
Setelah kelulusan Kiara masih belum bisa menetapkan untuk daftar kuliah ke luar negeri atau di dalam negeri sementara di luar negeri dia sudah mendapat beasiswa dari Universitas ternama tapi harus meninggalkan orang-orang yang dia cintai.
Kiara yang begitu dekat dengan mama mertua nya minta pertimbangan terkait perkuliahan yang harus ditempuh yang kebetulan mama dan papa mertuanya lagi berkunjung ke rumahnya.
“Mama, aku mohon solusi dari mam. Kiara masih bingung menentukan kuliah di luar negeri atau di dalam negeri, tapi di lain pihak Ia juga tidak ingin berpisah dari Kak Agam,” ucap Kiara dengan penuh kebimbangan.
“Sayang, kamu jangan bimbang. Apapun keputusan kamu Papa dan Mama akan mendukung kamu. Aku rasa suamimu juga akan mendukungmu,” ucap mama Sandra menguatkan menantunya.
“Tapi ma! Kiara benar-benar bingung! Takut salah mengambil keputusan,” ucapnya kembali merengek kepada mama Sandra.
“Kuliah ke luar negeri yang kemarin menjanjikan beasiswa kepada Kiara itu merupakan impian dari Kiara. Tapi Kiara takut meninggalkan kalian semua semua orang orang yang aku cintai dan sangat berarti bagi hidupku,” ucap Kiara kepada Mama mertua nya.
“Sayang beasiswanya kemana to?” tanya papa Bagas yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
“Amerika pa! Setidaknya aku kesana 4 tahun untuk menempuh perkuliahan aku!” jawab Kiara.
“Ya sudah kamu daftar saja! Nanti sekalian Agam mengurus perusahaan yang ada di sana. Untuk yang di sini biar papa yang menghendelnya,” ucap papa Bagas yang menjawab dengan tenang.
“Wah, tidak bisa pa! Aku tidak mau tinggal di sana! Aku sudah merasa cocok tinggal di sini!” ucap Agam tiba-tiba.
“Tuh kan pa! Kaka Agam tidak mau tinggal di Amerika! Aku mesti gimana dong pa, ma,” Kiara kembali memanyunkan bibirnya untuk minta dukungan kedua mertuanya.
“Sayang, aku yakin kamu tidak akan betah tinggal di sana! Jadi lebih baik kuliah di sini saja, biar si kecil kelak bisa Dengan kakek, nenek dan kakek buyutnya,” ucap Agam yang mengusap-usap perut dan sesekali menciumnya.
__ADS_1
“Kok kok ribet oh sayang, Biar malam kamu lihat aja dulu berangkat ke Amerika untuk melihat-lihat universitas yang hendak kamu tuju itu! kalau sudah cocok nggak apa-apa kamu daftar saja di situ! tapi kalau kamu tidak cocok kamu bisa daftar di Universitas ini! Universitas kota ini juga sangat bagus dan tidak kalah kualitasnya dengan universitas negeri yang ada di Amerika!” ucap mama Sandra pengertian kemudian memberinya beberapa gambaran tentang Universitas yang hendak dituju oleh Kiara.
“Asik, kita bisa sekaligus liburan di sana! Kak besok ya kita berangkat sekalian kita ajak Nayla tentunya ajak juga kak Varel ya?” ucap Kiara kegirangan.
“Tidak bisa seperti itu lho sayang, kita harus mengurus paspor terlebih dahulu. Setelah aman kita baru bisa berangkat. Nayla kan belum punya paspor lo sayang?" ucap Agam memberi pengertian kepada istrinya.
“Ok, kak! aku nurut apa kata kakak saja! Istri harus patuh sama suami!” ucap Kiara sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
“Sayang, papa dan mama harus pulang karena nanti papa ada janji sama klien,” ucap mama Sandra yang memang dengan sengaja tidak mau mengganggu keromantisan putra dan menantunya.
Setelah kepergian papa dan mamanya, Agam berbisik kepada istrinya pelan.
“Sayang boleh dong aku tengok anak kita?” ucap Agam kepada istrinya yang dari tadi kepanasan melihat Kiara dengan baju daster selututnya.
“Itu lo berkunjung di area tempat lahir beta!” ucap Agam sambil memberi kode dengan tangannya.
“Plak! Astaga kakak. Usia kandungan aku baru 2 bulan. Kakak apa tidak mendengarkan apa kata dokter kemarin. Usia rawan kandungan itu kurang dari triwulan pertama!” ucap Kiara menepuk bahu suaminya sambil mengusap-usap perutnya yang masih agak rata.
“Boleh dong sayang? Aku intip-intip saja kok, tidak lebih!” ucapanya yang dengan tiba-tiba menggendong Kiara menuju ke kamar. Baru beberapa langkah tiba-tiba kakek danu muncul di hadapan mereka.
“Eh kakek! Maaf kek Kiara katanya mual mau muntah jadi aku bawa ke kamar mandi dulu!” ucap Agam berbohong karena ketahuan kakek Danu yang melintas hendak mengambil minum di dapur.
“Iya, memang buyut kakek ingin diperhatikan papanya kok!” ucap kakek Danu dan terus berlalu menuju ke dapur. Sementara itu Agam terus melanjutkan aksinya membawa Kiara ke kamarnya. Pelan-pelan membaringkan Kiara di tempat tidur kemudian agam mulai melancarkan aksinya namun kali ini dia tidak berani bermain lebih jauh dan hanya membuat pemanasan saja.
__ADS_1
“Sayang jangan nakal ya?” ucap Agam sambil menciumi perut Kiara dan mengelus-elusnya.
“Iya dong pa, adik tidak akan nakal! Adik akan buat mama nyaman dan tidak rewel,” ucap Kiara dengan logatnya seperti anak kecil.
“Bagus, sayang. Anak pinter, anaknya papa dan mama! Cepet besar ya? Dan segeralah hadir ke dunia ini! Papa dan mama akan selalu menjagamu,” ucap Agam senang, namun tiba-tiba perut Kiara mual dan hendak muntah. Kiara yang bangun dari tidurnya belaum sempat berdiri tiba-tiba muntah langsung mengenai tubuh suaminya.
“Maaf kan aku dan anak kita ya sayang?” ucap Kiara hyang langsung melangkah ke kamar mandi disusul oleh Agam. Agam pun dengan cepat melepas bajunya yang terkena muntahan Kiara kemudian memasukkannya ke dalam tempat cucian kotor setelah membersihkan muntahannya. Agam dengan rilek memijat leher Kiara dan memberi minyak kayu putih.
Setelah semuanya beres, Agam menggendong Kiara menuju ke sofa. Agam kemudian menelpon simbok untuk membantunya mengganti seprei dan bajunya.
“Sayang kamu duduk di sini dulu, nunggu si mbok bersih-bersih ya? aku juga akan membersihkan tubuhku sekalian mengganti bajuku!” ucap Agam kepada istrinya.
Kiara hanya menunggu di sofa sambil melihat acara televisi. Tidak berapa lama kemudian simbol membersihkan kamarnya dan mengganti spreinya dengan sprei baru. Setelah semuanya selesai si mbok izin untuk pergi dari kamarnya Agam dan Kiara.
“Mbok jangan pergi dulu. Hari ini aku ingin dibuatkan salad buah, tolong ya mbok?” ucap Kiara merajuk.
“Gampang nyonya, semua bahan sudah ada kok! Jadi aku tinggal meraciknya,” ucap Si mbok sambil memasang sprei.
“Baiklah segera ya Mbok!” Kiara mulai memohon sehingga mau tidak mau si mbok harus membuatkannya.
“Iya, aku akan segera membuatkannya!” ucap si mbok kemudian mempersilahkan Kiara rebahan di ranjang karena si mbok takut kalau diperhatikan majikannya.
Si mbok tidak berapa lama kemudian pergi ke dapur untuk membuat salad buah. Salad si mbok yang simbok buat sangat nikmat dan lezat. Kiara pun sangat menikmatinya bersama suaminya. Bahkan sekali mereka berdua suap suapan hingga membuat si mbok malu dengan sendirinya si mbok.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?