Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Bermain ke rumah Kiara


__ADS_3

Setelah makan bersama dengan Varel, Neta menagih janji Varel untuk bermain ke rumah Kiara.


“Sayang, ayo ke rumah Kiara? Aku sudah benar-benar kangen dengan Kiara,” ucap Nayla kepada Varel begitu selesai makan.


“Iya, bentar aku telpon dulu!” karena Kiara tadi siang bersama Agam masih di villa,” ucap Varel yang langsung menekan no telponnya Agam.


“Bro, sudah pulang belum? Aku sama Nayla mau ke rumah kamu!” ucap Varel kepada  bos dan sekaligus sahabatnya ketika ponselnya diangkat oleh Agam,


“Sudah, ini baru sampai di depan rumah. Kebetulan kalau kamu mau kesini sama Nayla karena Kiara juga ingin bertemu dengan Nayla untuk membahas acara malam Dies Natalis kampusnya,” ucap Agam kepada Varel sahabatnya.


“Ok…, jangan lupa oleh-olehnya bro?” ucap Varel yang kemudian ditutup ponselnya.


“Gimana kak?” tanya Nayla kepada Varel takut kalau rencananya gagal.


“Agam baru datang, kita pulang dulu ke rumah sekalian mengantar pesanan si mbok,” ucap Varel kemudian mengajak Nayla pulang terlebih dahulu.


“Ok…, kak! Siap!” ucap Nayla yang mengikuti Varel menuju parkiran mobilnya setelah membayar semua hidangan yang mereka makan.


Sementara itu di rumah Agam yang baru datang memberitahu istrinya kalau Varel dan Nayla mau ke rumah mereka. Kiara sangat senang dengan pemberitahuan suaminya itu. Dengan senang hati Kiara langsung memeluk suaminya dan mencium pipinya.


“Terimakasih sayang, nanti malam biar Nayla tidur di sini ya? Aku benar-benar kangen dengannya,” ucap Agam yang sangat terkejut begitu mendengar kalau Nayla mau tidur di rumahnya.


“Astaga sayang mana bisa kamu mengajak teman kamu menginap disini seatap dengan kita?” ucap Agam bingung dengfan ulah istrinya.


“Kakak Agam yang terhormat, tentunya bukan Nayla saja dong? Kan juga ada kak Varel yang besok Senin sudah berangkat ke Bali. jadi kita buat acara perpisahan kita dengan kak Varel secara kecil-kecilan.

__ADS_1


“Ok…, bagus juga kalau begitu. Kita undang Neta juga ya? Dan satu lagi ajak si kampret yang naksir kamu itu untuk datang ke sini. Kita jodohkan saja dengan Neta? Bagaimana?” ucap Agam yang takut kalau istrinya nanti bener-benar jatuh cinta dengan Prawira yang selalu memepet Kiara tiap hari di kampus.


“Astaga sayang, kamu itu kok punya pikiran sepicik dan serendah itu?” ucap Kiara memanyunkan mulutnya ketika menganalisa ide konyol suaminya yang sesungguhnya hanya untuk melindungi dirinya pribadi.


“Sayang, kalau prawira berjodoh dengan Neta yang paasti sering ketemu dengan kita lo?” goda Kiara kepada suaminya yang membuat Agam semakin jealous tidak jelas.


“Ting.., tong…,” bel rumahnya berbunyi kemudian Kiara meminta si mbok membuka pintu. Dan beberapa saat kemudian Neta datang yang beriringan dengan si mbok masuk ke ruang keluarga.


“Nyonya muda, ada non Neta!” ucap si mbok dan langsung mengundurkan diri membuatkan minuman untuk Neta.


“Wah…, panjang umur nich. Aku sama kak Agam baru saja ngobrolin kamu!” ucap Kiara sambil melirik suaminya.


“Ngobrolin aku?” tanya Neta sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan Kiara.


“Iya, kita ngobrolin tentang kepindahan kuliah kamu? Apa kamu jadi kuliah di tempt aku juga?” tanya Kiara kepada Neta yang bermaksud tidak menyampaikan semua rencana suaminya yang ingin menjodohkannya dengan Prawira temannya.


“Baiklah besok aku antar kamu ke kampus. Kamu yang menyetir mobilnya ya?” ucap Kiara sambil memakan buah kesukaannya.


“O…, iya Kiara, ini oleh-oleh aku dari Australia. Semoga kamu senang,” ucap Neta sambil menyodorkan sebuah bungkusan kepada Kiara di tengah keheningan mereka karena kehabisan bahan pembicaraan.


Dan tidak lama kemudian Neta setelah menentukan jam berangkat besok ke kampus berpamitan untuk pulang. Namun belum sempat melangkahkan kakinya tiba-tiba Varel dan Nayla datang ke rumah mereka. Varel yang sudah bebas keluar masuk rumah Kiara dan Agam langsung nyelonong masuk tanpa memencet bel dahulu.


“Lo…, Neyla apa kabar?” sapa Nayla ramah.


“Alhamdulilah baik, bagaimana keadaan kamu? Maaf kemarin kak Varel jemput aku ya?” ucap Neta tiba-tiba karena takut kalau ada kesalahpahaman dengannya.

__ADS_1


“Iya tak apa. Kak Varel juga sudah bilang sama aku!” ucap Nayla dan langsung memeluk Neta saling melepas rindu.


Mereka nampak akrab satu sama lainnya seperti saudara sendiri.


“Gimana? Jadi ambil jurusan Manajemen seperti kita?” tanya Nayla kepada Neta karena sebenarnya dirinya sangat berharap bisa membentuk geng dengan Kiara dan Neta.


“Jadilah! Aku kan sudah cocok dengan kalian. Apalagi kamu Nay…, kamu sangat baik dan enak diajak ngobrol,” ucap Neta begitu saja karena dirinya memang nyaman dengan mereka berdua.


“Bener nich? Wah seru dong aku akan bentuk geng untuk kita bertiga dengan N2K. Neta…, Nayla dan Kiara. Pokoknya kita harus jadi geng andal di kampus skita!” ucap Nayla antusias.


“Sayang…, jangan aneh-aneh dong? Kamu itu ada-ada saja! Gak usah pakai geng-gengan bisa-bisa ntar mengarah yang jelek-jelek,” ucap Varel memberi nasehat kepada Nayla.


“Iya nich Nayla ada-ada saja. Sudahlah ayo sekarang kita bikin acara di dekat kolam. Kiara adakan acara bakar-bakar daging di luar,” ucap Kiara kepada teman-temannya.


“BBQ maksudnya? Wah seru nich, aku ok-ok saja!” ucap Nayla senang, demikian juga dengan Neta.


Kiara kemudian menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyiapkan semua alat dan perlengkapan di dekat kolam renang.


Dan tidak lama kemudian semua perlengkapan sudah tertata rapi oleh asisten rumah tangga Kiara. Setelah semuanya siap mereka berlima pergi menuju kolam renang. Asisten rumah tangga Kiara juga membantu untuk kegiatan tersebut.


Suasana sangat ramai dan diiringi oleh suasana malam hari yang bertabur bintang. Agam sesekali menyanyikan lagu cinta untuk istrinya tercinta. Sesekali mereka berdua saling bersandar dan mengusap anak rambut Kiara. Agam nampak begitu menyayangi Kiara.


Neta dan Nayla nampak bengong melihat mereka berdua yang begitu mesra.


“Eh…, bengong saja! Kamu terbawa perasaan ya?” tanya Nayla kepada Neta yang dari tadi memperhatikan Kiara.

__ADS_1


“Tidak, cuman aku ingin seperti mereka jika kelak menikah! Kelihatan sekali kak Agam sangat mencintai Kiara. Kiara benar-benar beruntung mendapatkan kak Agam,” ucap Neta yang membayangkan dirinya mendapatkan suami seperti Agam.


“Iya, tapi membayangkan keindahan orang lain itu tidak bagus!” ucap Nayla memupuskan angan-angan Neta. Neta langsung terhenyak kaget mendengar suara Nayla yang sangat mengejutkan dirinya.


__ADS_2