MENIKAHI DUREN ANSA

MENIKAHI DUREN ANSA
Syarat


__ADS_3

"Kusuma!"


"Widya!"


Seakan waktu berhenti berputar, ketika pria dari masa lalunya hadir di depan matanya. Widya tidak menyangka sama sekali jika akan bertemu dengan laki-laki yang dia tolak lamarannya waktu itu.


Betapa kagetnya pak Kusuma, begitu mengetahui bahwa calon besannya adalah Widya. Wanita yang telah mencuri hatinya dan membawa pergi, sehingga meninggalkan luka. Tapi tidak sedikit pun Kusuma menaruh benci atau pun dendam. Kusuma masih menyimpan dengan rapi rasa cinta itu di sudut hatinya. Tidak ada yang menggantikan posisi itu, walaupun itu istrinya.


"Ehemmm!" ayah Kemal berdehem untuk memecah keheningan yang tercipta karena rasa terkejut.


"Lama tidak bertemu, Wid! Apa kabar?'' sapa Kusuma, begitu bisa menguasai keadaan.


"Alhamdulillah. Kamu sekeluarga bagaimana?" balas Widya.


Mereka saling bersalaman bergantian.


"Kevin, ayo salim eyang!" perintah Alex pada anaknya.


"Iya, dad!" jawab Kevin dengan patuh, kemudian dia mencium punggung tangan ayah dan bundanya Ary.


"Oh, sudah besar jagoan kamu!" kata ayah saat Kevin mencium punggung tangannya.


"Siapa nama kamu, nak?" tanya Kemal pada Kevin.


"Kevin Wijaya!" jawab Kevin malu-malu.


"Sudah kelas berapa, Kevin?" tanya Widya menimpali.


"Kelas satu." jawab Kevin sambil berlari ke arah ayahnya.


"Iya, sudah sebesar tapi tidak merasakan kasih sayang seorang ibu." sahut pak Kusuma.


"Ibunya kemana memangnya?" tanya bunda Widya.


"Kami sudah lama pisah, Bun." jawab Alex.


"Oh begitu! Mama kamu nggak ikut?" tanya Bu Widya.


"Kurang enak badan akhir-akhir ini." jawab Kusuma berbohong.


Mami Alex tidak ikut, karena tidak diberitahu oleh Alex. Alex merasa jika dia memberitahu maminya, yang ada pernikahannya dengan Ary tidak akan pernah terlaksana. Maminya pasti akan berusaha untuk menggagalkan rencana pernikahannya.

__ADS_1


Alex tadi siang berusaha membujuk papinya agar mau ikut melamar Ary. Alex harus memenuhi permintaan calon mertuanya, yaitu datang melamar bersama keluarganya. Dengan sedikit rayuan dan perjanjian bisnis, akhirnya papinya mau menemaninya melamar Ary. Walaupun papinya masih belum memberikan restunya.


"Kalau boleh tahu, ada apa sebenarnya maksud kedatangan kalian kesini?" tanya Kemal membuka percakapan.


Papi Alex menjelaskan maksud kedatangannya pada kedua orang tua Ary. Kusuma ingin mempersunting Ary untuk Alex, menjadikannya sebagai ibu dari anak-anak dari cucunya nanti.


Awalnya Kusuma belum memberi restu untuk Alex menikahi Ary. Karena dia merasa tidak mungkin membatalkan pertunangan Alex dengan anak rekan bisnisnya. Tapi begitu tahu, Ary adalah anak Widya. Kusuma langsung memberikan restunya tanpa sepengetahuan Alex.


"Tunggu sebentar, saya panggil Ary kesini." kata bunda setelah Kusuma mengakhiri penjelasannya datang ke rumah Ary.


Bunda beranjak dari duduknya untuk memanggil Ary. Ary tidak diijinkan keluar sebelum keluarga Alex menjelaskan maksud kedatangan mereka.


"Ary, ayo keluar! Mereka sudah menanti jawaban dari kamu." kata bunda begitu masuk ke dalam kamar Ary.


Ary saat ini berdandan senatural mungkin, bedaknya hanya dioles tipis, begitu juga dengan lipstiknya. Dengan memakai gamis berwarna abu-abu dan jilbab senada, Ary tampak sangat cantik dan anggun.


Alex terkesima dengan wajah Ary, malam ini Ary terlihat berbeda sekali. Ary tampak cantik berseri walaupun hanya dengan riasan ala kadarnya saja. Karena Ary hanya memiliki bedak dan lipstik.


"Ayo duduk sini, dekat ayah!" kata Kemal begitu melihat Ary mendekati mereka.


Dengan patuh Ary duduk di dekat ayahnya, Ary berada di tengah-tengah antara ayah dan bundanya. Sebelumnya Ary menyalami pak Kusuma, calon mertuanya.


"Ary memiliki beberapa syarat. Jika dia sanggup, Ary akan bersedia." jawab Ary sambil memandang ayahnya.


"Apa syarat yang ingin kamu ajukan, nak?" tanya ayah sambil mengusap kepala Ary yang tertutup jilbab.


"Ary ingin menikah sesuai syariat kepercayaan Ary. Apapun kepercayaan yang dia anut, Ary tidak memaksa. Hanya saja Ary ingin ayah yang menikahkan Ary. Ary hanya ingin pernikahan Ary sah secara agama dan negara." jawab Ary mantap


"Bagaimana nak Alex? Sanggup?" tanya ayah.


"Apapun keputusan kamu papi hanya bisa memberikan restu." kata Kusuma sambil menepuk pundak anaknya.


"Kamu pasti bisa, Lex!" Anton memberikan semangat pada Alex.


Sejak awal Alex sudah berniat mengikuti keyakinan Ary, jika itu menjadi syarat mutlak menikahi Ary. Tapi tadi disebutkan Ary, dia tidak memaksa Alex untuk mengikuti keyakinannya. Jadi Alex dengan yakin bisa mengikuti syarat yang diajukan Ary.


"Alex sanggup mengikuti Ary. Apapun akan Alex lakukan, walaupun nyawa akan Alex berikan untuk Ary." jawab Alex dengan yakin.


"Selain itu, Ary juga ingin restu dari kedua orang tua." kata Ary tiba-tiba.


"Papi sudah merestui kalian." sahut pak Kusuma.

__ADS_1


Cukup aku dan Widya saja yang gagal membina rumah tangga. Anakku jangan sampai mengulang sejarah. Batin Kusuma.


Dulunya Kusuma dan Widya adalah teman dekat semasa sekolah. Kedekatan mereka sudah diketahui orang banyak. Kedua orang tua mereka juga berteman. Usaha keluarga milik mereka dulu adalah yang terbesar di daerah itu. Tapi hubungan mereka harus kandas karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak.


Dulu pernikahan mereka digadang-gadang akan menjadi jembatan untuk kedua perusahaan bersatu dan semakin kuat. Tapi karena ada orang ketiga yang tidak menyukai kedekatan mereka, sehingga mereka diadu domba dan akhirnya bermusuhan.


Walaupun begitu Kusuma dan Widya tidak pernah menyimpan dendam. Mereka berdua beranggapan mungkin mereka belum jodoh.


Jadi saat Alex hendak melamar Ary, hati Kusuma merasa senang karena anaknya bisa melanjutkan perjodohan yang tertunda di masa lalu.


Setelah disetujui bagaimana acara pernikahan yang Ary inginkan, Alex memberikan cincin yang telah disiapkan pada bunda Widya. Bunda Widya yang memakaikan cincin itu, karena mami Alex tidak hadir.


Setelah acara pemasangan pengikat selesai, Kemal mengajak tamunya untuk menikmati makan malam. Mereka semua meninggalkan ruang tamu menuju belakang untuk menikmati makan malam bersama.


"Papi sama bunda ada hubungan apa?" tanya Alex tiba-tiba, saat mereka dipersilahkan untuk makan malam.


Alex bertanya pada papinya dengan berbisik, agar orang tua Ary tidak mendengar.


"Nanti di jalan papi ceritakan! Tidak enak membahas itu sekarang!" jawab Kusuma juga berbisik.


"Kalian ngapain sedari tadi berbisik terus?" tanya Kevin.


Anak kecil itu heran melihat ayah dan eyangnya berbisik sambil jalan menuju ruang makan.


"Anak kecil dilarang kepo!" celetuk Anton sambil menarik tangan Kevin agar tidak menggangu ayah dan anak yang baru berbaikan.


Setelah sampai Ary dan Alex duduk berhadapan. Kevin meminta duduk dekat Ary, setelah tadi diperkenalkan bahwa Ary akan menjadi ibunya.


"Kevin mau duduk dekat mommy aja, biar disuapi!" kata Kevin begitu sampai.


"Ayo sini, sayang!" kata Ary sambil mengarahkan tangannya pada Kevin.


"Kevin makan sendiri ya! Kevin sudah besar!" kata Alex memperingatkan Kevin.


"Nggak apa-apa, biar aku suapi!" jawab Ary.


Tidak butuh waktu lama untuk mendekatkan Kevin dengan Ary. Karena Ary sangat menyukai anak kecil, sehingga tidak susah baginya mengambil hati seorang anak kecil. Apalagi Kevin yang sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang dari ibunya.


"Ingat Kevin, tidak boleh nakal!" kata Kusuma sebelum makan.


"Kevin nggak nakal, eyang!" jawab Kevin sambil duduk disamping Ary.

__ADS_1


__ADS_2