, tolong kamu datang ke ruangan Mas Ali, pintu ruangan yang ada pita kecil."
"Baik Pak."
Setelah itu Pak Samsul langsung memutuskan sambungan telponnya. Kinanti tersenyum lebar saat suaminya membelanya, walau pun ia tidak bisa membuat Patan di penjara, tapi ia tidak masalah kalau Lisa yang di penjara. Setelah sekitar 3 menit pintu ruangan Ali di ketuk.
Tok-tok.
__ADS_1
"Masuk!"
Ali berteriak untuk menyuruh Lisa masuk. Lisa masuk dengan perasaan takut, yang awalnya ingin memiliki Ali, tapi sekarang tidak, ia tidak mau memiliki urusan dengan Ali, walau pun hatinya masih menginginkan mendapatkan Ali, tapi ia tidak mau mengambil resiko lagi, ia tidak mau perusahaan orang tuanya semakin hancur karena ulahnya.
Lisa sangat terkejut saat melihat Patan ada di sana, ia sedikit was-was, ia takut kalau jebakannya selama ini sudah terungkap.
Apa lagi sekarang Lisa mendapatkan banyak kesusahan, dari ia yang mulai di jauhi oleh ke dua temannya karena ia tidak jujur memiliki masalah apa dengan Ali, lalu perusahaan orang tuanya akan bangkrut, dan ia di suruh untuk memohon pada Ali dan Kinanti oleh orang tuanya, tapi ia sampai sekarang masih belum mendapatkan hasil karena Ali dan Kinanti menolak permintaannya.
Tadinya hari ini Lisa akan berusaha lagi agar Ali atau Kinanti mau bekerja sama lagi dengan perusahaan orang tuanya, tapi belum juga ia mengatakan hal itu, sekarang ia pasti akan di hadapkan masalah baru lagi.
"Silahkan duduk dulu Lisa."
Ali berbicara tanpa melihat ke arah Lisa, ia hanya fokus menatap ke arah istrinya.
"Iya."
Dengan perasaan takut Lisa langsung duduk di samping Patan.
"Apa salah saya hingga kamu tega ingin menghancurkan karir dan pernikahan saya Lisa?!"
Kinanti bertanya dengan panggilan yang sama pada dirinya sendiri yaitu saya, bagi ia sekarang Lisa hanyalah orang asing, ia juga merasa memang seperti tidak pernah mengenal sosok Lisa, karena Lisa yang selalu ia anggap sahabat terbaik, tapi tega menusuknya dari belakang.
"Kamu itu wanita kejam Lisa!"
__ADS_1
Lisa hanya diam saja saat di tanya oleh Kinanti, ia tidak menyangka kalau masalah tentang foto Kinanti tidur dengan lelaki sudah tetungkap.