
Kiara dan Agam santai di rumah, tidak disangka kehadiran seseorang yang dulu pernah menghina Agam sewaktu pertama kali Agam masuk ke keluarga Kiara yaitu Riki. Ternyata hari ini Riki keluar dari penjara.
Si Mbok membuka pintu rumah Kiara kemudian menyampaikan kalau di luar ada Riki beserta istrinya Erlita. Kiara meminta si Mbok untuk mengantar mereka ke ruang tamu, tentunya seizin Agam suaminya.
Si Mbok menyampaikan instruksi dari kedua majikan. Si Mbok kemudian mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam.
“Kak Riki,” ucap Kiara dan langsung berlari menghampiri Riki dan istrinya. Agam yang tidak tega dengan istrinya membiarkan Kiara untuk melepas kangennya kepada saudaranya.
Setelah lepas kangen dengan Riki, Kiara juga memeluk kakak iparnya Erlita. Setelah semuanya nampak tenang Agam mengajak mereka duduk dan ngobrol tentang beberapa hal.
Riki yang merasa malu dengan sikap Agam beberapa kali minta maaf dan berjanji tidak mengulangi kembali kesalahannya yang ambisius untuk menguasai harta warisan dari kakek Danu dan papanya. Riki mengatakan penyesalannya bahkan Riki juga berjanji untuk hidup di jalan yang benar. Riki meminta bimbingan Agam untuk menjadi keluarga yang harmonis sepenuhnya seperti Agam dan Kiara. Bahkan Ricky tidak malu lagi untuk bersimpuh di hadapan Agam meminta pekerjaan yang layak dan sesuai untuknya.
Hampir sebagian hasil dari pembagian warisan yang sudah di mewariskan kepada Riki habis untuk biaya dirinya di pengadilan dan rehabilitasi terhadapnya. Riki bersyukur dapat keringanan hukuman karena berperilaku baik di dalam penjara.
“Sudahlah kak, kalau kakak hendak minta pekerjaan kelola saja perusahaan kita dulu. Aku akan membantu kakak dari investasi modal. Manajemen pengelolaannya kalau bisa dirubah. Untuk hal buruk yang lalu tolong singkirkan!” ucap Kiara mendesah panjang kemudian menoleh kepada suaminya.
“Aku terserah kamu saja sayang, kalau itu membuat kamu bahagia, aku tidak akan menghalangi semua yang menjadi keputusan kamu!” ucap Agam santai kepada istrinya. Karena bagi Agam, Kiara merupakan aset satu-satunya yang ia miliki dan wajib dipertahankan sehingga apa yang menjadi keinginan Kiara selama itu baik akan akan selalu mendukungnya.
“Terimakasih sayang…, kamu memang suami yang terbaik!” ucap Kiara dan langsung mencium Agam dengan lembut. Riki dan Erlita nampak malu melihat keharmonisan mereka yang dulu sempat kacau karena ulahnya.
__ADS_1
“Terimakasih adik ipar! Kamu memang suami yang cocok untuk Kiara. Maaf aku dulu sempat berbuat buruk kepadamu. Aku yang memandang sebelah mata, justru engkaulah penyelamat bagi kami dan perusahaan peninggalan papa aku dan Kiara yang hampir kolep kau selamatkan!” ucap Riki sambil bersimpuh di hadapan Agam. Agam dengan berbesar hati memaafkan Riki dan menariknya untuk duduk disampingnya.
Untuk melepas rasa canggung dari mereka, Agam mengajak Riki dan Erlita untuk ke ruang makan yang memang kebetulan sudah waktunya untuk makan siang.
“Kak, ayo kita makan. Si Mbok sudah menyiapkan makanan yang sangat lezat untuk hari ini. Si Mbok kayaknya tahu kalau hari ini kedatangan tamu yang sangat berarti bagi kami sehingga masak makanan yang sangat istimewa,” ucap Agam mereda kecangungan di antara mereka.
Agam langsung berdiri diikuti oleh Kiara dan Riki beserta istrinya menuju ke ruang makan. Mereka berdua nampak makan dengan sesekali diselingi cerita masa kecil Kiara. Riki dengan antusias menceritakan masa kecil adiknya yang nakal dan tomboy. Bahkan waktu SD banyak temannya yang terluka karenanya.
Suatu kali ada cowok gendut yang membuat sedih sahabatnya Kiara. Kiara yang berperan menjadi pahlawan temennya langsung melabrak si gendut untuk duel dengannya. Si gendut yang menganggap Kiara tidak berdaya seperti gadis kecil kebanyakan langsung menyerangnya. Namun si gendut tidak tahu kalau sejak kecil Tiara lalu diajari ilmu bela diri oleh kakek Danu. Dengan sekali tebas si gendut langsung terjungkal dan masuk ke selokan. Mukanya si Gendut berlumuran lumpur sehingga membuat teman-temannya berlari ketakutan.
“Kakak, jangan begitu kak! Aku kan malu! Jangan sampai nanti kak Agam ketakutan juga lo kak! Bisa-bisa kak Agam ketakutan kalau minta jatah,” ucap Kiara tanpa ada yang disembunyikan lagi. Dulu dia sangat takut mengatakan hal-hal tabu di depan kakaknya, namun hari ini dia sudah tidak canggung lagi mengatakannya kepada kakaknya.
“Iya tuh! Kelihatan banget!” ucap Erlita menyambung pernyataan suaminya.
“Iya sih kak! Tapi teknik dan strategi untuk berkelahi jago tuh si Kiara. Aku kalau benar-benar tanding masih kalah tuh sama dia!” ucap Agam memuji istrinya biar Kiara puas.
“Masak sih! Kakak tidak percaya!” ucapnya sambil mengamati adiknya dengan rrasa tidak percayanya.
“Iya kak! Sudahlah ayo kita lanjutkan acara makan kita!” ucap Agam sambil mengunyah makanannya. Baru saja selesai makan tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan tangis Daffa yang berada di kamar.
__ADS_1
“Kak, sebentar aku ke kamar dulu!” ucap Kiara pamitan menuju ke kamarnya Daffa.
“Kiara, kakak ikutan ya?” tanya Erlita tiba-tiba namun Kiara dengan cepat menganggukan kepalanya dan bergegas ke kamar Daffa diikuti oleh Erlita.
Begitu sampai di kamar Daffa Kiara langsung mengecek popok Daffa kemudian membukanya dan menggantinya dengan popok baru.
“Eh…, anak mama pup ya? Sini mama ganti ya?” ucap Kiara yang dengan cekatan membersihkan dan mengganti popok putranya.
Erlita mengamati semua yang dilakukan oleh Kiara tidak menyangka gadis kecil yang lemah seperti Kiara mahir menjalankan perannya sebagai istri dan mama untuk putranya. Erlita menghela nafasnya. Dulu dia begitu melahirkan putra pertamanya tidak pernah melakukannya. Bahkan semuanya yang mengurus baby sitternya. Kiara yang berduit dan banyak kekayaan meskipun sudah ada baby sitter untuk putranya juga mau mengerjakan sendiri tak kala baby sitternya repot.
“Kiara, kakak salut sama kamu! Meskipun kamu tajir kamu mau merawat putramu dengan tangan kamu sendiri! Benar-benar kamu mama yang baik untuk putramu!” ucap Erlita memuji adik iparnya.
“Terimakasih kak! Aku sudah dari awal ingin membahagiakan putraku kak! Aku sudah komitmen dengan diriku sendiri, hal-hal seperti itu memang harus kita kerjakan untuk menyambung tali kasih dengan putra kita!” ucap Kiara senang. Kiara kemudian menggendong Daffa untuk dibawanya ke ruang tamu bergabung dengan kakaknya Riki dan suaminya.
“Kiara…, ini keponakan kakak ya? Wah cakep banget mirip kayak kamu ya? Sini kakak gendongnya!” ucap Riki sambil mengulurkan tangan hendak menggendong keponakannya.
“Iya om…, perkenalkan ini Daffa keponakan om!” ucap Kiara yang mendekat ke arah Riki menyerahkan Daffa ke tangan Riki.
“Wah kalau besar pasti tampan dan gagah seperti papanya ya? Selamat ya kalian sudah layak menjadi keluarga seutuhnya,” ucap Riki senang. Mereka pun semakin akrab dan melebur menjadi satu keluarga seutuhnya dan melupakan masa lalu mereka yang dulu tidak menyenangkan.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?