Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Terbang ke Turki


__ADS_3

Cek kandungan sudah dilaksanakan dan kondisi juga baik maka Agam dan Kiara beserta keluarga jadi terbang ke Turki.


“Pah..,  kalau seperti ini rasanya ingat kembali waktu kita masih muda,” ucap Mama Sandra duduk berdampingan dengan suaminya.


“Iya ma! Tapi tak apalah yang terpenting sekarang kita nikmati!” ucap papa Bagas.


Begitulah mereka sangat menikmati liburan mereka di Turki. Kiara selalu dimanjakan oleh Agam. Di hari pertama Agam membuat kejutan dengan menyajikan makan romantis di balkon hotel. Kiara nampak menikmati acara makan malamnya dengan pemandangan keindahan bangunan kota yang dihiasi gemerlapnya lampu. Dan jika di pagi dan siang  hari akan tampak pemandangan yang sangat menakjubkan.


“Sayang,  aku ingin kalau kalau sudah tua nanti menikmati sisa hidup kita di kota ini,  aku suka dengan pemandangan di sini! Seolah-olah kita berada di negeri yang cukup berbeda dari khalayak dan serasa berada di negeri dongeng,” ucap Kiara manja kepada suaminya.


“Baiklah! Kebetulan rekan bisnis papa yang menawarkan kerjasama dengan perusahaan kita memiliki usaha properti di sini! Jadi nanti akan aku tanyakan untuk membelinya!” ucap Agam dengan tanpa syarat apapun langsung mengiyakan permintaan Kiara.


“Benarkah sayang? Kamu bener-bener sumi aku yang penuh misteri. Apapun yang aku minta selalu kau turuti! Semoga rezekinya semakin bertambah tan semakin sayang sama istri!” ucap Kiara yang berdiri dari duduknya dan mencium langsung pipi suaminya dan bergelayut manja pada suaminya.


Agam yang sangat mencintai istrinya langsung menarik dengan istrinya kemudian  memeluknya dalam pangkuannya.  Agam yang sudah mabuk kepayang dengan istrinya kemudian mencium kening,  leher dan bibir mungil milik Kiara.


“Sayang…, kamu benar-benar membuat hidupku penuh warna dan kamu bagaikan candu untuk ku! Ayolah kita nikmati keindahan malam ini dengan kembali bercinta?” rayu Agam yang memabukan Kiara.


“Astaga sayang…, ternyata kamu juga pintar merayuku ya? Awas ya kalau kamu suka tebar-tebar pesona sama cewek lain?” ucap Kiara yang mulai menghentikan bibir suaminya yang nakal dengan jari tangannya.


“Tidak sayang…, cinta dan sayang aku hanya untuk kamu dan calon bayi kita! Aku akan selalu membuat kamu bahagia!” Agam yang sudah kecanduan dengan aroma tubuh wangi istrinya kembali menyusuri bagian pipi, telinga, leher hingga bibirnya kembali. Kiara yang larut dengan suasana indahnya serta dinginnya kota Cappadocia tidak bisa membendung hasratnya.


“Sayang aku mohon hentikan!” ucap Kiara lirih. Agam kemudian berdiri dari duduknya kemudian mengajaknya berdansa dengan irama yang sesuai dengan Kiara yang penuh kelembutan. Kiara menikmatinya dan sesekali menggelayut kan tangannya di leher suaminya.

__ADS_1


Dipertengahan dansa Agam tiba-tiba menghentikan dansanya dan berjongkok menyerahkan sekotak perhiasan berlian lengkap kepada Kiara.


“Selamat ulang tahun sayang…, semoga semakin bertambahnya usia kamu semakin bertambah dewasa dan bisa selalu menyenangkan suamimu yang nakal ini!” ucap Agam dengan mengerlingkan mata genitnya.


“Apa ini sayang?” tanya Kiara terkejut dengan surprise yang diberikan oleh suaminya.


“Perhiasan untuk kamu sayang?” ucap Agam santai kemudian berdiri dan memakaikan kalung berlian di leher istrinya.


“Sayang ini kalung sudah lama aku inginkan. Kamu kok biasa tahu? Padahal aku tidak pernah mengatakannya padamu hanya aku waktu jalan-jalan aku ungkapkan keinginan kepada Nayla waktu di depan tokonya. Kamu so sweet banget tau isi hati istrimu?” ucap Kiara girang.


“He…, he…, aku waktu itu kebetulan ada meeting dengan klien yang lokasinya tidak jauh dari toko itu. Aku lihat kamu dan Nayla berhenti di toko perhiasan. DAri tatapan mata kamu sangat jelas kamu menginginkan suatu benda. Aku tanpa sepengetahuan kamu meminta Varel untuk mencari tahu keinginanmu itu lewat Nayla,” ucap Agam memberi penjelasan.


“Benarkah?” Kiara semakin terkejut dengan ulah suaminya yang diam-diam memata-matinya.


“Tidak kok sayang, itu hanya kebetulan saja kok! Dan kebetulan juga kamu ulang tahun jadi apa salahnya kalau aku suami kamu mewujudkan keinginan kamu?” ucap Agam dengan penuh kemenangan.


“O…, begitu ya? Ya sudah kalau begitu terimakasih ya sayang?” ucap Kiara kembali bergelayut manja pada suaminya. Dan lag-lagi Agam terasa tubuhnya ada yang mengalir seolah reflek menjadi panas seolah-olah tersengat oleh aliran listrik.


“Sayang…, istri kecilku yang menggoda. Janganlah kau bangkitakan selera kakak ya? Kakak bingung menahannya!” ucap Agam mulai gelisah karena tidak bisa menahannya.


“Kenapa mesti ditahan sayang?” Kiara semakin membuat Agam memanas hingga ingin melepaskan rasa candunya kepada istri tercintanya.


“Sayang…, aku bener-bener sudah tidak tahan. Jangan salahkan kakak kalau habis ini kakak akan mengamuk di atas tempat tidur.

__ADS_1


“He…, he…, siapa takut? Ayo lakukanlah! Kalau kakak mau boleh kok! Tapi dikit ya dan pelan-pelan saja!” bisik Kiara nakal menggoda suaminya.


“Ok…, siapa takut!” Agam langsung menggendong istrinya masuk ke kamar dan menutup pintu balkon serta tirai yang ada. Dan tidak lupa mematikan lampunya dan menggantinya dengan lampu tidur di kamar.


“Ah…, sayang kamu bener-bener tidak sabaran! Awas nanti calon anak kita yang masih di dalam kandungan aku terkejut dengan tingkah polah papanya. Pelan sedikit yaa?” ucap Kiara memohon sambil terus mengikuti irama permainan suaminya.


“Iya. Aku mengerti kok! Tapi kamu hebat sayang mengerti kebutuhan suamimu!” Agam terus melancarkan aksinya hingga pagi hari. Bahkan suara ponselnya berkali-kali berbunyi tidak dia angkat. Agam benar-benar malamnya tidak mau diganggu oleh siapapun. Sementara itu Varel yang terkena imbasnya karena harus menggantikan Agam  menemui kliennya bersama papa Bagas.


Papa Bagas yang mendapat laporan dari Varel hanya senyum-senyum saja dan justru menggoda Varel.


“Varel…, Varel besok kalau kamu sudah menikah juga kan mengalaminya. Makanya segeralah menikah karena kamu bisa menyesal!” goda papa Bagas kepada Varel dengan bahasanya yang penuh teka-teki.


“Menikah? Menyesal? Kok bisa om?” tanya Varel polos.


“Iya karena menikah itu nikmat dan berkah! Dan kalau kamu sudah merasakan kenikmatannya om… yakin kamu akan menyesal kenapa tidak segera menikah!” ucap papa Bagas yang terus berjalan di depan Varel menuju parkiran untuk berangkat menemui kliennya.


“Kok…, bisa om!” ucap Varel sambil menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal karena dirinya belum loading dengan apa yang disampaikan oleh papa Bagas.


“Hi…, hi…, om…, ada-ada saja!” katanya setelah paham dengan yang disampaikan oleh papa Bagas.


“Varel…, Varel…, giliran sudah tahu maksudnya malah tertawa. Makanya segerakanlah jangan menunda-nunda kasihan Nayla kau gantung terus!” ucap papa Bagas kemudian masuk ke dalam mobil dan Varel pun menyusul duduk di bagian belakang kemudi. Mereka berdua langsung meluncur ke area yang diberikan oleh kliennya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2