Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 60 Hinaan


__ADS_3

Beberapa saat Riana diam saat mendengar ucapan dari Kinanti yang mengatakan kalau Ali adalah pemilik Alfero Grup, lalu ia langsung berteriak.


"Apa?!"


"Jangan teriak, nanti ada yang mendengar, kalau ada yang mendengar bisa-bisa sainganku banyak, tau Mas Ali sebagai pengacara saja banyak yang naksir, apa lagi kalau tau Mas Ali sebagai pengacara, bisa-bisa banyak yang merayu suamiku."


"Benaran Kin?"


"Iya aku melihat nama lengkap Mas Ali dari KTP Mas Ali, lalu Mas Ali juga mengatakan kalau Alfero Grup dan Apartement Alfero milik Mas Ali."


"Pantas saja Ali bisa membelikan kamu mobil sport, eh ternyata Ali sultan, memangnya Bundanya bekerja di bidang apa?"


Kalau pekerjaan Ayah Ali Riana sudah tau kalau Ayah Ali memiliki Kesuma Grup.


"Bunda memiliki perusahaan kosmetik, yang memiliki nama Kanaya Putri, Bunda mengganti identitasnya semenjak bercerai dengan Om Kenan, hari ini juga Mas Ali akan di angkat sebagai CEO baru di perusahaan Neneknya yang di pegang suaminya dengan nama Alfero Isabel Grup."


Riana menatap wajah Kinanti dengan tatapan tidak percaya, ia tidak menyangka kalau Kinanti di nikahi oleh lelaki yang kaya segalanya. Ali bukan hanya kaya ahlak dan iman, tapi Ali juga kaya harta.


"Nasib kamu beruntung sekali Kin, di buang batu krikil di ambil oleh berlian."


"Aku juga sempat tidak percaya kalau Mas Ali itu sangat kaya, karena dia memakai pakaian murahan."


"Ali memiliki iman, jadi dia jelas tidak sombong."


"Benar sekali!"


Akhirnya Riana tidak heran kenapa Ali bisa menggajih ia 11 juta perbulan, karena Ali memang orang kaya, tapi Ali sama sekali tidak sombong.


Riana juga merasa sangat bahagia saat tau identitas Ali dan ia lebih bahagia lagi saat tau sahabatnya jatuh ke tangan lelaki yang tepat. Tiba-tiba saja Lisa datang ke sana.


"Sosoan berhijab nyatanya ahlaknya sangat buruk, cari perhatian sama Ali iya? Miris sekali nasib kamu Kin setelah di buang oleh Aska, sekarang kamu melakukan banyak cara agar Ali tidak membuangmu."


Lisa berbicara sambil sidakep dada dan memberikan senyuman mengejek juga pada Kinanti. Kinanti dan Riana langsung menghela napas kasar saat mendengar ucapan dari Lisa yang menurut mereka Lisa selalu mencari masalah. Kalisa yang baru datang juga ikut menghina Kinanti.


"Namanya juga wanita murahan, jelas dia tau bagai mana caranya merayu lelaki, apa Ali tidak merasa jijik pada wanita bekas lelaki lain iya?"


"Jaga mulut kamu Kalisa!!!"


Riana berbicara sambil berdiri, ia sangat marah saat Kalisa menghina Kinanti.


"Memang benar'kan kalau Kinanti itu menjual dirinya sendiri pada seorang lelaki, karena kalau tidak menjual dirinya sendiri tidak mungkin foto-foto itu ada. Tidak heran kenapa karir Kinanti tidak pernah redup menjadi seorang model, ternyata kamu memberikan tubuhmu pada lelaki hanya untuk karirmu, sangat menjijikan!"


Ucapan itu sudah lama ingin Kalisa ucapkan semenjak Kinanti masuk ke dunia peran, tapi baru kali ini ia ucapkan pada Kinanti. Kinanti langsung berdiri dari duduknya saat mendengar ucapan dari Kalisa, ia langsung melayangkan tamparan pada Kalisa.

__ADS_1


Plak....!


"Berani sekali kamu mengatakan aku wanita murahan!"


"Kurang ajar sekali kamu menamparku, dasar bodoh!"


Plak...!


Kalisa juga melayangkan tamparan pada Kinanti, ia tidak terima saat Kinanti sangat berani menamparnya.


"Wow pertunjukan yang menarik!"


Lisa berbicara sambil tersenyum girang saat melihat mereka saling tampar.


"Dasar wanita gila! Berani sekali kamu menamparku!!!"


Kinanti berteriak marah saat mendapat tamparan dari Kalisa.


"Seharusnya wanita kotor sepertimu bukan hanya di tampar!"


Bruy...!


Kalisa berbicara sambil menyiram jus ke wajah Kinanti. Kinanti langsung mengambil tisu untuk mengelap wajahnya, lalu ia mengambil sambal untuk menyiram Kalisa, tapi Erik menghalanginya hingga sambil itu mengenai tubuh Erik.


Riana menghela napas kasar, ia langaung lari ke ruangan Ali karena tidak mau kalau pertengkaran mereka semakin menjadi.


Erik berteriak marah saat melihat kelakuan Kinanti.


"Jangan menyalahkan hijabku! Kamu pikir kamu siapa datang-datang marah-marah tidak jelas saat tidak tau permasalahannya?!"


Banyak artis lainya yang sedang melihat ke arah mereka, banyak juga yang tidak percaya saat Kinanti mencari masalah dengan artis senior.


Apa lagi mereka tau selama ini tidak ada yang berani pada Kalisa, tapi kali ini ada orang yang berani pada Kalisa.


"Jelas aku tau Kalisa, karena kita sama-sama artis senior, jadi tidak mungkin Kalisa membuat masalah lebih dulu. Sedangkan kamu artis pendatang baru saja seenaknya!"


Kalisa tersenyum mengejek pada Kinanti masih di belakang Erik.


"Artis senior, tapi ucapannya tidak memiliki ahlak. Seharusnya artis senior itu memberikan contoh yang baik! Bukan mengatai orang wanita murahan!"


"Tutup mulutmu Kinanti! Aku tau kalau Kalisa tidak akan mengatakan itu, lagi pula memang benar kalau kamu wanita murahan! Buktinya saat kamu gagal menikah, kamu menerima Ali untuk menjadi suamimu, kalau bukan wanita murahan akan aku panggil apa wanita sepertimu?"


"Berani sekali kamu menyuruhku untuk tutup mulut berengsek!"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Kinanti melihat ke kanan dan ke kiri, tidak ada Riana di sana, ia memutuskan untuk ke ruangan suaminya, tapi lengannya di cekal oleh Erik.


"Minta maaf dulu Kinanti! Apa suami kamu tisak mengajarimu sopan santun?!"


"Aku tidak sudi minta maaf padanya!"


Kinanti berbicara sambil menghempaskan tangan Erik.


"Wanita gila! Kenapa pak Samsul menerima wanita sepertimu!"


"Lebih baik menjadi wanita gila dari pada menjadi lelaki buta! Tidak tau apa-apa langsumg mengomentari masalah orang lain,dan menyuruh orang lain untuk minta maaf, dasar lelaki aneh!"


"Sudah Erik, Kinanti memang tidak tau malu, kamu tidak peelu meladeni wanita seperti Kinanti."


Kinanti berbicara sambil menggenggam tangan Erik.


"Istri saya tidak akan membuat masalah, jika orang lain tidak mengusiknya lebih dulu!"


Ali berbicara sambil terus maju di belakang Kalisa hingga membuat Kalisa menutup mulutnya sendiri saat tau ada Ali.


Ali langsung mengusap pipi istrinya yang di tampar oleh Kalisa, ia juga melihat gamis istrinya yang tersiram jus.


"Apa ini sakit Jamila?"


"Tidak Mas, hati Jamila jauh lebih sakit saat mendengar hinaan dari Kalisa."


"Kalau hati Jamila sakit tenangkan diri Jamila dengan beristighfar."


"Baik Mas."


Lisa dan Kalisa selalu di buat tidak suka saat melihat kemesraan Ali pada istrinya. Apa lagi saat Kinanti selalu berbicara lebut pada suaminya, membuat mereka ingin sekali menjambak-jambak rambut Kinanti yang selalu saja berpura-pura alim di depan suaminya.


"Riana, tolong antar istri saya ke ruangan Pak Samsul, dan minta gamis pada Pak Samsul untuk mengganti baju istri saya."


"Baik Ali."


"Nanti setelah ganti baju Jamila ke sini Lagi."


"Baik Mas."


Kinanti langsung pergi bersama Riana ke ruangan Pak Samsul. Ali langsung melihat ke arah Kalisa sesaat lalu langsung melihat ke arah Erik.


"Erik, istri saya tidak akan membuat masalah jika tidak kalian duluan yang membuat masalah."

__ADS_1


Erik mendengus kesal saat mendengar ucapan dari Ali.


"Aku sangat mengenal Kalisa, tidak mungkin Kalisa membuat masalah."


__ADS_2