MENIKAHI DUREN ANSA

MENIKAHI DUREN ANSA
Aku Mau Daddy


__ADS_3

Setelah mengantarkan Kevin ke sekolah, Alex menghubungi Anton agar menjemput Kevin pulang sekolah nanti. Alex berencana mengajak Ary ke Purworejo, agar bisa belah duren dengan tenang dan nyaman.


Alex kembali ke rumah orang tua Ary. Karena sesuai kesepakatan, mereka akan tinggal di rumah orang tua Ary sampai rumah yang dibeli Alex selesai direnovasi. Alex ingin memberi Ary kenyamanan, sehingga tidak mau tinggal di rumah orang tua Alex.


"Sarapan dulu!" kata Ary begitu melihat Alex duduk di ayunan halaman belakang.


"Aku segan sama ayah dan bunda. Bangun terlambat, sudah begitu langsung makan. Seperti pepatah "Malima" (Madep Mantep Melu Mangan Maratua), aku kan malu, disini cuma numpang makan sama tidur." jawab Alex.


( Madep Mantep Melu Mangan Maratua, sering digunakan untuk menantu laki-laki yang hanya menumpang makan dan tidur di rumah mertua tanpa mau bekerja.)


"Kalau malu, kamu yang tanggung semua dong! Biaya makan kita sama mereka, biar gak terkesan Malima." kata Ary meledek Alex.


"Kok gitu, yang!" tanya Alex dengan wajah cemberut.


"Habisnya, makan tinggal makan kok ribet!" jawab Ary meninggalkan Alex sendirian.


Alex yang tidak rela ditinggal Ary masuk ke dalam rumah, langsung mengikuti Ary.


"Al, sini sarapan dulu! Aku temani." panggil Ary dari meja makan.


Saat ini Ary duduk sambil mengoles roti bakar. Dia tadi belum sarapan karena ingin menunggu Alex pulang dari sekolah Kevin.


"Ary, manggil suami kok begitu! Panggil mas, dia itu imam kamu, lagian dia kan lebih tua dari kamu umurnya. Tidak pantas kamu panggil begitu." tegur Widya ketika mendengar Ary memanggil Alex dengan namanya saja.


"Ngngng..." jawab Ary sambil tersenyum malu, Ary menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ckckck..." Bunda hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak perempuannya.


"Ary, nanti antar kakak ke bandara ya. Jam sebelas nanti, bukan sekarang." kata Handika kakak Ary yang paling tua.


"Kok buru-buru balik ke Jakarta sih, Ary masih kangen!" kata Ary manja.

__ADS_1


"Kan sudah ada pengganti kakak!" jawab Handika sambil mengarahkan dagunya ke Alex.


"Kakak sudah sarapan? Kita sarapan bareng kalau belum." kata Alex basa-basi menyapa kakak iparnya.


"Kami tadi sudah sarapan saat kamu antar anakmu ke sekolah." jawab Handika menolak tawaran Alex.


Ary menyerahkan piring berisi sandwich ke arah Alex.


"Terima kasih, sayang!" kata Alex sambil mengambil piring berisi sandwich dari tangan Ary.


Ary hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


Dulu Ary sering memasak makanan rumahan untuk Rendy, karena Rendy lebih suka makan masakan rumahan. Sekarang Ary selalu menyiapkan makanan western untuk Alex. Dua pribadi yang berbeda jauh. Ary dan Rendy memiliki selera yang sama soal makanan, sedangkan Alex sejak dulu selalu berbeda.


Rendy yang anak petani sawit sejak kecil berbeda jauh dengan Alex, yang keturunan pengusaha sejak kakeknya. Jadi wajar jika Alex kebarat-baratan. Lingkungan hidup seseorang akan mempengaruhi se lera orang tersebut.


***


Alex dan Ary berangkat ke Purworejo sekalian mengantar Handika ke bandara, karena searah perjalanannya. Ary dan Alex menemani Handika di bandara hingga naik ke pesawat.


Setelah pesawat tinggal landas, mereka melanjutkan perjalanan menuju mall milik Alex di Purworejo. Sebenarnya Alex ingin mengajak Ary honeymoon, tapi sejak awal Ary menolaknya. Mau dimana sama saja yang penting kesiapan mental untuk memulai dari awal, selalu begitu jawaban Ary jika diajak bicara tentang honeymoon.


Sementara itu di sekolah Kevin, Kevin mengamuk karena tidak dijemput oleh ayahnya. Dia merasa terbuang, tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya. Padahal Kevin masih ingin bersama-sama dengan kedua orang tuanya. Kevin sangat bahagia bisa tidur bertiga, layaknya teman-teman sekolahnya.


Semua anak pasti senang jika diijinkan tidur bersama kedua orang tuanya, karena mereka merasa sangat disayangi. Begitu juga dengan Kevin, dia sangat bahagia bisa tidur bersama Alex dan Ary. Tapi sepertinya kebahagiaannya hanya sebentar, karena sang ayah tidak mau berbagi tempat tidur dengan anaknya.


"Kevin nggak mau pulang sama om, Kevin maunya sama daddy dan mommy!" teriak Kevin di halaman sekolahnya.


"Daddy ada urusan bisnis, dan mommy menemani daddy. Karena perjalanan jauh, biar ada teman ngobrol di mobil." Anton memberitahukan kenapa Alex dan Ary tidak bisa menjemput Kevin.


"Besok kalau urusan daddy sudah selesai, kamu bisa kok setiap hari bersama mommy. Tapi untuk satu Minggu ini, Kevin bersama om dan eyang Kusuma. Ok?!" Anton berusaha membujuk Kevin dengan iming-iming bisa bersama Ary, ibu barunya.

__ADS_1


Akhirnya Kevin mau pulang bersama Anton ke ke kediaman Kusuma. Tadi sebelum Alex dan Ary pergi, Alex memberitahu mertuanya jika anaknya akan pulang ke rumah orang tuanya. Jadi Kevin dan Anton langsung pulang menuju kediaman Kusuma.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Kusuma, karena jarak antara sekolah Kevin dan rumah itu hanya beberapa kilometer. Begitu sampai mereka disambut wajah masam Jessie.


"Istri macam apa itu, tidak mau mengurus anak sambungnya." kata Jessie ketus saat melihat Anton membawa pulang Kevin ke rumahnya.


"Alex dan Ary kan baru saja menikah, mereka juga butuh privasi. Mami kek nggak pernah muda saja, kita dulu pengantin baru juga berduaan terus." kata Kusuma lembut, dia tidak ingin istrinya selalu menjelekkan menantunya.


"Halah, kita dulu masih pengantin baru juga, aku kamu tinggal kerja! Sok romantis!" sahut Jessie.


Awal pernikahan Kusuma dan Jessie dulu terkesan dingin, karena Kusuma tidak mau dijodohkan dengan Jessie. Tapi seiring berjalannya waktu, Kusuma mau menerima Jessie, karena kesabaran Jessie dalam mengambil hati Kusuma.


Kusuma pun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena mengingat betapa buruknya dia saat awal pernikahan. Kusuma yang belum bisa menerima Jessie, membuatnya memilih bertahan di kantor dari pada di rumah. Setelah beberapa tahun berjalan, akhirnya dia bisa menerima Jessie dan hidup bahagia.


"Alex dan Ary itu saling mencintai, mi! Jadi wajar mereka ingin berdua saja tanpa gangguan. Seperti kita saat belah duren, kita harus meninggalkan rumah dan pekerjaan. Kita hanya ingin berdua tanpa adanya gangguan dari siapapun." kata Kusuma.


"Masih ingat, hmm?" tanya Kusuma kemudian.


***


Malam hari di kota Purworejo...


"Kita jalan-jalan ke taman kota atau di sini saja?" tanya Alex sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ary.


Saat ini Alex dan Ary berada di kamar hotel milik Alex. Ary sedang menatap keluar menikmati pemandangan kota di malam hari. Alex memeluk Ary dari belakang, sambal sesekali mencium kepala Ary.


"Hmm, kalau ke taman kota jauh nggak dari sini?" tanya Ary dengan kedua tangan diletakkan di atas kedua tangan Alex.


"Nggak jauh sih, tapi sepi. Berbeda dengan taman kota di kota kita, setiap malam selalu ramai." jawab Alex mulai mengendus leher Ary.


Ary berusaha mencari cara agar bebas dari kungkungan Alex. Ary belum siap melakukan itu, karena ini pengalaman pertamanya. Ary juga tahu Alex sudah tidak bisa lagi menahan diri terlalu lama. Sebagai seorang istri yang baik, dia harus melayani suaminya.

__ADS_1


"Di sini aja, mager mau keluar." kata Ary akhirnya, karena tahu keinginan Alex sebenarnya membawanya ke tempat ini.


__ADS_2