Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Kebetulan


__ADS_3

 Kiara disekap di sebuah ruangan di sebuah rumah pinggiran kota California. Kiara masih terbaring lemah di ranjang. Salah satu dari penjahat itu mengantar makanan untuk Tiara.


“Wahai perempuan dengarkan, sebaiknya makanlah kalau kamu ingin menyelamatkan nyawa dari calon anakmu!” ucap salah satu penjahat tersebut sambil menyodorkan satu porsi makanan.


“Aku tidak mau makan, aku hanya ingin bebas bertemu kembali dengan suamiku!” ucap Kiara sambil memohon kepada lelaki tersebut.


“Sebaiknya makanlah dulu! Ingat kau harus punya tenaga untuk berpikir jernih dan mencari jalan keluarnya,” ucapnya aneh yang ternyata masih punya hati nurani.


“Tidak, aku ingin bebas,” ucapnya hendak menerobos ke luar kamar menerjang lelaki tersebut. Lelaki tersebut hanya menahan Kiara agar tidak lepas dari sekapannya.


“Sudahlah! Makanlah, untuk kebebasan kamu tergantung dari bos aku,” ucap lelaki tersebut dan dengan pelan menggandeng Kiara Kembali menuju keranjangnya.


“Ayo makanlah kalau tidak mau, kamu akan aku suapi!” ancam lelaki tersebut sehingga membuat Kiara sedikit demi sedikit makan hingga akhirnya habis. Kiara nampak mencucurkan air matanya. Sang penjahat yang tidak tega dengan Kiara akhirnya meninggalkannya kemudian menuju ruangan khusus menemui bosnya.


Penjahat tersebut mengetuk pintu bosnya dan mempersilahkan masuk.


"Bos, dia tidak mau makan!Dia tertekan sekali, kasihan dia juga hamil!"icap salah satu penjahat tersebut lapor kepada bosnya.


"Kau perlakukanlah dengan baik ya? Jangan kau sakiti dia!" ucap lelaki tersebut kepada bawahannya.


“Baik! Apakah bos hendak bertemu dengannya?” tanya lelaki penjahat tersebut.


“Bawalah ke kamarku! Bilang sama pelayan-pelayan untuk membersihkan dan meriasnya!” perintah lelaki tersebut yang disebut oleh bos oleh lelaki tersebut.


“Baik,” lelaki tersebut langsung mengumpulkan beberapa perawat untuk membersihkan dan merias Kiara serta memberinya baju yang baik bagaikan putri. Dan beberapa pelayan yang tinggal di rumah itu pun tanpa menunggu lagi langsung mengerjakan sesuai tugasnya.


Awalnya Kiara menolak perlakuan mereka terhadap nya, namun setelah berpikir panjang Kiara menurut kemauan  mereka. Kiara juga memikirkan sesuatu untuk menyelamatkan diri dari mereka.

__ADS_1


Setelah semuanya beres, Kiara yang sudah tampil cantik dibawa oleh 2 pelayan untuk menuju sebuah kamar yang besar. Kiara dengan santai dan biasa saja berjalan sesuai instruksi pelayan tersebut.


Kiara kemudian dibawahnya duduk di tepi ranjang, kemudian pelayan tersebut keluar dari kamar. Kiara yang merasa sendiri di kamar berusaha mencari celah hendak melarikan diri.


“Apa yang kamu lakukan? Kalau kamu mau bebas itu tidak akan mungkin terjadi!” ucap seorang Pria yang baru saja masuk ke kamar tersebut.


“Astaga kayaknya aku mengenal suara tersebut!” gumamnya lirih sambil membalikan tubuhnya mencari sumber suara tersebut berasal. Kiara memastikan kalau itu suara seseorang yang sudah menjadi masa lalunya.


“Gary…, kak Gary. Bukankah anda di Paris?” tanya Kiara yang ketakutan.


“Aku mafia kondang yang mendunia, aku bisa tinggal dimana aku suka!” ucap Gary menyeringai nakal penuh arti.


“Kak…, kenapa kamu menculikku lagi?” tanya Kiara terbata-bata.


“Itu semua kebetulan Kiara, pemuda yang kamu bantai bersama suamimu di kampus itu sebenarnya anak buah aku. Tujuan utama aku menyekapmu sebenarnya hanya untuk membalaskan rasa sakit hati mereka terhadapmu dan suaminya dengan menculik kamu. Harapan mereka dengan menculik kiara, mereka juga akan merasa sakit hati,“ ucap Gary memberi penjelasan kepada Kiara.


“Iya Kiara! Karena peristiwa itu aku bisa menemukanmu kembali! Di Paris aku hendak menculikmu tapi begitu sulit karena ada pengawalan dari mertuamu!” ucap Gary  dan terus mendekati Kiara.


“Bagaimanapun aku akan tetap memilikimu!” ucapnya dan terus berjalan dan terus mendekati Kiara dan memeluknya dan mengecup bibirnya namun tidak ada reaksi sama sekali dari Kiara hingga Gary menghentakannya ke ranjang.


“Kiara, dimanakah cintamu dahulu terhadapku?” tanya Gary kepada Kiara dengan wajah memerah karena menahan marah.


“He…, he…, cinta? Dengarkan aku? Aku tidak pernah mencintaimu seperti yang aku sampaikan dahulu. Kamu sudah gila Gary?” ucap Kiara sambil menangis karena takut.


“Iya…, aku memang Gila. Aku sudah tergila-gila kepadamu!” ucapnya semakin beringas menyambar baju Kiara hingga baju bagian atasnya robek sehingga menonjolkan tubuh Kiara bagian atas yang bertambah seksi dan montok karena hamil.


“Laknat kau kak! harusnya kau terbunuh waktu itu di tangan kak Agam!” pekik Kiara dan langsung menangkupkan tangannya di depan dadanya.

__ADS_1


“Ha…, ha…, Kiara-Kiara kamu memang gadis yang **** dan menggairahkan!” ucapnya dan terus mendekat dan mendekat Kiara semakin ketakutan dan mundur hingga dirinya mepet ke dinding kamar. Gary dengan cepat dan lincah melompat naik di atas ranjang.


Semantara itu Varel yang sudah dapat info dari Gill kalau mereka menemukan keberadaan Kiara. Varel dengan segera melaporkan kepada Agam dan langsung meluncur ke lokasi dibantu oleh Gill dan anak buahnya.


Begitu sampai di tempat lokasi mereka mengendap-endap hendak menerobos masuk ke dalam. Baku hantam bahkan tembak-menembak terjadi diantara mereka. Agam yang sudah mendapat celah untuk masuk dengan sigap masuk ke dalam diikuti oleh Varel.


“Varel…, disini banyak ruangan. Kira-kira kakak iparmu dimana ya?” tanya Agam dengan berbisik.


“Kemungkinan berada di kamar utama Gam!” ucap Varel dan benar saja baru saja mereka berdua hendak bergerak tiba-tiba ada seseorang yang menyerangnya dengan berondongan beberapa peluru. Agam dan Varel yang lincah bisa dengan cepat mengalahkan mereka. Sementara itu Gary yang berada di dalam tidak mendengar suara-apa-apa karena kamarnya ada fasilitas kedap suara.


“Varel kau jagalah di luar kamar aku akan masuk menolong kakak ipar!” ucap Agam yang langsung mendobrak pintu kamar utama tersebut dengan sekali gebrakan yang tentunya di bantu Varel.


“Brak!” pintu kamar langsung terbuka dan Gary yang sudah berada di atas tubuh Kiara hendak melakukan sesuatu terkejut dibuatnya. Kiara memanfaatkan situasi dengan sekuat tenaga Kiara mendorong dan menendang tubuh Gary hingga terpental.


“Hiat…, buk,” tubuh Gary terpental jatuh dari ranjang. Kiara langsung menutupi bagaian atas tubuhnya dengan selimut yang ada. Kiara tak henti-hentinya menangis dan sesekali mengusap air matanya yang ada di pipinya.


Kiara membayangkan andaikan suaminya tidak datang tepat waktu dirinya sudah dinodai oleh orang lain yaitu orang yang dia benci.


“Gary…, enyahlah kau!” Agam memukuli dan menendang tubuh Gary yang sudah tidak berdaya. Gary sempat melawan namun karena kehilangan kesimbangan karena konsentrasinya pecah tergiur oleh tubuh Kiara yang seksi hingga akhirnya tidak kuasa menahan pukulan dari Agam.


Gary juga berteriak-teriak minta bantuan kepada anak buahnya namun yang ada Gary hanya keluar tenaga saja karena anak buahnya sudah dibekuk oleh Gill dan anak buahnya dibantu Varel.


“Dasar manusia laknat, enyahlah kau!” ucap Agam hendak menusuk Gary dengan pisau buah yang tergeletak di meja kamar Gary.


“Kak, jangan kotori tanganmu dengan membunuhnya. Serahkan semuanya ke pihak yang berwajib!” pinta Kiara sambil menangis sesenggukan. Dan tidak lama kemudian pihak kepolisian yang sudah di telpon Gill datang dan membekuk komplotannya Gary.


Agam kemudian meraih tubuh istrinya dipeluk dan diciumnya dengan lembut. Agam seolah tidak mau lagi kehilangan istrinya untuk kesekian kalinya. Agam menggendong tubuh istrinya untuk dibawanya pulang ke hotel.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2