MENIKAHI DUREN ANSA

MENIKAHI DUREN ANSA
Bonus Ary dan Alex


__ADS_3

Setelah membaca komentar para readers, saya kasih satu bonchap ya. Aku sebenarnya malas bikin cerita panjang, tapi demi readers terzheyeng, aku kasih bonus satu ya. Jangan lupa like dan komen ya


Happy Reading 🤗🤗🤗


***


Di masa kehamilannya, Ary tidak mengidam yang aneh-aneh. Bahkan nafsu makannya biasa-biasa saja. Hanya saja sejak hamil, Ary tidak mau berpisah lama dengan suaminya.


"Pulang! Hiks... hiks..." Ary terisak saat menelepon Alex.


Baru dua jam yang lalu, Alex pamit ke kantor untuk meeting sebentar. Rapat belum usai tapi Ary sudah nangis sesunggukan.


"Sabar ya, aku belum selesai! Nanti begitu selesai aku langsung pulang." bujuk Alex dengan berbisik, karena saat ini dia masih meeting.


"Minta dibelikan apa, hmm?" imbuhnya.


"Mau kamu pulang! Hiks... hiks." Ary masih menangis karena sudah merindukan suaminya.


"Iya, aku pulang! Tapi jangan nangis lagi!" jawab Alex kemudian.


Padahal meeting belum selesai, masih banyak kerjaan yang harus ditanganinya. Semenjak awal kehamilan Ary hingga sekarang menunggu kelahiran, Alex jarang mengurus mall yang berada di bawah kepemimpinannya.


Alex benar-benar dibuat kelimpungan dibuat Ary. Ary selalu ingin ditunggui dan tidak mau jauh darinya, membuat Alex sering membawa Ary ke kantor. Pengajuan pensiun dini Ary telah disetujui BKN, sehingga saat ini Ary sudah pensiun.


Tadi, sebelum berangkat Alex sudah mengajak Ary untuk ikut ke kantor. Ary menolak, dia ingin di rumah saja. Padahal Alex sudah mengatakan dia akan lama di kantor, tapi Ary tetap menolak.


*Flash back on*


"Yang, ikut ke kantor aja yuk! Biar aku tenang lihat wajah kamu selama meeting." ajak Alex.


"Enggak ah, malu. Masak laki kerja tiap hari diikuti." jawab Ary sambil menyuapkan sesendok nasi goreng menua andalannya.


"Aku lama lho! Beneran nggak ikut?" tanya Alex.


"Enggak!" jawab Ary yakin.


"Jangan nangis lagi kalau aku pulang telat! Kalau aku terlambat mengangkat panggilan dari kamu, jangan marah! Aku meeting jadi HP aku silent." pesan Alex sebelum meninggalkan ruang makan.


"Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu, kamu langsung hubungi Thomas saja, jika aku gak merespon telepon atau pesan kamu." imbuhnya.

__ADS_1


"Iya." jawab Ary singkat sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku berangkat!" ucap Alex kemudian mengecup kening Ary dan terakhir dia mencium perut buncit Ary.


*Flash back off*


Alex akhirnya menyerahkan semuanya pada Thomas, orang kepercayaannya mengurus mall. Alex meninggalkan kantornya dengan kegundahannya. Dia ingin mengembangkan lagi usahanya, tapi istrinya saat ini butuh perhatiannya. Wanita hamil sangat sensitif, moodnya mudah berubah, jadi sebisa mungkin Alex menahan emosinya.


"Sabar! Sebentar lagi berakhir!" ucap Alex menghibur diri sendiri.


Tere sudah melahirkan sebulan yang lalu, anaknya berjenis kelamin perempuan. Sejak Anton menikah, Kusuma membagi tugas pada kedua anaknya dalam mengurus bisnisnya. Masing-masing diberi tanggung jawab atas mall yang telah dikembangkan. Jadi Kusuma hanya memegang mall dibangunnya saja. Anak-anaknya memegang mall hasil kerja masing-masing.


Tak berapa lama Alex sudah sampai di rumahnya. Saat masuk ke dalam, rumah itu tampak sepi. Karena Ary sedang berada di kamar Kevin, untuk menemani Kevin tidur siang.


Alex memasuki kamar anaknya perlahan, karena takut mengganggu tidur anak dan istrinya. Alex mendekati Ary kemudian mencium kening Ary.


"Tadi nangis-nangis nyuruh pulang, nggak tahunya malah tidur!" gumam Alex kesal.


Ary yang mendengar gumaman Alex langsung membuka matanya. Tadi saat Alex mencium keningnya, Ary belum tertidur, dia merasakan kedatangan suaminya pura-pura tidur.


"Aku belum tidur!" kata Ary kesal, kemudian bangkit dari tidurnya.


"Aduhhh!!!" teriak Ary sambil mengusap perutnya, kemudian punggungnya.


Sebenarnya dari kemarin Ary sudah merasakan mulas, tapi dia tidak menghiraukannya. Ary berpikir hanya kontraksi palsu, jadi dia diamkan saja. Tapi kali ini rasanya sudah tidak tertahankan lagi. Keringat dingin sudah mulai keluar.


Alex panik begitu melihat Ary tidak bisa bangun dari duduknya, apalagi saat dilihatnya keringat sudah membasahi kening dan leher Ary. Bahkan saat dia pegang tangan Ary pun juga berkeringat. Alex langsung membopong Ary, memasukkannya ke dalam mobil. Dia memanggil asisten rumah tangganya untuk membawakan tas berisi keperluan yang telah dipersiapkan sebelumnya.


Alex mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan, saking kalutnya. Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Ary dulu dinas.


Ary langsung dibawa ke ruang bersalin, setelah dicek pembukaannya. Tak lama begitu sampai di ruang bersalin, ketubannya pecah. Ary termasuk gampang melahirkan. Alex diminta dokter untuk menunggu di luar, agar tidak menggangu.(Pengalaman pribadi dan tanya ke dokter serta bidan, semua yang saya tulis berdasarkan riset 🙏🙏)


Saat menunggu persalinan, Alex menghubungi mertuanya dan orang tuanya. Dia mengabarkan bahwa Ary akan melahirkan dan telah masuk ruang bersalin.


***


Dua tahun kemudian...


"Nicho! Nathan! Pakai baju dulu, nak!" teriak Ary pada kedua anak kembarnya.

__ADS_1


Ary baru saja selesai memandikan keduanya. Ary merasa kelelahan harus mengejar keduanya. Nicho dan Nathan sangat aktif, sehingga Ary mudah lelah mengurus keduanya. Apalagi saat ini perut Ary membuncit karena kehamilan keduanya.


Ary hamil lagi saat usia Nicho dan Nathan belum genap dua tahun, karena memang Ary dan Alex tidak memakai kontra sepsi. Saat ini usia kandungannya sudah memasuki trimester ketiga. Usia Nicholas dan Nathan baru dua tahun lebih beberapa bulan, tapi mereka sangat aktif, sehingga butuh tenaga ekstra untuk wanita hamil.


Kehamilan kali ini tidak serewel kehamilan pertamanya. Ary bahkan sangat mandiri mengurus si kembar. Walaupun begitu, Alex semakin perhatian karena takut kehilangan Ary. Karena sejatinya seorang wanita itu manja, jika wanita terlalu mandiri akan dipertanyakan kenapa.


Alex yang baru pulang kerja, akhirnya membantu Ary. Rasa lelahnya hilang setelah melihat bidadari dan para jagoannya. Ary dan Alex sebenarnya mempekerjakan babby sister untuk si kembar, tapi selama Ary bisa mengawasi sendiri anak-anaknya dia akan lakukan.


"Halo jagoan daddy! Ada yang nakal?" sapa Alex di gawang pintu kamar.


"Daddy!" teriak si kembar bersamaan.


Si kembar langsung menghambur ke pelukan Alex, masih dalam keadaan telanjang karena baru saja selesai mandi.


"Kalian kenapa belum pakai baju? Nanti kalau masuk angin gimana?" tanya Alex sambil menggendong keduanya.


Alex membawa keduanya pada istrinya untuk dipakaikan baju.


"Nicho dan Nathan tidak boleh buat mommy capek! Kalian sayang nggak sama mommy dan dedek di perut mommy?" tanya Alex lembut.


Nicho dan Nathan akhirnya mau memakai bajunya. Alex sekarang sudah berubah tidak seperti dulu yang workaholic. Dia sekarang selalu meluangkan waktunya untuk keluarga.


***



Sore hari yang cerah...


Alex dan keluarganya sedang bersantai di ruang keluarga. Kevin sedang asik dengan buku gambarnya, dia ingin menjadi arsitek. Sedangkan Nicholas dan Nathan sibuk mengganggu adiknya yang baru berusia satu bulan. Mereka berebut ingin menggendong bayi perempuan yang diberi nama Shafiyah (Shofy). Bayi ingin menggendong bayi, itulah sebutan yang tepat untuk mereka.


Shofy yang sedang menyusu pun akhirnya terganggu dan melepaskan chochochip dari mulutnya. Matanya yang mengantuk pun menjadi terang seketika karena ulah kedua kakaknya.


"Kak Nicho sama kak Nathan mau gendong dedek ya?" tanya Ary pada keduanya, yang langsung dijawab dengan anggukan dari kedua anak tersebut.


"Kalau mau gendong dedek, duduk yang bagus ya jangan banyak gerak!" kata Ary menasehati.


Nicholas dan Nathan langsung mencari posisi duduk yang enak diatas sofa. Kemudian Ary meletakkan Shofy di atas pangkuan si kembar. Alex yang khawatir terjadi sesuatu, akhirnya tangannya ikut memegangi Shofy.


Dah!!! Beneran habis ya part Alex dan Ary. Next chapter kita ketemu Eno sama Agam ya...

__ADS_1


Bubyeee😘😘😘


__ADS_2