
Ali dan istrinya sudah sampai di Alfero Grup, ia sangat terkejut saat melihat wajah Lisa yang terlihat lesu tidak seperti 1 minggu yang lalu.
Bahkan saat banyak orang yang mencibir tentang Ali dan istrinya yang selalu melakukan apa pun dengan seenaknya, Lisa hanya diam, Lisa tidak ikut bergabung dengan pembicaraan para artis lainnya.
Ali yakin kalau Lisa sudah tau identitasnya, melihat Lisa yang hanya diam saja tanpa berbicara sekata pun tentang ia dan istrinya, apa lagi ia sangat mengenal Jonatan yang tinggal bersama di rumah orang tua Lisa karena ke dua orang tua Jonatan mengalami kecelakaan mobil dua tahun yang lalu masih dalam keadaan kom'a.
Bahkan Kakek dari Ali yang melunasi perawatan ke dua orang tua Jonatan, tentu saja Ali sangat mengenal Jonatan.
Namun berbeda dengan Kinanti, ia sedikit aneh dengan mantan sahabatnya yang hanya diam tanpa berbicara apa pun, biasanya orang yang terlihat tidak suka adalah Lisa, tapi kali ini Lisa tidak begitu menghiraukan pembicaraan para artis yang sedang membicarakannya dengan suaminya.
"Apa Lisa sudah tau identitas Mas Ali untuk itu Lisa hanya diam saja? Bagus lah kalau Lisa sudah tau identitas Mas Ali, biar Lisa tau kalau aku Kinanti Azizah Kanaya itu tidak akan pernah di bawah Lisa Arseta!" batin Kinanti
Setelah Ali dan istrinya pergi Lisa baru membuka suara pada temen-teman artisnya.
"Lebih baik kalian jangan cari masalah sama Kinanti, yang ada nanti kalian mendapatkan masalah."
"Kenapa kamu menjadi takut pada mereka? Lagian Ali putra yang tidak di inginkan oleh Pak Kenan dan Kinanti hanya putri dari penjual bunga."
Yuna yang artis senior berbicara dengan menujukan wajah tidak suka, dari awal ia memang tidak menyukai Ali dan Kinanti, yang menurut ia Ali itu so Alim, dan Kinanti hanya wanita yang beruntung bisa mendapatkan peran utama tanpa berjuang dari peran pembantu terlebih dahulu.
Yuna sangat membenci Ali dan istrinya karena merka berdua juga tidak berjuang dari nol tidak seperti ia saat itu, ia juga tidak tau kenapa Ali dan istrinya bisa semudah itu masuk ke dalam dunia peran, terlebih imej Kinanti sudah rusak karena foto-foto tidur yang beredar saat hari pernikahan Kinanti hingga Kinanti di pecat dari Wijaya Grup, tapi entah kenapa Kinanti begitu mudah di terima di Alfero Grup tanpa melakukan apa pun.
"Iya, nie kamu tidak asik Lis, sebenarnya kamu kenapa sih sudah 1 minggu ini seperti banyak pikiran?"
Ayunda memang selalu penasaran pada teman seprofesinya yang selalu murung akhir-akhir ini.
Lisa yang di tanya oleh Ayunda ia hanya menghembuskan napasnya kasar, bagai mana ia tidak lesu kalau tiap hari Papanya memarahi ia untuk minta maaf pada Ali dan istrinya karena berita Alfero Isabel Grup memberhentikan kerja sama dengan perusahaan Papanya mulai tersebar, dan banyak perusahaan yang tidak mau bekerja sama lagi dengan perusahaannya lantaran Alfero Isabel Grup memberhentikan kerja sama membuat pengaruh jelek pada perusahaan orang tuanya.
__ADS_1
"Akhir-akhir ini aku tidak bisa tidur, jadi aku terlihat lesu karena kurang tidur."
Mereka hanya mendengus kesal saat mendengar jawaban dari Lisa karena Lisa tidak menceritakan kenapa alasannya membuat Lisa tidak bisa tidur.
"Kapan iya Kinanti di keluarin dari Alfero Grup? Jujur saja aku tidak suka dengan sikapnya yang semena-mena!"
Ayunda bertanya dengan raut tidak suka, ia memang tidak menyukai Kinanti, karena Kinanti bekerja tidak berprfosional, selalu saja Kinanti dan suaminya bekerja seenak jidat.
"Harapan kamu ketinggian Ayunda, Kinanti tidak akan di keluarin oleh Pak Samsul kalau bukan dia sendiri yang berhenti."
Lisa menjawab dengan nada tidak suka, bukan tidak suka pada Ayunda dan Yuna, tapi ia masih kesal pada orang yang di bicarakan oleh ke dua teman seprofesi, apa lagi karena Kinanti ia harus di marahi terus oleh Papanya, belum lagi ia di suruh minta maaf pada Kinanti dan Ali
"Memangnya Kinanti punya hak apa bisa tidak di keluarin dari sini? Apa jangan-jangan Kinanti memberikan tubuhnya pada Pak Samsul?"
"Sembarangan banget kamu! Bukan'kah satu minggu yang lalu saat Kinanti bertengkar dengan Lisa, Kalisa dan Erik itu Ali bilang kalau Kinanti masih perawan?"
"Iya bisa saja Ali hanya untuk menutupi aib istrinya, secara hingga sekarang foto-foto itu belum ada konfirmasi."
Pada akhirnya Yuna tetap membela Ali, walau pun menurut ia Ali lelaki so alim, dan merasa berkuasa.
"Kenapa kita jadi ngomongin perawan tua sih?!"
Lisa bertanya dengan raut wajah marah, ia memang dari dulu tidak menyukai Kinanti, tapi dulu ia masih menumpang populeritas dari Kinanti, tidak seperti sekarang yang sudah menujukan sikap tidak sukanya.
"Halah! Perawan tua lebih terhormat, dari pada Gadis muda, tapi sudah tidak perawan lagi!"
Ayunda tidak berniat untuk menyinggung Lisa yang sudah tidak perawan, tapi ia sangat tersinggung saat Lisa mengatakan Kinanti perawan tua, secara usia ia saja yang sudah 29 tahun masih melajang, bahkan ia masih belum memiliki pacar karena 5 tahun yang lalu ia di tukung oleh temannya sendiri hingga sekarang ia belum menjalin hubungan lagi.
__ADS_1
Ayunda selalu menolak lelaki yang datang, ia juga merasa tidak tertarik lagi pada lelaki semenjak kejadian di masa lalunya, ia selalu menganggap semua lelaki itu sama, tapi saat melihat Ali yang selalu memperlakukan Kinanti dengan baik, ia baru sadar kalau sipat semua lelaki itu tidak semua seperti mantan kekasihnya.
Lalu dari situ Ayunda mulai mencoba membuka hati, walau pun ia belum menemukan yang cocok, tapi ia sudah tidak menganggap semua lelaki itu sama.
Sedang Lisa mendadak pucat saat mendengar ucapan dari Ayunda, ia merasa sangat tersinggung dan ia juga takut kalau ternyata Ayunda selama ini mengetahui ia yang memang sudah tidak perawan, apa lagi usia ia masih sangat muda, tapi ia mencoba menepis tentang Ayunda karena yang tau tentang itu hanya Kinanti.
"Kamu kenapa Lis?"
Ayunda bertanya dengan raut wajah bingung saat melihat Lisa yang mendadak pucat.
"Tidak apa-apa."
"Jangan-jangan kamu Gadis, tapi tidak perawan?"
"Hah?"
Lisa berbicara hah dengan raut wajah bingung. Sedangkan Ayunda langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat kebingungan Lisa.
"Aku hanya becanda Lis, lagian kamu masih 23 tahun, terus juga kamu tidak pernah tertangkap kamera dengan seorang lelaki, jadi mana mungkin kalau kamu sudah tidak perawan."
Lisa yang mendengar ucapan dari Ayunda ia langsung mengelus dada, ternyata mereka memang belum tau tentangnya.
"Ayunda, Yuna, aku ke toilet dulu."
Setelah mengatakan itu Lisa langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari mereka, sedangkan mereka berdua hanya mengerutkan keningnya, mereka merasa ada sesuatu pada Lisa.
"Menurut kamu, Lisa itu masih perawan atau tidak? Lisa seperti teringgung dengan ucapanku tadi?"
__ADS_1
"Mana aku tau mungkin perasaan kamu saja."
Yuna juga memang tidak tau tentang Lisa, apa lagi ia juga baru mengenal Lisa beberapa minggu ini.