
Pagi harinya setelah berbelanja ke mall kemarin, hari ini Ali masih syuting sehari lagi, sedangkan besok ia harus menghadiri acara di pesantren.
Sekarang Ali dan istrinya baru saja selsai syuting, mereka berdua sekarang sedang duduk di sofa ruangan kerjanya, biasanya ia dan istrinya duduk di ruangan istirahat.
Semalam Romi sudah menemukan siapa dalang yang menjebak Kinanti saat tidur bersama lelaki, walau pun dugaan kuat adalah Lisa, ternyata benar semua bukti menujukan pada Lisa bahkan ia juga memiliki rekaman Cctv yang menjebak Kinanti bersama lelaki yang identitasnya sudah di ketahui yaitu Patan, sahabat lelaki dari Lisa membuat Ali sangat marah.
Ali tidak menyangka kalau Lisa sejahat itu terhadap istrinya, apa lagi ia tau kalau Lisa adalah sahabat baik dari istrinya, tidak heran kenapa Lisa menujukan sifat tidak suka pada istrinya saat istrinya terjatuh, ternyata dalang yang menjebak istrinya adalah Lisa sendiri.
Begitu pun dengan Kinanti, ia juga tidak menyangka kalau Lisa sejahat itu, ia pikir Lisa adalah sahabat terbaiknya, tapi ternyata Lisa yang menusuknya dari belakang.
Apa lagi selama ini Kinanti sangat baik pada Lisa, dari mengajak Lisa menjadi model, lalu selalu mengajak Lisa untuk pemotretan denganya, kalau tidak dengan Lisa ia tidak mau agar ia dan Lisa sama-sama menjadi model Papan atas, tapi ternyata Lisa menusuk ia dari belakang.
"Jujur saja Mas, Jamila tidak menyangka kalau yang melakukan kejahatan itu Lisa, kenapa Lisa benar-benar jahat? Selama ini Jamila menganggap Lisa sebagai sahabat baik Jamila, tapi setelah Jamila gagal menikah dengan Aska, Jamila sadar kalau Lisa ternyata tidak benar-benar menganggap Jamila sahabat, tidak heran saat pernikahan Lisa memojokan Jamila, ternyata dalangnya adalah Lisa sendiri."
"Mas dari awal memang sudah curiga, walau pun mengatakan pada Jamila untuk tidak menuduh Lisa, tapi 80% bukti menujuk pada Lisa, dan ternyata benar kalau Lisa yang menjebak Jamila, Mas juga sudah menyuruh Romi untuk menyuruh Patan datang kemari untuk mengonfirmasi semua foto-foto itu dan kalau tidak mau Mas sudah menyuruh Romi untuk membawa Patan ke jalur hukum."
"Tapi saat Jamila curiga dengan Lisa dan mengatakan Lisa juga ikut andil dalam penjebakan kenapa Mas bilang jangan seudzon kalau Mas sendiri ternyata memang sudah curiga pada Lisa?"
Kinanti memang tidak mengerti kenapa suaminya menyuruh ia untuk tidak berburuk sangka, tapi suaminya sendiri juga sudah curiga pada Lisa, bahkan suaminya sudah 80% bukti menujuk ke Lisa.
"Mas tidak ingin kalau hati Jamila kotor karena masalah ini, Mas ingin hati Jamila tetap bersih, Mas hanya ingin Jamila selalu berpikir baik, karena berpikir baik akan tetap mendapat jalan yang baik pada kita."
__ADS_1
"Jamila selama ini baik pada Lisa Mas, tapi kenapa Lisa membalasnya dengan kejahatan? Bukan'kah Mas bilang kalau kita berpikir baik maka akan memdapat kebaikan juga, tapi kenapa Lisa jahat? Apa ada perilaku yang salah dalam diri Jamila hingga Lisa menghancurkan karir Jamila dan sampai ingin menggagalkan pernikah Jamila?"
Kinanti bertanya dengan raut wajah tidak mengerti saat suaminya mengatakan kalau berpikir baik akan mendapat kebaikan, namun buktinya ia selalu baik pada Lisa, tapi Lisa membalas ia dengan kejahatan membuat ia tidak mengerti dengan ucapan dari suaminya.
"Memangnya Jamila menyesal gagal menikah dengan Kak Aska?"
"Jamila sama sekali tidak menyesal, bahkan Jamila bersyukur karena kejadian ini Jamila bisa memiliki suami seperti Mas, yang sempurnanya luar dalam."
Memang tidak sedikit pun ada perasaan menyesal di hati Kinanti, bahkan ia sangat bersyur karena kejadian itu ia bisa di nikahi oleh lelaki seperti Ali, lelaki yang menurutnya sempurna luar dalam.
"Alhamdulilah kalau Jamila tidak menyesal, kita ambil sisi baik dan sisi buruk dari kejadian yang telah menimpa Jamila, yang pertama Jamila jangan terlalu percaya pada siapa pun, walau pun itu orang terdekat Jamila, karena bisa saja suatu saat orang terdekat kita yang akan menusuk kita dari belakang, dan yang ke dua mungkin Allah sudah mentakdirkan kita untuk bersama lewat kejadian itu akhirnya kita di satukan dengan ikatan pernikahan. Mas juga tidak menyangka kalau Allah punya rencana untuk menyatukan kita dengan ikatan pernikahan."
Kinanti menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar.
"Iya Mas."
"Ingat, kebohongan itu hanya akan membuat kita bahagia sementara atau menyelamatkan kita sementara, tapi kejujuran dan kebaikan akan menyalamatkan kita selamanya."
"Iya Mas."
Kinanti langsung memeluk erat suaminya, ia bernapas lega saat tau siapa dalang yang menjebaknya, ia juga tidak menyangka kalau ucapan dari suaminya ternyata benar, suaminya akan menemukan siapa pelaku yang sudah menjebaknya.
__ADS_1
Ali juga membalas pelukan dari istrinya sambil mengecup kening istrinya, ia juga bernapas lega karena sebentar lagi nama istrinya akan bersih seperti semula, ia sudah lama menantikan momen ini agar istrinya tidak terus saja di hujat oleh banyak orang.
Selama ini Ali merasa sangat marah, sedih dan kecewa setiap kali ia melihat istrinya di hujat banyak orang karena masalah ini, tapi sekarang ia merasa sangat lega karena sudah menemukan siapa pelakunya.
"Terima kasih iya Allah, karena dalang yang menjebak istri hamba akhirnya terungkap juga." batin Ali
"Terima kasih karena selama ini Mas sudah memberikan dukungan dan kepercayaan pada Jamila hingga akhirnya kita menemukan dalangnya, Jamila sangat bersyukur dan sangat bahagia karena memiliki lelaki seperti Mas yang selalu berpikir baik dan tidak memandang buruk Jamila."
"Kalau Jamila merasa bersyukur, ingat sholat Jamila jangan pernah putus-putus, tetap seperti akhir-akhir ini yang mau sholat subuh bangun sendiri dan mau juga sholat tahajud, Mas sangat bahagia saat Jamila mau berubah."
"Semua itu karena Mas yang tidak pernah pantang menyerah untuk mendidik Jamila. Jamila bangga sama Mas, di saat ke dua orang tua Jamila angkat tangan dan tidak bisa mendidik Jamila karena kenakalan Jamila, tapi Mas datang dan mengubah semua sikap buruk Jamila, Mas memang lelaki yang sangat hebat, dan lebih hebat lagi kalau di ranjang."
Setelah mengatakan itu Kinanti melepaskan pelukannya sambil tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Ali hanya menggeng-gelengkan kepalanya saat ia mendengarkan ucapan serius istrinya, tapi ujung-ujungnya ke masalah ranjang.
Ali tidak habis pikir dengan istrinya yang memiliki otak mesum di luar nalar, setelah melakukan malam pertama, otak mesum istrinya semakin hari semakin besar saja, tidak pernah sehari saja tidak memikirkan masalah ranjang.
"Mas heran sama Jamila, sepertinya sehari tidak mengatakan hal mesum Jamila itu tidak bisa, Jamila selalu saja mengatakan hal mesum."
Kinanti yang mendengar ucapan dari suaminya ia menghentikan tawanya.
"Suruh siapa Mas mempunya istri tidak keluaran dari pesantren."
__ADS_1
"Tapi Mas tetap suka karena Jamila selalu betbicara apa adanya."