
Setelah Patan dan Lisa mengonfirmasi tentang foto tidur Kinanti dengan lelaki membuat mereka semua sangat membenci Lisa, mereka semua tidak percaya kalau Lisa ternyata memiliki wajah tebal.
"Gila Lisa parah banget jelas-jelas yang membuat Lisa menjadi model itu Kinanti."
"Iya memang tidak tau diri, sudah di kasih hati eh tega menghancurkan hati Kinanti."
"Huh dasar wanita gila, tega banget mempitnah sahabat sendiri, kalau aku jadi Kinanti, aku sudah pukul Lisa sampai Lisa masuk ke dalam rumah sakit."
"Iya, apa lagi hingga semua orang menghina habis-habisan, bahkan kita semua juga sempat benci Kinanti."
"Tidak heran kenapa Kinanti jadi sangat membenci Lisa, sampai-sampai Kinanti pernah saling tampar dan saling menjambak."
Masih banyak lagi pembicaraan-pembicaraan lainnya dari para artis. Bahkan bukan hanya itu saat Lisa duduk di ruang tunggu, ada mereka juga sengaja melempar sampah makanan dan botol yang masih berisi air ke kening Lisa.
"Sampah meresahkan!"
"Sampah tidak tau diri!"
Pltek!!
"Kalau sampah seperti dia pantasnya di lempar sampah!!"
Ayunda berbicara sambil melempar botol minum yang masih berisi setengah ke kening Lisa.
Dulu Ayunda teman baik Lisa walau pun Lisa baru masuk ke dunia peran, bahkan ia juga sangat membenci Kinanti, tapi setelah kebenaran itu terungkap ia lebih membenci Lisa, bahkan rasa bencinya lebih besar pada Lisa dari pada dulu pada Kinanti.
Ayunda pikir Kinanti itu wanita yang selalu menggunakan trik kotor untuk mendapatkan pekerjaan bagus, tapi nyatanya yang menggunakan trik kotor adalah Lisa, bahkan Lisa tega mempitnah sahabatnya sendiri hanya untuk ke untungan sendiri.
"Wanita tidak punya otak!!!"
Lisa berteriak marah sambil berdiri, ia menatap Ayunda dengan tatapan sinis hingga membuat ke dua teman Ayunda yang lebih awal melempar sampah ke Lisa itu tertawa terbahak-bahak, karena menurut mereka ucapan Lisa itu sangat Lucu.
"Bukan'kah yang tidak punya otak itu kamu Lisa?! Kamu tega mempitnah Kinanti, sahabat kamu sendiri hanya demi keuntungan diri sendiri, di mana letak hati nurani kamu Lisa?!! Kalau aku menjadi Kinanti, aku sudah memukul kamu hingga wajah kamu hancur dan hingga kamu itu meresa tidak layak di terima oleh semua orang, tapi sayangnya aku tidak di posisi Kinanti!"
__ADS_1
Ayunda berbicara sambil menatap mata Lisa tidak kalah sinis.
"Cuih!! Dasar piskopat!!"
Rania berbicara sambil meludah ke kaki Lisa yang sedang memakai sepatu hak tinggi.
"Kamu kurang ajar!!"
Lisa berbicara sambil mengangkat tangannya akan memukul Rania, tapi Rania dengan sigap menahan tangannya.
"Masih bersyukur kalau aku tidak meludahi wajah sok polosmu itu Lisa!!"
Rania berbicara sambil menghempaskan tangan Lisa dengan sangat keras hingga Lisa terjatuh ke lantai.
"Tempatmu itu memang pantas di lantai! Kamu tidak pantas duduk di sini!"
Rania berbicara sambil menyiram kursi yang tadi di duduki oleh Lisa memakai air mineral milik Ayunda tadi yang di lempar di kening Lisa.
"Dasar wanita kurang ajar!!"
"Kita memang kurang ajar, tapi setidaknya kita tidak menjadi penghianat!"
Rania berbicara sambil tersenyum menyeringai ke arah Lisa, bahkan ia ingin membuat hidup Lisa menjadi sengsara, ia bukan wanita yang suka membuli, tapi ia sangat membenci wanita penghianat seperti Lisa.
"Kenapa kamu tega menggagalkan pernikahan Kinanti?! Kamu mencintai Aska?! Namun satu hal yang aku tau, kamu memang sudah tidak perawan, kamu tau lelaki yang tidur bersamamu itu Omku sendiri, tapi selama ini aku diam karena aku pikir kamu wanita baik, aku pikir kamu bukan penghianat, rasanya aku ingin sekali membuka aibmu kalau saja aku tidak mengingat perasaan Tante!"
Lisa mematung dan wajahnya mendadak pucat saat ada orang lain yang tau tentangnya, ia pikir hanya Kinanti yang tau, tapi ternyata di luar dugaannya karena Rania juga tau tentangnya.
"Jadi maksudmu Lisa memang sudah tidak perawan?"
Ayunda bertanya dengan raut terkejut pada Rania
"Iya, Lisa memang sudah tidak perawan, tapi Lisa wanita yang sangat licik, Lisa memutar balikan pakta kalau Kinanti yang pernah tidur dengan lelaki."
__ADS_1
Sama sekali tidak habis pikir menurut Rania kalau Lisa begitu tega memutar balikan pakta, ia selama ini diam walau pun tau kalau Lisa pernah tidur dengan Omnya, karena menurut ia Lisa wanita yang sangat baik, ia pikir Lisa melakukan itu karena sedang membutuhkan uang.
Rania pikir Lisa hanya wanita baik yang bertekad menjual dirinya untuk kebaikan keluarganya, tapi ternyata Lisa memang wanita yang sangat berbahaya menurutnya.
"Tidak heran kenapa saat itu wajahnya mendadak pucat dan merasa tersinggung saat aku mengatakan lebih baik menjadi perawan tua dari pada menjadi Gadis, tapi tidak perawan, ternyata kamu memang munafik Lisa."
Ayunda berbicara sambil tersenyum mengejek, ia tidak menyangka kalau ucapanya saat itu memang benar kalau Lisa memang sangat tersinggung.
"Jadi enaknya kita apain wanita modelan begini?"
Dewi bertanya pada Rania dan Ayunda, ia adalah orang ke dua yang melempar sampah pada Lisa tadi.
"Mungkin di telanjangi, atau kita sewa lelaki untuk memuaskannya, bukan'kah kamu sedang membutuhkan uang Lisa? Aku akan membayarmu 3 miliyar kalau kamu mau melakukan itu dengan lelaki yang aku pilihkan dan melakukan siaran langsung? Lagi pula 3 miliyar itu sudah banyak, kamu juga sudah tidak di segel lagi."
Rania bertanya dengan senyuman meremehkan.
"Kalian itu semakin kurang ajar...!!!"
"Kamu bilang kita kurang ajar?! Lebih baik menjadi wanita murang ajar sepertiku dari pada menjadi wanita munafik sepertimu!"
"Kalian tidak perlu melakukan apa pun karena sebentar lagi Lisa akan di tangkap oleh polisi."
Patan berbicara sambil mendekati mereka, ia terus berjalan ke arah mereka hingga ia sampai di depan Lisa.
"Lisa, aku berharap setelah kejadian ini kamu benar-benar menyesal dan memperbaiki semua kesalahan yang telah kamu buat, aku yang pernah menjadi sahabatmu, jujur saja menyesal dan kecewa, aku tidak pernah menyangka kalau menjadi wanita kasar, tolong jaga dirimu baik-baik di sana."
"Kenapa hanya aku yang di penjara?! Kenapa kamu tidak ikut terseret denga masalah ini? Kenapa Ali dan Kinanti pilih kasih?"
"Aku melakukan kesalahan itu karena kamu Lisa, dan Ali sangat memaklumi perbuatanku, karena aku pikir setelah menggagalkan pernikahan, kamu akan mengejar Aska, tapi kamu tega ingin merebut Ali juga dari Kinanti, aku benar-benar sangat kecewa, aku pergi dulu."
Setelah mengatakan itu Patan langsung melangkah mudur, ia memang sangat berat meninggalkan Lisa, bahkan ia tidak melihat sampai Lisa di jemput oleh polisi, ia sangat sedih saat melihat Lisa yang di hina oleh banyak orang, tapi ia mencoba bersikap acuh, walau pun hatinya tidak bisa begitu.
Ayunda dan Rania menatap Lisa dengan tatapan sulut di artikan saat mendengar ucapan dari Patan, mereka berdua tidak percaya kalau Lisa ingin merebut Ali dari Kinanti.
__ADS_1
"Dasar wanita gila! Jadi kamu ingin merebut Ali dari Kinanti? Kamu harusnya sadar diri kalau kamu hanya wanita kotor!!"
Rania bertanya dengan raut wajah sangat emosi saat tau kalau Lisa ingin merebut Ali.