Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Pengorbanan Kiara


__ADS_3

Kiara terus merintih minta pertolongan kepada Agam.  Agam yang tidak tega melihat Kiara seperti itu entah dari mana seolah ada kekuatan yang begitu dahsyat sehingga Agam dengan kekuatannya langsung menerjang Gary hingga Gary melepaskan tembakannya ke arahnya namun beruntung tembakan tersebut berisi peluru kosong.


Kiara terkejut menahan nafasnya karena takut kalau Agam terbunuh oleh Gary. Agam dan Gary berkelahi dan saling baku hantam hingga Gary limbung hampir jatuh. Agam yang bisa menguasai keadaan langsung menonjok dan menendang Gary hingga jatuh tak berdaya hingga babak belur.


Setelah tahu Gary tidak berdaya Agam langsung menghampiri Kiara dan memeluknya!


“Kiara? Bagaimana keadaan kamu?” ucap Agam kuatir dan mengusap-usap pipi Kiara.


“Aku baik-baik saja kak!” ucap Kiara sambil memeluk Agam dengan penuh kerinduan. Namun tiba-tiba Kiara menangkap ada pergerakan dari Gary. Gary yang tak berdaya tiba-tiba bangkit mengeluarkan pisau lipatnya dan hendak menikam Agam.


“Awas kak Agam,” teriak Kiara yang mengkhawatirkan Agam langsung berbalik menahan tusukan Gary hingga tepat mengenai bahu Kiara. Agam yang panik langsung menolong Kiara tanpa mempedulikan Gary.


Gary yang tahu kalau dirinya tidak diperhatikan langsung menerobos keluar ruangan dan dengan tertatih-tatih berusaha melarikan diri dengan lewat pintu belakang. Karim yang ada di belakang berusaha menghentikannya namun tiba-tiba Gary dibantu oleh beberapa orang melawan Karim. Karim yang tidak bisa menghalaunya jatuh terkapar dengan beberapa anak buahnya. Karim terluka di bagian lengannya tertusuk benda tajam.


“Agam yang mengetahui Kiara terluka langsung menyobek bajunya untuk mengikat bahu Kiara agar tidak keluar banyak darah. Dan tiba-tiba polisi datang di tengah-tengah mereka bersama papa Bagas.


“Maaf kami datang terlambat,” ucap komandan kepolisian mewakili yang lain.


“Pak, Gary melarikan diri lewat belakang. Dan maaf aku butuh ambulan untuk membawa istri dan anak buahku yang terluka,” teriak Agam penuh rasa kuatir.


Polisi sebagian mengejar Gary dan sebagian membantu evakuasi para kurban. Gary yang diburu oleh beberapa polisi seolah menghilang tanpa meninggalkan jejak.


Polisi yang memburu Gary pun tidak menemukan tanda-tanda adanya pergerakan dari Gary maupun anak buahnya. Polisi juga menyisir seluruh hutan tapi juga tidak membawa hasil..

__ADS_1


Sementara itu Agam yang tahu kondisi Kiara langsung menggendong menuju jalan raya di mana ambuan dan rombongan medis ada di sana.


“Kiara aku mohon kamu bertahanlah,  aku tidak bisa hidup tanpa dirimu. Canda tawa serta keluguan kamu menyadarkan diriku bahwa aku begitu sangat membutuhkan dirimu,” ucap Agam yang sekuat tenaga menggendong Kiara menuju jalan raya.


“Kak…, sakit kak!” rintih Kiara yang semakin membuat Agam tidak tega melihatnya.


“Iya, kamu harus bisa bertahan Kiara!” teriak Agam histeris dan terus berlari membawa Kiara pergi menuju jalan raya tempat dimana ambulan berada.


Sementara itu Varel yang tidak tega berusaha menuntunnya dengan mencarikan jalan yang mudah agar lekas sampai di tempat yang dituju. Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di ambulan dan Kiara langsung dibawa masuk ke mobil ambulan. Kiara diberi pertolongan pertama oleh petugas medis, namun karena banyak darah yang keluar sehingga Kiara pingsan.


Dengan cekatan tim medis setelah memberi pertolongan pertama langsung melarikan ke rumah sakit terdekat. Agam selalu mendampinginya dengan ikut serta di mobil ambulan. Agam tak henti-hentinya memegang tangan Kiara.


Setelah sampai di IGD, Kiara langsung ditangani oleh dokter. Luka Kiara langsung dibersihkan dan dijahit oleh dokter beserta tim medisnya. Tidak berapa lama kemudian dokter yang menanganinya keluar dari ruang perawatan.


“Keluarga Kiara?” tanya dokter yang menangani Kiara.


“Keadaaan istri Anda saat ini sangatlah kritis  karena banyak darah yang keluar.  dan kebetulan stok darah IO kami sedang  kosong. Adakah pihak keluarga yang memiliki golongan darah seperti istri anda?” tanya dokter kepada Agam.


“Golongan darah aku kebetulan sama dengan istri saya dok, tolong ambil saja darah saya!” ucap Agam yang memang golongan darahnya O sehingga dengan harapan bisa menyembuhkan istrinya Agam mau mendonorkan darahnya.


“Baiklah! Mari ikut suster ke ruang observasi untuk di cek golongan darah anda dan kalau memungkinkan akan segera kami ambil untuk ditransfusikan ke istri anda,” ucap dokter yang merawat Kiara kemudian menunjuk suster yang ada di sebelahnya untuk mengantar Agam ke ruangan.


Sementara itu mama Sandra yang sampai di rumah sakit langsung memberi dukungan kepada Agam putranya.

__ADS_1


“Nak, mama mohon selamatkan menantu mama! Mama tidak ingin terjadi sesuatu dengan menantu mama!” ucap mama Sandra yang ditemani oleh papa Bagas. Papa Bagas kebetulan baru sampai dengan rombongan yang terluka dikawal dengan beberapa polisi.


“Iya ma! Do’anya ma…, pa,” ucap Agam yang langsung masuk ke ruangan tempat pengambilan darahnya.


Tidak berapa lama kemudian Agam keluar dan duduk menunggu di ruang tempat Kiara dirawat. Setelah semuanya siap dokter bersama tim medis yang lain melakukan tindakan terhadap Kiara. Mereka berusaha maksimal menolong pasien yang ternyata menantu dari pengusaha terkenal di kota tersebut.


Agam nampak tidak tenang dan berjalan hilir mudik di depan ruang operasi. Mama Sandra memberi dukungan kepada putranya. Mama Sandra yang tidak tega dengan putranya menghampirinya dan membisikan sesuatu kepada putranya.


“Nak. tenangkan dirimu! lebih baik kamu berdo’a untuk kesembuhan Kiara,” ucap mama Sandra yang mengusap rambut putranya dengan kasih sayang.


“Iya, bro! Kamu harus tenang. Ayo aku temani dirimu ke mushola untuk sholat dan berdo’a!” ucap Varel yang baru datang dan berusaha menguatkan Agam sahabatnya. Agam akhirnya menyetujui mereka dan pergi menuju mushola dalam rumah sakit. Agam tak henti-hentinya memohon kepada Allah untuk keselamatan istrinya.


Sementara itu susana di ruang operasi sangat mencekam karena kondisi Kiara yang semakin melemah. Dokter dengan cekatan menolong Kiara dan tidak lama kemudian mereka keluar dan memberitahu kepada pak Bagas bahwa operasi menantunya berjalan dengan lancar.


Pak Bagas yang menerima kabar dari dokter, berusaha menghubungi Agam dan memintanya untuk kembali. Belum sempat ponselnya terhubung dengan Agam, mereka sudah nongol terlebih dahulu.


“Pa, bagaimana operasi Kiara?” tanya Agam yang baru datang dari mushola.


“Alhamdulilah lancar. Kiara memiliki pertahanan tubuh yang sangat bagus sehingga memudahkan dokter untuk menanganinya,” jelas papa Bagas kepada putranya.“Berarti hari ini Kiara boleh dipindahkan ke kamar perawatan ya pa?” tanya Agam kepada papanya.


“Iya nak, kata dokter yang menangani nak Kiara kalau Kiara sudah melewati masa kritisnya,” jelas papa Bagas didampingi mamanya.


“Alhamdulilah, terimaksih tuhan atas anugerah dan mujijat yang engkau berikan,” ucap Agam dengan langsung bersujud syukur di depan mamanya.

__ADS_1


Setelah terjadi kesepakatan, mereka bertiga sepakat akan mencarikan ruangan yang terbaik untuk Kiara. Bahkan untuk penanganan medisnya mereka juga minta yang terbaik untuk menantunya. Mama Sandra nampak begitu menyayangi menantunya. Mama Sandra juga meminta Agam untuk menunggu menantunya bersama Agam.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Mari kita simak kisah selanjutnya ya?


__ADS_2