Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 30 Komentar Netizen


__ADS_3

Sudah 1 minggu Ali dan istrinya syuting, kemarin juga filam Cinta Dalam Perjodohan itu sudah tayang di bioskop.


Ali tidak menyangka kalau film Cinta Dalam Perjodohan yang ia buat alurnya itu di sukai banyak orang. Bahkan banyak orang juga yang mengatakan kalau Ali dan istrinya sangat cocok saat memerani film itu, ada banyak juga yang mencibir kalau Kinanti tidak cocok bersama Ali karena Kinanti terlalu tua dan mengatakan kalau Jamilah Alfero sangat cocok menjadi pasangan Ali karena memiliki wajah yang sangat mirip dan tutur katanya sama lembutnya seperti Ali.


Bahkan ada banyak netizen juga yang berdo'a agar Ali bersama Jamilah Alfero, tanpa berpikir kalau jari-jarinya itu sangat menyakiti hati Kinanti.


Sedangkan Jamilah bermain peran di Cinta Dalam Perjodohan sebagai adik dari Ali. Kinanti yang membaca komentar para netizen, ia ingin sekali memaki orang itu dan mengatakan kalau Ali adalah suami yang baik, jadi suaminya tidak akan berpaling dengan wanita lain, tapi ada juga rasa takut di hatinya.


Kinanti takut kalau usul netizen itu membuat suaminya dan Jamilah menjadi baper lalu mereka berdua menjalin hubungan.


Apa lagi banyak artis yang bercerai lalu menikah dengan teman perannya, lagi-lagi membuat Kinanti berpikir buruk.


Kinanti merasa kalau pikirannya selalu tidak enak setelah memiliki suami yang sempurna seperti Ali yang bisa membuat wanita jatuh cinta dalam hitungan menit, walau pun ia sangat bersyukur, tapi tetap saja pikirannya tidak tenang.


Kinanti hari ini libur kerja, karena suaminya meminta setiap hari minggu libur. Sekarang Kinanti sedang mondar-mandir tidak jelas setelah membaca komentar dari netizen.


Kinanti juga berkali-kali melihat jam dingding karena ia merasa kalau suaminya pergi sudah lama, seingatnya suaminya itu pergi sudah 25 menit yang lalu.


"Sebenarnya Mas Ali kemana sih, katanya pergi sebentar, tapi sudah 25 menit masih juga belum datang?"


Yuli yang sedang mengelap-ngelap di ruang keluarga, ia ingin sekali tertawa saat mendengar Kinanti berbicara sendiri.


Apa lagi mengatakan kalau suaminya pergi sudah teralu lama, jelas-jelas suaminya pergi baru saja 25 menit, andai saja Kinanti bukan majikannya, ia mungkin sudah tertawa terbahak-bahak.


"Assalmualaikum."


Ali mengucap salam sambil masuk ke dalam apartement yang langsung di sambut dengan pelukan oleh istrinya.


Istrinya memeluk Ali dengan mengalungkan ke dua tangannya di lehernya dengaan kaki yang melilit di pinggangnya layaknya anak kecil, kalau saja ia tidak bisa mengimbangi loncatan dari istrinya, ia berdua bisa saja terjatuh di lantai.


Ali langsung melingkarkan ke dua tangannya di pinggang istrinya masih sambil menenteng belanjaan, lalu ia mengecup singkat kening istrinya.

__ADS_1


"Salam Mas kenapa tidak di jawab Jamila?"


"Maaf Jamila lupa Mas. Wa'alaikumsalam."


Ali menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar jawaban dari istrinya, jelas-jelas ia mengucap salam lebih dulu, kalau istrinya yang di suruh ia mengucap salam lebih dulu baru wajar kalau istrinya lupa.


Ali langsung berjalan ke arah ruang tamu masih sambil menggendong istrinya, ia langsung meletakan belanjaannya di meja lalu langsung duduk di sofa.


"Jamila kenapa?"


Ali bertanya sambil mengelus rambut istrinya yang terurai.


"Kata Mas perginya Mas sebentar, tapi ternyata Mas perginya sangat lama."


"Lama bagai mana Jamila? Mas itu perginya hanya sekitar 30 menitan bukan sehrian."


"Ih Mas, habis Jamila kesel sama netizen masa bilang kita tidak cocok, dan mereka bilang kalau Mas lebih cocok bersama Jamilah karena wajah Mas sangat mirip dengan Jamilah, jadi Jamila kesel karena masalah itu."


Ali menghela napas berat, bagai mana tidak mirip kalau Jamilah Alfero adalah adik sepupunya sendiri, jadi wajar saja kalau ia dan Jamilah sangat mirip.


"Jelas Jamila marah, tidak akan ada seorang istri yang rela kalau suaminya di do'akan dengan wanita lain."


"Mas tau, tapi Jamila itu terlalu berlebihan, Mas sudah menikahimu."


"Sudah menikah bukan berarti tidak bisa bercerai atau berselingkuh Mas."


"Mulai Jamila berpikir seudzon lagi."


Kinanti tidak menjawab ucapan dari suaminya, ia langsung mencium bibir suaminya dan menggigit pelan bibir bawah suaminya, ia yang biasanya menjujung tinggi gengsinya tidak pernah melakukan ciuman lebih dulu, tapi kini ia mencium suaminya lebih dulu.


Ali yang mendapatkan ciuman secara tiba-tiba, ia hanya membuka mulutnya dan membiarkan lidah istrinya bermain di mulutnya.

__ADS_1


Yuli yang melihat adegan itu ia langsung lari dengan langkah seribu, ia sangat malu saat melihat Kinanti langsung nyosor. Walau pun Yuli tau kalau di sini tempat tertutup karena di dalam apartement, tapi di sini bukan hanya ada mereka berdua, masih ada ke dua asistennya yang seharusnya jangan melakukan di sembarang tempat.


Namun Yuli merasa kalau Kinanti tidak malu dan tidak peduli walau pun ada ia yang sedang mengelap-ngelap dari tadi.


Ali hanya memejamkan mata, menimati permainan istrinya yang sedang memainkan lidahnya hingga membuat ia lagi-lagi harus mandi dengan air dingin karena miliknya selalu saja berdiri setiap kali melakukan percumbuan bersama istrinya, tapi hingga sampai saat ini ia tidak berani meminta haknya pada istrinya.


Ali tidak mau kalau ia melakukan layaknya suami istri dengan hati istrinya yang tidak ikhlas. Bahkan Ali ingin kalau istrinya menawarkan diri bukan hanya masalah siap saja, tapi ia ingin istrinya mendapatkan pahala yang sangat besar karena sudah menawarkan diri.


Namun hingga usia pernikahannya 18 hari Ali masih saja belum pernah merasakan bagai mana surga dunia seperti yang di katakan orang-orang.


Lama-kelamaan Ali juga membalas ciuman istrinya hingga lupa tempat karena sangat menikmati permainan istrinya. Mereka berdua berciuman sampai 15 menit lamanya karena Kinanti melihat suaminya sudah kehabisan napas.


"Bibir Mas sangat nikmat."


Kinanti memang tidak pernah bosan untuk mencium bibir suaminya, ia merasa bibir suaminya sudah menjdi candu. Walau pun dulu Kinanti pernah melakukan ciuman, tapi ada kalanya ia tidak nafsu untuk berciuman, berbeda dengan bibir suaminya yang ingin ia cium setiap saat kalau saja ia tidak memiliki gengsi.


Apa lagi gengsi Kinanti sangat tinggi hingga ia bisa melawan keinginannya yang selalu ingin bercumbu.


"Jamila sudah cinta belum sama anak kecil seperti Mas?


Pertanyaan suaminya mampu membuat Kinanti malu, andai saja waktu bisa di putar, ia ingin menarik kembali ucapannya yang mengatakan kalau suaminya anak kecil.


"Ih Mas jangan bilang anak kecil juga."


"Dulu yang mengatakan Mas anak kecil itu Jamila."


"Iya memang Mas anak kecil, nyatanya Mas masih kalah dengan Jamila saat kita melakukan ciuman. Mas selalu kalah setiap kali Jamila membalas ciuman Mas."


"Bagai mana bisa Mas tidak kalah, kalau ciuman itu tidak ada yang di pejari oleh Mas? Maaf kalau Jamila tidak menikmatinya karena Mas selalu kehabisan napas lebih dulu."


Ali minta maaf sambil mengelus kepala istrinya, ia merasa bersalah, tapi mau bagai mana lagi ia memang belum pernah belajar tentang berciuman.

__ADS_1


"Tidak perlu minta maaf pada Jamila, bagi Jamila Mas yang terbaik."


Setelah mengatakan itu Kinanti langsung memeluk suaminya.


__ADS_2