
Setelah membawa Kevin ke kamarnya, Alex pun segera membersihkan dirinya ke kamar mandi. Setelah bermain air di sungai tanpa mandi dan berganti baju membuatnya risih. Sedangkan Kevin, dia membawa baju ganti sehingga Ary bisa memandikannya di tempat rekreasi tadi.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Alex mengambil HP yang dia letakkan di atas nakas. Alex ingin bertemu dengan Tere. Walau bagaimanapun juga, Alex harus menjelaskan pada Tere bahwa hubungan mereka tidak bisa berlanjut sebagai sepasang suami istri.
Selama bersama Tere, cinta itu belum juga hadir di hati Alex. Padahal banyak hal baik yang dilakukan Tere, agar Alex mau melihatnya. Tere sangat yakin kebaikan yang tulus pasti akan memberikan hasil. Sayangnya, kebaikan dengan maksud tertentu tidak pernah memberikan hasil apapun. Karena sejatinya kebaikan tidak membutuhkan imbalan.
Tere sebenarnya gadis yang cantik dan baik, sayangnya dia dibutakan oleh cinta. Entah itu cinta atau obsesi, yang jelas Tere masih dengan setia menanti Alex. Tere tidak pernah melakukan hal buruk, kecuali membuang rasa malunya untuk mendapatkan hati Alex.
Karena sikap dan sifat Tere tersebut, mami Jessie sangat mengharapkan Tere menjadi menantunya. Bukan karena alasan bisnis dua keluarga yang ingin menyatukan kekuatan, alasan utamanya Jessie sudah mengenal dengan baik Tere dan keluarganya. Sehingga dapat dipastikan, nantinya rumah tangga Alex dan Tere akan bahagia karena sikap nerimo Tere.
"Re, ada waktu? Aku mau membicarakan soal kita." Alex mengirim pesan pada Tere.
Tak lama berselang, Tere pun membalas pesan tersebut.
"Ada, kapan?" balas Tere.
"Nanti malam, kita ngobrol sambil dinner. Aku jemput jam tujuh malam." Alex.
Mereka saling berbalas pesan, dan disepakati jam tujuh malam Alex akan menjemput Tere.
Setelah selesai membalas pesan Tere, Alex merebahkan tubuhnya di samping Kevin. Tak lama kemudian Alex pun terlelap, karena rasa lelah bercampur kantuk.
***
"Daddy rapi banget, mau kemana?" tanya Kevin begitu melihat sang ayah sudah bersiap untuk pergi.
"Daddy, ada janji dinner dengan teman daddy!" jawab Alex.
"Temen apa demen?" celetuk Anton yang kebetulan lewat di depan kamar Alex.
Anton yang saat itu baru pulang dari Surabaya, tampak lelah. Bagaimana tidak lelah, walaupun dia hanya anak angkat dalam keluarga itu, dia juga diberikan tanggung jawab yang sama dengan anak kandung. Sebagai tanda balas budi, Anton harus bekerja keras untuk membantu menjalankan bisnis agar lebih maju.
"Temen, nyuk! Nggak percayaan banget jadi orang." jawab Alex kesal.
__ADS_1
"Cuma nanya, gak usah sewot!" sahut Anton sambil berjalan menuju kamarnya.
"Om, om Anton nggak ikut daddy dinner?" teriak Kevin sambil mengikuti Anton masuk ke kamarnya.
"Nggak! Om nggak mau jadi nyamuk." jawab Anton sambil membuka sepatunya.
"Kevin sendiri kenapa nggak ikut daddy?" tanya Anton, dia hendak mengompori Kevin supaya menganggu acara dinner Alex dan Tere.
"Nggak mau! Tadi siang aja, Kevin sudah jalan-jalan sama daddy ma mommy Ary." jawab Kevin sambil mendudukkan dirinya di ranjang besar milik Anton.
"Oh ya, jalan-jalan kemana tadi? Terus ngapain aja kalian tadi?" tanya Anton antusias ingin mendengar cerita dari Kevin.
Anton sangat dekat dengan Kevin, bagi Anton Kevin sudah seperti anak sendiri. Ketika pulang kerja, disambut Kevin dengan cerita kesehariannya, lelah di badan Anton seperti menguap entah kemana.
"Kami tadi pergi jalan-jalan ke dekat rumah mommy Ary. Kata mommy, tempat tadi namanya sendang. Kolam yang airnya bersumber dari mata air di dasar kolam." jawab Kevin.
Setelah menjeda kata-katanya beberapa menit, Kevin melanjutkan ceritanya.
"Om, tadi daddy peluk-peluk momy Ary dari belakang terus..." Kevin mengehentikan ceritanya, dia ragu akan meneruskan ceritanya atau tidak.
"Kevin malu om!" jawab Kevin menunduk.
"Kenapa Kevin malu?" tanya Anton semakin penasaran.
"Daddy mencium mommy, om!" jawab Kevin sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya yang kecil.
Anton yang mendengar cerita Kevin tersenyum smirk.
"Tumben gercep, biasanya kalau nggak disuruh, cuma diam aja seperti orang bo*doh." gumam Anton tanpa ada yang mendengarnya.
"Wow, keren! Daddy memang tak punya rasa malu, urat malunya sudah putus!" kata Anton menanggapi celotehan Kevin.
"Masak sih, Om?" tanya Kevin yang gantian penasaran mendengar perkataan Anton.
__ADS_1
"Iyalah! Hanya orang yang tidak punya malu, mencium pasangan yang belum sah di depan umum." jelas Anton.
"Kevin malu om, masak daddy bolak-balik cium pipi mommy. Padahal mommy nggak mau tapi daddy maksa!" kata Kevin lagi, sehingga membuat Anton geram pada Alex. Anak seusia Kevin belum waktunya melihat apa yang dilakukan oleh Alex.
"Kevin! Kevin harus janji sama om, jangan ceritakan kejadian tadi pada siapapun juga. Bisa?!" kata Anton sambil memegang kedua tangan Kevin.
Kevin menatap mata Anton sejenak, Anton yang ditatap oleh Kevin menganggukkan kepalanya. Kevin yang mendapat jawaban dari Anton akhirnya ikut mengangguk.
"Iya, om! Kevin janji tidak akan menceritakan apa yang Kevin lihat tadi pada siapapun." jawab Kevin sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
Setelah itu, Anton menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena aktivitas yang dilakukannya seharian ini. Sedangkan Kevin masih menunggu Anton mandi, Alex sudah berlalu pergi untuk dinner dengan Tere.
***
"Eyang, Kevin mau makan pakai ikan sungai." teriak Kevin saat makan malam bersama.
"Emangnya Kevin pernah makan ikan sungai?" tanya Jessie pada Kevin. Karena selama ini Kevin hanya tahu ayam, telur, sosis dan nugget saja.
"Tadi siang Kevin sama daddy makan siang pakai ikan sungai kecil-kecil. Enak!" kata Kevin sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Anton yang duduk di depan Kevin, menyenggol kaki Kevin dari bawah meja. Anton memberi tanda agar Kevin menghentikan ocehannya. Kevin yang mendapat tanda dari Anton cuek saja, karena Kevin yakin tidak akan membocorkan rahasia mereka tadi.
"Oh ya?! Kenapa eyang nggak dibungkuskan?" tanya Kusuma.
"Kalau eyang mau, eyang minta aja sama daddy. Suruh daddy beli banyak, karena hanya daddy yang tahu tempatnya." jawab Kevin sambil memukul piringnya yang kosong menggunakan sendok, sebagai tanda minta diisi piringnya.
"Baiklah, besok pagi eyang mau minta dibelikan sama daddy-mu! Sekarang kita makan apa yang ada di atas meja makan." kata Kusuma menengahi.
"Kevin mau pakai lauk apa? Ayam goreng atau udang?" tanya Jessie pada Kevin.
"Kevin mau udang, yang ti (eyang uti)!" jawab Kevin sambil menganggukkan kepalanya.
"Tumben Kevin mau makan udang, biasanya pilih ayam goreng." gumam Jessie heran.
__ADS_1
Kevin yang mendengar gumaman eyang uti nya, langsung menjawab.
"Kevin mau makan yang berbeda dari biasanya. Kevin malam ini mau makan udang, katanya ikan sungai bagus untuk anak-anak!" jawab Kevin. Tadi siang Ary mengatakan pada Kevin, bahwa anak kecil sangat bagus mengkonsumsi ikan sungai. Dalam ikan sungai terdapat protein yang tinggi, sehingga menambah kecerdasan anak.