
Agam sampai di rumah, istrinya sudah terlelap tidur. Dirinya setelah mengganti bajunya dengan baju tidur ikut merebahkan dirinya di samping sang istri. Agam menyelimuti istrinya dan memeluknya seakan tidak ingin terlepas dari istrinya.
Tidak lama Agam pun matanya terpejam terlelap tidur hingga pagi hari. dikala menjelang pagi dirinya sudah terbangun dan kembali melaksanakan aktivitas pagi. karena hari ini hari libur Agam membangunkan istrinya dan putranya untuk ikut jalan-jalan mengitari taman yang ada di kompleks.
Kiara terbangun dengan senang hati membersihkan diri kemudian membawa putranya untuk jalan-jalan bersama suaminya. Mereka bertiga terlihat seperti keluarga yang harmonis sehingga para tetangganya nampak iri dengan kebersamaan mereka bertiga.
Banyak ibu-ibu muda bahkan gadis-gadis kompleks yang sangat menyukai Daffa sehingga mereka dengan gemas bercanda dengannya. Tapi lama-lama Kiara menjadi kesal karena ujung-ujungnya mereka hanya ingin dekat dengan suaminya.
“ Wah Daffa cakep juga ya? Ini pasti karena papanya tampan. Mbak Kiara sangatlah beruntung bersuamikan pak Agam. Pak Agam kalau ada adik boleh dong untuk kita?” ucap mereka terang-terangan hingga membuat Kiara semakin kesal.
“Terimakasih. Semoga kalian segera mendapat jodoh sesuai dengan keinginan kalian? Tapi ingat jangan sekali-kali kalian menggoda suami orang?” ucap ke arah pedas sehingga mereka merasa tersindir oleh oleh omongan Kiara. Mereka pun satu persatu langsung melanjutkan jalan-jalannya dengan menelan salivanya karena dirinya takut dikatakan sebagai penggoda suami orang.
“Sayang, kok gitu sih!Kamu itu terlalu keras dengan mereka?” ucap Agam mengingatkan.
“Keras bagaimana? Jadi kakak suka dekat-dekat dengan mereka?” ucap Kiara sewot dan ngambek. Kiara pun tanpa berpikir panjang lagi yang langsung mendorong kereta dorong anaknya untuk meninggalkan Agam. Agam mematung melihat tingkah istrinya yang kemudian dengan segera langsung menyusul istrinya.
“Wah…., wah…., bisa berabe nih, baru harap akan dapat jatah setelah masa nifasnya berakhir. Ini malah ngambek ?” gumam Agam yang kemudian berusaha meminta maaf dan membujuk Kiara agar mau memaafkannya.
__ADS_1
Kiara yang manyun karena kesal sebenarnya merasa kasihan melihat suaminya yang berkali-kali meminta maaf kepadanya. Kiara juga memahami kalau sebenarnya bukan kesalahan suaminya hingga terjadi seperti itu. Memang suaminya itu terlalu tampan banyak sehingga banyak orang yang ingin menggodanya. Disini dia dituntut untuk berperan sebagai istri yang bisa menarik suaminya agar suaminya tidak berpaling terhadapnya. Apalagi zaman sekarang marak pelakor yang mengejar-ngejar suami orang. Dalam hatinya Kiara berjanji untuk selalu nampak kelihatan cantik dihadapan suaminya baik cantik dalam hati maupun secara fisik. Kiara juga tidak menginginkan kalau nanti rumah tangganya hancur oleh seseorang yang mengincar suaminya.
Sesampainya di rumah setelah jalan-jalan Kiara masih diam tidak menghiraukan suaminya. Kiara menyerahkan Daffa kepada baby sitter nya untuk dibersihkan tubuhnya. Sedangkan Agam yang tahu istrinya sedang ngambek membiarkan Kiara hingga pergi ke kamar. Agam mengikutinya dari belakang istrinya dan kemudian dengan gerakan pelan tanpa diketahui istrinya mengunci kamarnya.
Agam mengamati Kiara yang masih duduk di sofa menikmati teh dan cemilan ringan dengan membaca koran. Setelah puas membaca koran berita pagi Kiara berdiri hendak menuju ke kamar mandi. Agam berpikir pasti istrinya hendak membersihkan tubuhnya karena keringat, Agam dengan cepat menyediakan semua keperluan mandi Kiara. Setelah semuanya siap Agam memanggil istrinya untuk mandi.
“Sayang, ayo segera mandi biar sawan ngambeknya hilang dari dalam tubuh kamu!” ucapnya menggoda istrinya yang masih manyun.
“Gak aku tidak mandi! Aku mau olahraga dulu!” ucapnya Kiara yang hendak membuka pintu kamarnya namun tidak bisa dibuka olehnya karena terkunci dan kuncinya tidak ada pintunya.
“Sayang, kamu masih ngambek ya?” ucap Agam yang sudah ada di belakang istrinya ketika hendak berbalik kembali menuju sofa. Bahkan Agam dengan cekatan menghimpit tubuh istrinya hingga bersandar di depan pintu kamar.
“Sudah tahu pakai nanya lagi? Bener-bener tidak peka!” ucap Kiara Ketus karena masih ngambek dengan suaminya. Sebenarnya dirinya berharap suaminya merayu-rayu dirinya hingga dirinya bisa memaafkan suaminya. Begitulah Kiara yang sangat mengharapkan rayuan maut suaminya.
“Maaf sayang, Sebenarnya aku tidak salah? Kalau mereka punya perasaan terhadapku kenapa aku yang dipersalahkan? Mestinya kamu bangga punya suami yang tampan dan menjadi idola ibu-ibu serta para gadis di komplek kita,” ucap Agam yang justru semakin membuat Kiara kesal.
“ Oh begitu ya, Jadi kalau suami kita disanjung-sanjung di depan kita kita harus suka dan senang mendengarkannya?” ucap Kiara yang mulai meneteskan air matanya karena Agam bener-bener membuatnya kesal.
__ADS_1
“Up…, salah ya? Maaf aku tidak bermaksud seperti itu?” ucap Agam mulai khawatir dan bingung melihat ulah istrinya. Dengan pelan dan pasti dirinya mengusap air mata istrinya kemudian merengkuh istrinya dalam pelukannya.
Agam mencium kelopak mata istrinya, kening, dan bibir istrinya sambil membisikan sesuatu. Dirinya juga berjanji akan selamanya setia tidak akan meninggalkan istrinya meskipun diluar sana banyak gadis yang menggodanya.
Tiara pun kemudian pelan-pelan melepas pelukan suaminya dan menatap bola mata suaminya untuk mencari kebenaran di dalamnya. Mereka berdua pun beradu pandang sehingga mereka bereaksi mendapatkan sesuatu yang menyengat dalam tubuhnya seperti aliran listrik. Mereka berdua memang sudah lama tidak melakukan interaksi sebagai suami-istri karena masa nifas yang cukup panjang setelah melahirkan.
Kebetulan momen yang pas diperoleh karena masa nifas istrinya sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Agam pun memanfaatkan situasi tersebut untuk memulai pemanasan hingga menggiring istrinya untuk mengimbangi dirinya.
Mereka berdua pun melakukanya berkali-kali seperti orang yang kehausan. Kiara maupun Agam sangat menikmati permainan mereka. Permasalahan yang ada ketika jalan pagi sudah terlupakan, yang ada hanya rasa kebahagiaan dan kenikmatan berdua.
Setelah puas aku kayaknya mereka langsung terlelap di dalam tidur hingga melupakan agenda sarapan paginya. Bahkan Si Mbok yang sudah menyiapkan sarapan pagi mereka tidak berani mengganggu tuanya. Si Mbok pun kemudian menyiapkan susu untuk Daffa untuk diberikan kepada baby sitter nya. Si Mbok yang paham betul dengan sifat tuannya berusaha agar Daffa tidak menangis karena lapar maupun kehausan.
Sementara itu Agam yang terbangun dari tidurnya segera membangunkan Kiara dan mengajaknya mandi. Agam teringat akan putranya, dia juga butuh minum susu. Agam dengan cekatan menggendong Kiara menuju ke kamar mandi. Untuk kali ini Agam tidak melakukan aksi apapun karena yang ada dirinya teringat akan putranya yang sudah pasti kehausan dan kelaparan.
“Sayang cepat ya ganti bajunya. Aku akan temui Daffa dulu?” ucap Agam yang sudah selesai mengganti bajunya terlebih dahulu. Agam begitu keluar kamar hatinya terasa lega karena Daffa baik-baik saja dan tidak rewel. Daffa ternyata diurus dengan baik oleh si Mbok dan baby sitternya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1