MENIKAHI DUREN ANSA

MENIKAHI DUREN ANSA
Tetaplah Di Sisiku


__ADS_3

"Hah?!" kata Ary begitu Alex selesai berbicara.


"Kenapa terburu-buru? Aku aja belum pernah bertemu dengan ibumu dan keluargamu. Aku mau menikah setelah bertemu dan berkenalan dengan mereka." lanjut Ary kesal, bagaimana tidak kesal belum mengenal keluarga pasangan sudah buru-buru menikah.


Memang tidak baik menunda pernikahan jika usia sudah matang, tapi bagi Ary, jika belum mengenal keluarga pasangan itu tidak baik. Apalagi belum mendapatkan restu dari seluruh keluarga. Bagi Ary restu dari kedua belah pihak sangat penting, karena dengan demikian hidupnya akan bahagia.


"Besok kamu ikut aku ke acara grand opening mall yang di Purworejo. Papi, mami dan keluarga akan menghadiri acara itu. Di situ nanti kamu bisa kenalan dengan mereka, kalau hanya ingin kenal." jawab Alex datar.


"Tapi kan..."


"Tidak ada kata tapi!" kata Alex memotong, belum sempat Ary meneruskan kalimatnya sudah dipotong oleh Alex.


"Kalau kamu mau menang sendiri, lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini." kata Ary kesal.


Ary tidak tahu kenapa tiba-tiba saja Alex menjadi pemaksa tanpa memikirkan perasaannya.


"B...bukan begitu! Aku hanya tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Kita sama-sama sudah dewasa, sudah pernah menikah. Jadi untuk apa lama-lama pacaran?" jawab Alex tergagap diawalnya karena jawaban Ary yang jauh dari prediksinya.


"Menikah itu butuh restu, Al! Kalau hanya restu dari seorang ayah itu belum bisa, karena bagaimanapun juga restu ibu untuk anaknya itu yang utama. Itu menurut aku ya, entah kalau kamu!" Ary mulai menjelaskan isi hatinya.


"Kita akan meminta restu mami saat acara grand opening mall yang di Purworejo. Biar kamu nggak bolak-balik perjalanan. Kalau ke Purworejo kan lebih dekat dibandingkan dengan pulang ke rumah." jawab Alex memberikan alasan.


"Ibumu kan belum pernah bertemu dengan aku selama ini. Bagaimana kalau beliau tidak mau merestui kita?" Ary mulai ragu-ragu, padahal sebelumnya dia sudah yakin untuk menikah dengan Alex.


Alex yang mengajak Ary untuk bertemu dengan ibu dan keluarganya secara tiba-tiba, membuat Ary tidak yakin ibunya Alex akan merestuinya.


"Kalau memang jodoh tak kan kemana!" batin Ary menenangkan diri.


"Kalau mami tidak mau, aku akan membujuknya agar mau. Mami pasti luluh, jika aku membujuk dan memohon." jawab Alex.


"Tidak selamanya orang tua akan memberikan apa yang diminta anaknya, biasanya mereka akan memberi jika itu dirasa baik untuk anaknya." jawab Ary dengan pikiran menerawang jauh, sedikit melamun.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah dinas Ary. Jarak antara rumah dinas dengan rumah sakit tidak jauh, hanya berjarak beberapa meter saja. Ary biasanya membawa motor, dia membawa mobil jika akan keluar dari rumah sakit. Itupun sopirnya yang akan mengantar mobil ke rumah sakit.


Mereka terus mengobrol walaupun sudah sampai. Hingga mereka duduk di ruang tamu, mereka masih membicarakan tentang rencana pernikahan.


"Baiklah, besok jam berapa aku datang ke Purworejo?" tanya Ary akhirnya.


"Besok sore aku jemput, karena lusa pagi acara grand opening." jawab Alex.


"Aku harus menginap begitu?!" tanya Ary.


"Iya, karena malamnya kamu bisa berkenalan dengan mami dan keluarga yang lainnya. Katanya mau kenalan dengan mereka?!" Alex menjelaskan alasannya kenapa dia meminta Ary menginap.

__ADS_1


"Aku menginap di mana?" tanya Ary lagi.


Wati muncul dalam arah dapur dengan dua gelas air minum dan makanan ringan pendamping minum. Kemudian menatanya di atas meja ruang tamu.


"Makasih ya, mbak!" kata Ary saat Wati meletakkan nampan yang berisi minuman dan makanan ringan.


"Sama-sama, mbak Ary. Silahkan diminum, pak!" kata Wati begitu selesai menghidang.


"Terima kasih!" jawab Alex sambil melihat ke arah asisten rumah tangga itu.


Wati pun berlalu setelah sedikit menundukkan badannya.


"Kamu menginap di hotel yang ada dalam mall tersebut!" jawab Alex.


***


Alex menepati janjinya menjemput Ary. Dia benar-benar ingin memperkenalkan Ary pada keluarga dan rekan bisnisnya. Dengan memperkenalkan Ary pada mereka, mereka pasti akan tahu jika Alex tidak mau menikah dengan Tere.


"Sudah siap?" tanya Alex dengan senyuman manis yang menggoda kaum hawa.


"In sha Allah. Tapi aku kok deg-degan ya, rasanya mau melompat keluar jantungku" jawab Ary dengan sedikit senyuman untuk menutupi kegelisahannya.


"Tenang! Ada aku yang di samping kamu. Ayo kita berangkat, biar bisa istirahat sebelum acara dimulai." kata Alex mencoba menenangkan Ary.


"Aamiin!" kata Alex dan Ary serentak.


"Apapun yang terjadi, tetaplah di sisiku!" kata Alex saat mereka baru saja memasuki mobilnya.


"Aku mohon, berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkan aku. Tetap di sisiku walaupun apapun yang terjadi!" Alex mengulang kata-katanya karena Ary hanya memandang saja ke Arah Alex, tanpa memberi jawaban.


"Kamu ngomongnya aneh! Ngelantur kemana-mana!" jawab Ary.


"Aku serius Ary!" kata Alex mengiba.


"Iya, aku akan berusaha bertahan semampuku." jawab Ary, tidak mau berjanji. Bukan karena tidak mau tetap di sisi Alex, tapi dia tidak mau mendahului rencana Tuhan.


Setiap orang bisa membuat rencana dan memiliki banyak keinginan. Tapi hasil akhirnya, tetap Tuhan juga yang menentukan semua. Oleh karena itu, Ary tidak mau berjanji.


" Terima kasih, sayang!" kata Alex dengan wajah berbinar mendengar jawaban Ary.


Alex begitu bahagia karena Ary akan segera menjadi miliknya. Dia mencintai Ary sudah lama, bahkan dia sudah berusaha untuk mendapatkan hati Ary. Alex tidak ingin melepas Ary lagi.


Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di mall sekaligus hotel milik Alex.

__ADS_1


Malam ini sebenarnya acara makan malam bersama, sebagai ucapan rasa syukur. Acaranya hanya untuk keluarga dan rekan dekat saja. Alex ingin memperkenalkan Ary kepada mereka, dengan tujuan ingin membatalkan pertunangannya dengan Tere. Selain itu meminta restu untuk menikahi Ary.


" Sudah siap bertemu dengan mertua?" ledek Alex begitu mobilnya berhenti di tempat parkir.


"Calon, Al! Masih calon!" teriak Ary. Alex yang mendengar teriakan Ary hanya terkekeh.


"Sebentar lagi menjadi mertua!" jawab Alex sambil membuka pintu mobil untuk Ary.


"Tetap aja belum! Kalau kita sudah menikah baru namanya mertua." jawab Ary sambil melangkahkan kakinya keluar dari mobil.


"Iya, iyaaa!" jawab Alex menutup pintu mobil dan menguncinya sambil berjalan.


"Kok aku merasa kurang percaya diri. Deg-degan gak karuan. Sidang skripsi saja tidak seperti ini rasanya." kata Ary sambil berjalan mengikuti Alex.


Alex sudah menyiapkan kamar untuk Ary, di sebelah kamarnya. Biar mudah dihubungi jika ada apa-apa. Di lantai itu khusus kamar untuk para petinggi perusahaan.


"Kamu istirahat dulu, jam tujuh nanti kita turun untuk menghadiri acara makan malam. Aku juga mau istirahat sebentar." kata Alex begitu sampai di kamar Ary.


"Terima kasih!" jawab Ary tersenyum, melangkahkan kakinya memasuki kamar tersebut.


"Kamarku ada di sebelah kanan kamu. Kamar kita bersebelahan. Jika kamu butuh sesuatu, ketuk saja pintu kamarku." pesan Alex sebelum meninggalkan Ary.


"Ok!" Jawab Ary singkat sambil menutup pintu.


Maaf telat up πŸ™πŸ™πŸ™


Saya hanya ingin minta dukungan dari readers semuanya, tolong like, komen, vote dan gift.


Terima kasih banyak atas dukungannya, lop u all😘😘😘


Ada sedikit inpo dari saya nih, semoga readers tidak kecewa.


LOMBA PODIUM GIFT


Juara 1 100k pulsa


Juara 2 75k pulsa


Juara 3 50k pulsa


Juara 4 25k pulsa


Juara 5 20k pulsa

__ADS_1


Rentang waktu tgl 15 okt hingga 11 Desember 2021. Waktunya saya perpanjang, karena nanti pada tanggal 10 Desember akan diadakan tebaran khusus 15 besar top fans gift di GC. Jadi dimohonkan pada readers yang merasa termasuk dalam rangking umum antara 1 - 15, segera bergabung ke GC AYi.


__ADS_2