Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Fitnah


__ADS_3

Agam merasa kehilangan karena sudah 3 hari Kiara tidak ada kabar.  Banyak kenangan yang mereka lalui saat tinggal bersama. Meskipun Agam tiap hari bertengkar dan beradu mulut dengan Kiara tiba-tiba merasa rindu dengan Kiara. Kiara yang lucu dan tidak pernah mengeluh meskipun dia permainkan.  Untuk membalas dendam rasa sakit hatinya juga memperlakukan Kiara seperti pembantunya. Agam menghela nafasnya berusaha mengingatnya.


“Kiara, tolong siapkan air panas untuk mandi. Petiklah bunga mawar dan melati yang ada di taman belakang .Kemudian  rebuslah airnya dan masukan ke dalam bathup agar aroma terapinya bisa merasuk ke dalam tubuh,” perintahnya kepada Kiara.


Kiara pun dengan cekatan melakukannya, namun begitu aktivitasnya selesai Kiara langsung menyuruh Agam untuk mandi tapi setelah dipanggil ternyata air tersebut hanya untuk memandikan kucing peliharaannya. Kiara pun hanya manyun dan menggerutu tidak jelas.


“Aku kira untuk mandi dia sendiri, eh…, tak tahunya hanya untuk seekor kucingnya! Manusia aneh, dirinya saja baunya tidak jelas, tapi malah memandikan hewan peliharaan yang tidak jelas!” gumam Kiara lirih.


“Siapa yang bau? Ini bau tidak? Aku rasa tubuhku wangi kok!” ucap Agam yang berusaha menjepit kepala Kiara agar bisa merasakan aroma ketiaknya. Tapi dasar Kiara yang memanfaatkan momen tersebut dengan mengendus-endus ketiak Agam dan merasakan bahu sensasinya.


“Hem…, ini kan aroma laki banget? Sedap…?” kata Kiara spontan yang terus mengendus-endus ketiak Agam sehingga merasa geli dibuatnya. Agam pun dengan spontan melepas jepitannya hingga Kiara tertawa puas karena terbebas dari kekonyolan Kiara.


Agam  tersentak dari lamunannya ketika mendengar ada langkah kaki mendekatinya. Ternyata Varel sahabat dan bawahannya datang menghampirinya.


"Agam, janganlah kau lemah seperti ini. Bangkitlah, bukankah kamu pernah bilang untuk balas dendam dengan Kiara? Kenapa kamu harus pusing memikirkannya?" ucap Varel yang justru membuat Agam marah dan hendak memukulnya.


"Varel jaga ucapanmu! Enyahlah kau dari sini! Kalau kamu keberatan membantu pulang saja!" teriak Agam penuh emosi.


Varel yang tahu kalau Agam sedang emosi langsung meninggalkan Agam agar bisa berpikir jernih.


Sementara itu Kiara berada di sebuah kamar Villa yang terpencil jauh dari keramaian menangis dan meratapi nasibnya.


"Hik..., hik..., apa yang kau lakukan dengan ku?" tanyanya seolah sudah kenal dengan orang yang menculiknya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan denganku? Pantaskah kau bertanya seperti itu? Aku berjuang dari maut, kamu malah menikah dengan pria lain? Apakah seperti itu namanya cinta?" ucap pria itu di hadapan Kiara yang ternyata calon suami Kiara bernama Gary yang tidak datang waktu menikah.


"Cinta? Dari awal kita juga tidak ada perasaan Cinta? Kamu menikahi aku juga karena kakak aku? Dan satu hal mana aku tahu kalau akan terjadi seperti itu? Kamu juga tidak memberitahu dan menelpon keluarga aku! Salah kamu sendiri!" ucap Kiara penuh emosi dan mencucurkan air matanya.


"Plak…,Plak! Ya harusnya kalian sabar dan menunda pernikahan itu! Tidak seperti itu, menggantikan aku dengan pengganti yang tidak jelas!" ucap lelaki tersebut semakin emosi hingga menampar Kiara sampai pipinya memerah.


"O..., aku suruh menunggu kamu sehingga keluarga aku dapat malu karena pernikahan ku tidak jadi. Benar-benar manusia egois! Dasar tidak berprikemanusiaan! Manusia pecundang!" ucap Kiara dengan tubuh gemetar karena menahan emosi.


"Aku tidak mau tahu kamu harus mengurus perceraian dengan suami kamu. Setelah semua urusan selesai, aku akan menikahi kamu!” ucap Gary penuh emosi.


“Aku Bukan Barang yang bisa kamu permainkan.  Kamu telah membuangku hingga aku ditolong oleh orang lain tapi sekarang kamu ingin aku bercerai dengan orang yang menyelamatkanku dan keluargaku?” ucap Kiara semakin berani menentang Gary.


“Menolong kamu dan keluargamu? Inikah yang dikatakan menolong keluarga kamu? Dia telah melukai kakek kamu dan menyekapnya dalam sebuah Villa?” tiba-tiba Gary memperlihatkan vidio dimana Agam dan Varel menggiring kakek Danu ke dalam sebuah villa dengan keadaan terluka.


“Itu tidak mungkin, kak Agam dan kak Varel orangnya baik. Aku yakin mereka tidak berbuat seperti itu?” Kiara masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Kiara semua yang dikatakan Gary itu benar. Agam itu jahat dan untuk uang investasi ke perusahaan kita itu bohong. Dia tidak pernah memberi investasi ke perusahaan kita! Jadi perjanjian kakak dengannya itu fitnah!” ucap Riki yang berusaha memfitnah Agam.


“Terserah dengan yang kalian katakan! Aku tetap tidak mau bercerai dengan Agam,” ucapnya lirih dan terus menangis sambil tengkurap di tempat tidur.


“Riki, aku gak mau tahu kamu harus bisa menyelesaikannya, kalau tidak bisa akan aku bawa lari adik kamu ke luar negeri. Aku sudah muak tinggal di sini. Aku harus jadi buronan!” perintah Gary kepada Riki.


“Siap, aku akan menyelesaikannya dengan cepat!” jawab Riki dan berlalu meninggalkan mereka berdua di kamar.

__ADS_1


Gary kemudian mendekati Kiara berusaha merayunya.


“Kiara dengarkan aku! Aku akan membahagiakan kamu dengan kemewahan. Jadi lusa kalau masalah perceraian ini tidak selesai aku akan membawamu pergi!” ucap Gary yang berusaha mengusap-usap pipi Kiara dengan lembut. Namun Kiara tidak bergeming sama sekali.


“Sudahlah aku tak mau lagi bersamamu! Lupakanlah aku, carilah yang lebih baik dari aku!” ucap Kiara sambil menangis sesenggukan.


Gary menghela nafasnya kemudian pergi meninggalkan Kiara, dalam hatinya Gary akan tetap mempertahankan Kiara meskipun Kiara tidak mau lagi bersamanya.


Sementara itu Agam terus terpuruk tidak jelas hingga mamanya turun tangan menghadapi Agam.


“Nak percayalah dengan kekuatan cinta, jika Kiara jodoh kamu pasti akan bersamamu! Dan percayalah akan kekuatan Allah. Kita pasti berusaha tapi kamu janganlah menyakiti diri kamu sendiri seperti ini. Ayo makanlah! Mama masak masakan kesukaan kamu!” ucap mama Sandra yang duduk dihadapan putranya.


“Terimakasih ma. Bagi Agam ini hal yang sangat berat. Aku sudah mulai mencintai dan menyukainya. Kiara gadis yang sangat menarik ma!” ucap Agam pelan tanpa sadar meneteskan air matanya seolah menahan kerinduan yang begitu berat terhadap Kiara.


“Iya mama tahu. Tapi makanlah nak, biar ada kekuatan untuk mencari Kiara dan kamu tidak terjatuh sakit!” ucap mama sambil mengusap kepala putranya.


Mama Sandra yang tidak tega melihat putranya seperti itu langsung menemui suaminya untuk memintanya agar meningkatkan personilnya dan mencari Kiara ke seluruh pelosok kota.


“Papa…, ayolah pa segera lakukan sesuatu untuk putra kita. Aku tidak tega melihatnya seperti ini!” rengek mama Sandra kepada suaminya.


“Iya ma, papa sudah bergerak semua anak buah papa sudah aku kerahkan kemana-mana. Penculik Kiara ini aneh ma, kelihatannya dia tidak membutuhkan uang. Aku yakin ada maksud dan tujuan tertentu mereka membawa Kiara,” ucap papa Bagas sambil menghela nafasnya.


“Informasi dari kepolisian apa tidak bisa dijadikan petunjuk pa?” tanya mama Sandra yang bingung memikirkan keadaan putranya.

__ADS_1


Hari menjelang malam akhirnya papa Bagas mengajak mama Sandra untuk tidur.


 Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Bagaimana kisah Kiara selanjutnya ya?


__ADS_2