
Alex membawa Ary ke dokter obgyn keesokan harinya. Ary sudah diijinkan untuk pulang karena sudah dinyatakan sehat.
"Selamat, pak! Anda akan mendapatkan dua anak sekaligus." ucap dokter spesialis kandungan sambil menggerakkan alat USG.
Di monitor tampak ada dua bulatan kecil di dalam rahim Ary, yang menandakan adanya dua kehidupan. Ary dinyatakan hamil kembar, berusia tiga minggu.
Air mata Ary langsung luruh begitu mendengar kata dokter tersebut. Air mata bahagia karena akhirnya bisa merasakan hamil. Tak jauh berbeda dengan Ary, Alex juga meneteskan air matanya. Ia terharu akan mendapatkan anak kembar dari wanita pujaan hatinya.
Ary turun dari ranjang, setelah perawat membersihkan gel yang tadi diusapkan di perutnya. Ary merapikan pakaiannya, kemudian berjalan mendekati suaminya yang duduk di depan meja dokter yang memeriksanya tadi.
Mereka berkonsultasi tentang kehamilan, apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja larangannya. Ary pun juga berkonsultasi tentang makanan dan beberapa mitos yang didengarnya tentang kehamilan.
***
Carlos sudah mengetahui jika perempuan yang dinikahi Alex adalah cinta pertama Alex. Paula pernah bercerita jika Alex sangat mencintai Ary. Di awal pernikahan mereka dulu, Alex sering mengigau meminta maaf pada Ary. Jadi jika sekarang Alex berhasil mempersunting cinta pertamanya, Paula ikut bahagia.
Paula hanya takut jika Alex tidak bisa mendapatkan Ary, melihat betapa kerasnya mantan ibu mertuanya. Sama halnya dia dulu, susah untuk mendapatkan hati Jessie. Tapi lama-lama akhirnya Jessie bisa menerimanya dan menyayanginya melebihi anak sendiri.
Akhirnya Paula dan Carlos pun memutuskan untuk menikah. Carlos berjanji tidak akan mengusik lagi usaha Alex atau pun segala sesuatu yang menyangkut Alex.
***
Alex memboyong Ary ke rumah yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Rumah dengan dua lantai dan memiliki halaman yang luas, sesuai dengan impian Ary.
Alex menerima undangan pernikahan mantan istrinya saat sedang berada di kantornya. Dia mendapatkan email dari Paula. Paula mengirimkan kartu undangan via email, karena dirasa praktis. Paula juga menelepon Alex untuk memastikan undangannya telah sampai.
Karena kehamilan Ary yang masih rentan jika melakukan perjalanan jauh, Alex tidak mengijinkan Ary ikut menghadiri pesta pernikahan Paula dan Carlos.
"Aku kan juga pengen lihat Singapura itu seperti apa!" kata Ary merajuk dengan bibir mengerucut.
"Kandungan kamu masih lemah, resikonya tinggi jika memaksakan penerbangan jauh. Kamu di rumah saja, aku janji gak akan lama. Acara selesai aku langsung pulang." kata Alex membujuk Ary agar mau ditinggal.
"Kalau aku gak pergi, kamu juga gak boleh pergi!" teriak Ary sambil menangis dan meninggalkan Alex menuju kamarnya.
Akhir-akhir ini Ary memang sensitif, moodnya sering berubah. Alex kelimpungan dibuatnya. Semua serba salah menurut Ary, dan jangan lupakan air mata yang mudah tumpah dari matanya.
__ADS_1
"Kalau aku tidak datang nggak enak sama mereka, lagian aku ke sana kan membawa Kevin. Aku nggak akan macam-macam, sayang!" Alex mengejar Ary, sebelum sampai di kamarnya Alex sudah membopong Ary ke kamarnya.
Langkah Ary yang pelan, dengan mudah disusul Alex.
"Turunin!" teriak Ary sambil memukul dada bidang suaminya.
"Iya, nanti kalau sudah sampai!" jawab Alex sambil terus melangkahkan kakinya memasuki kamar mereka.
Ary mencebik, dia kesal sampai kembali meneteskan air matanya lagi.
"Sudah jangan nangis lagi, kasihan dedek-dedek yang di dalam sini. Nanti mereka ikut sedih jika mommynya sedih." kata Alex sambil meletakkan Ary di ranjang dengan perlahan.
"Ya udah pergi aja, tapi pergi pagi pulang malam ya!" kata Ary membujuk suaminya.
"Kasihan Kevin kalau seperti itu, dia pasti kelelahan. Disana tidak mungkin datang langsung pergi lagi. Aku berangkat malam dari sini, pulangnya besok sorenya. Biar Kevin bisa istirahat." jawab Alex lembut, dia mengusap perut Ary yang masih datar.
Ary diam karena jawaban Alex tidak sesuai dengan keinginannya. Akhir-akhir ini memang Ary tidak mau ditinggal Alex lama. Alex bekerja saja sudah nangis seperti akan ditinggalkan pergi jauh. Apalagi saat ini, Alex dan Kevin akan pergi ke Singapura tanpa dirinya.
Usia kehamilan Ary sudah memasuki bulan ketiga. Mual yang Alex alami juga sudah mulai banyak berkurang. Sedangkan Ary tidak mengalami ngidam sama sekali. Hanya moodnya sering berubah sehingga membuat Alex sedikit stres.
"Akhirnya dapat ijin juga!" batin Alex merasa sedikit lega.
"Iya, sayang! Iyaa." jawab Alex akhirnya, dia tidak ingin melihat istrinya menangis lagi.
***
Alex pergi ke Singapura sendiri, karena Kevin tidak mau ikut. Anak itu bersikukuh tidak mau ikut. Padahal semua sudah membujuknya untuk ikut. Mereka tidak mau pihak Paula salah paham, biar bagaimanapun juga Paula adalah ibu kandung Kevin.
Alex dan keluarganya tidak membatasi hubungan antara Paula dan Kevin. Paula diijinkan untuk bertemu Kevin kapan saja. Seperti saat ini, Paula menikah lagi. Alex berinisiatif mengajak Kevin ikut, agar Kevin ikut merasakan kebahagiaan ibu kandungnya. Tapi apa hendak dikata, Kevin memilih menemani Ary di rumah baru mereka.
"Maaf, aku nggak bisa bujuk Kevin untuk hadir di hari bahagia mu!" ucap Alex saat di acara pernikahan Paula.
"Mungkin dia sudah melupakan aku." ucap Paula sedih.
Carlos mengusap punggung Paula untuk menyalurkan kekuatan, agar Paula tidak bersedih.
__ADS_1
"Dia tidak melupakan wanita yang telah melahirkannya. Hanya saja, saat ini dia sedang lengket dengan mommy barunya. Apalagi dia akan memiliki adik kembar, sehingga dia semakin susah dipisahkan dengan mommynya." Alex menjelaskan alasan Kevin menolak ikut.
"Pasti istrimu wanita yang lembut dan penyayang. Kalau tidak, mana mungkin Kevin bisa begitu lengket dengan ibu tirinya." ucap Paula cemburu.
Paula cemburu karena anaknya lebih menyayangi ibu tirinya dibandingkan dengan dirinya, ibu kandungnya.
"Kamu jangan bersedih! Nanti jika kandungan Ary sudah kuat dan bisa diajak bepergian, kami akan berkunjung ke sini." Alex berjanji akan berkunjung bersama keluarga barunya.
Alex tidak ingin memisahkan seorang anak dengan ibu kandungnya. Dulu dia dikuasai emosi, sehingga tidak mengijinkan Paula untuk bertemu Kevin. Setelah menikah dengan Ary, sedikit demi sedikit Alex sadar atas nasehat dari Ary.
"Janji!? Aku akan dengan senang hati menyambut kedatangan kalian nanti. Do'akan semoga aku cepat menyusul kalian." kata Paula dengan wajah berbinar.
"Menyusul kemana?" tanya Alex bingung.
"Menyusul hamil!" jawab Paula malu.
"Oh?! Hahaha..." Alex menertawakan kebodohannya.
"Iya, aku do'akan semoga kalian segera diberikan kepercayaan untuk memiliki buah hati." kata Alex akhirnya.
"Semoga kalian bahagia, menua bersama hingga maut memisahkan. Segera memiliki momongan. Pokoknya bahagia selalu!" kata Alex sambil menyalami kedua mempelai.
"Terima kasih do'anya. Terima kasih sudah mau datang ke sini." jawab Carlos.
Mereka bersalaman dan berpelukan melupakan dendam masa lalu.
Hai zheyeng! Ary dan Alex sudah bahagia nih, jadi cerita Ary dan Alex sampai disini...
Kita bertemu lagi dengan cerita Eno dan Agam di sesi berikutnya.
Maaf jika kesannya seperti digantung, tapi nggak gantung sih, karena Ary dan Alex sudah bahagia jadi aku tamatin aja.
Jangan lupa untuk like, komen dan vote/gift 😍😍😍
Terima kasih zheyeng 😘😘😘
__ADS_1