Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 44 Kinanti Sangat Bersyukur


__ADS_3

Rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat untuk Kinanti, bahkan ia meminta pada suaminya untuk main sampai dua ronde. Kinanti akui kalau ucapan Sasa itu memang benar adanya, walau pun ia masih merasakan perih, tapi ia merasakan sangat nikmat.


Ali dan istrinya bermain sampai 4 jam lamanya hingga mereka berdua mencampai puncaknya masing-masing.


Ali langsung mengecup kening istrinya cukup lama masih di atas tubuh istrinya yang masih meneteskan benihnya di rahim istrinya.


"Terima kasih Jamila, sudah mau jadi istri Mas seutuhnya."


"Mas jangan berterima kasih pada Jamila. Jamila yang sangat beruntung karena Mas nekad mau menikahi Jamila, ternyata restu orang tua itu penting Mas, walau pun Mas bukan lelaki yang Jamila kenal, tapi Mas selalu membuat Jamila bahagia. Terima kasih sudah memberikan cinta Mas untuk Jamila."


Tangan Kinanti langsung memeluk suaminya, ia merasakan sangat bahagia karena sekarang sudah menjadi istri seutuhnya dari Ali, lelaki yang mampu menggerakan hatinya hanya beberapa hari.


Ali langsung berbaring di samping istrinya sambil memeluk istrinya, ke duanya masih telanjang hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


"Pasti perih iya Mas? Maafkan Jamila karena sudah mencakar Mas."


"Sama sekali tidak, Jamila jauh lebih sakit dari pada Mas, sekarang Jamila tidur."


Kinanti menganggukan kepalanya, ia langsung mengeratkatkan pelukannya pada suaminya dengan kepala yang di sembunyikan pada dada bidang milik suaminya.


Seperti biasanya Ali akan membacakan sholawat untuk penghantar tidur istrinya sambil mengelus punggung istrinya.


"Terima kasih ya Allah karena engkau telah memberikan Mas Ali untuk menjadi suami hamba, dari semua ujian yang hamba alami, ternyata engkau memberikan kado terindah untuk hamba dengan mengirim Mas Ali untuk menjadi suami hamba." batin Kinanti


Beberapa tetes air mata Kinanti jatuh, ia sangat bersyukur pada ya Rabbnya karena telah mengirim Ali untuk menjadi suaminya.


"Jamila, kamu menangis kenapa? Maafkan Mas karena terlalu kasar mainnya."


Ali bertanya sambil menudukan kepalanya untuk melihat wajah istrinya karena ia merasakan dadanya basah.


"Tidak Mas, Jamila menangis bukan karena itu, Jamila menangis karena bersyukur telah memiliki suami seperti Mas. Memang rencana Allah itu jauh lebih indah dari pada rencana manusia. Rencana Jamila yang ingin menikah dengan Aska hancur berantakan, tapi Allah menggantikan Aska dengan lelaki seperti Mas yang sangat sempurna tanpa kekurangan sedikit pun."


"Kesempurnaan hanya milik Allah satu-satunya Jamila, Mas juga masih ada kekuranganya, hanya saja Jamila tidak tau."


"Iya Mas memiliki satu kekurangan terlalu polos dalam bercinta. Hahaha!"


Bukannya tidur bahkan Kinanti tertawa setelah mengejek suaminya, memang benar menurutnya, suaminya itu sangat polos dalam hal bercinta, bagai mana pun juga suaminya hanya seorang santri, tentu saja tidak memiliki pengalaman dalam hal itu, bahkan ciuman pertamanya saja ia yang mendapatkannya.


"Tapi Jamila suka, karena Jamila adalah orang pertama yang mendapatkan ciuman dan cinta dari Mas."

__ADS_1


"Kalau tidak suka tidak akan minta nambah."


Kinanti langsung memukul pelan dada suaminya karena ia sangat malu.


"Mas, malu-maluin Jamila."


"Tapi Mas suka karena Jamila duluan yang minta nambah, sebenarnya Mas juga ingin nambah."


"Dasar Mesum!"


"Yang mengajari Mas mesum itu Jamila!"


"Ya iya habis Mas itu polos banget, pingin bobol gawang saja harus membuat Jamila emosi dulu, di kasih kode-kode tidak paham-paham!"


"Selama Mas sekolah hingga kuliah Mas tidak belajar kode-kode begitu, apa lagi dalan pesantren sangat di larang bukan?"


"Iya Mas polosnya bikin Jamila naik darah!"


Ali hanya menanggapi ucapan jujur dari istrinya dengan tertawa, ia memang tidak paham dalam hal dewasa, ia memang polos, tapi bukan berarti ia anak kecil.


"Memangnya Jamila tidak mau tidur?"


"Mau tidur, tapi Jamila bukan ingin punggung Jamila yang di usap-usap, Jamila ingin Mas mengusap-usap milik Jamila, habis sakit Mas."


Ali sangat terkejut dengan permintaan istrinya yang menurut ia sangat aneh.


"Kenapa Jawabnya hah Mas?"


"Iya Mas usap-usap, sekarang Jamila merem, sebentar lagi Mas akan sholat tahajud."


Kinanti hanya menganggukan kepala, ia langsung memejamkan mata saat merasakan miliknya di usap-usap oleh suaminya.


Sekitar 20 menit Ali mengusap-usap milik istrinya hingga istrinya tertidur. Setelah istrinya tertidur Ali memutuskan mandi besar untuk sholat tahajud.


Semenjak di tinggalkan oleh Kinanti, ia memang selalu sholat tahajud tanpa terlewatkan satu malam pun, do'a pertama adalah ia ingin di pertemukan lagi bersama Bundanya yang sangat ia rindukan.


Bahkan Ali setiap mendo'akan Bundanya ia selalu menangis, semakin tahun rasa rindu terhadap Bundanya semakin besar.


Dari usia Ali 17 tahun ia selalu menyuruh orang untuk mencari keberadaan Bundanya hingga sekarang, tapi hingga sekarang ia masih saja belum menemukan Bundanya.

__ADS_1


Bahkan Ali juga mencari nama Bundanya di seluruh penerbangan, tapi ia tidak menemukan Bundanya di setiap penerbangan.


Ali hanya berharap di mana pun Bundanya berada, Bundanya selalu bahagia dan bisa melupakan Ayahnya yang memang tidak pantas untuk Bundanya cintai.


Bundanya dari wanita baik-baik, jadi menurut Ali Bundanya tidak pantas mencintai lelaki yang hanya menabur kebohongan.


Setelah mendo'akan Bundanya, do'a ke dua Ali adalah mengucap syukur pada ya Rabbnya karena sudah di persatukan dalam ikatan pernikahan dengan wanita yang sangat berharga dalam hidupnya, lalu di tutup dengan membaca Al-Qur'an sambil menunggu adzan subuh.


Kinanti yang mendengarkan suara suaminya mengaji, ia langsung meneteskan air mata, ia memang sudah bangun dari tadi saat suaminya berdo'a karena suaminya sholat tidak jauh dari ranjang.


Kinanti sendiri juga tidak tau kenapa ia menangis, tapi surat yang di bacakan suaminya mampu mengetuk hati terdalamnya walau pun ia sendiri tidak tau arti surat yang di bacakan oleh suaminya.


Tidak terasa adzan subuh bergumandang membuat Ali menyudahi membaca ayat suci Al-Qur'an, ia langsung berjalan ke arah istrinya untuk mengajak sholat subuh.


Memang setiap kali sholat sunah Ali tidak pernah mengajak istrinya, tapi saat sholat wajib ia selalu mengajak istrinya untuk sholat.


Ali sangat terkejut saat melihat istrinya ternyata sudah bangun dan sedang meneteskan air mata, ia langsung duduk di samping ranjang.


"Kenapa menangis lagi? Apa suara Mas mengganggu tidur Jamila?"


"Sama sekali tidak, Jamila menangis karena surat yang di bacakan Mas sangat menyentuh hati."


"Iya sudah Jamila mandi, setelah itu kita sholat berjama'ah."


"Iya Mas."


"Jamila pakai lingerie, Mas mau menyiapkan air hangat."


Setelah mengatakan itu Ali langsung pergi ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari istrinya untuk mengusi bathtup.


Kinanti langsung memakai lingerie, sebenarnya ia malas untuk bangun karena badannya terasa sakit, tapi ia tidak mau mengecewakan suaminya yang selalu berusaha untuk mendidik ia lebih baik lagi. Setelah memakai lingerie Kinanti langsung berjalan pelan ke arah kamar mandi.


"Mas."


Ali yang hanya fokus menatap air ia langsung melihat ke arah istrinya.


"Jamila tidak di gendong?"


"Jamila tidak sakit Mas, tapi Jamila tidak bisa do'anya."

__ADS_1


"Iya sudah Jamila ikutin Mas."


Ali langsung membaca do'a mandi besar yang langsung di ikuti istrinya.


__ADS_2