
Hari ini cuaca sangat cerah, Agam memutuskan untuk tidak keluar rumah meskipun hari libur. Kiara sibuk menyiapkan beberapa makanan kecil kesukaan Agam termasuk kue kue bolu kering kesukaannya. Varel dan Nayla juga bermain ke tempatnya Agam.
Hari ini Agam dan Varel berniat untuk latihan bela dirinya yang sudah lama tidak mereka gunakan.
Perut yang Nayla mulai membuncit membuat dirinya malas untuk membantu Kiara memasak. Nayla Hanya duduk di kursi dapur menyaksikan Kiara memasak bersama si Mbok.
Di tengah-tengah mereka asyik ngobrol tiba-tiba pintu rumah Kiara berbunyi. Kiara yang repot meminta si Mbok untuk membukakan pintu. Si Mbok pun tanpa menunggu perintah lagi langsung bukakan pintu. Si Mbok juga menanyakan kepada tamu tersebut tentang apa tujuannya datang ke rumah majikan.
Tamu itu mengatakan bahwa dia merupakan teman Adam dan Varel yang sudah lama tidak ketemu dan hari ini janjian untuk main dan berlatih beladiri di rumah Agam. Si Mbok yang tahu kalau itu merupakan tamu dari tuan mudanya segera membawanya ke tempat latihannya Tuan Agam.
“ Maaf tuan, ini ada tamu tuan yang katanya teman kuliah tuan dulu,” ucap si mbok ketika berhadapan dengan Agam yang sempat menghentikan latihannya karena kehadiran si Mbok dan tamu tersebut.
“Adrian, dari mana kamu tahu alamat ini?” tanya Agam penasaran.
“Dari mama kamu lah! Aku tadi datang kesana dan mama kamu memberitahu kalau kamu sudah tinggal sendiri tanpa hidup bersama dengan papa dan mama kamu! Benar-benar kamu orang hebat Agam!” ucap Adrian memuji Agam.
“Terimakasih, maaf sebelumnya aku lupa ngasih alamat rumah aku ini? Aku lupa kalau kamu belum tahu rumah aku,” ucap Agam sambil memeluk Adrian sebagai bentuk rasa senangnya karena telah didatangi sahabatnya.
“Tidak apa , santai saja! Jarak rumah kamu dengan mama Sandra juga tidak begitu jauh jadi bagiku tidak masalah!” ucap Adrian dan langsung bergantian memeluk Varel.
Sementara itu Kiara dan Nayla yang sudah selesai memasak, mengemas beberapa masakannya untuk dihidangkan sebagai camilan di ruang latihan para suaminya. Kiara menyuruh si Mbok untuk membawa beberapa makanan tersebut ke ruangan latihan.
“Mbok, bawa kesana ya? Kita nanti berdua menyusul kesana,” ucap Kiara menyuruh Si Mbok untuk menyiapkan makan siang sekalian. Kiara yang sibuk nampak lupa menanyakan siapa tamunya.
__ADS_1
Si Mbok yang cekatan dan terbiasa dengan urusan makanan dan masakan segera melaksanakan perintah atasannya. Setelah semuanya selesai si Mbok kembali ke dapur untuk membersihkan semua peralatan bekas memasaknya.
Kiara dan Nayla bosan nonton Drakor mereka memutuskan untuk melihat suaminya berlatih. Belum sempat mereka berdiri tiba-tiba Daffa menangis sehingga mereka berdua berjalan menuju ke kamar Daffa.
Kiara dengan cekatan menyusui Daffa hingga kenyang. Tiara pun memutuskan untuk menidurkan Daffa terlebih dahulu sebelum menemui suaminya dan temannya.
Sementara itu Agam dan Varel terus berlatih ditambah dengan Adrian. Namun Adrian ilmu bela diri nya masih dibawah Agam dan Varel. Di tengah-tengah mereka berlatih Adrian penasaran dengan istri mereka berdua yang katanya berada ada di rumah ini tapi kok tidak muncul juga sehingga Adrian nampak celingukan melihat sekitar tempat latihan.
“Buk…,” Varel berhasil menendang Adrian yang tidak konsentrasi.
“Hai…, bung konsentrasi! Ingat konsentrasi itu perlu jadi kita tidak mudah mendapatkan serangan lawan,” ucap Agam mengingatkan Adrian yang kebetulan Agam istirahat duduk manis menikmati cemilan buatan istrinya yang disiapkan oleh si Mbok di meja.
“Ok…, maaf lebih baik kita akhiri saja latihan ini!” ucap Adrian yang memang tidak mut lagi untuk berlatih.
“Wah…, baru setengah mainan saja sudah loyo bro! Kayaknya kamu perlu nutrisi bro?”ledek Varel kepada sahabatnya tersebut.
“Iya nutrisi kita memang tidak diragukan lagi karena juga bisa menghasilkan vitamin yang super baik dan juga bisa dijadikan obat lelah kita. Makanya Pak dosen…, hari gini kok masih jomblo! Ayo segera nikah dan cari yang single jangan cari orang yang sudah bersuami dan punya anak. Parah juga selera kamu ya? Lama-lama kamu jadi aneh-aneh ya setelah putus dari pacar kamu?” ledek Varel yang terus nyambung ucapan Agam.
“Gila ya kalian, ada temennya masih cari-cari malah diledekin! Nutrisi dan vitamin? Apaan ya itu?” tanyanya penasaran.
“Dalam berumah tangga obat kegalauan itu nutrisi dari istri kita sedangkan vitamin itu kita umpamakan putra kita,” ucap Agam memberi penjelasan.
“Bener-bener kalian itu aneh ya? Masa istri dibilang nutrisi sedangkan anak dibilang vitamin?” ucap Adrian bingung
__ADS_1
“Iya memang begitu, kalau gak percaya segeralah menikah!” ucap Agam memberi masukan kepada Adrian.
“Iya…, iya ini juga masih usaha untuk menemukan cinta sejati aku,” ucap Adrian yang langsung mengambil lap handuk untuk mengelap mukanya kemudian duduk disamping Agam.
Setelah selesai menikmati makanan kecil, Agam mengajak temannya untuk makan bersama di meja makan. Adrian pun mengikuti saja keinginan sahabatnya itu. Dan sekali lagi Adrian dibuat penasaran oleh istri-istri mereka.
Agam yang tahu kalau Adrian penasaran dengan istrinya dan juga istrinya Varel maka dengan suaranya yang relatif kecil menanyakan keberadaan istri mereka kepada si Mbok.
Si mbok pun mengatakan kalau mereka berdua sedang menyusui Daffa di kamar. Agam hendak memanggil istrinya namun tiba-tiba Adrian pamitan karena mamanya baru saja kirim pesan kalau minta diantar ke salah satu kerabatnya. Agam pun mengurungkan niatnya untuk memanggil istrinya yang ada di kamar.
Agam dan Varel mengantarkan Adrain ke depan untuk pulang. Setelah Adrian pulang, Agam mengajak Varel ke ruang kerjanya. Agam membicarakan masalah tentang perusahaannya yang akan melakukan perluasan di pulau Sulawesi atas permintaan klien. Mereka berdua membicarakan masalah tersebut hingga sore hari.
Sementara itu Nayla tiba-tiba dirinya merasa mual-mual dan pusing yang tidak karuan hingga akhirya Kiara meminta si Mbok yang ada di dekatnya untuk memanggil varel dan suaminya.
Si mbok dengan setengah berlari menuju ruang kerja Agam kemudian mengetuk pintu Agam, setelah terdengar suara Agam memintanya masuk, si mbok langsung membuka pintu dan mengatakan kalau Nayla membutuhkan pertolongan.
“Pak Varel Nayla pusing dan mual, katanya mau pingsan!” ucap si Mbok di hadapan mereka berdua. Varel diikuti Agam langsung bergegas ke kamar Daffa.
Varel yang baru datang langsung menghampiri Nayla dan memapahnya untuk ditidurkan di ranjang.
Kiara mengambilkan minyak kayu putih untuk dioleskan di perut dan punggung Nayla.
“Rel…, istrimu perlu dibawa ke rumah sakit tidak? Kalau mau dibawa, ayo aku antar!” ucap Agam kepada sahabatnya.
__ADS_1
“Tidak perlu. Kemarin sudah ke dokter dan obatnya juga sudah dibawa. Selama perutnya tidak ada kendala tidak masalah!” ucap Varel menjelaskan kepada Agam. Dan tidak lama kemudian si Mbok membawakan teh hangat untuk menghangatkan perutanya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?