Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Nayla hamil


__ADS_3

Begitu sampai di rumah sakit Varel langsung menggendong Nayla menuju UGD. VAel membaringkan tubuh istrinya ke ranjang rumah sakit sehingga langsung diperiksa dan ditangani oleh dokter jaga yang ada di UGD. Tidak berapa lama kemudian sang dokter menyampaikan berita yang sangat menggembirakan.


“Maaf istri anda saat ini sedang mengandung jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan!” ucap dokter jaga kepada Varel suaminya.


“Nayla hamil! Betulkah! Prawira aku mau jadi bapak!” ucap Varel senang dan langsung memeluk Prawira yang sedang berada di dekatnaya.


“Iya betul. Tapi untuk memastikannya anda harus memeriksakannya pada dokter kandungan,” ucap sang dokter kemudian memberi rujukan dokter kandungan rumah sakit.


Setelah memberi rujukan dokter kandungan, mereka memindahkan istrinya menuju ruang kebidanan. Di sana Nayra di cek dan di USG oleh dokter spesialis kandungan yang telah direkomkan oleh dokter jaga.


Varel menerima penjelasan dari dokter kandungan bahwa kehamilan istrinya sudah berjalan 3 minggu untuk itu mereka diharapkan agar hati-hati agar menunda dulu aktivitas hubungan suami istrinya.


“Ok siap dokter, tapi berapa lama kita harus berpuasa dulu menahan hasrat untuk tidak berhubungan?” tanya Varel penasaran.


“Setidaknya masa kehamilan triwulan 1 jadi anda harus libur dulu!” jelas dokter kandungan kepada Varel.


“Jadi 3 bulan ya dokter? Wah bisa-bisa karatan dong?” ucap Varel keceplosan hingga membuat perawat yang membantu dokter tersebut tertawa cekikikan.


Yang karatan itu apa? Semua sudah ada yang mengatur? Allah itu selalu mempertimbangkan segala sesuatu yang telah diciptakannya. Allah maha segalanya!” jelas dokter yang merasa lucu  dengan reaksi Varel.


 Kemudian dokter kandungan tersebut memberikan resep untuk Nayla. Mereka pun akhirnya diperbolehkan pulang.


Mama Sandra meminta Nayla sementara tinggal di rumahnya namun Nayla menolaknya karena tidak ingin merepotkan mama Sandra.


Setelah mengantar Nayla dan Varel pulang ke rumah, Prawira, Neta beserta mama Sandra kembali ke rumah Kiara. Mereka ikutan ngobrol dengan keluarga. Dan kerabatnya Kiara memang sengaja tetap tinggal menunggu kehadiran Prawira.

__ADS_1


Mereka sengaja ingin tahu lebih dekat dengan Prawira terutama mamanya Neta yang baru datang dari Bali karena tugas kantor.


“Sayang  mana calon menantu mama?” tanya mamanya Neta membuat Neta malu karena sikap mamanya yang begitu mencolok sehingga membuat semua kerabat yang hadir di rumah Kiara menoleh ke arah mereka.


“Malam tante. Perkenalkan Prawira calonnya Neta kemungkinan bulan depan orang tuaa saya akan menghubungi tante untuk melamar Neta!” ucap Prawira sopan sambil mencium punggug tangan mamanya Neta dilanjutkan beberapa orang tertua kerabatnya Kiara.


“Ayo jeng segera dinikahkan saja mereka! Aku lihat mereka berdua sangat cocok satu sama lainnya,” ucap mama Sandra yang dengan sengaja mendukung hubungan mereka berdua.


“Iya tante. Neta sama Prawira cocok banget kok! Dan aku lihat Prawira bisa jadi sosok suami yang bertanggung jawab,” ucap Kiara membantu menguatkan dukungan mama mertuanya.


“Siap tante. Aku Prawira bersedia menjadi imam yang baik untuk Putri tante! Dan aku pastikan Neta bahagia dengan saya!” ucap Prawira penuh percaya diri.


“Benarkah anak muda? Kamu akan membahagiakan putri aku? Bagaimana bisa sementara kamu masih kuliah dan belum mempunyai penghasilan sendiri?” ucap mamanya Nayla dengan penuh keragu-raguan.


“Ma sudahlah! Yang terpenting restu mama. Aku dan kak Prawira tahu akan kebahagiaan kita!” ucap Neta yang berbisik kepada mamanya agar mamanya dengan ikhlas melepaskannya untuk Prawira.


Hari semakin larut sehingga semua tamu pulang ke rumahnya masing-masing.  mama Sandra dan papa Bagas sengaja tetap tinggal di rumah Agam dan Kiara. Sementara itu bayi Dafa Sudah terlelap tidur di dalam box tempat tidurnya.


 Agam  sedang berbincang-bincang dengan istri tercintanya di kamar.  Agam mengungkapkan rasa senangnya karena hari ini acara aqiqoh untuk putranya berjalan dengan lancar.


“Sayang, lihatlah putra kita tidur dengan lelap. Hai… cara tidurnya mirip dengan kamu sayang?” ucap Kiara yang sedang berada di pangkuan suaminya.


“Iya…, kan memang anaknya aku sayang?” ucap Agam yang dengan sengaja mengusap-usap rambut istrinya.


“Sayang…, aku ingin segera memberi lagi Adek untuk Daffa!”  ucap Agam tiba-tiba sambil mengelus-elus pipi Kiara yang nampak kamerah-merahan.

__ADS_1


“ Sayang, kamu jangan ngaco! Usia anak kita baru 7 hari kamu sudah ingin membuat Adik lagi untuk Daffa!” ucap Kiara yang dengan spontan memandang suaminya dengan tajam.


“Siapa yang bilang ingin sayang? Aku bilang memberi,” ucap Agam gak mau mengalah sama istrinya apalagi dirinya yang salah.


“La… tadi memberi adik untuk Daffa berarti membuat dong sayang?” jawab Kiara yang juga tidak mau mengalah dengan suaminya hingga mereka berisik saling adu argumentasi. Daffa yang semula tertidur pulas tiba-tiba terbangun mendengar mereka berdua berisik saling berargumentasi.


“Oek…, oek…,” Daffa menangis begitu keras. Wajahnya yang masih bayi kelihatan memerah karena menangis.


Agam yang jadi suami siaga langsung menghampiri putranya untuk digendongnya.


“Sayang, cup…, cup…. Suara papa dan mama terlalu keras ya? Maafkan papa dan mama ya nak?” ucap Agam dan terus menimang-menimang putranya namun Daffa tidak berhenti tangisnya.


“Sayang putra kita masih menangis terus. Tolong kamu beri Asi ya?” pinta Agam kepada istrinya dan merapatkan bayinya ke tubuh istrinya yang montok.


“Sini sayang! Cup…, cup…. Janganlah kau menangis lagi sayang! Sini mama susui!” ucap Kiara yang menempelkan mulut putranya ke dadanya. Daffa seketika itu juga langsung menyusu dengan sangat kuat.


Agam duduk di sebelah istrinya sambil terus melihat putranya yang menyusu dengan kuat. Agam sesekali menggoda putranya dengan menjauhkan minumnya dari mulutnya. Daffa yang tahu diajak bercanda papanya tiba-tiba melepaskan minumnya seolah menatap papanya yang ada di depannya.


Agam semakin gemas dengan putranya kemudian meminta Kiara untuk memberikan bayinya itu kepadanya. Agam kembali menggendong bayinya dan menimang-nimangnya dengan senang.


Sesekali bayinya diayunkan hingga akhirnya Daffa tertidur kembali. Setelah tertidur pulas Daffa dibaringkannya di dalam boxnya. Agam kemudian kembali menemui istrinya yang sudah kelelahan dan hendak tidur.


“Sayang tidurlah! Biar aku yang jaga bayi kita!” ucap Agam yang dengan baik menata bantal untuk istrinya agar nyaman bisa tertidur. Agam menyelimuti tubuh istrinya agar tidak kedinginan. Semantara itu dirinya juga merebahkan diri hendak tertidur disamping Kiara. Agam beringsut mendekati Kiara kemudian memeluknya dan sebelumnya mencium kening istrinya sebelum mengucapkan selamat tidur.


Agam dan Kiara yang capek tertidur hingga menjelang subuh. Setelah adzan subuh Agam membantu Kiara mandi hingga bersih.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2