Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Semakin Gencar


__ADS_3

Kiara masih di rumah sakit,  Agam dengan setia menunggunya. Sementara itu di sekolah berita tentang kehamilan Kiara sudah menyebar kemana-mana.  Bahkan Kiara diisukan hamil diluar nikah.


Indri yang merupakan rival dari Kiara tidak pernah kapok dan berusaha menjatuhkan Kiara dengan fitnahnya. Indri seolah lupa kalau dulu dia pernah memfitnah dan menyakiti Kiara. Indri dahulu hendak dikeluarkan dari sekolahnya, namun karena kebesaran Kiara dirinya dimaafkan oleh Kiara.


Indri seolah lupa dengan kejadian yang terdahulu.  Indri pun semakin gencar menyerang Kiara dengan opini-opini untuk menjatuhkan Kiara. Bahkan Indri menjadi provokator bagi teman-temannya untuk demo di sekolahnya agar Kiara dikeluarkan.


Spanduk yang berisi tentang  ungkapan kata-kata yang kotor dilontarkan mereka dalam sebuah tulisan yang intinya ingin menjatuhkan Kiara. Seperti ungkapan bahwa Kiara merupakan belajar yang hamil diluar nikah dan penganut pergaulan bebas.  Dan yang lebih menyakitkan lagi mereka menuduh bahwa bayi yang dikandung oleh Kiara merupakan anak yang tidak jelas Ayah kandungnya. Mereka juga mengungkapkan kalau pak Agam hanyalah korban yang dijerat Kiara untuk bertanggung jawab atas kehamilan Kiara yang menganut **** bebas.


Mama Sandra  sangat kecewa dengan perlakuan mereka, sehingga Mama Sandra sebagai Kepala sekolah sekaligus pemilik yayasan berusaha meredam kemarahan mereka.  Mama Sandra akhirnya mau tidak mau mengungkapkan bahwa fakta sebenarnya kalau Agam dan Kiara itu sudah menikah.


Bahkan Mama Sandra memberikan bukti buku nikah dan foto-foto pernikahan Kiara dengan Agam. Mama Sandra juga mengungkapkan yang sebenarnya bahwa Agam itu merupakan Putra kandungnya sedangkan Kiara adalah menantunya.


 Semua orang terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Mama Sandra kecuali security sekolah karena mereka tahu waktu ada kasus Indri dengan Kiara yang terdahulu. Semua siswa, guru dan staf pegawai sekolah khirnya mereka meminta maaf kepada mama Sandra atas sikap mereka.


Mama Sandra sebagai pemilik yayasan berlaku sangat bijak dengan masalah putra dan menantunya. Mama Sandra yang memiliki pendidikan tinggi sekaligus pemilik yayasan beserta orang tua siswa membuat kesepakatan kalau Kiara diperbolehkan ikut sekolah karena sekolah tinggal 2 bulan lagi kelulusan dan selain itu Kiara memang menikah resmi dengan Agam.


Karena data mama Sandra riil, maka Indri yang telah memfitnah Kiara kalau Kiara hamil diluar nikah akhirnya  meminta maaf kepada Mama Sandra dan semua teman-temannya. Bahkan Indri berniat ingin minta maaf langsung kepada Kiara dan pak Agam, namun mama Sandra tidak mengizinkannya takut terjadi sesuatu dengan Kiara.


Karena masalah sudah selesai maka Mama Sandra hari ini berniat untuk menjenguk menantunya yang ada di rumah sakit. Mama Sandra juga membawakan buah yang disukai oleh Kiara.


 Mama Sandra mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan sedang. Tidak berapa lama kemudian mama Sandra sampai di rumah sakit dan bergegas ke ruangan Kiara.


Mama Sandra sangat senang melihat perkembangan Kiara, dan yang lebih menyenangkan lagi perhatian Agam kepada Kiara.  Dilihatnya Agam menyuapi makanan untuk Kiara dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


“Wah, benar-benar calon suami dan  papa siaga ya? Bagus dong tambah romantis saja!” goda mama Sandra pada putranya.


“Tentu dong Ma,  kalau tidak aku yang memperhatikan Kiara, siapa lagi?” ucap Agam yang terus menyuapi istrinya dan Kiara pun memanfaatkannya sehingga semakin manja dengan  suaminya.


“Baguslah, itu namanya Putra Papa dan Mama! Oh…, iya  kapan Kiara pulang?” tanya mama Sandra serius.


“Besok ma,  tapi kita harus kontrol rutin tiap bulan!” ucap Kiara menimpali pertanyaan mama Sandra.


“Ok, tapi  kamu pulang ke rumah mama dulu ya?” ucap mama Sandra yang sekaligus perintah kepada mereka berdua.


“Tidak ma,  kami tetap pulang ke rumah kita.  Apapun yang terjadi kita sudah memutuskan untuk hidup mandiri tanpa merepotkan Papa dan Mama!” ucap Agam yang semakin bijak dan dewasa.


“Baiklah, Papa dan Mama menyerahkan sepenuhnya kepadamu!  Tapi ingat kalian harus saling menjaga satu sama lainnya demi keutuhan rumah tangga kalian?” ucap mama Sandra memberi petuah kepada putra dan menantunya.


“Sayang, aku mau muntah!” tiba-tiba Kiara berdiri dan hendak berjalan ke kamar mandi namun Agam dengan sigap menggendongnya.


“Huek…, huek…, syur!” semua Makanan yang barusan Kiara makan, semuanya keluar tanpa ada sisa. Karena Kiara kekurangan cairan dan nutrisi makanan maka  Kiara pingsan lagi. Agam yang panik langsung memanggil dokter melalui tombol yang ada di ruangannya. Tidak berapa lama kemudian dokter dan perawat datang ke ruangan dan memeriksa Kiara.


“Ibu Kiara tidak apa-apa, ini hanya karena muntah hingga pingsan. Nanti akan kami beri obat anti mual sehingga bu Kiara bisa mendapatkan makanan dengan baik.


“Baik dokter, terimakasih!” ucap Agam sopan kemudian dokter pergi dan meninggalkan resep untuk Kiara.


“Ma, Aku titip Kiara dulu.  Mumpung ada  mama  aku akan membeli obat dulu untuk Kiara,” pamit Agam pada mamanya. Namun ketika Agam hendak keluar tiba-tiba Varel datang.

__ADS_1


“Wah bagus nich! Tolong kalau begitu tebus obat untuk Kiara ini ya?” ucap Agam seenaknya mentang-mentang dia atasannya. Varel yang baru datang sangat dongkol dengan perintah atasannya. Namun tiba-tiba Nayla yang berada di dekatnya langsung menggandeng tangan Varel, sehingga Varel merasa tersanjung dengan perlakuan Nayla.


Mama Sandra hanya mengamati para kawula muda tersebut dalam berinteraksi menjalin persahabatan dan percintaan mereka.


“Terimakasih nak Nayla! Ternyata pribadi kamu tidak jauh beda dengan Kiara! Kalian menantu dan calon menantu yang baik untuk papa dan mama!” ucap mama Sandra memuji mereka berdua.


“Ma yang dipuji kok hanya mereka berdua to? Mama malah melupakan putra sendiri!” protes Agam kepada mamanya.


“Iya…, semuanya baik putra dan menantu mama!” ucap mama Sandra berusaha menyakinkan putra-putranya.


“Terimaksih ma…, kita berdua ke apotik dulu! Tolong jagain Agam ma biar tidak macam-macam dan hati-hati jangan sampai nanti kakak ipar sakit karenanya!” goda Varel dan berlalu begitu saja dari mereka.


Agam yang gemas dengan Varel berusha menimpuknya dengan tisu.


“Pluk…,” tisu tersebut tepat mengenai kepala Varel.


“Awas ya, ntar kalau sudah pulang dari rumah sakit dirimu aku ajak bertanding di atas ring!” ucap Varel dan terus berlalu meninggalkan ruangan tersebut bersama Nayla. Nayla hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedekatan mereka.


“Sayang…, kamu sangat beruntung hidup di lingkungan keluarga seperti ini!” ucap Nayla yang terus digandeng oleh Varel berjalan di sepanjang rumah sakit menuju apotek.


Baginya hubungan seperti Agam dan Varel itu tidak semua orang bisa memilikinya apalagi kasih sayang papa Bagas dan mama Sandra terhadap Varel tidak diragukan lagi. Papa Bagas dan mama Sandra sangat tulus terhadap Varel hingga terkadang Varel merasa sangat risih diperlakukan seperti itu oleh papa dan mama Sandra. Varel yang dulunya tidak ada apa-apanya sekarang punya segalanya juga karena keluarga.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Jangan lupa tetap ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2