
"Suka tinggal di sini? Kalau suka kita beli rumah di sekitar sini aja." tanya Alex pada Ary dengan posisi masih memeluk Ary dari belakang.
"Suka. Di mana pun seorang istri pasti suka asal bersama suaminya." jawab Ary datar.
"Yaa... jawabannya gitu! Aku pikir suka karena tempatnya bukan karena aku." kata Alex, niat hati ingin membawa Ary ke tempat yang tenang seperti kesukaan Ary, pupus sudah karena alasan kewajiban. Kewajiban seorang istri mengikuti kemana suaminya pergi.
Alex membalikkan badan Ary agar menghadap ke arahnya. Alex pun mulai mencium Ary, dimulai dari kening, lalu kedua mata Ary, hidung dan kedua pipi Ary. Dan berakhir di bibir Ary, memagut bibir Ary, tidak lupa Alex melu mat dan menye sap. Bahkan Alex juga menggigit kecil bibir agar terbuka.
Setelah bibir Ary terbuka, lidah Alex segera menyusup masuk dan mengabsen seluruh rongga mulut Ary. Tidak hanya mulutnya yang bekerja, tangan Alex pun tidak tinggal diam. Tangannya merayapi punggung Ary, berpindah ke bagian depan. Alex melepaskan pagutannya dari bibir Ary, untuk mengambil nafas.
Ary yang belum berpengalaman, hanya bisa diam pasrah karena tidak tahu harus berbuat apa. Ary menghirup udara sebanyak-banyaknya saat Alex melepaskan pagutannya.
"Hhhhhh" suara deru nafas Ary karena detak jantungnya memompa darah dengan cepat.
Tidak hanya Ary yang merasa jantungnya serasa berlarian, Alex pun demikian.
"Aku sudah tidak tahan lagi. Benar-benar sakit keras, sayang!" bisik Alex di telinga Ary.
Hembusan nafas Alex di telinga Ary menjalar hingga ke leher, sehingga membuat bulu kuduk Ary meremang. Tidak hanya Alex yang merasakan hasratnya memuncak. Ary pun sudah mulai terbawa suasana.
Alex menuntun Ary menuju ranjang, sebelumnya Alex mematikan lampu kamar itu. Hanya cahaya lampu dari luar yang masuk menjadi penerang kamar itu.
Alex kembali mendekatkan bibirnya ke arah bibir Ary yang ranum, begitu mereka sudah sampai di ranjang. Bibir pengantin baru itu terus berpaut bersamaan dengan lidah yang saling membelit. Memberikan sensasi yang semakin lama semakin dalam dan menuntut. Yang membuat nafas mereka semakin memburu.
Sementara itu tangan Alex tidak bisa diam, dia mulai merayap mencari spot favoritnya di tubuh mungil Ary. Lalu mulai bermain-main disana. Alex sengaja melepaskan ciumannya, untuk memberi jeda Ary mengambil nafas. Alex merasa hasratnya sudah tidak tertahankan lagi. Ia pun segera melakukan penyatuan.
"Kenapa susah sekali?!" Alex merasa ada pembatas yang menghalangi dorongannya.
__ADS_1
Alex melakukan dengan sabar hingga beberapa kali hentakan, sampai akhirnya Ia berhasil menembus pembatas. Alex terheran karena pintu yang dimasukinya begitu sempit, padahal tadi sudah melakukan pemanasan untuk mempermudah lajunya.
"Ahh... akhirnya.." Alex menggumam perlahan setelah berulangkali mencoba memasuki Ary, akhirnya Alex berhasil juga.
"Saa...kiiitttt..." rintih Ary dengan kedua tangan menggenggam erat sprei di sisi kiri dan kanannya.
"Tahan sebentar, sayang. Aku juga sakit, junior terjepit seperti ini. Jepitan kamu kuat sekali!" kata Alex sambil mengedipkan matanya.
Ingin rasanya Ary memukul Alex, karena masih bisa bercanda di saat seperti ini.
Kemudian Alex langsung melahap bibir Ary untuk mengalihkan suasana. Lidah mereka saling membelit. Alex tidak mau melepaskan bibir manis itu. Ia menahan diri untuk tidak bergerak di dalam Ary. Ia ingin memberi waktu agar Ary menerima keberadaannya di dalam sana.
Alex sadar akan kondisi Ary saat ini yang belum menerima sepenuhnya, Alex pun mulai bergerak perlahan. Sehingga yang awal mulanya Ary meringis kesakitan kini mulai menerima dan menikmati setiap gerakan Alex dalam dirinya.
Alex dan Ary sama-sama mengerang panjang saat gelombang cinta itu mencapai puncak. Alex mencium kening Ary dan mulai mengatur nafasnya yang masih tersengal. Ia merebahkan tubuhnya ke samping tanpa melepaskan pelukannya.
Alex kembali mengecup kening Ary, sementara tangannya mengusap wajah cantik istrinya yang baru saja menyerahkan mahkota padanya.
Alex merasa bangga menjadi yang pertama untuk Ary. Alex tidak menyangka sama sekali, jika dia yang akan mengambil perawan Ary. Setahunya, Ary seorang janda tapi kenapa dia masih perawan. Ada tanda tanya besar yang menghinggapinya, tapi harus ditahannya agar tidak membuka luka lama.
Mereka beristirahat sebentar, lalu memulai kembali adegan panas, mereka melewati malam panjang penuh cinta. Sampai akhirnya mereka kelelahan dan tertidur pulas sambil berpelukan.
***
Keesokan harinya Ary terbangun terlebih dahulu, merasa tubuhnya sangat lengket dan remuk. Benar apa yang dikatakan Eno, dia akan dibantai hingga remuk redam. Selain tubuh yang lengket serta remuk, di bawah sana bagian intinya terasa perih dan mengganjal.
Ary mulai duduk dan mencari bajunya yang dilempar entah kemana oleh Alex, sang suami. Alex tampak masih nyaman dengan alam mimpinya. Ary mulai bergerak perlahan karena intinya yang sakit.
__ADS_1
"Sshhh..." rintih Ary di sela gerakannya.
Ary mulai memungut satu persatu pakaiannya yang dicampakkan sembarangan oleh Alex tadi malam. Alex yang samar-samar mendengar rintihan Ary mulai menggerakkan tangannya. Alex meraba sebelahnya, mencari keberadaan istrinya. Karena tidak merasakan keberadaan istrinya, Alex pun membuka matanya.
Saat matanya terbuka, tampak olehnya sang istri sedang berjalan berjingkat menuju kamar mandi. Sontak Alex pun bangun mengejar istrinya masuk ke dalam kamar mandi, dengan keadaan polos tanpa sehelai benangpun.
"Aaaahh..." teriak Ary di kamar mandi saat melihat suaminya sudah berada di belakangnya.
Ary terkejut dengan kedatangan Alex yang tiba-tiba di belakangnya. Seingatnya tadi meninggalkan Alex dalam keadaaan tertidur pulas, kenapa tiba-tiba sudah berada di kamar mandi bersamanya.
"Sstttttt!!! Jangan teriak, sakit telingaku!" kata Alex santai.
"Kamu keluar dulu, aku mau mandi!" kata Ary sambil mendorong Alex agar keluar dari kamar mandi.
"Kita mandi bersama, biar cepet kelar!" saran Alex dengan modusnya.
Ary yang polos dan belum berpengalaman, akhirnya menyetujui permintaan Alex untuk mandi bersama. Acara mandi bersama pun dilakukan keduanya. Mereka menghabiskan waktu satu jam hanya untuk mandi, sampai bibir Ary biru dan wajahnya memucat karena kedinginan.
Ternyata bukan hanya mandi, Alex meminta mengulang penyatuan di kamar mandi. Tidak hanya di bathtub, Alex pun melakukannya di atas wastafel, juga di bawah guyuran air shower.
Mereka keluar kamar mandi dengan mimik muka yang berbeda. Wajah Ary yang ditekuk, berbeda dengan Alex yang tampak mengulas senyum bahagia.
Setelah berpakaian mereka memutuskan untuk sarapan di kamar saja. Karena Ary semakin kesusahan untuk berjalan , akibat dibantai Alex.
"Boleh tahu kenapa suami pertamamu belum pernah menyentuhmu?" tanya Alex tiba-tiba setelah mereka menyelesaikan sarapan.
"Karena dia sangat mencintai dan menghormati aku, sehingga dia tidak mau menyentuhku sebelum halal. Tapi Tuhan lebih mencintai dia, satu jam setelah menikah dia meninggal karena penyakitnya. Sebelum dia kehilangan kesadarannya, dia menciumku penuh cinta tanpa nafsu sedikit pun." cerita Ary dengan mata berembun, mengenang pernikahannya yang pertama.
__ADS_1
Selamat berbasyaahhhhh...
Nulis part ini dari tadi malam berlanjut ke siang, biar thorman (Othor manis) tidak senat senut sendiri. Pak su lagi keluar kota gak ada yang mau digigit😢🤧