MENIKAHI DUREN ANSA

MENIKAHI DUREN ANSA
Malam Pertama


__ADS_3

Ary dan Alex menyalami tamu dan keluarga yang hendak pamitan pulang. Hari sudah sore saat semua tamu undangan berpamitan pulang. Acara pernikahan mereka tanpa dihadiri oleh Jessie, ibunya Alex. Dari pihak Alex hanya Kusuma, Anton dan Kevin saja yang datang.


Ketidakhadiran Jessie tidak menjadi pengaruh dalam pernikahan Alex dan Ary. Pernikahan itu tetap berjalan lancar. Pernikahan yang hanya dihadiri oleh orang terdekat, menjadikan acara itu semakin sakral. Karena tidak ada desas-desus dari tamu yang yang sok tahu dan ingin tahu.


"Kevin bobok sini aja ya, sama mommy dan daddy!" bujuk Ary pada anak sambungnya.


"Memang boleh, mom?" tanya Kevin dengan wajah penuh harap cemas.


"Boleh! Kenapa tidak boleh? Disini kan juga rumah Kevin." jawab Ary sambil berjongkok di depan Kevin untuk menyamakan tinggi.


"Tapi kata om Anton, Kevin nggak boleh!" jawab Kevin sambil menunduk takut.


"Kalau om Anton nikah nanti, baru Kevin tidak boleh bobok sama om Anton. Iya kan, dad?" kata Ary.


"Iya, boleh!" jawa Alex asal, dia tidak sadar dengan apa yang diucapkannya.


"Asiiikkkk!!! Kevin bobok sama mommy!!" teriak Kevin bersemangat, dia sangat senang bisa tidur dengan mommy baru.


Alex yang mendengar teriakan Kevin, mengerutkan keningnya. Dia merasa salah menjawab, seharusnya tadi dia mendengar obrolan mereka bukannya berkhayal tentang malam pertamanya dengan Ary.


"Kevin kalau tinggal disini tidak boleh manja dan nakal. Kasihan mommy dan eyang!" pesan Anton sebelum pergi meninggalkan rumah Ary.


"Eyang dan om Anton pulang, Kevin jadi anak baik ya selama disini. Jangan menyusahkan penghuni rumah ini! Eyang tidak yakin daddy-mu akan menjagamu dengan baik." Kusuma juga memberi nasehat pada Kevin.


Anton dan Kusuma sebenarnya tidak mau meninggalkan Kevin di rumah besannya, tapi dengan berat hati dia menyetujui permintaan cucunya. Kusuma sangat yakin, jika anaknya merasa dirinya masih lajang tanpa tanggungan. Karena selama ini Kevin dan Alex tidak begitu dekatnya seperti halnya Anton dan dirinya.


Sejak kedua orang tuanya bercerai, Kevin lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Anton dan kedua orang tua Alex. Alex lebih mengutamakan bisnisnya untuk mengobati kegalauan hatinya pasca bercerai dengan Paula.


"Iyaaa, Kevin tidak akan nakal dan menyusahkan orang kok." jawab Kevin yakin, karena dia sangat menyayangi Ary, ibu sambungnya.


Sejak awal bertemu Ary, dia sudah bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Ary tidak terlalu rewel dengan tingkah lakunya. Ary type ibu yang tidak banyak aturan, tapi disiplin.


"Kami rasa, kami sudah terlalu lama di sini. Semua tamu sudah pulang, tinggal kami berdua di sini. Karena kami tidak ingin mengganggu pengantin baru, jadi kami putuskan undur diri." pamit Anton panjang kali lebar kali tinggi.


Anton bersalaman dengan kedua orang tua Ary, kemudian pada kakak-kakak Ary yang saat itu pulang khusus menghadiri pernikahan adiknya. Terakhir dia mendatangi Alex dan Ary.

__ADS_1


"Selamat menempuh hidup baru, selamat berbahagia. Semoga langgeng hingga maut memisahkan." ucapnya pada Alex.


Setelah itu, Anton mulai bersalaman pada Ary seraya berucap,


"Kamu harus sabar menghadapi tingkahnya, dia kadang melebihi Kevin rewelnya. Maklum dia anak bungsu kesayangan keluarga Wijaya."


Saat Anton sedang berbicara dengan Ary, tiba-tiba tinju Alex melayang ke lengannya.


"Anjiirrr!" kata Alex sambil meninju lengan Anton.


"Cangkire! Ada anakmu di dekatmu apa pantas kata-kata itu keluar dari mulutmu?" teriak Kusuma kesal. Kusuma merasa malu pada besannya.


(Mulut)


Seperti itulah Alex jika sudah bersama Anton, kebun binatang diabsen semua. Dia dan Anton seakan tidak memiliki rem di mulut mereka. Tapi biasanya Alex akan menjaga mulutnya bila di dekat Ary. Entah kenapa sore ini dia tidak menyaring ucapannya di tengah-tengah keluarga Ary.


"Upps sorry!" kata Alex sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Baiklah kalau begitu kami berdua pamit pulang. Kevin ingat pesan eyang dan om Anton tadi!" kata Kusuma


Hari sudah menginjak malam, setelah selesai makan malam, keluarga Ary berkumpul di ruang tengah. Mereka bercengkrama dan bercanda, saling bertukar cerita.


"Mom, Kevin ngantuk!" kata Kevin mendekati Ary sambil mengucek matanya, sesekali Kevin menguap.


"Iya, sayang. Ayok kita gosok gigi dan cuci kaki dulu, baru tidur!" ajak Ary.


"Tapi Kevin maunya bobok sama mommy." kata Kevin sambil menarik ujung baju Ary.


"Iya, tapi harus gosok gigi dan cuci kaki dulu." jawab Ary dengan lembut.


Anak dan ibu sambung itu berjalan beriringan menuju ke kamar Ary, meninggalkan Alex bersama keluarganya. Setelah selesai menggosok gigi dan cuci tangan kaki, Kevin naik ke atas ranjang ukuran king size milik Ary.


"Ingat, berdo'a sebelum tidur." kata Ary mengingatkan Kevin.


Ary mulai menanamkan kebaikan pada Kevin.

__ADS_1


"Kevin tidak pernah berdo'a sebelum tidur, mom. Tidak ada yang mengajari KevinπŸ˜”." kata Kevin sendu.


"Umur Kevin sekarang berapa?" tanya Ary.


"Umur Kevin hmm, satu... dua... tiga.." Kevin menghitung jarinya sambil mengingat-ingat sudah berapa kali dia merayakan ulang tahunnya.


Ary masih menunggu jawaban anak sambungnya itu. Ary merasa kasihan melihat nasib anaknya tersebut. Ternyata Kevin kurang perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Padahal ada eyangnya, ada ayahnya, ada Tere yang sering mengunjungi dan menemaninya bermain. Kenapa berdo'a saja Kevin tidak tahu?


"Tujuh, mom! Umur Kevin tujuh tahun." teriak Kevin begitu mengingat berapa umurnya.


Anak kecil itu terlihat bangga telah mengingat berapa tahun umurnya. Kepolosan Kevin membuat Ary semakin jatuh cinta pada anaknya itu. Ada rasa yang tidak terima melihat Kevin yang dilimpahi harta, tapi kurang mengenal Tuhannya. Setahu Ary, dulu Alex sangat rajin pergi ke gereja. Karena itulah, Ary memilih meninggalkan Alex dulu.


"Kevin pernah nggak meminta sesuatu pada daddy? Sampai memohon begitu" tanya Ary lembut.


"Pernah." jawab Kevin.


"Kevin, berdo'a itu, sama saja kita meminta pada Tuhan. Kalau kita meminta sesuatu pada orang tua harus sopan, agar dikabulkan. Begitu juga, kalau kita meminta pada Tuhan, kita juga harus sopan." jelas Ary.


"Mommy ajari ya, Kevin mengikuti apa yang mommy ucapkan." kata Ary mulai mengajari Kevin berdo'a.


Selesai berdo'a mereka berdua terlelap dengan saling berpelukan. Seperti ibu dan anak kandungnya, mereka tampak akrab dan dekat.


Satu jam kemudian Alex menyusul Ary ke kamar. Alex menunggu Ary kembali ke ruang keluarga untuk menemaninya ngobrol bersama keluarganya, tapi tidak kunjung datang. Akhirnya Alex memutuskan untuk menyusul Ary saja.


Dalam benak Alex sudah berpikiran akan berbuka puasa setelah bertahun lamanya berpuasa. Sejak terjadi prahara di rumah tangganya yang pertama, Alex tidak pernah lagi melakukan hubungan suami istri dengan Paula ataupun dengan perempuan lainnya.


Betapa kecewanya Alex begitu memasuki kamar istrinya. Ternyata anak dan istrinya sudah tidur nyenyak sambil berpelukan. Alex pun bergegas menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan mukanya.


Alex merebahkan tubuhnya disamping Ary, dia memiringkan tubuhnya di belakang Ary. Alex mulai memeluk Ary dari belakang. Alex mengendus aroma sampo di rambut Ary.


Alex pun mulai gelisah karena juniornya sudah mengembang sempurna di bawah sana. Mulai mengeras dan kaku. Alex mencoba membangunkan Ary, dengan cara mencium pipi Ary. Tangannya pun tidak mau diam. Tapi sepertinya rasa lelahnya, membuat Ary tetap terlelap dalam buaian mimpi.


"Sayang..." Alex memanggil Ary berharap Ary terbangun dari tidurnya.


MP Alex dan Ary dipending dulu yaπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


__ADS_2