
Kinanti yang di bilang wanita jallang oleh Lisa, ia mengerutkan keningnya, bukan'kah yang harus mengatakan jallang itu ia pada Lisa karena pernah tidur denga seorang lelaki.
"Sungguh miris nasibmu Lisa, kamu memutarkan balikan pakta, bukan'kah kamu yang pernah tidur dengan lelaki tanpa ikatan pernikahan?!"
Kinanti berbicara masih sambil bersidakep dada dan memberikan senyuman mengejek pada Lisa.
"Kamu juga wanita murahan, kalau bukan wanita murahan mana mungkin kamu mau menikah dengan Ali, bukan'kah saat akan menikah kamu hanya mencintai Aska? Lalu kenapa kamu mau menerima Ali menjadi suami kamu? Apa kamu mau menikah dengan Ali karena Ali pemilik Alfero Grup? Bahkan Ali pewaris Alfero Isabel Grup, jadi siapa yang lebih murahan kamu atau aku yang lebih murahan?!"
Lisa bertanya dengan senyum mengejek pada Kinanti, ia yakin kalau Kinanti mau menikah dengan Ali karena Ali memiliki marga Alfero, apa lagi marga Alfero sudah sangat terkenal mau pun dalam dunia bisnis atau pun dalam perusahaan medianya.
"Saya tidak pernah tau kalau Mas Ali adalah pemilik Alfero Grup, yang saya tau saat itu Mas Ali hanya lelaki alim yang memiliki iman, bonusnya Mas Ali sangat tampan dan imut, kalau pun saya mau menikah dengan Mas Ali karena harta kekayaan yang di miliki Mas Ali, saya tetap lebih terhormat dari pada kamu, saya memiliki ikatan pernikahan, sedangkan kamu memiliki status pacar pun tidak, jadi menurutmu lebih murahan saya atau kamu?!"
"Dasar wanita kurang ajar!!"
Lisa berbicara sambil mengangkat tangannya untuk menampar Kinanti, tapi Patan dengan sigap menahan tangan Lisa sebelum Kinanti menangkap tangan Lisa.
"Aku tidak menyangka kalau kamu suka main kekerasan!"
Patan berbicara sambil menghempaskan tangan Lisa hingga Lisa terhyung ke belakang dengan posisi duduk di sofa.
"Kurang ajar kamu Patan!"
Lisa langsung berdiri lagi, ia menatap tajam pada Patan.
"Pak CEO, lebih baik kita segera konfirmasi tentang kebohongan Lisa, agar tidak membuang-buang waktu, karena saya tidak ingin melihat Lisa yang semakin kurang ajar, dan saya menyesal telah membantu wanita berbisa seperti Lisa!"
"Kamu memang benar, lebih cepat lebih baik, Pak Samsul tolong siapkan segalanya."
"Baik Mas, saya permisi dulu."
__ADS_1
Pak Samsul sudah tau kemana arah pembicaraan dari Ali, bagai mana pun ia sudah lama menjadi kepercayaan Alfero Grup.
Pak Samsul langsung keluar dari ruangan Ali untuk menyiapkan ruangan dan wartawan. Sedangkan Patan bernapas lega, ia sudah sangat muak saat melihat perdebatan Lisa dan Kinanti, seharusnya Lisa itu memiliki malu, tapi Lisa tidak memiliki malu, ia sangat menyesal telah membantu Lisa, wanita yang sangat tidak pantas untuk ia bantu.
"Aku tidak ingin mengkonfirmasi masalah itu, kamu tidak bisa mengaturku Ali!"
"Saya ingin kamu membersihakan nama baik istri saya, kamu harus berani bertanggung jawab apa yang telah kamu lakukan Lisa, jangan jadi wanita yang tidak bertanggung jawab, apa kamu tidak takut yang namanya dosa?"
"Kamu bilang aku takut yang namanya dosa? Aku sama sekali tidak takut, karena bagiku membuat dosa adalah makanan setiap hari, aku bukan Kinanti yang hanya ingin mendapatkan perhatian dari lelaki hingga merubah semua penampilannya dan tutur katanya di depanmu, tapi yang jelas aku tidak akan mau mengonfirmasi masalah itu."
"Walau pun kamu tidak mengonfirmasi, Patan akan mengonfirmasi dan kita sudah memiliki rekaman Cctv tentang kamu, tapi satu hal yang harus kamu ingat, saya sudah pernah bilang kalau kamu membuat ulah, bukan hanya kamu yang menanggungnya, tapi seluruh keluarga kamu, bukan hanya perusahaan orang tuamu, tapi perusahaan lain dari keluargamu akan ikut hancur!"
"Sialan kamu Ali! Tampang kamu pura-pura alim, ternyata kamu sangat brengsek! Kamu bahkan tega membuat orang lain menderita, apa kelakuan itu ada di ajaran pesantren? Setau aku pelajaran itu tidak ada, tapi kamu berlaku tidak bermanusiawi, kamu seperti bukan keluaran dari pesantren, tapi kamu seperti piskopat!!!"
"Saya bisa lebih sadis saat orang lain mengusik orang-orang yang sangat saya sayang, saya memang belajar agama, tapi bukan berarti saya tidak memiliki emosi, mau kamu mengonfirmasi atau tidak, polisi akan datang untuk menjemput kamu di sini, saya ingin kamu belajar bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu lakukan!"
Lisa berteriak marah, bahkan teriakan itu sampai terdengar ke luar karena Ali memang sengaja tidak memasang ruangan kedap suara, ia membiarkan orang-orang menguping pembicarakannya bersama mereka.
"Mau kamu mengatakan saya sialan dan semacanya, saya sama sekali tidak perduli!"
Setelah sekitar 10 menit Pak Samsul keluar dari ruangan Ali, ia langsung mengetuk pintu ruangan Ali.
Tok-tok.
"Masuk!"
Pak Samsul langsung masul ke dalam.
"Mas, semuanya sudah siap."
__ADS_1
"Iya Pak, terima kasih banyak."
"Sama-sama Mas."
"Ayo Lis kita segera konfirmasi semua masalahnya agar segera cepat selsai!"
"Aku tidak mau!!!"
Lisa berteriak lagi saat di ajak oleh Patan.
"Pak Samsul mari lebih dulu."
"Baik Patan."
Patan langsung menarik paksa pergelangan tangan Lisa sambil berjalan mengikuti Pak Samsul yang berjalan lebih dulu, sedangkan di belakangnya Ali bersama istrinya dan di belakangnya lagi Romi yang sudah membawa bukti CCtv dalam laptop.
"Lepas Patan gila!!"
Semua orang mulai bisik-bisik tidak jelas saat Patan menyeret paksa Lisa, mereka penasaran ada hubungan apa Patan dan Lisa hingga Patan menarik psksa Lisa, belum lagi Romi, banyak yang mengenal Romi sebagai asisten Alfero Grup, hanya saja mereka tidak pernah tau siapa pemilik Alfero Grup.
Mereka semua yakin kalau perkaranya karena Kinanti, selama ini Lisa hanya bertengkar bersama Kinanti, ia yakin pasti Ali yang membuat masalahnya menjadi di perpanjang.
Selama ini mereka semua menilai kalau Ali lelaki lemah lembut, tapi ternyata di luar dugaannya kalau Ali bukan lelaki seperti itu, mereka semua tau sekarang kalau Ali seorang lelaki tegas dan siapa pun yang memiliki masalah dengannya maka siap-siap menerima akibatnya.
Mereka semua menjadi penasaran siapa sebenarnya Ali, dan kenapa Pak Samsul yang sebagai kepercayaan saja selalu menuruti ucapan dari Ali.
Apa lagi mereka semua hanya tau kalau Ali hanya artis pendatang baru, tapi Ali seperti berkuasa, belum lagi ada banyak yang tau rumor perusahaan orang tua Lisa yang akan bangkrut karena di berhentikan kerja oleh Alfero Isabel Grup, mereka semua berpikir sangat tidak mungkin kalau Ali keluarga dari Alfero Isabel Grup, mengingat Ali jauh dari kata terkenal, bahkan saat menjadi pengacara saja mereka tidak melihat Ali masuk ke media, entah tidak terkenal atau semata-mata Ali tidak ingin terkenal.
Ruangan yang sudah di sediakan penuh banyak artis yang sedang menyaksikan Patan dan Lisa yang sedang menjelaskan masalah foto Kinanti tidur dengan lelaki, bahkan Romi juga memberikan bukti Cctv di depan wartawan hingga membuat mereka semua terkejut, jadi selama ini Kinanti memang di pitnah, dan lebih terkejut lagi yang mempitnah adalah sahabat dari Kinanti sendiri hingga membuat mereka tidak percaya kalau selama ini ternyata Lisa yang menjebak Kinanti hingga Kinanti di hina habis-habisan oleh semua orang.
__ADS_1