Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Cucu Kesayangannya


__ADS_3

Begitu mendengar berita kelahiran cucunya Mama Sandra sangat senang dan dengan segera mengajar Papa Bagas untuk pergi ke rumah sakit. Mama Sandra menyiapkan beberapa baju untuk cucu kesayangannya. Mama Sandra berniat untuk segera ke rumah sakit menjenguk cucunya.


“Ayolah pa kita segera menuju rumah sakit. Cucu kita lahir, pewaris perusahan Maheswara Group sayang?” ucap mama Sandra bahagia smbil memeluk suaminya.


“Alhamdulilah ma! Iya ma kita nanti kesana. Kita harus siapkan dulu beberapa hal untuk bersyukur. Kita siapkan beberapa makanan untuk dikirim ke panti asuhan! Pastikan semua panti yang berada dalam naungan yayasan kita semuanya dapat kita kirim,” perintah papa Bagas kepada istrinya.


“Siap pa,” ucap Mama Sandra dan dengan segera menghubungi restoran miliknya untuk membuatkan makanan dan segera dikirim ke panti asuhan.


Mama Sandra juga menyuruh mereka membuatkan beberapa makanan untuk lingkungan perumahan putranya dan dirinya.


“Ma! Aku tidak menyangka kalau secepat ini kita memiliki cucu! dulu Agam sangat sulit kita kendalikan dan jodohkan tapi takdirnya membuat dirinya tersadar kalau berumah tangga dan bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarganya itu sangat penting!” ucap papa Bagas yang dirinya selalu berbenturan dengan istrinya jika menyangkut masalah Agam kala itu.


“Iya pa! Mudah-mudahan setelah ini Kiara lekas hamil lagi! Jadi kita punya cucu banyak biar ramai! Andaikan Agam kala itu punya adik lagi kita tidak akan kesepian seperti ini pa?” ucap mama Sandra kepada suaminya. Papa Bagas mengerti perasaan istrinya kemudian papa Bagas membisikan sesuatu kepada istrinya.


“Bagaimana kalau kita buat lagi ma? Buat adik untuk Agam?” ucap papa Sandra sambil menggoda istrinya.


“Buatnya sih boleh pa? Tapi pabriknya sudah tutup pa? Mama sudah tua pa? Lama-lama papa genit juga ya?” ucap mama Sandra sambil mencubit pinggang suaminya.


“Papa ingin lihat pabriknya dong? Boleh dong ma?” ucap papa Bagas yang dengan perkasanya menggendong strinya untuk masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


“Astaga sayang kita sudah jadi Opa dan oma tapi tingkah kit konyol kayak anak muda saj1?” bisik mama Sandra dengan tangan bergelayut manja di leher suaminya.


“Meskipun sudah opa dan oma semangat kita juga harus seperti anak muda ma? Bercinta sih tidak pandang usia sayang?” ucap papa Bagas dengan panggilan mautnya untuk meluluhkan hati istrinya.


“Sayang, bukannya kita hendak berkunjung melihat cucu kita?” ucap mama Sandra yang masih dalam gendongan suaminya. Bahkan mama Sandra tidak dipungkiri lagi kalau jiwanya juga mulai bergejolak yang cukup membuat papa Bagas semakin meronta-ronta segera bergerilya memenuhi tantangannya sebagai seorang laki-laki.


Papa Bagas dengan pelan membaringkan istrinya di ranjangnya kemudian dengan pelan naik di atasnya dan bermain sensasi untuk membangkitakan gairah istrinya. Mama Sandra Pun nampak menikmati permainan suaminya itu meskipun terbulang sudah cukup tua.


“Sayang, kamu semakin tua semakin membuat aku bertambah gairah? Sayang terimaksih ya kamu sudah mendampingi aku dengan suka dan duka aku! Disaat kita susah kamu dengan setia mensuport aku hingga perusahaan kita bisa berkembang dengan pesat!” ucap papa Bagas sambil mengecup kening mama Sandra yang terbaring di ranjang karena lelah menemani papa Bagas untuk bermain hingga beberapa kali.


Meskipun sudah tua tubuh papa Bagas masih kelihatan atletis karena terawat dan sering melakukan kegiatan berolahraga. Mama Sandra nampak tersenyum bahagia dan dengan manjanya masuk ke dalam pelukan suaminya hingga mereka terlelap hingga sore hari.


Setelah terbangun dari tidurnya mereka berdua membersihkan diri dan berencana berangkat menjenguk cucunya.  Papa Bagas dengan gagah  berusaha  mengendarai mobil tanpa memakai sopir pribadinya. Mereka berdua Berencana untuk menginap di rumah sakit nungguin cucu kesayangannya yang baru lahir.


“Sore sayang, selamat ya cucu oma terlahir sehat dan selamat,” ucap mama Sandra begitu berada dalam ruangan menantunya. Mama Sandra memberi ciuman kepada menantunya dan mengeluarkan kotak kado untuk diberikan kepada menantunya.


“Terimaksih ma, tapi…, apa ini ma?” tanya Kiara yang nampak ragu-ragu menerima bingkisan dari mama mertuanya.


“Itu hadiah dari kami nak! Untuk kamu dan anak kamu! Kamu telah memberikan anugerah terindah untuk keluarga kita nak! Terimalah!” ucap papa Bagas meminta menantunya untuk menerimanya.

__ADS_1


“Bukalah nak!” sambung mama Sandra melanjutkan perkataan suaminya. Kiara pelan-pelan membukanya.Kiara terkejut dengan hadiah yang diberikan oleh mertuanya. Tidak tanggung-tanggung mereka memberikan sebuah Villa mewah yang berada di kota Bogor senilai hampir 10 Milyar. Kiara yang merasa tidak enak berusaha mengembalikannya kepada mama mertuanya.


“Sayang terimalah! Itu hadiah dari kami. Kami selaku orang tua kalian dengan ikhlas memberikannya. Do’akan saja kami akan mendapatkan rezeki yang melimpah dengan kesehatan yang baik sehingga bisa menunggu kamu untuk melahirkan cucu-cucu oma selanjutnya,” ucap mama Sadra sambil mengusap air mata menantunya yang secara spontan jatuh tanpa bisa dibendung lagi. Kiara nampak terharu dengan sikap mertuanya yang begitu baik.


“Iya sayang, tidak apa-apa. Kamu tidak usah sungkan sama mama! Mama memang baik kok!” ucap Agam berusaha menyakinkan istrinya kalau papa dan mamanya tulus dengan pemberiannya.


Kiara pun akhirnya mau menerimanya dan menyimpannya dalam laci. Kiara tidak mengira kalau mama dan papa Bagas begitu menyayanginya melebihi apapun.


“Sayang, papa dan mama mau lihat bayi kamu ya?” ucap mama Sandra yang kemudian mencari informasi tempat perawatan bayinya Agam. Agam minta izin kepada istrinya untuk mengantar kedua orang tuanya menuju ruang perawatan bayinya.


Kiara pun mengizinkannya, hingga beberapa saat mereka meninggalkan Kiara sendirian. Kiara nampak santai berada dalam pembaringan hingga beberapa menit nampak Nayla datang bersama Varel.


Nayla dan Varel memberi ucapan selamat kepada Kiara atas kelahiran putranya. Mereka berdua juga menanyakan keberadaan Agam karena tidak kelihatan di ruangan tersebut menemani Kiara.


Kiara Pun menjelaskan kalau Agam sedang berada di ruang perawatan bayi, namun tidak berapa lama mereka bertiga muncul kembali keruangannya ditemani perawat yang menggendong bayinya.


“Sayang, bayi kita haus dan sekarang waktunya memberi asi eksklusif sayang?” ucap Agam kepada istrinya dengan menyodorkan bayinya e dalam pangkuan mamanya. Sementara Kiara menyusui untuk kamu laki-laki dipersilahkan keluar ruangan kecuali Agam.


Agam dengan telaten membantu Kiara menyusui putranya. Agam sangat senang melihat bayinya yang dengan kuat minum Asi mamanya. Agam tersenyum tipis sambil melamun ketika melihat kelakuan putarnya.

__ADS_1


Kiara yang tahu pikiran kotor suaminya langsung menowelnya hingga Agam tersentak dari lamuannnya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2