
Sudah 1 minggu di mana Kinanti dan suaminya pergi ke rumah orang tuanya, dan hari ini ia akan mulai syuting, suaminya juga sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya yang sebagai pengacara dan ikut terjun ke dunia peran.
Sekarang Kinanti dan suaminya sedang adu ekting. Kinanti yang menjadi Kanaya, sedangan suaminya menjadi Fahri dengan judul Cinta dalam Perjodohan.
Kanaya yang di tinggalkan kekasihnya dan akan di jodohkan dengan Fahri yang menurut Kanaya bukan tipenya. Fahri adalah seorang santri yang menerima perjodohan dengan Kanaya.
Kanaya duduk lemas di tanah dengan pakaian seksi yang membalut tubuhnya.
"Kenapa aku memiliki cobaan yang sangat besar? Kenapa lelaki yang aku cintai pergi tanpa mengatakan satu kesalahan pun yang aku buat? Apa karena aku hanya wanita biasa dan sekarang harus di jodohkan dengan lelaki yang bukan tipeku."
Fahri yang melihat Kanaya, ia langsung berjongkok.
"Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan."
"So tau kamu!"
"Saya tidak so tau karena kamu mencintai dia lebih besar dari pada mencintai Allah, maka Allah memberikan dia pergi agar kamu bisa kembali lagi ke jalannya."
"Dasar lelaki gila! Jangan mentang-mentang kamu lelaki yang di pilih Ayah, jadi kamu menasehati aku seenaknya!"
"Saya akan selalu menasehati kamu sampai kamu mau memakai hijab seperti yang saya suruh."
Sutra dara langsung berteriak saat melihat ekting ke duanya cukup bagus.
"Cuit! Bagus Ali, Kinanti kalian boleh istirahat!"
Ali langsung membantu istrinya untuk berdiri, lalu mengecup kening istrinya sekilas.
"Jamila tidak apa-apa?"
"Tidak Mas."
Kemesraan Kinanti dan suaminya mampu membuat semua wanita iri, apa lagi Lisa. Lisa tidak menyangka kalau ucapan Kinanti itu benar adanya kalau Kinanti akan menjadi peran utama bersama suaminya.
Apa lagi tidak seperti Lisa yang sampai 3 percobaan baru berhasil, sedangkan Kinanti dan suaminya tidak memiliki percobaan, mereka berdua langsung benar walau pun dalam sekali teks. Kinanti bersama suaminya langsung duduk d sofa.
Reyhan Alfero dan Jamilah Alfero ingin sekalih mendekati Kaka sepupunya, tapi karena Kaka sepupunya menyembunyikan identitasnya membuat ia hanya bisa melihat Kaka sepupunya. Namun pada akhirnya Reyhan mendekati Kaka sepupunya dan Kinanti.
"Hai artis pendatang baru."
Reyhan menyapa Kaka sepupunya dan Kinanti sambil tersenyum lebar.
"Iya."
__ADS_1
Ali menjawab sambil tersenyum kebar pada adik sepupunya.
"Iya hai juga."
Kinanti menjawab sapaan dari Reyhan sambil menatap Reyhan karena ia sangat mengidolakan Reyhan.
"Aku boleh duduk di sini tidak?"
"Boleh silahkan duduk. Jangan menatap Reyhan seperti itu Jamila, nanti ileran lagi."
"Ih Mas ngomongnya jorok banget!"
Kinanti berbicara sambil memukul lengan suaminya. Reyhan langsung melihat ke arah Kaka sepupunya sambil bertanya dengan tatapan matanya. Ini wanita yang Kaka pilih hingga menolak Ning Alisah yang cantiknya luar dalam, sedangkan Kinanti hanya cantik luarnya saja.
Kata itu lah yang Reyhan ucapkan pada Kaka sepupunya karena ia tau 1 tahun yang lalu Ning Alisah melamar Kaka sepupunya, tapi Kaka sepupunya menolak Ning Alisah dan sekarang menikahi wanita yang mendapatkan banyak scandal.
Dari beradar foto hingga gagal menikah, dari pukul-mempukul dan jambak-menjambak saat di Mall, Reyhan tidak mengerti dengan Kaka sepupunya yang sangat ta'at agama, tapi memilih wanita yang jauh dari agama.
Berbeda dengan Reyhan walau pun Reyhan bukan anak santri, tapi ia ingin menikahi wanita yang ta'at agama. Ali yang mengerti dengan tatapan adik sepupunya, ia menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar.
"Dari pengacara pindah ke dunia peran."
Reyhan berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia merasa sangat aneh dengan Kaka sepupunya yang sangat pintar, tapi sekarang mau di perbudak oleh istrinya.
Mungkin itu lah kelebihan Kinanti yang membuat Kaka sepupunya bertekad untuk menikahinya.
"Dari mana kamu tau kalau suamiku pengacara?"
Kinanti bertanya sambil mengerutkan keningnya, apa lagi suaminya tidak pernah tampil di media, tapi Reyhan tau tentang suaminya.
"Siapa yang tidak tau dengan Ali? Hampir semua orang yang mendapatkan khasus memakai pengacara Ali. Apa lagi selama menangani khasus Ali selalu teliti dan detail, jadi tidak heran kalau Ali di kenal pengacara termuda di gedung kejaksaan."
Belum sempat Kinanti berbicara sudah ada yang mau ikut duduk di sana.
"Hai boleh ikut gabung?"
Kalisa bertanya sambil terus melihat ke arah Ali, ia memang sudah mencintai Ali saat Ali baru masuk menjadi pengacara.
Kalisa adalah putri dari pemilik gedung kejaksaan tempat Ali bekerja, ia juga sudah tau kalau Ali berhenti bekerja 2 hari yang lalu, tapi ia tidak menyangka kalau akan satu film bersama Ali.
"Silahkan duduk Kalisa, tapi ingat jangan terus melihat ke arah Ali, Ali sudah punya istri."
Reyhan menjawab pertanyaan Kalisa dengan sedikit becanda, sebenarnya ia tidak suka saat melihat Kalisa dengan tatapan suka.
__ADS_1
"Hahaha! Cuma suka meliha yang tampan memang salah? Suka melihat yang tampan bukan berarti cinta."
Kalisa berbicara sambil duduk di samping Kinanti. Kinanti sangat tidak suka saat melihat Kalisa yang mentap suaminya dengan tatapan suka, apa lagi ia sebagai perempuan jelas kalau ia tau Kalisa sangat menyukai suaminya.
"Mas, Jamila lapar."
Kinanti mengatakan lapar karena ia ingin pindah dari sana, ia risih saat melihat Kalisa terus saja menatap suaminya, tapi sayang Riana lebih dulu datang sambil membawa makanan.
"Kin, ini pesanan kamu sudah aku beli."
Ali langsung mengambil makanan dan air mineral yang di serahkan Riana pada istrinya.
"Riana, yang satu lagi buat kamu saja, saya makan ini saja bersama istri saya."
"Oh iya sudah."
Riana langsung duduk di tempat ia duduk.
"Jamila sini Mas suapin."
"Iya Mas."
Kinanti langsung bergeser sedikit ke samping suaminya.
"Rey, Kalisa ayo makan."
"Aku belum laper, sekarang masih jam 11."
Kalisa menjawab sambil tersenyum lebar pada Ali.
"Aku juga sama belum lapar."
"Oh gitu, tadi pagi soalnya istri saya tidak mau sarapan, jadi dia sudah lapar."
Sebenarnya tadi pagi istrinya sudah sarapan salad buah, tapi ia tau kalau istrinya tidak suka pada kalisa. Ali langsung mengambil tisu basah untuk mengelap tangannya dan mengelap tangan istrinya, lalu langsung membaca do'a, setelah itu langsung menyodorkan sendok isi makanan pada istrinya.
"Mas dulu, baru Jamila."
Ali menganggukan kepalanya, ia makan lebih dulu lalu menyuapi istrinya. Ini untuk pertama kalinya untuk Ali dan istrinya makan dengan menggunanakan satu sendok yang sama. Sesekali juga Ali mengusap bibir istrinya saat ada sisa makanan di bibir istrinya.
"Apa cantiknya Kinanti, sampai-sampai Ali berhenti menjadi pengacara hanya untuk Kinanti? Apa lagi Kinanti banyak memiliki scandal, bisa saja perkara tidur bersama lelaki itu benar, tapi kenapa Ali masih saja bertahan bersama Kinanti, cantikan juga aku kemana-mana, tentunya aku masih di segel." batin Kalisa
Kalisa sangat tidak suka saat melihat kemesraan Ali bersama Kinanti.
__ADS_1