MENIKAHI DUREN ANSA

MENIKAHI DUREN ANSA
Jalan-jalan


__ADS_3

"Kalian tadi malam dari mana? Bawa anak kecil keluar malam-malam nggak ingat waktu!" tegur mami Alex saat menata sarapan di meja makan.


Jessie selalu memasak dan menyiapkan makanan di meja makan sendiri, karena itu permintaan Kusuma, suaminya. Kusuma sejak dulu lebih suka masakan rumahan, sehingga dia mengharuskan istrinya memasak. Karena itu mau tidak mau Jessie memasak dan menghidangkannya.


"Ke kafe minum ngopi bareng, ada kafe baru di dekat rumah sakit A" jawab Alex sambil mendaratkan bok***nya di kursi meja makan.


Kevin masih tidur karena hari ini hari Minggu, jadi dia dibiarkan bangun siang.


"Ke ngopi kok berjam-jam! Baru tahu mami!" celetuk Jessie.


"Sekalian bicarakan bisnis, mi!" Alex mencari alasan.


"Kalau bahas bisnis sambil ngopi kan bisa di rumah aja, tidak harus keluar juga!" kata Jessie mencibir.


"Atau jangan-jangan kalian menyembunyikan sesuatu dari mami?!" lanjut Jessie.


"Menyembunyikan apaan sih, mi! Kalau nggak percaya, mami tanya papi aja! Atau kalau tidak mami tanya si Anton." jawab Alex sambil mendekatkan piring pada ibunya untuk diisi nasi goreng.


Alex dan Ary sama-sama menyukai nasi goreng untuk sarapannya. Jadi tidak heran jika mereka selalu memilih nasi goreng sebagai menu sarapan.


"Ada apa, pagi-pagi sudah ribut!?" kata Kusuma sambil mendekati meja makan.


"Tadi mami nanya, kita kemana tadi malam. Alex jawab ke kafe, ngopi sambil bahas bisnisnya nggak percaya!" adu Alex pada ayahnya.


"Nggak percaya ya sudah! Ngapain diperpanjang, percaya atau tidak itu hak mereka. Kewajiban kita hanya menjawab pertanyaan!" kata Kusuma setelah mendengar aduan dari anaknya.


Jessie yang mendengar kata-kata suaminya hanya bisa memutar bola matanya malas.


Suaminya tidak pernah berubah, selalu cuek dengan keadaan sekitarnya. Yang penting terpenuhi hak dan memenuhi kewajiban. Suaminya tidak pernah menuntut penjelasan dan tidak mau memberi penjelasan jika tidak penting.


Sifat suaminya itu sering membuatnya kesal, karena secara tidak langsung dia harus banyak diam. Suaminya selalu saja tidak ingin ada bantahan, ada penjelasan atau tidak dibalik bantahan itu dia tidak pernah mau tahu.


"Iya, mami percaya!" jawab Jessie lesu.


"Papi mau sarapan nasi goreng atau roti tawar aja?" tanya Jessie kemudian setelah suaminya duduk.


"Seperti biasa saja, sandwich selai kacang." jawab Kudu sambil menyesap kopinya.


Setelah selesai sarapan, Alex meninggalkan kedua orang tuanya. Alex masuk ke dalam kamar anaknya, hendak membangunkan. Karena Kevin tidak mau bangun jika bukan ayahnya yang membangunkan.

__ADS_1


"Jagoan daddy!" teriak Alex begitu dekat dengan ranjang anaknya.


Alex tidak perlu membujuk atau merayu Kevin, dia hanya teriak sekali saja sang anak langsung terbangun. Walaupun teriakannya tidak terlalu keras, tapi cukup ampuh untuk membangunkan Kevin.


"Pagi, dad!" sapa Kevin sambil meregangkan tubuhnya.


"Pagi, jagoan!" jawab Alex sambil membuka gorden jendela.


Kevin mulai bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Kevin sejak kecil selalu dibiasakan bangun tidur langsung mandi. Dia sejak kecil tidak pernah diijinkan makan sebelum mandi. Walaupun di hari libur, dia harus mandi terlebih dahulu sebelum sarapan.


Setelah membangunkan anaknya, Alex meninggalkan kamar Kevin. Karena seperti biasanya, pengasuh Kevin masuk ke dalam kamar Kevin untuk menyiapkan semua keperluan Kevin.


Rencananya hari ini Alex akan mengajak Ary keluar jalan-jalan. Dia sudah tidak sabar menantikan saat-saat bersama Ary. Hatinya berbunga-bunga karena lamarannya diterima, dan tidak lama lagi Ary akan menjadi miliknya.


Setelah memanaskan mobilnya dan mengecek semuanya. Alex kembali ke dalam rumah untuk pamitan pada Kevin. Alex tidak ingin acaranya bersama Ary diganggu anaknya.


"Jagoan daddy sudah selesai sarapannya? tanya Alex pada Kevin yang saat ini masih menikmati sandwich di meja makan.


"Hmm." jawab Kevin sambil menggelengkan kepalanya karena mulutnya penuh dengan sandwich.


Setelah menelan habis sandwichnya, Kevin meminum susunya hingga tandas.


Selama ini Alex akan keluar rumah jika ada urusan bisnis. Dan itu selalu diketahui oleh seisi rumah itu. Tapi hari ini dengan mengenakan kaos berkerah warna navy dan celana jeans warna hitam, Alex tampak seperti anak muda yang hendak pacaran.


"Daddy mau pergi bersama teman daddy, jadi kamu di rumah saja sama eyang dan Mbak Susi." jawab Alex sambil mengusap tengkuknya untuk menutupi kegugupannya.


"Kevin mau jalan-jalan sama daddy, ini kan hari libur. Kapan kita bisa jalan-jalan bersama?" protes Kevin mendekati Alex.


"Minggu depan kita jalan-jalannya ya, sekarang daddy pergi bersama teman daddy. Kevin main-main sama mbak Susi aja." Alex mencoba membujuk anaknya.


"Mbak Susi, tolong ya! Ajak Kevin bermain di taman kota, ajak sopir dan yang lainnya untuk membantu mengawasi Kevin di taman." perintah Alex pada pengasuh Kevin.


"Baik, Tuan!" jawab Susi sang pengasuh.


"Daddy, Kevin maunya sama daddy! Kevin nggak mau sama mbak Susi." mata Kevin mulai berkaca-kaca karena keinginannya tidak terpenuhi.


Kusuma yang mendengar keributan dari ruang makan pun akhirnya mendatangi ruangan itu.


"Ada apa ini?" tanya Kusuma.

__ADS_1


"Kevin mau ikut daddy, tapi nggak dibolehin!" jawab Kevin sambil menunduk menahan tangisnya.


"Apa susahnya kamu bawa dia, itung-itung biar mereka makin dekat?!" kata Kusuma sambil memandang Alex.


"Tapi Pi!?" kata Alex ingin menolak permintaan ayah dan anaknya.


"Papi tahu kamu mau kemana, jadi sebaiknya kamu bawa anakmu sekalian." kata Kusuma membuat Alex tercengang.


Alex tidak menyangka jika ayahnya mengetahui rencananya, padahal dia tidak memberitahukan pada siapapun. Bahkan pada Ary dan keluarganya, Alex tidak memberitahu. Alex hanya ingin membuat kejutan dengan mengajak Ary jalan.


"Papi pernah muda, Al! Jadi papi tahu apa yang kamu pikirkan dan rasakan!" ucap Kusuma telak hingga membuat Alex tidak bisa menjawabnya ataupun memberi alasan lagi.


Akhirnya Alex membawa serta Kevin untuk berkencan dengan Ary.


"Semoga saja Ary di rumah dan mau diajak keluar jalan-jalan." kata Alex dalam hati.


Tak berapa lama kemudian sampailah mereka di depan rumah Ary. Kevin yang senang diajak langsung bersorak kegirangan begitu mobil berhenti.


"Horeee! Kita ke rumah mommy!" teriak Kevin.


"Ayo turun dulu, kita ajak mommy jalan-jalan!'' ajak Alex.


"Asiiaaapp, Daddy!" teriak Kevin sambil memberi hormat pada ayahnya.


Mereka berjalan beriringan berdua menuju pintu masuk. Kemudian Alex mengetuk pintu.


Ary yang kebetulan berada di ruang keluarga mendengar suara pintu diketuk. Ary pun langsung berinisiatif membuka pintu.


"Surprise!" teriak Alex dan Kevin kompak, begitu pintu terbuka.


"Pagi-pagi sudah sampai disini!" gerutu Ary, dia terkejut mendapati ayah dan anak pagi-pagi sudah mendatangi rumahnya.


"Mommy, ayok kita jalan-jalan! Mumpung Daddy nggak repot." ajak Kevin sambil mengguncang tangan Ary.


Segini dulu ya genks, sorry telat up. Kehujanan tiap hari jadi sedikit terganggu.


Silahkan like, komen, gift dan vote (bagi yang bersedia 🙏)


I love you all 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2