
Sudah satu minggu Widya dirawat di rumah sakit, keadaannya juga sudah mulai membaik. Sedangkan Alex sudah diijinkan pulang karena sudah dinyatakan sembuh, hanya saja dia masih mual dan muntah.
Sesuai dengan yang tertera dalam kartu undangan pernikahan yang diterima oleh keluarga Ary, hari ini diadakan pesta besar. Tere hari ini akan menikah dengan anak Wijaya.
Akhirnya kesampaian juga keinginan Jessie, menjadikan Tere sebagai menantu dalam keluarganya. Kartu undangan yang sempat dipesan, akhirnya tidak jadi dibatalkan. Begitu juga dengan WO dan catering. Jessie tidak akan menanggung malu, karena dia tetl bisa membuat pesta pernikahan anaknya begitu megah.
Alex dan Ary sudah berdandan dan bersiap untuk berangkat ke hotel tempat dilaksanakannya pesta pernikahan tersebut. Walaupun pesta itu bukan untuk dirinya, Ary tetap merasa bahagia. Ary hanya sebagai tamu undangan biasa, seperti tamu undangan yang lainnya. Dia tidak masuk dalam jajaran panitia atau pun keluarga.
Acara pertama adalah acara pemberkatan, kemudian dilanjutkan dengan pesta adat Jawa. Dimulai dari nemoke hingga acara selesai sore hari. Penampilan Tere hari ini sangat cantik sekali, dengan pakaian dan riasan paes ageng kanigaran, Tere terlihat sangat cantik dan anggun. Sedangkan mempelai laki-laki tampak gagah.
Sore harinya, selepas acara pesta pernikahan. Ary minta ijin pulang, tapi Alex malah mengajaknya masuk ke kamar yang sudah dibooking. Ary tampak sangat lelah, wajahnya juga sedikit memucat.
"Kita istirahat dulu di sini, karena nanti malam masih ada acara untuk para pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan papi. Jadi, kamu tidur aja dulu sebentar." kata Alex lembut.
"Sudah jam segini, nanggung! Sebentar lagi juga Maghrib, mending aku mandi aja dulu." jawab Ary.
"Ya udah, kita mandi bareng ya!" goda Alex.
"Dih, ogah! Bukannya mandi, tapi aku malah dibantai habis gak bisa jalan lagi!" jawab Ary sambil masuk ke kamar mandi lalu menguncinya.
"Yaa, gak dapet deh! Padahal sudah seminggu lebih gak dikasih jatah." gerutu Alex pelan.
"Sabar kamu ya, Jun! Nanti malam kita pasti masuk." kata Alex sambil melihat juniornya.
***
Acara pesta kembali berlanjut, Ary dan Alex kembali ke ballroom dimana acara pesta dilaksanakan. Alex mengenalkan Ary ke beberapa koleganya. Alex juga mengenalkan Ary pada keluarga besarnya.
__ADS_1
"Akhirnya sama yang ini?" tanya salah satu sepupu Alex yang pernah bertemu dengan Ary saat di Purworejo.
"Iya lah, si Tere miliknya! Mana mungkin aku makan sodara!" kata Alex sambil mengarahkan dagunya ke arah mempelai laki-laki.
"Tapi Lo yang tunangan sama Tere? Keluarga ini memang aneh, bongkar pasang pasangan kek barang aja." sahut sepupu yang lain.
"Kemauan emak ma anaknya gak sejalan, jadi salah paham. Kacau dehhhh!" sahut lainnya lagi.
Ary yang mendengarkan percakapan mereka tersenyum sendiri. Alex dan Anton memang selalu membuat sensasi yang membuat orang heboh sendiri.
Iya! Yang saat ini bersanding dengan Tere di pelaminan adalah Anton. Anton mencintai Tere dalam diam. Bagi Anton, kebahagiaan Tere yang utama. Walaupun selama ini hanya menjadi kekasih bayangan bagi Tere, tidak menyurutkan rasa cinta Anton pada Tere.
Sehingga saat Alex meminta Anton menjauhkan Tere darinya, Anton langsung mencari cara agar Tere mau menikah dengannya. Dengan pernikahan ini, kedua belah pihak keluarga tidak menanggung malu dan kerugian. Anton bisa mendapatkan cinta dalam diamnya, tapi Tere belum bisa menerima sepenuhnya.
Licik memang cara Anton untuk menikah dengan Tere. Tapi Anton yakin, Tere bisa menerimanya. Selama ini Anton selalu menyediakan bahunya untuk Tere bersandar.
*Flash back on*
Tere yang diputuskan oleh Alex langsung pergi menuju sebuah bar. Bar tersebut adalah bagian dari hotel milik orang tua Alex. Anton yang melihat kepergian Tere mengikuti dari kejauhan. Anton terus memperhatikan Tere yang mulai mabuk.
"Kenapa kamu tidak datang lagi padaku, padahal selama ini setiap ada masalah kamu lari padaku?" gumam Anton sambil melihat ke arah Tere, dimana bartender terus menuangkan minuman ke gelas Tere.
"Kenapa kamu tidak pernah melihat aku? Apa kurangnya aku?" Anton terus bergumam dan memperhatikan Tere.
Anton juga merasa hancur jika Tere hancur. Anton mulai mencintai Tere, sejak Tere selalu menceritakan semuanya pada Anton. Tere merasa lebih nyaman jika bercerita pada Anton. Tere juga berharap Anton akan membantunya untuk bersatu dengan Alex. Tapi Alex sudah terlanjur mencintai Ary, sedangkan dirinya juga mulai tertarik dengan Tere, sehingga Anton pun enggan membantu.
Tere sudah mulai mabuk, mulutnya sudah mulai meracau tidak jelas. Anton pun mendekati Tere dan mengajaknya untuk pulang. Tapi sepertinya badan Tere tidak bisa menerima alkohol, terbukti tiba-tiba Tere limbung tidak sadarkan diri. Anton dengan sigap membopong tubuh Tere.
__ADS_1
Anton memesan sebuah kamar di hotel tersebut. Anton membawa Tere ke kamar tersebut, Anton perlahan-lahan menurunkan Tere ke ranjang, kemudian Anton menyelimutinya.
Saat Anton akan beranjak pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba Tere menarik tangannya. Tere menarik tangan Anton terlalu kuat hingga membuat Anton terhuyung dan jatuh menimpa tubuh Tere.
Tere langsung mencium bibir Anton ketika wajah mereka dekat, karena Anton jatuh tepat di atasnya. Awalnya Anton tidak mau membalas ciuman Tere. Tapi Tere terus memaksa, sehingga Anton pun mulai membalas ciuman Tere.
Berawal dari Tere yang mabuk, sehingga Anton bisa mendapatkan tubuh Tere. Anton yang pertama kali melakukan itu pun, awalnya canggung. Tapi karena sikap agresif Tere yang dalam pengaruh alkohol, membuat Anton menggila. Mereka melewati malam itu dengan pergulatan panas hingga pagi menjelang.
Keduanya yang sama-sama baru melakukan untuk pertama kalinya, selalu ketagihan sehingga melakukan itu terus.
Bahkan di hari berikutnya, mereka masih melakukannya. Apalagi saat Alex meminta tolong Anton untuk menjauhkan Tere dari Alex. Anton menggunakan kesempatan ini untuk membantu Alex dan dirinya sendiri. Bagi Anton ini adalah kerjasama yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Alex bisa menikahi Ary, sedangkan dirinya bisa menikahi cinta dalam diamnya.
Suatu hari, Anton sengaja mengajak Tere ke rumah orang tua Alex, karena dia tinggal di sana. Tere awalnya menolak karena takut ketahuan oleh Jessie. Dia merasa tidak enak, jika baru putus dengan Alex malah menjalin hubungan dengan Anton, saudaranya sendiri.
Melihat suasana rumah yang sepi, Anton mengajak Tere ke kamarnya. Dan terjadilah pergulatan panas seperti biasanya. Anton sengaja menanamkan benihnya di rahim Tere untuk mengikat Tere.
Tak selang berapa lama, Jessie yang saat itu sedang keluar rumah untuk bertemu dengan beberapa temannya, pulang ke rumah. Saat akan memasuki kamarnya, dia mendengar desah an dan lenguh an yang bersahutan dari sebuah kamar.
Jessie mengira itu suara Alex dan Ary, sehingga sumpah serapah keluar dari mulutnya. Tapi saat mendekati kamar Alex, Jessie dibuat tercengang karena suara itu berasal dari kamar Anton yang pintunya sedikit terbuka.
Jessie memberanikan diri membuka pintu kamar Anton. Dilihatnya Anton sedang memacu dirinya di atas tubuh Tere. Betapa syok nya Jessie, melihat Anton dan Tere. Anton langsung mencabut batang ubi dari lubangnya, saat melihat Jessie berdiri mematung di gawang pintu.
Akhirnya Anton dan Tere dipaksa menikah secepatnya oleh kedua keluarga.
*Flash back off*
Maaf ya kalau feel-nya gak dapat, karena terburu-buru 🤧
__ADS_1